WhatsApp Icon
Sumbar Berzakat: Teladan Pimpinan, Kuatkan Kepedulian Umat

Padang – Gerakan Sumbar Berzakat kembali digelorakan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai upaya memperkuat kesadaran berzakat di kalangan aparatur pemerintah, instansi vertikal, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pengumpulan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara optimal di Provinsi Sumatera Barat.

 

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki 10 program prioritas, yang terdiri dari 5 program utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Kemanusiaan, Ekonomi, serta Dakwah dan Advokasi. Kelima program tersebut menjadi fokus utama dalam penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Selain program utama tersebut, BAZNAS juga menjalankan berbagai program unggulan dari pusat yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi umat. Program-program tersebut di antaranya Z-Mart, Z-Corner, Z-Chicken, Z-Auto, dan berbagai program pemberdayaan lainnya yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi para mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan Sumbar Berzakat ini melibatkan pemerintah provinsi, instansi vertikal, serta perguruan tinggi yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan zakat di daerah. Menurutnya, pengelolaan zakat akan berjalan dengan baik apabila pengumpulan ZIS dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder yang ada di Sumatera Barat.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa BAZNAS merupakan badan non-struktural yang bersifat mandiri, namun tetap bertanggung jawab kepada BAZNAS secara nasional serta kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur Sumatera Barat, dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat di daerah.

 

Dalam paparannya, Ketua BAZNAS juga mengungkapkan capaian pengumpulan zakat di Sumatera Barat. Pada tahun 2025, total pengumpulan ZIS oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota se-Sumatera Barat mencapai sekitar Rp475 miliar. Sementara itu, target pengumpulan khusus untuk BAZNAS Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp38,5 miliar. Alhamdulillah, dari periode kepemimpinan tahun 2021 hingga 2026, capaian pengumpulan zakat setiap tahunnya selalu melampaui target yang ditetapkan. Bahkan pada tahun 2025, pengumpulan zakat berhasil mencapai Rp43,5 miliar.

 

Dana ZIS yang terkumpul tersebut kemudian disalurkan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat. Dalam pengelolaannya, zakat diperuntukkan bagi dua kelompok besar penerima, yaitu as-sail (??????) dan al-ma?rum (???????). As-s?’il adalah mereka yang secara langsung meminta bantuan karena kondisi ekonomi yang sulit, sedangkan al-ma?r?m adalah mereka yang hidup dalam kekurangan namun menjaga kehormatan diri sehingga tidak meminta-minta. Kedua kelompok ini menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian melalui program-program penyaluran zakat.

 

Selain agenda penyaluran bantuan kepada para mustahik, pada kegiatan Sumbar Berzakat ini juga dilakukan pengumpulan zakat dari para pimpinan daerah dan pejabat yang hadir. Untuk memudahkan proses tersebut, panitia menyediakan lima meja konter layanan zakat, sehingga para peserta dapat langsung menunaikan zakatnya melalui BAZNAS.

 

Sementara itu, sambutan Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten III Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, menyampaikan apresiasi atas upaya BAZNAS dalam menggerakkan kesadaran berzakat di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi menilai bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga, dan masyarakat untuk terus mendukung program-program BAZNAS dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, zakat diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesejahteraan umat serta pembangunan sosial di Sumatera Barat.

 

Melalui gerakan Sumbar Berzakat, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga potensi zakat yang besar di Sumatera Barat dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

10/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan,  transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.

 

"BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

 

Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.

 

"Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ," jelas Kiai Noor.

 

Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.

 

"Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI)," tegasnya.

 

Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.

 

"Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa," ujarnya.

27/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). 

Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.

Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.

Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam.

"Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. 

Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa.

Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf.

Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat.

Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.

24/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Komitmen Lima Tahun, BAZNAS Sumbar dan Pemprov Perkuat Akuntabilitas Zakat di Ramadhan

Memasuki hari ketiga Ramadhan 1447 H, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kali ini, agenda dipusatkan di Kabupaten Agam dengan mengikuti lawatan Safari Ramadhan yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat.

 

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M., M.Ag., hadir langsung dan didampingi oleh jajaran Amil Pelaksana. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memastikan bahwa setiap agenda Safari Ramadhan tidak hanya menjadi ruang silaturahim, tetapi juga momentum penguatan program pemberdayaan mustahik.

 

Seperti pada rangkaian sebelumnya, BAZNAS Sumbar mengemban misi khusus dalam Safari Ramadhan tahun ini, yakni menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah direkomendasikan oleh tim Pemerintah Provinsi. Fokus utama yang ditinjau di Kabupaten Agam adalah bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui program pendayagunaan zakat.

 

Di sela-sela agenda kunjungan ke masjid dan pertemuan bersama masyarakat, rombongan Gubernur bersama Ketua BAZNAS Sumbar menyempatkan diri meninjau langsung kondisi rumah calon penerima manfaat. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari proses asesmen faktual, guna memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.

 

Dr. H. Buchari menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mempercepat penanganan persoalan sosial masyarakat. Pemerintah berperan dalam mengidentifikasi dan merekomendasikan warga yang membutuhkan, sementara BAZNAS menjalankan proses verifikasi, penetapan, hingga realisasi bantuan sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat yang berlaku.

 

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi mustahik. Meski demikian, proses pencairan tetap menunggu kelengkapan administrasi dan hasil verifikasi akhir sesuai prosedur resmi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat.

 

Melalui Safari Ramadhan di Kabupaten Agam ini, diharapkan kolaborasi yang terjalin mampu menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan. Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah spiritual, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan memastikan zakat benar-benar menjadi instrumen keadilan serta kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan.


Catatan Redaksi:
Kegiatan Safari Ramadhan yang melibatkan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini telah berlangsung secara konsisten selama lima tahun terakhir. Sinergi berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui pola verifikasi lapangan, pendampingan administrasi, serta koordinasi lintas sektor, BAZNAS Sumbar terus berupaya memastikan bahwa setiap dana zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak nyata dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

22/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi Zakat dan Pemerintah, BAZNAS Sumbar Bangun Asa Lewat Program RTLH

BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memulai rangkaian agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 20 Februari 2026. Kegiatan diawali dengan mengikuti rombongan Wakil Gubernur Sumatera Barat di Kabupaten Lima Puluh Kota pada Ramadhan ke-2, dan akan terus berlanjut hingga menjelang akhir bulan suci.

 

Kehadiran BAZNAS dalam Safari Ramadhan tahun ini tidak sekadar mendampingi agenda silaturahim dan ibadah bersama masyarakat. Lebih dari itu, terdapat misi khusus yang diemban, yakni mendukung pemerintah daerah dalam menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah diverifikasi oleh tim Pemprov Sumbar. Fokus utama program ini adalah percepatan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui skema pendayagunaan zakat.

 

Dalam setiap kunjungan Safari Ramadhan, rombongan tidak hanya menghadiri kegiatan seremonial di masjid dan pertemuan dengan masyarakat, tetapi juga menyempatkan diri meninjau langsung rumah-rumah calon penerima manfaat. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari proses verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil calon mustahik sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku.

 

Ketua dan pimpinan BAZNAS Sumbar bersama jajaran pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat. Pemerintah berperan dalam mengusulkan dan merekomendasikan calon penerima, sementara BAZNAS menjalankan fungsi asesmen, penetapan, hingga eksekusi bantuan sesuai regulasi pengelolaan zakat.

 

Pada beberapa titik kunjungan, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik kepada calon mustahik sebagai bentuk komitmen bersama. Meski demikian, proses pencairan bantuan tetap menunggu penyelesaian administrasi dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sesuai prosedur yang berlaku di BAZNAS Provinsi Sumatera Barat.

 

Program rehabilitasi RTLH ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal layak. Dengan pendekatan verifikasi langsung ke lapangan, diharapkan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hidup para mustahik secara berkelanjutan.

 

Safari Ramadhan 1447 H ini pun menjadi momentum penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Melalui kolaborasi yang terencana dan terukur, BAZNAS Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis dapat menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial, sekaligus meneguhkan nilai-nilai kepedulian dan gotong royong yang menjadi ruh Ramadhan.


#Kontributor: Humas BAZNAS
#Editor: RQ

20/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendirikan layanan dapur umum di Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Langkah cepat ini diambil untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor yang terjadi di wilayah tersebut. Bersama BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman, dapur umum tersebut langsung dioperasikan untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap santap. Hingga saat ini, sedikitnya 1.500 paket nasi telah disalurkan kepada para pengungsi dan warga yang terdampak musibah di sekitar lokasi bencana. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengatakan pendirian dapur umum merupakan bentuk respons kemanusiaan BAZNAS dalam menangani situasi darurat. “Kami memastikan para penyintas mendapat pasokan makanan yang layak di tengah keterbatasan kondisi. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan harus dilakukan dengan cepat agar masyarakat tetap aman dan kuat,” ujar Saidah dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Saidah menambahkan, BAZNAS terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan warga. Selain pembagian makanan, tim BTB juga melakukan asesmen lanjutan terkait layanan kesehatan, kebutuhan logistik, serta perlindungan bagi kelompok rentan. “Kami ingin memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak,” tegasnya. Meski cuaca ekstrem masih berlangsung, para relawan tetap bekerja dengan kewaspadaan tinggi. Menurut Saidah, hujan deras dan angin kencang tidak menghambat koordinasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan para mitra kemanusiaan. Saidah memastikan bahwa BAZNAS RI akan terus memberikan dukungan dalam proses percepatan pemulihan di Padang Pariaman, termasuk penyediaan layanan makanan, kesehatan, dan logistik bagi warga yang terdampak bencana. Editor: BAZNAS
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Gerak Cepat BAZNAS Sumbar dan Biro Kesra Bantu Penyintas Bencana di Kecamatan Kuranji dan Pauh
Gerak Cepat BAZNAS Sumbar dan Biro Kesra Bantu Penyintas Bencana di Kecamatan Kuranji dan Pauh
Padang — BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumatera Barat kembali menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana. Penyaluran kali ini berlangsung di dua titik, yaitu Kampung Guo, Kecamatan Kuranji dan Gunuang Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Bantuan berupa paket sembako diserahkan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Kehadiran tim BAZNAS Sumbar bersama Biro Kesra disambut hangat oleh masyarakat setempat dan perangkat RT/RW yang turut mendampingi proses distribusi. Wakil Ketua I BAZNAS Sumatera Barat ( Afrianto Korga, SPd.I., M.Pd ) dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen BAZNAS dalam hadir di tengah masyarakat saat masa-masa sulit. “BAZNAS Sumbar berusaha bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terkena musibah, dan bantuan juga diberikan kepada warga yang terdampak di Kabupaten/Kota lainnya di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat. Semoga bantuan sembako ini dapat meringankan kebutuhan warga dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama BAZNAS Provinsi Sumatera Barat akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak bencana. “Kami hadir untuk memastikan bahwa bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Kolaborasi ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat di masa darurat,” ungkapnya. Ketua RT setempat juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warganya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan Biro Kesra yang telah datang langsung membantu warga kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana,” tuturnya. Dengan tersalurkannya bantuan ini, diharapkan masyarakat di wilayah Kuranji dan Pauh dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar pascabencana. BAZNAS Sumatera Barat juga membuka kesempatan bagi para donatur untuk terus bersinergi membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.Kontributor: FMEditor: RQ
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Segera Menyalurkan Bantuan kepada Warga yang Terkena Dampak Banjir di Padang Pariaman
BAZNAS Segera Menyalurkan Bantuan kepada Warga yang Terkena Dampak Banjir di Padang Pariaman
**BAZNAS Tanggap Bencana di Padang Pariaman: Bantuan Cepat untuk Korban Banjir** **Padang Pariaman** - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) segera merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan BTB Kabupaten Padang Pariaman menyediakan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Tim bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan pokok warga segera terpenuhi. Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menekankan pentingnya respons cepat bagi korban bencana. "Pelaksanaan tanggap darurat ini menunjukkan kepedulian BAZNAS kepada masyarakat terdampak. Kami berkomitmen untuk meringankan beban warga dan memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi," ujarnya. Hujan masih terus mengguyur wilayah Padang Pariaman hingga saat ini. Tim BAZNAS terus memantau situasi dan memastikan distribusi bantuan tetap berjalan meski dihadapkan dengan medan sulit. Di samping memberikan bantuan logistik, tim BAZNAS juga melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak untuk persiapan bantuan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga. Distribusi bantuan dilakukan di 10 titik lokasi yang meliputi beberapa nagari. Saidah mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup beras, telur, dan minyak goreng untuk kebutuhan dapur umum. Penyaluran bantuan didukung dengan 1 unit ambulans dan 1 unit mobil Hilux, serta personel dari BTB Provinsi Sumbar dan BTB Kabupaten Padang Pariaman. Wilayah yang terdampak parah antara lain Kampung Galapung, Ulakan Tapakis, Sungai Buluh Barat, Pauh Kambar, dan Padang Kandang Pulo Air, dimana luapan air sungai merusak rumah warga dan area sekolah. "BAZNAS turut prihatin atas bencana banjir di Padang Pariaman. Kami mengajak masyarakat untuk mendoakan dan mendukung program kemanusiaan agar penanganan bencana berjalan lancar," tambahnya.
BERITA01/12/2025 | Humas Baznas
SITREP I Bencana di Sumatera Barat Update per 27 November 2025
SITREP I Bencana di Sumatera Barat Update per 27 November 2025
Bencana yang terjadi diantaranya: Hidrometrologi Banjir Bandang Tanah Longsor Dll Berdasarkan hasil pemetaan distribusi curah hujan dari 79 pos hujan dan aloptama, sebagian besar wilayah Sumetare Barat mengalami hujan dengan intensitas ringan Hingga Ekstrem. SITUASI TERKINI Cuaca Ekstrem/hujan dengan intensitas tinggi sejak 22 November 2025 hingga 22 November 2025 Daerah terdampak bencana berjumlah 13 Kabupaten/Kota, diantaranya Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang, Kabupaten Agam, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat yang berkumiman di sekitar aliran sungai terdampak Banjir. Dampak bencana mengakibatkan korban jiwa, korban hilang dan kerusakan fasilitas umum seperti jalan rusak dan putus, jembatan putus, dan banyak rumah masyarakat rusak ringan dan berat. DAMPAK KERUGIAN 22 Jiwa Meninggal 10 Jiwa Hilang 10294 Jiwa Korban Terdampak Rumah Rusak Jembatan Rusak Air Bersih Sulit KEBUTUHAN Air Bersih Dapur Umum Tenda Logistik Obat-obatan Pakaian Perlengkapan Mandi Penerangan Selimut Mari Salurkan Infak Terbaik anda melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Barat: BANK NAGARI Syariah: 7100.0220.36480.2 BSI Syariah: 1110.4444.7
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dorong Penguatan Digitalisasi Zakat, BAZNAS Sumbar Ikuti Rakernis dan Mini Expo 2025
Dorong Penguatan Digitalisasi Zakat, BAZNAS Sumbar Ikuti Rakernis dan Mini Expo 2025
JAKARTA— Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SiMBA) memasuki usia ke-13 tahun dan kembali menjadi sorotan pada kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital dan Mini Expo 2025 yang digelar di Embarkasi Haji Pondok Gede pada 26–27 November 2025. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut hadir dalam agenda strategis ini, dipimpin oleh Wakil Ketua III Ir. H. Firdaus, M.Si. bersama tim amil pelaksana bidang teknologi dan pelaporan. Dalam forum yang dihadiri seluruh perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia tersebut, Tim IT BAZNAS RI memperkenalkan Modernisasi SiMBA, sebuah lompatan besar untuk memperkuat tata kelola digital perzakatan nasional. Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho (Mas Tio) menjelaskan bahwa modernisasi SiMBA akan diarahkan pada dua aspek utama, yakni penguatan infrastruktur dan pengembangan aplikasi. “Modernisasi SiMBA berfokus pada dua aspek besar: infrastruktur dan aplikasi. Pada aspek infrastruktur, setiap fitur akan memiliki basis data masing-masing sehingga apabila terjadi gangguan, tidak akan memengaruhi fitur lainnya. Sementara pada aspek aplikasi, nantinya akan tersedia banyak fitur mandiri yang dapat dioperasikan sesuai kewenangan user, namun tetap berada dalam satu pusat data SiMBA,” ujar Mas Tio. Berbagai aplikasi mandiri tersebut meliputi Keuangan, Pelaporan, Pengumpulan, Pendistribusian, Kantor Digital, serta beberapa fitur pendukung lain yang dapat digunakan oleh BAZNAS daerah secara lebih fleksibel dan aman. Tampilan Kantor Digital juga turut diperbarui dengan desain yang lebih modern, responsif, dan ramah pengguna untuk meningkatkan kenyamanan operator di seluruh Indonesia, termasuk bagi amil di lingkungan BAZNAS Sumatera Barat. Mas Tio menambahkan bahwa pengembangan sistem ini akan dilakukan bertahap. “Modernisasi SiMBA akan dilaksanakan secara bertahap dan kami berharap implementasinya dapat segera dimulai,” tutupnya. Kehadiran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam kegiatan Rakernis ini memperkuat komitmen daerah dalam mendukung transformasi digital nasional. Modernisasi SiMBA diharapkan semakin memudahkan amil di Sumatera Barat dalam pengelolaan data zakat, laporan, dan layanan publik berbasis digital. Dengan langkah modernisasi ini, BAZNAS menegaskan visinya untuk menghadirkan sistem teknologi yang semakin kuat, aman, terintegrasi, dan mampu mempercepat tata kelola zakat yang akuntabel di seluruh Indonesia. Kontributor: TRSEditor: RQ
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Gelar Rakernis Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025
BAZNAS Gelar Rakernis Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital yang dikemas dengan Zakat Tech Mini Expo 2025 pada Rabu (26/11/2025) di Jakarta. Acara ini menandai komitmen kuat BAZNAS dalam mendorong transformasi digital di seluruh lini organisasi, dari tingkat pusat hingga daerah. Rakernis dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Pusat, termasuk Bidang Transformasi Digital Nasional, Perencanaan dan Pengembangan, serta SDM dan Keuangan. Seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia juga hadir sebagai peserta, menunjukkan keseriusan dalam menyelaraskan gerak digitalisasi zakat nasional. Mengusung tema “Pemanfaatan dan Penguatan Digital Fundraising”, rakernis ini menekankan bahwa adopsi sistem digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Transformasi digital dipandang sebagai kunci untuk menjawab tantangan zaman dan meningkatkan daya saing lembaga zakat. “Transformasi digital merupakan langkah strategis BAZNAS untuk merespons perkembangan teknologi yang begitu pesat. Dengan digitalisasi, kami bertekad untuk meningkatkan kecepatan, kemudahan, dan jangkauan layanan kepada masyarakat,” ujar Prof. Noor Achmad dalam sambutannya. Melalui penguatan digital fundraising, BAZNAS bertarget untuk menciptakan tata kelola zakat yang lebih transparan dan akuntabel. Setiap donasi yang masuk melalui kanal digital diharapkan dapat terlacak dengan lebih baik, sehingga membangun kepercayaan (trust) yang lebih tinggi dari masyarakat. Selain sesi rapat internal, kegiatan ini juga menampilkan Zakat Tech Mini Expo, sebuah pameran yang memamerkan inovasi dan platform teknologi terbaru untuk mendukung pengelolaan zakat. Expo ini menjadi wahana bagi perwakilan BAZNAS daerah untuk mengenal solusi teknologi yang dapat diimplementasikan di wilayahnya masing-masing. Dengan diselenggarakannya rakernis ini, BAZNAS berharap dapat mempercepat terwujudnya ekosistem zakat digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir, memudahkan muzaki (pemberi zakat) dan mempercepat penyaluran bantuan kepada mustahik (penerima zakat) di seluruh Indonesia.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Penguatan Pengumpulan BAZNAS se-Sumatera Barat Dorong Profesionalisme Amil
Penguatan Pengumpulan BAZNAS se-Sumatera Barat Dorong Profesionalisme Amil
Padang, 6 November 2025 – Dalam upaya memperkuat peran amil zakat agar lebih profesional dan berdaya saing, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan “Penguatan Pengumpulan BAZNAS se-Sumatera Barat” di salah satu hotel di Kota Padang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 14 hingga 16 Jumadil Awal 1447 H, bertepatan dengan 4–6 November 2025 M.Acara ini diikuti oleh pimpinan dan amil terkhusunya dari bidang pengumpulan dari BAZNAS kabupaten/kota se-Sumatera Barat dengan tujuan memperkuat kapasitas pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berupaya membangun kesamaan persepsi dan strategi dalam menjalankan amanah pengelolaan dana umat yang lebih profesional, transparan, dan berdampak luas. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M.M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas amil merupakan langkah strategis untuk memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. “Kegiatan ini adalah momentum penting untuk memperkuat peran dan kapasitas amil di seluruh Sumatera Barat. BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola dana zakat, tetapi juga lembaga pemberdayaan yang menumbuhkan kepercayaan publik. Karena itu, amil harus terus meningkatkan kapasitas dan menjaga amanah umat dengan profesional,” ujar Dr. Buchari. Beliau menambahkan bahwa keberhasilan BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan zakat tidak terlepas dari sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. “Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Kita ingin memastikan seluruh amil di Sumatera Barat memiliki pemahaman dan semangat yang sama dalam menguatkan pengumpulan zakat. Dengan mindset dan skillset yang kuat, BAZNAS akan semakin dipercaya dan menjadi motor penggerak kesejahteraan umat,” lanjutnya. Dr. Buchari juga mengajak seluruh peserta untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam memperluas jangkauan penghimpunan zakat serta mengoptimalkan potensi zakat produktif di daerah. Empat Pilar Penguatan Fundraising Zakat Salah satu narasumber utama, Dr. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya penguatan indikator kelembagaan dalam mengelola zakat. Dalam paparannya, ia menyebut bahwa keberhasilan lembaga filantropi sangat bergantung pada kemampuan menjalankan fundraising yang bertanggung jawab. “Indikator lembaga filantropi terlihat dari tanggung jawab kelembagaannya. Fundraising sama dengan tanggung jawab kelembagaan. Dalam pengumpulan zakat, harus ada empat hal utama, yaitu mindset, mentalset, toolset, dan skillset,” jelas Dr. Rizaludin. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mindset menentukan pola pikir amil yang berorientasi pada pelayanan umat, mentalset mencerminkan karakter dan integritas dalam bekerja, toolset berkaitan dengan alat ukur dan sistem yang memastikan transparansi, sedangkan skillset merupakan kemampuan teknis dan sosial yang harus terus diasah. “Dalam skillset terdapat 40 keahlian yang harus dimiliki amil agar mampu mengelola zakat secara profesional, sistematis, dan berdampak. Keempat hal ini menjadi pondasi penting bagi setiap lembaga zakat,” tambahnya. Kegiatan Penguatan Pengumpulan BAZNAS se-Sumatera Barat juga diisi dengan sesi pelatihan tematik, diskusi, dan praktik terbaik (best practices) dalam pengumpulan zakat berbasis teknologi dan kemitraan strategis. Para peserta diajak untuk memperkuat komunikasi publik dan strategi fundraising yang inovatif agar semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Melalui kegiatan ini, diharapkan BAZNAS se-Sumatera Barat mampu membangun sistem pengumpulan zakat yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel, serta menjadikan zakat sebagai instrumen nyata pengentasan kemiskinan di daerah. Kegiatan selama tiga hari ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS di Sumatera Barat untuk memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengokohkan kolaborasi antarlembaga zakat. “Dengan sinergi, integritas, dan profesionalitas amil, kita dapat membangun BAZNAS yang unggul, amanah, dan berdaya guna bagi umat,” tutup Dr. H. Buchari, M.M.Ag.
BERITA04/11/2025 | Humas BAZNAS SB
Sebuah Kursi Roda, Sejuta Harapan untuk Masa Depan Adiba
Sebuah Kursi Roda, Sejuta Harapan untuk Masa Depan Adiba
Keluarga Joni Afriadi (39) merasakan sedikit kelegaan setelah menerima paket bantuan dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Bantuan ini menjadi penawar beban bagi perjuangan putri mereka, Adiba Uzma Saamiya (3), yang hidup dengan Cerebral Palsy tipe spastik. Kondisi Adiba menyebabkan kekakuan otot yang membatasi geraknya. Kekhawatiran terbesar orang tuanya adalah dampak penyakit tersebut pada pertumbuhan tulang punggung Adiba. Tanpa alat penopang yang tepat, dikhawatirkan akan terjadi kelainan postur tubuh permanen. Di balik senyuman manis Adiba, tersimpan perjuangan hidup yang harus dijalani keluarganya. Joni, yang bekerja sebagai buruh tidak tetap, harus menghidupi istri dan kedua anaknya dengan penghasilan tak menentu. Keluarga ini bahkan tidak memiliki rumah dan terpaksa menumpang di rumah nenek di Jalan Kampung Pinang, Kelurahan Kuranji. Retno Zartika Sari (30), istri Joni, dengan tabah merawat Adiba dan melakukan terapi sederhana. Perhatiannya hampir sepenuhnya tercurah untuk putri pertamanya itu. Merespon kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan kursi roda khusus yang didistribusikan pada 21 Oktober 2025. Alat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mobilitas, tetapi juga sebagai alat terapi untuk menopang dan memperbaiki postur tulang punggung Adiba. "Dengan kursi roda ini, saya berharap punggung Adiba bisa lebih tegak dan perkembangannya bisa lebih baik. Ini sangat meringankan beban kami," ucap Retno dengan penuh syukur. Kisah keluarga Joni adalah potret nyata keluarga prasejahtera yang membutuhkan uluran tangan. Bantuan yang tepat sasaran, seperti ini, dapat mengubah hidup seorang anak. BAZNAS mengajak masyarakat untuk terus berbagi, karena dari kepedulianlah, harapan anak-anak seperti Adiba dapat terus tumbuh.
BERITA21/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Program Dakwah dan Advokasi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Sapa 52 Anak Binaan LPKA dengan Bantuan Perlengkapan Ibadah
Program Dakwah dan Advokasi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Sapa 52 Anak Binaan LPKA dengan Bantuan Perlengkapan Ibadah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan untuk 52 Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Payakumbuh, mereka merasakan sentuhan langsung dari Program Dakwah dan Advokasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat di LPKA, Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota ini, tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan dukungan sosial untuk pemulihan jiwa. Bantuan yang diserahkan berupa perlengkapan ibadah, di antaranya 50 helai baju koko, 52 helai kain sarung, dan 2 pasang mukena. Penyerahan simbolis dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, didampingi oleh Ny. Hj. Harneli Mahyeldi yang mewakili Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Gadang Provinsi Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Drs. H. Nurman Agus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari salah satu program utama BAZNAS, yaitu Program Dakwah dan Advokasi. Program ini dirancang untuk menyentuh hati, membina spiritual, dan memberikan pendampingan kepada mustahik, termasuk kelompok yang sering terlupakan seperti anak berhadapan dengan hukum. “Program kami tidak hanya tentang menyalurkan bantuan materi. Lebih dari itu, ini adalah bentuk advokasi dan dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan). Kami hadir untuk mengingatkan dan memudahkan saudara-saudara kita, khususnya anak-anak binaan di sini, agar senantiasa bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam kondisi apapun. Semoga sarung dan baju koko ini tidak hanya untuk menutup badan, tetapi juga menjadi pengingat untuk menutup aurat dan memperbaiki hati,” ujar Nurman Agus. Kehadiran P2TP2A Limpapeh Rumah Gadang dalam kegiatan ini memperkuat aspek advokasi dan pendampingan. Kolaborasi strategis ini menunjukkan komitmen multi-pihak dalam membina dan melindungi hak-hak anak, memastikan mereka mendapatkan pembinaan mental dan spiritual yang holistik selama masa rehabilitasi. Kepala LPKA Kelas II Payakumbuh menyambut gembira inisiatif BAZNAS Sumbar dan P2TP2A. Beliau mengungkapkan bahwa bantuan yang bersifat religi ini memiliki dampak psikologis yang sangat dalam. “Terima kasih atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat tepat guna. Di samping memenuhi kebutuhan praktis ibadah, ini adalah bentuk motivasi dan semangat bagi anak-anak kami. Mereka merasa tidak dihakimi, tetapi justru dikembalikan kepada fitrahnya sebagai hamba Allah yang harus selalu bertobat dan beribadah. Ini adalah bagian dari terapi kejiwaan yang sangat berharga,” tuturnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Program Dakwah dan Advokasinya, tidak hanya di LPKA tetapi juga ke berbagai kelompok masyarakat marginal lainnya. Melalui pendekatan yang humanis dan religius, zakat yang dikelola diharapkan dapat menjadi instrument yang efektif untuk pemulihan, pembinaan, dan pengembalian masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak bangsa.Kontributor: HumasEditor: RQ
BERITA09/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
RAKORDA BAZNAS SE-SUMBAR, Potensi Zakat di Sumbar Rp4,2 Triliun, Terkelola Baru Capai Rp475 Miliar Lebih
RAKORDA BAZNAS SE-SUMBAR, Potensi Zakat di Sumbar Rp4,2 Triliun, Terkelola Baru Capai Rp475 Miliar Lebih
Padang,Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Barat Bukhari mengatakan potensi zakat di provinsi itu sangat besar, mencapai Rp4,2 triliun per tahun, tetapi belum terkelola secara maksimal. "Dari potensi itu, yang terkelola saat ini baru sekitar Rp475 miliar per tahun. Tapi yang terkelola ini, melampaui target yang ditetapkan Baznas Pusat," katanya di Padang, Senin (6/10) saat Rakorda Baznas se-Sumbar. Menurut dia, potensi zakat itu jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sumbar yang saat ini sekitar 5 juta orang termasuk sangat besar. "Untuk itu, kami terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak agar bisa memaksimalkan potensi dana zakat tersebut seperti dengan pemerintah, Kanwil Kemenag, dan MUI," katanya. Bukhari juga menjelaskan, dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas dimanfaatkan untuk membantu pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah. Ini juga sejalan dengan Pemprov Sumbar. Pemprov Sumbar selalu mengajak Baznas untuk membahas program kerja yang dituangkan dalam APBD. Dengan kata lain, Baznas dilibatkan dalam pembahasan APBD dan rencana pembangunan terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Saat disinggung soal kontribusi APBD terhadap Baznas Sumbar, Bukharu mengaku, pihaknya hingga kini memang tidak meminta, lantaran dana Amil zakat sudah cukup menanggung biaya operasional Baznas. Sebelumnya disinggung oleh Pimpinan Baznas pusat, Kol. CAJ (purn) Nur Chamdani yang menyebut Baznas Pusat sudah didanai APBN. Begitu pula di beberapa daerah lain. Sementara itu, Gubernur Sumbar diwakili Asisten I Setdaprov Ahmad Zakri mengatakan perlu upaya meningkatkan literasi masyarakat tentang lembaga penyalur zakat seperti Baznas agar pengelolaan dana zakat bisa meningkat. "Tidak bisa dipungkiri, masih banyak warga yang belum mengenal Baznas dan cara menyalurkan zakat melalui lembaga ini. Oleh karena itu, perlu peningkatan literasi masyarakat," katanya. Selain itu, Baznas perlu mensosialisasikan branding Baznas sebagai Lembaga pemerintah nonstruktural, sehingga tidak hanya dipandang sebagai organisasi social atau NGO, tetapi sebagai Lembaga pemerintahan. Ini juga bagia dari menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat melalui Baznas. Baik pimpinan Baznas dan Gubernur juga mengingatkan kepada pimpinan Baznas provinsi maupun kabupaten/kota untuk lebih hati-hati dalam berbicara. Salah atau kilaf sedikit, bisa meluas kemana-mana di era digital ini. Rakorda itu diikuti pimpinan Baznas kabupaten/kota se-Sumbar selama dua hari. (ef)Sumber: www.analisakini.id
BERITA07/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Pemprov Sumbar Rancang Strategi Pembangunan 2025-2030 Wujudkan Sumbar Madani, Maju, dan Berkeadilan
Pemprov Sumbar Rancang Strategi Pembangunan 2025-2030 Wujudkan Sumbar Madani, Maju, dan Berkeadilan
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 sebagai panduan mewujudkan Sumatera Barat yang Madani, Maju, dan Berkeadilan. Strategi ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari tingginya ketergantungan pada pendapatan transfer hingga perlunya inovasi dan kolaborasi multipihak. Hal tersebut mengemuka dalam paparan Plt. Kepala BAPPEDA Provinsi Sumatera Barat yang didampingi oleh Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumbar, Ir. H. Firdaus, M.Si pada kegiatan Rakorda BAZNAS se-Sumatera Barat. “Kita menyadari sejumlah tantangan, seperti kinerja pembangunan yang kerap menimbulkan kekecewaan dan inovasi yang masih sering dianggap sebagai ancaman. Melalui RPJMD 2025-2029, kami berkomitmen memperbaiki hal ini dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan kolaboratif,” ujar Plt. Kepala BAPPEDA. Tantangan dan Potensi Daerah Paparan tersebut menyoroti kondisi bangsa saat ini, termasuk maraknya korupsi dan ketidakpuasan terhadap hasil pembangunan. Di sisi lain, potensi Indonesia Emas 2045 menjadi peluang yang harus dijawab dengan kesiapan daerah. Untuk Sumatera Barat, capaian indikator makro pembangunan dari 2017-2024 menunjukkan progres, namun masih diperlukan akselerasi. Tujuan pembangunan ditekankan pada peningkatan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses dan kualitas pelayanan publik, serta daya saing daerah. Sementara dari sisi pendanaan, rasio pendapatan dan belanja Sumbar terhadap nasional periode 2022-2024 masih menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada transfer pusat. Data APBD 2025 mengindikasikan persentase Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih perlu ditingkatkan. Peran ZISWAF dan Kolaborasi Multipihak Di tengah keterbatasan APBD, peran Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dinilai strategis. Wakil Ketua III BAZNAS Sumbar, Ir. H. Firdaus, M.Si., mengungkapkan optimismenya. “Alhamdulillah, dana ZISWAF yang terkumpul oleh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumbar dari 2015 hingga 2022 terus mengalami kenaikan signifikan. Meski beberapa daerah belum maksimal, potensi ini dapat menjadi alternatif pendanaan pembangunan, khususnya untuk program-program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti penguatan UMKM dan rumah singgah pasien, serta pengentasan kemiskinan tentunya” jelas Firdaus. Visi dan Misi Pembangunan 2025-2030 RPJMD 2025-2029 telah disusun dengan memperhatikan keselarasan dari RPJPN, RPJMN, hingga RPJPD. Visi yang diusung adalah “Terwujudnya Sumatera Barat yang Madani, Maju, dan Berkeadilan”. Misi yang akan dijalankan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, percepatan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Dokumen ini juga telah memuat tema dan fokus pembangunan per tahun, termasuk program prioritas dan unggulan. Strategi Implementasi Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemprov Sumbar akan mengedepankan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, swasta, BAZNAS, dan masyarakat. Pembangunan portofolio investasi daerah akan didorong, tidak hanya dari APBD, tetapi juga melalui skema Pendanaan Alternatif. “Kita harus mulai dari hal yang sederhana dan konkret. Membangun dari bawah dengan memberdayakan UMKM, menyediakan fasilitas pendukung seperti rumah singgah pasien, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan kolaborasi dan pendekatan yang tepat, kita optimis Sumbar dapat melompat lebih maju,” ucap narasumber.Kontributor: HumasEditor: RQ
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Galang Empat Pilar Strategis untuk Genjot Pengelolaan Zakat
BAZNAS Galang Empat Pilar Strategis untuk Genjot Pengelolaan Zakat
Padang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan pengelolaan zakat secara komprehensif melalui empat pilar strategis. Langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun guna mendukung penurunan angka kemiskinan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, dalam Rakorda BAZNAS se-Sumatera Barat Tahun 2025. Chamdani menekankan bahwa optimalisasi zakat memerlukan fondasi yang kuat. “Pengelolaan zakat ke depan berfokus pada empat hal mendasar. Pertama, Penguatan Kelembagaan untuk memastikan tata kelola yang solid dan akuntabel. Kedua, Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para amil agar profesional dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya. “Strategi kami bertumpu pada empat pilar utama. Pertama, Penguatan Kelembagaan untuk memastikan akuntabilitas dan tata kelola yang solid. Kedua, Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), di mana para amil harus menerapkan prinsip ProMaNis: Profesional, Amanah, dan Istiqomah dalam setiap tugasnya,” papar Chamdani. Menurutnya, integritas dan komitmen para amil merupakan kunci utama dalam menciptakan pengelolaan zakat yang maksimal dan dipercaya masyarakat. Selain itu, Chamdani menyebutkan pilar ketiga dan keempat, yaitu Penguatan Infrastruktur dan Teknologi untuk efisiensi dan jangkauan yang lebih luas, serta Penguatan Jaringan dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari level nasional hingga daerah. Sebagai landasan operasional, BAZNAS berpegang pada prinsip “3 Aman” dalam pengelolaan dana zakat, yaitu amanah secara syariah, aman secara administrasi, dan aman secara audit. Komitmen ini diperkuat dengan menyusun 9 Resolusi yang akan menjadi pedoman dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS tahun 2025. Resolusi ini dirancang sebagai respons terhadap potret kemiskinan nasional, termasuk kondisi terkini di sejumlah daerah seperti Sumatra Barat, yang membutuhkan penanganan serius. Dengan potensi zakat yang sangat besar, Chamdani meyakini bahwa penguatan sistem melalui empat pilar strategis tersebut akan membuat zakat menjadi instrumen yang lebih efektif dan berdampak signifikan dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan di Indonesia.Kontributor: HumasEditor: RQ
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Rakoda BAZNAS se-Sumatera Barat Usung Tema: Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Sumbar Madani Yang Unggul dan Berkelanjutan
Rakoda BAZNAS se-Sumatera Barat Usung Tema: Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Sumbar Madani Yang Unggul dan Berkelanjutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakerda) 2025. Pertemuan yang dihadiri perwakilan BAZNAS se-Sumbar ini bertujuan untuk mengevaluasi program 2025 sekaligus menyusun rencana kerja strategis untuk tahun 2026. Ketua BAZNAS Sumbar, Buchari, menekankan pentingnya keselarasan program dengan agenda pemerintah daerah. "Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS berkomitmen untuk mendukung kesuksesan program-program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ujarnya di Padang, Senin. Pesan BAZNAS Pusat: Tingkatkan SDM dan Waspada Hoaks Perwakilan BAZNAS Pusat, Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, hadir untuk memberikan pengarahan. Dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS Mensukseskan Sumbar Madani yang Unggul dan Berkelanjutan”, ia menyoroti dua faktor penentu keberhasilan. Pertama, faktor internal, yaitu kualitas amil. Nur Chamdani mendorong seluruh amil, baik pelaksana maupun pimpinan, untuk menerapkan "PROMANIS": Profesional, Mananah, dan Istiqomah. Peningkatan profesionalisme, kata dia, sangat berpengaruh. Kedua, faktor eksternal. Dia mengingatkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga negara non-struktural berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011 perlu terus disosialisasikan. "BAZNAS bukan ormas," tegasnya. Di era media sosial, Chamdani mengingatkan bahaya hoaks yang dapat merusak reputasi dan visi misi BAZNAS. "Yang jujur dianggap salah, yang berkhianat dianggap benar. Sekuat apa pun program, jika muncul hoaks akan sangat berpengaruh," pesannya. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan APBD untuk penguatan BAZNAS dan berpesan agar seluruh pengelolaan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) berlandaskan azas SAKTA (Syariat Islam, Amanah, Kemanfaatan, Keadilan, Kepastian Hukum, Terintegrasi, dan Akuntabilitas). Program harus dijalankan dengan penuh amanah, dirasakan manfaatnya oleh mustahik (penerima zakat), dilaksanakan secara adil, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, terintegrasi, dan transparan. Sinergi dan Dukungan Pemerintah Daerah Asisten I Sekda Provinsi Sumbar, Ahmad Zakri, yang mewakili Gubernur, dalam sambutannya menyatakan bahwa Rakerda ini diharapkan dapat memperkuat soliditas dan sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. "Ditengah tantangan ekonomi, peran BAZNAS menjadi semakin penting. Pemerintah daerah mendukung penuh langkah-langkah BAZNAS. Kami berharap terwujud kolaborasi yang semakin erat agar program lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat," kata Zakri. Ia menambahkan bahwa kontribusi BAZNAS dalam menangani persoalan sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan ekonomi di Sumbar selama ini sangat terasa. Ia juga mendorong BAZNAS untuk terus melakukan evaluasi kerja dan menguatkan strategi di tingkat kabupaten/kota. Kontributor: Humas BAZNAS SB Editor: RQ
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Kirim 14 Truk Bantuan Logistik untuk Masyarakat Palestina
BAZNAS RI Kirim 14 Truk Bantuan Logistik untuk Masyarakat Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama lembaga kemanusiaan asal Mesir, Mishr Al Kheir, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap rakyat Palestina dengan mengirimkan 14 truk bantuan logistik ke Gaza. Sebanyak 20 ribu karton bantuan telah berhasil masuk melalui jalur kemanusiaan. Atas keberhasilan pengiriman bantuan ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Keberhasilan bantuan hingga tiba di Gaza melalui sinergi dengan Mishr Al Kheir ini dinilai sebagai wujud nyata solidaritas kemanusiaan yang efektif dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyambut baik apresiasi dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Ia menyatakan bahwa keberangkatan truk bantuan ini adalah bentuk nyata solidaritas bangsa Indonesia. “Alhamdulillah, atas sinergi dengan Mishr Al Kheir, kita dapat kembali mengirimkan 14 truk berisi 20 ribu karton logistik untuk saudara-saudara kita di Gaza. Ini merupakan komitmen BAZNAS untuk terus hadir dan memastikan bantuan umat sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Kamis (25/9/2025). Kiai Noor menambahkan, komitmen ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB yang menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Gaza yang masih menghadapi blokade dan krisis kemanusiaan. “Semoga bantuan yang kita kirimkan bisa menjadi penguat dan penghibur, bahwa mereka tidak sendiri. Umat Islam di Indonesia, melalui BAZNAS, senantiasa mendukung perjuangan rakyat Palestina,” harap Kiai Noor.Kontributor: Humas BAZNAS RIEditor: RQ
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Kantor Digital, Tingkatkan Transparansi dan Layanan Zakat Nasional
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Kantor Digital, Tingkatkan Transparansi dan Layanan Zakat Nasional
BAZNAS RI terus berupaya memperkuat layanan zakat berbasis teknologi dengan mengoptimalkan program Kantor Digital. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan layanan yang lebih transparan dan modern, sekaligus mendorong BAZNAS daerah agar aktif menggunakan platform digital dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Nadratuzzaman Hosen, menyatakan bahwa perkembangan Kantor Digital menunjukkan tren positif dengan adanya peningkatan yang signifikan pada publikasi berita dan donasi. Beliau menekankan bahwa optimalisasi ini bukan sekadar tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana Kantor Digital dapat menjadi alat pelayanan yang merata, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan para pembayar zakat (muzaki) dan penerima manfaat (mustahik) di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Pengajian Selasa Pagi yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI. Prof. Nadra menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk memanfaatkan Kantor Digital sebagai instrumen utama transformasi digital menuju lembaga zakat yang modern, inovatif, amanah, dan inklusif. Di sisi lain, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, menambahkan bahwa versi terbaru Kantor Digital telah dilengkapi dengan berbagai fitur baru seperti menu artikel, newsletter, dan text-to-speech berbasis AI untuk mempermudah akses informasi. Keamanan sistem juga ditingkatkan untuk melindungi data. Platform gratis yang terintegrasi dengan sistem SiMBA ini dirancang sebagai wajah resmi BAZNAS daerah untuk memperluas dan memodernisasi penghimpunan zakat. Berdasarkan evaluasi semester pertama 2025, sebanyak 78 BAZNAS daerah telah aktif menggunakan Kantor Digital, sementara 80 daerah lainnya berada pada kategori moderat. Ditargetkan jumlah Kantor Digital akan mencapai 400 unit pada akhir tahun, dengan lebih dari 22.000 berita yang telah dipublikasikan. Hasil riset mengungkapkan bahwa dampak Kantor Digital terhadap peningkatan penghimpunan zakat justru lebih besar di luar Pulau Jawa, yang menunjukkan potensi besar digitalisasi zakat di daerah. Achmad Setio menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Kantor Digital merupakan kunci untuk meningkatkan penghimpunan zakat, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan memastikan penyaluran zakat yang tepat sasaran.Informasi Pusdiklat 0822-2706-0666Kontributor: RQ
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Apresiasi Pengiriman 10 Truk Bantuan ke Gaza, Wujud Kepedulian Umat dari Minang
BAZNAS Sumbar Apresiasi Pengiriman 10 Truk Bantuan ke Gaza, Wujud Kepedulian Umat dari Minang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, berkolaborasi dengan lembaga sosial Mesir, Mishr Al Kheir Foundation, telah menyalurkan 15.000 paket bantuan bahan pokok untuk meringankan penderitaan warga Palestina di Gaza. Bantuan kemanusiaan ini dikirim menggunakan 10 truk yang melintasi jalur darat menuju perbatasan Rafah. Pengiriman bantuan dilakukan dalam dua gelombang; lima truk pertama berangkat dari Kairo pada 19 Agustus 2025, disusul lima truk lagi pada 28 Agustus 2025. Paket bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok yang sangat mendesak bagi masyarakat Gaza yang tengah menghadapi blokade dan kesulitan akses yang parah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus mendukung rakyat Palestina yang mengalami krisis kemanusiaan berkepanjangan. “Alhamdulillah, melalui sinergi dengan Mishr Al Kheir, 15.000 paket bantuan dapat kita kirimkan. Semoga tidak ada halangan dan mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ucap Kiai Noor dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (2/9/2025). Kiai Noor juga menekankan bahwa bantuan yang terkumpul dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat Indonesia, termasuk dari masyarakat Minangkabau yang dikenal dermawan, merupakan amanah yang harus disampaikan kepada yang berhak. “Kami ingin memastikan keberkahan dari donasi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk dari Sumatera Barat, bisa dirasakan secara luas oleh rakyat Palestina,” tambahnya. Menyikati hal ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi langkah strategis BAZNAS RI tersebut. Masyarakat Minang yang memiliki semangat “Adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah” dan jiwa sosial yang tinggi turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan global ini melalui channel BAZNAS yang terpercaya. Sementara di lapangan, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, Lc., yang berada di Mesir, melaporkan bahwa timnya bersama KBRI Kairo memantau langsung proses pengiriman hingga ke titik pemeriksaan pertama di Nafaq, sebelum memasuki terowongan Laut Merah menuju El Arish dan Rafah. “Dari titik ini, kawasan sudah masuk zona merah sehingga tidak ada pihak tanpa izin yang boleh masuk. Ke-10 truk bantuan ini akan bergabung dengan konvoi nasional sebanyak 5.000 truk yang dikoordinir oleh Kementerian Sosial Republik Arab Mesir,” jelas Faisal. Kontributor: BAZNAS Editor: RQ
BERITA03/09/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Raih Tiga Penghargaan Prestisius dalam BAZNAS Award 2025
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Raih Tiga Penghargaan Prestisius dalam BAZNAS Award 2025
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menunjukkan komitmen dan kinerja luar biasa dalam pengelolaan zakat nasional dengan meraih tiga penghargaan sekaligus dalam gelaran BAZNAS Award 2025. Acara prestisius yang diselenggarakan oleh BAZNAS Pusat ini berlangsung pada Kamis, 28 Agustus 2025, bersamaan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) BAZNAS RI tahun 2025. Ketiga award yang berhasil dibawa pulang oleh BAZNAS Sumbar adalah BAZNAS Provinsi Program Kemanusiaan Terbaik, BAZNAS Provinsi Pelaporan Terbaik, dan BAZNAS Provinsi dengan Tindak Lanjut Implementasi SOP Terbaik. Penerimaan penghargaan ini dilakukan langsung oleh perwakilan BAZNAS Sumbar, Dr. H. Buchari, M.M.Ag. (Ketua) dan Dr. Busral, S.Ag., M.A. (Wakil Ketua II), di hadapan seluruh perwakilan BAZNAS se-Indonesia. Komparasi dan Edukasi: Pilar Pengelolaan Zakat Modern Pencapaian ini tidak lepas dari pendekatan strategis dan integritas tinggi dalam tata kelola keuangan publik. Pertama, gelar Program Kemanusiaan Terbaik menunjukkan bahwa efektivitas penyaluran dana zakat tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi lebih pada kualitas dampak dan keberlanjutannya. Sumbar berhasil mendemonstrasikan bagaimana dana zakat dapat mentransformasi kehidupan mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui program yang terukur, tepat sasaran, dan inovatif, seperti pendampingan usaha mikro yang komprehensif dan penanganan bencana yang responsif. Kedua, penghargaan Pelaporan Terbaik menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dalam konteks pengelolaan zakat nasional, laporan keuangan yang transparan dan auditable bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada publik. Pencapaian Sumbar dalam hal ini menjadi benchmark bahwa good governance dalam zakat akan langsung berkorelasi dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakatnya melalui lembaga yang terpercaya. Ketiga, gelar Tindak Lanjut Implementasi SOP Terbaik menggarisbawahi pentingnya standarisasi dan konsistensi dalam setiap lini operasional. SOP (Standard Operating Procedure) yang baik tanpa implementasi dan evaluasi yang berkelanjutan hanya akan menjadi dokumen tanpa roh. Keberhasilan Sumbar membuktikan bahwa komitmen untuk terus mereview, memperbaiki, dan menindaklanjuti setiap prosedur operasional adalah kunci dari layanan yang profesional dan terpercaya. Hal ini menciptakan ekosistem zakat yang minim risiko dan berorientasi pada continuous improvement. Komitmen untuk Kemaslahatan Umat Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Dr. H. Buchari, M.M.Ag. menyampaikan bahwa ketiga penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS Sumbar dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Minangkabau. “Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus berbuat lebih baik. Ini adalah bukti bahwa semangat ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’ yang kita pegang teguh di Ranah Minang, mampu diimplementasikan dalam pengelolaan zakat yang modern, akuntabel, dan berdaya guna tinggi untuk kemaslahatan umat,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Busral menambahkan bahwa integrasi antara kekuatan kultural seperti prinsip musyawarah dan gotong royong dengan prinsip governance modern telah menjadi resep sukses Sumbar. “Kami fokus pada tiga pilar: trust (kepercayaan) melalui transparansi, impact (dampak) melalui program yang tepat, dan professionalism melalui SOP. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan BAZNAS kabupaten/kota, juga menjadi faktor penentu,” jelasnya. Kemenangan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam tiga kategori kunci ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dan memperkuat posisi zakat sebagai instrument strategis untuk pengentasan kemiskinan, pemerataan ekonomi, dan pembangunan bangsa yang berkelanjutan.Kontributor: HumasEditor: RQ
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dukung Gerakan Zakat Indonesia, Pemprov Sumbar Raih BAZNAS Awards 2025
Dukung Gerakan Zakat Indonesia, Pemprov Sumbar Raih BAZNAS Awards 2025
JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang BAZNAS Awards 2025, Sumatera Barat meraih penghargaan dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, pada acara penganugerahan yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8/2025). Kehadiran Sumbar dalam daftar penerima penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mendukung gerakan zakat sebagai pilar penting kesejahteraan umat. “Apresiasi ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh masyarakat Sumbar yang selalu menjaga semangat berbagi dan peduli. InsyaAllah, zakat akan terus kita jadikan kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan dan keadilan sosial,” ujar Wakil Gubernur Sumbar usai menerima penghargaan. BAZNAS Awards merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memberikan penghargaan kepada tokoh, lembaga, dan pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendorong optimalisasi zakat di Indonesia.Dengan capaian ini, Sumatera Barat kembali mengharumkan nama daerah di kancah nasional sekaligus memperkuat peran zakat sebagai gerakan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. (Adpsb/BM)Sumber: "www.beritaminang.com"
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa di seluruh Indonesia. UPZ Desa adalah unit organisasi bentukan BAZNAS yang berfungsi untuk memudahkan penghimpunan zakat di tingkat desa dan kelurahan. Peluncuran ini diumumkan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Award 2025 yang mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (26/08/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad MA, menyatakan bahwa peluncuran UPZ Desa bertujuan untuk mengoptimalkan dana ZIS agar selaras dengan tiga prinsip Aman BAZNAS: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Beliau menekankan bahwa kehadiran UPZ Desa akan memberikan dampak signifikan bagi pengelolaan zakat nasional. Kiai Noor juga mengungkapkan bahwa saat ini telah tercatat 2.536 UPZ tingkat kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid, yang kesemuanya bertugas menghimpun dan mengelola dana ZIS. Potensi penghimpunan dana dinilai masih sangat besar mengingat masih banyak desa yang akan membentuk UPZ. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan zakat dan meningkatkan jumlah mustahik yang merasakan manfaatnya. Melalui Rakornas dan BAZNAS Award 2025, diharapkan seluruh UPZ dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.Editor: BAZNASKontributor: RQ
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI). Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran para amil zakat dari tingkat pusat hingga desa. Penguatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional untuk mendukung program Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045. Peluncuran AAZRI dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, dan Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, dengan diikuti oleh 1.200 peserta perwakilan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Dalam sambutannya, Kiai Noor menyatakan bahwa pendirian AAZRI adalah wujud komitmen BAZNAS dalam memberdayakan peran amil sekaligus mendukung suksesnya Asta Cita. Ia memproyeksikan, dengan setiap desa memiliki sekitar lima amil yang tergabung, maka dari 80 ribu desa akan terkumpul sekitar 400 ribu amil. Jumlah ini dapat mencapai satu juta orang jika ditambah dengan amil di tingkat kota dan provinsi. Gagasan pembentukan asosiasi ini, menurut Kiai Noor, lahir setelah berkonsultasi dengan Menteri Agama RI. Ia meyakini bahwa semakin banyak jumlah amil, maka semakin besar pula peluang penghimpunan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Hal ini sejalan dengan target RPJPN sebesar Rp66 triliun pada 2026 yang diyakininya dapat tercapai. Keberadaan amil dalam jumlah besar dinilai krusial untuk menjangkau lebih banyak sumber dana zakat yang belum tergarap optimal. Lebih dari sekadar wadah formal, Kiai Noor menekankan bahwa AAZRI akan berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas dan integritas amil di seluruh tanah air. Melalui asosiasi ini, potensi besar zakat Indonesia diharapkan dapat digerakkan secara lebih maksimal untuk membangun kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam kesempatan yang sama, menyambut positif peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan bangsa. Muzani memberikan ilustrasi bahwa dengan satu juta amil yang masing-masing berhasil menghimpun Rp10 juta, maka akan terkumpul dana sebesar Rp10 triliun yang dapat langsung dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat di daerah. Muzani menilai profesi amil zakat adalah pekerjaan yang mulia dan memiliki nilai strategis dalam pembangunan bangsa, bahkan menyebut mereka sebagai "pahlawan-pahlawan Indonesia" yang berjuang menuju seabad Republik Indonesia. Ia menambahkan bahwa upaya BAZNAS ini merupakan bentuk konkret pemanfaatan otoritas negara untuk menyejahterakan rakyat dan mempercepat tercapainya tujuan bernegara, yaitu memiliki rakyat yang kuat, sehat, sejahtera, dan berdaya. Editor: BAZNAS Kontributor: RQ
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat