WhatsApp Icon
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Paket Logistik Keluarga bagi Penyintas Gempa di NTT

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada korban bencana gempa di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026).

 

Paket Logistik Keluarga yang disalurkan berisi sejumlah kebutuhan pangan, di antaranya beras, minyak, gula, biskuit, dan mi instan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat.

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga di Posko Golo Conggo. Penyaluran bantuan itu turut disaksikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. yang juga meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut.

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, BAZNAS akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa, khususnya yang berada di pengungsian, tetap terpenuhi. 

 

"Akibat bencana ini semua serba terbatas. Meskipun demikian, kebutuhan makan, air, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita upayakan tersedia. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat kurangnya kebutuhan dasar bagi penyintas gempa, terutama warga yang berada di tenda pengungsian," ujar Idy.

 

Idy menyampaikan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. Untuk sementara ini, BAZNAS menargetkan pendistribusian paket sembako hingga 1.000 paket bagi para penyintas gempa. Bantuan tersebut akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kondisi di lapangan.

 

"Sejumlah bantuan terus dikerahkan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi makanan, dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga layanan kesehatan. Dan semua bantuan tersebut masih terus berlangsung," jelas Idy.

 

Idy menegaskan, BAZNAS akan terus memantau kondisi penyintas gempa di sejumlah wilayah NTT untuk memastikan dukungan yang diberikan tetap tepat sasaran dan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.

 

"BAZNAS mengucapan terima kasih kepada para muzaki kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS. Mari kita terus menguatkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, "ujarnya .

 

Sementara itu, salah seorang penerima manfaat sekaligus penyintas gempa NTT yang berprofesi sebagai Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Kamaruddin Abdullah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya selama berada di pengungsian.

 

"Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu kami, terutama para muzaki yang telah membantu melalui BAZNAS. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu. BAZNAS dari NTB menyediakan makanan dan logistik untuk kebutuhan kami. Selama beberapa hari, kami disediakan makanan," kata Kamaruddin.

 

"Ada juga Rumah Sehat BAZNAS dari tim yang berasal dari Sulawesi, termasuk tim dokter. Alhamdulillah, kami diberikan obat-obatan yang membantu memberikan sedikit kesembuhan kepada kami," ujarnya.

25/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk menjangkau para penyintas gempa bumi yang tersebar di wilayah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan tim medis RSB menyisir posko-posko pengungsian mandiri hingga wilayah pelosok di Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat, untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta pembagian obat-obatan.

 

“Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” jelas Idy Muzayyad di NTT,  Senin (24/8/2026).

 

Ia menegaskan, layanan medis bergerak tersebut penting mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan lokal serta kondisi bencana yang membuat sejumlah penyintas mengalami gangguan kesehatan.

 

Menurutnya, tim medis RSB tidak hanya menunggu korban datang ke posko, tetapi secara aktif mendatangi pemukiman warga serta titik pengungsian yang sulit diakses kendaraan roda empat untuk memastikan kondisi kesehatan para penyintas tetap terjaga.

 

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” imbau Idy Muzayyad.

 

Sementara itu, tim medis RSB BAZNAS, dr. Moch Raedy Noor Rizki, mengatakan tim medis memberikan pelayanan kesehatan secara mobile dengan mendatangi posko-posko pengungsian di wilayah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, termasuk wilayah yang sulit dijangkau.

 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan para penyintas yang terkendala akses transportasi dan kondisi geografis tetap mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan medis secara cepat.

 

Melalui penyisiran tersebut, tim kesehatan RSB BAZNAS telah menangani ratusan pasien terdampak yang membutuhkan pelayanan medis setiap harinya.

 

“Sejak awal tiba, kami langsung bergerak mobile dan terfokus memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, terutama mendatangi posko-posko warga yang tidak terjangkau akses kendaraan roda empat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo selaku fasilitator posko medis BAZNAS, Ustaz Jiyanto, mengatakan layanan medis bergerak BAZNAS secara konsisten menyisir posko-posko pengungsian mandiri setiap hari setelah melayani warga di posko utama pesantren.

 

Ia menyampaikan, layanan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak. Jangkauan tim medis bahkan mencapai wilayah terluar seperti Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat.

 

“Pelayanan kesehatan dimulai pukul 08.00 WITA di posko utama, lalu dilanjutkan dengan layanan mobile ke posko-posko pengungsian mandiri. Laporan dari tim dokter menyebutkan jangkauannya bahkan sampai ke Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat, dan masyarakat sangat gembira karena pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh mulai dari penanganan medis, pemberian resep, hingga obat-obatan gratis,” tuturnya.

 

Selain memberikan penanganan medis, BAZNAS juga mendistribusikan bantuan sembako dan logistik dapur umum melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), sekaligus menyediakan masjid darurat serta sarana sanitasi untuk menunjang kebutuhan ibadah dan kebersihan para pengungsi.

24/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Luncurkan Program Kampung Zakat ZCD di Lima Puluh Kota, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Berbasis Komunitas

Lima Puluh Kota – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi meluncurkan Program Kampung Zakat Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Kamis (9/7/2026). Program ini menjadi wujud kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

 

Peluncuran Program Kampung Zakat ZCD dihadiri oleh Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, mewakili Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Ketua BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Yulius, M.Ag., Ph.D., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, M.A., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Eri Iswandi, M.A., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag., serta para pemangku kepentingan lainnya, termasuk Kelompok Tenun Puspa, binaan BAZNAS yang menjadi salah satu kelompok pemberdayaan dalam program tersebut.

 

Program Kampung Zakat ZCD merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian mustahik sehingga tidak hanya menjadi penerima manfaat zakat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.

 

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., menegaskan bahwa Program Kampung Zakat merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat untuk pembangunan masyarakat.

 

"Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik," ujar H. Mokhamad Mahdum.

 

Menurutnya, pengembangan Kampung Zakat menjadi bagian dari strategi BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berorientasi pada dampak jangka panjang. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat, zakat diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyambut baik peluncuran Program Kampung Zakat ZCD di Nagari Ampalu sebagai bentuk nyata sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan BAZNAS Kabupaten dalam memperluas manfaat zakat.

"Program Kampung Zakat ZCD merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat secara produktif dan berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, memperkuat usaha produktif, serta mendorong mustahik menjadi lebih mandiri. Sinergi yang terbangun hari ini menjadi modal penting untuk menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Barat," ujarnya.

 

Beliau juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan program tersebut, termasuk pemerintah daerah, Kementerian Agama, BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, serta kelompok-kelompok binaan yang menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

 

Salah satu fokus pemberdayaan dalam Program Kampung Zakat ZCD di Nagari Ampalu adalah penguatan Kelompok Tenun Puspa sebagai kelompok usaha binaan BAZNAS. Melalui dukungan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha, kelompok tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi para anggotanya dan masyarakat sekitar.

 

Peluncuran Program Kampung Zakat ZCD ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam mengimplementasikan pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara komprehensif. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu menjadi model pembangunan berbasis zakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.

 

Melalui Program Kampung Zakat ZCD, BAZNAS terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya melalui optimalisasi potensi zakat untuk kemaslahatan umat.


Kontributor: DD

Editor:RQ

09/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Bersama Pemprov Sumbar, BAZNAS Luncurkan Program Pembinaan Mualaf dan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 6.635 Penerima Manfaat

Padang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Launching Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat serta penyerahan simbolis bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa se-Sumatera Barat pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Subuh Mubarakah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat di bidang dakwah dan pendidikan.

 

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Buya Gubernur) kepada para penerima manfaat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Kepala Pelaksana BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Afdal, S.Psi., beserta amil pelaksana, unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat.

 

Peluncuran Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat merupakan hasil kolaborasi antara Mualaf Center Indonesia (MCI) dan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pembinaan keislaman yang berkesinambungan kepada para mualaf. Program ini diharapkan mampu memperkuat akidah, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membangun kemandirian sosial dan ekonomi para mualaf di Sumatera Barat.

 

Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyerahkan secara simbolis bantuan pendidikan yang sebelumnya telah disalurkan secara bertahap kepada ribuan penerima manfaat di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Bantuan tersebut diberikan kepada 5.561 siswa SMA, SMK, dan SLB serta 1.074 mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dengan demikian, total penerima manfaat bantuan pendidikan mencapai 6.635 orang.

 

Program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan dana zakat yang amanah, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memotivasi para pelajar dan mahasiswa untuk terus berprestasi.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang secara konsisten menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat.

"Pendidikan merupakan investasi terbaik dalam membangun masa depan daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi peran BAZNAS yang terus bersinergi menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan pendidikan dan pembinaan mualaf. Semoga zakat yang ditunaikan oleh para muzaki menjadi keberkahan dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing," ujar Buya

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa pendidikan dan pembinaan keagamaan merupakan dua sektor prioritas yang terus menjadi perhatian BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"BAZNAS Provinsi Sumatera Barat berkomitmen agar dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan. Bantuan pendidikan yang diberikan kepada ribuan siswa dan mahasiswa ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan studi mereka, sementara Program Pembinaan Mualaf menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat dakwah serta membangun kemandirian para mualaf di Sumatera Barat," ujar beliau.

 

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Mualaf Center Indonesia, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.

 

Melalui peluncuran Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat dan penyaluran bantuan pendidikan ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga mitra, dan UPZ diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pembinaan keagamaan, serta mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya melalui optimalisasi dana zakat.



Kontributor: MA
Editor: RQ

05/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi di Masjid Raudhatul Illahi, Kalampaian, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada pagi hari, Kamis (28/5/2026).

 

Dua ekor sapi tersebut merupakan hewan kurban yang diterima oleh BAZNAS RI dan diamanahkan kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk disalurkan di wilayah yang tidak melaksanakan kurban atau memiliki keterbatasan hewan kurban. Berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kebutuhan masyarakat, daerah Kalampaian, Bungus Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kurban tahun ini.

 

Berdasarkan keterangan dari UPT Puskeswan Dharmasraya, kedua hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih. Adapun rincian hewan kurban tersebut yakni sapi pertama berjenis Sapi Bali, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 273 kilogram. Sementara sapi kedua berjenis Sapi Bali x Lim, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 260 kilogram.

 

Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat setempat. Sebanyak 200 penerima manfaat menerima kantong daging kurban dari dua ekor sapi tersebut.

 

Pelaksanaan kegiatan ini dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, selaku Person In Charge (PIC) Mitra Pelaksana KBB 1477/2026. Adapun Ketua Panitia Kurban dipercayakan kepada Muhammad Afdal selaku Kepala Pelaksana beserta staf yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan.

 

Melalui program kurban ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim pelaksanaan kurban, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


#KurbanBerdayakanDesa

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

Komitmen Lima Tahun, BAZNAS Sumbar dan Pemprov Perkuat Akuntabilitas Zakat di Ramadhan
Komitmen Lima Tahun, BAZNAS Sumbar dan Pemprov Perkuat Akuntabilitas Zakat di Ramadhan
Memasuki hari ketiga Ramadhan 1447 H, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kali ini, agenda dipusatkan di Kabupaten Agam dengan mengikuti lawatan Safari Ramadhan yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat. Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M., M.Ag., hadir langsung dan didampingi oleh jajaran Amil Pelaksana. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memastikan bahwa setiap agenda Safari Ramadhan tidak hanya menjadi ruang silaturahim, tetapi juga momentum penguatan program pemberdayaan mustahik. Seperti pada rangkaian sebelumnya, BAZNAS Sumbar mengemban misi khusus dalam Safari Ramadhan tahun ini, yakni menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah direkomendasikan oleh tim Pemerintah Provinsi. Fokus utama yang ditinjau di Kabupaten Agam adalah bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui program pendayagunaan zakat. Di sela-sela agenda kunjungan ke masjid dan pertemuan bersama masyarakat, rombongan Gubernur bersama Ketua BAZNAS Sumbar menyempatkan diri meninjau langsung kondisi rumah calon penerima manfaat. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari proses asesmen faktual, guna memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil di lapangan. Dr. H. Buchari menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mempercepat penanganan persoalan sosial masyarakat. Pemerintah berperan dalam mengidentifikasi dan merekomendasikan warga yang membutuhkan, sementara BAZNAS menjalankan proses verifikasi, penetapan, hingga realisasi bantuan sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat yang berlaku. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi mustahik. Meski demikian, proses pencairan tetap menunggu kelengkapan administrasi dan hasil verifikasi akhir sesuai prosedur resmi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Melalui Safari Ramadhan di Kabupaten Agam ini, diharapkan kolaborasi yang terjalin mampu menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan. Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah spiritual, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan memastikan zakat benar-benar menjadi instrumen keadilan serta kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Catatan Redaksi:Kegiatan Safari Ramadhan yang melibatkan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini telah berlangsung secara konsisten selama lima tahun terakhir. Sinergi berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui pola verifikasi lapangan, pendampingan administrasi, serta koordinasi lintas sektor, BAZNAS Sumbar terus berupaya memastikan bahwa setiap dana zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak nyata dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi Zakat dan Pemerintah, BAZNAS Sumbar Bangun Asa Lewat Program RTLH
Kolaborasi Zakat dan Pemerintah, BAZNAS Sumbar Bangun Asa Lewat Program RTLH
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memulai rangkaian agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 20 Februari 2026. Kegiatan diawali dengan mengikuti rombongan Wakil Gubernur Sumatera Barat di Kabupaten Lima Puluh Kota pada Ramadhan ke-2, dan akan terus berlanjut hingga menjelang akhir bulan suci. Kehadiran BAZNAS dalam Safari Ramadhan tahun ini tidak sekadar mendampingi agenda silaturahim dan ibadah bersama masyarakat. Lebih dari itu, terdapat misi khusus yang diemban, yakni mendukung pemerintah daerah dalam menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah diverifikasi oleh tim Pemprov Sumbar. Fokus utama program ini adalah percepatan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui skema pendayagunaan zakat. Dalam setiap kunjungan Safari Ramadhan, rombongan tidak hanya menghadiri kegiatan seremonial di masjid dan pertemuan dengan masyarakat, tetapi juga menyempatkan diri meninjau langsung rumah-rumah calon penerima manfaat. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari proses verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil calon mustahik sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku. Ketua dan pimpinan BAZNAS Sumbar bersama jajaran pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat. Pemerintah berperan dalam mengusulkan dan merekomendasikan calon penerima, sementara BAZNAS menjalankan fungsi asesmen, penetapan, hingga eksekusi bantuan sesuai regulasi pengelolaan zakat. Pada beberapa titik kunjungan, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik kepada calon mustahik sebagai bentuk komitmen bersama. Meski demikian, proses pencairan bantuan tetap menunggu penyelesaian administrasi dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sesuai prosedur yang berlaku di BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Program rehabilitasi RTLH ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal layak. Dengan pendekatan verifikasi langsung ke lapangan, diharapkan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hidup para mustahik secara berkelanjutan. Safari Ramadhan 1447 H ini pun menjadi momentum penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Melalui kolaborasi yang terencana dan terukur, BAZNAS Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis dapat menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial, sekaligus meneguhkan nilai-nilai kepedulian dan gotong royong yang menjadi ruh Ramadhan.#Kontributor: Humas BAZNAS#Editor: RQ
BERITA20/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Dorong Optimalisasi Zakat, UPZ Kemenhaj Resmi Dibentuk
Dorong Optimalisasi Zakat, UPZ Kemenhaj Resmi Dibentuk
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan agenda silaturrahim dan audiensi bersama Kepala bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat dalam rangka penguatan pengelolaan zakat di lingkungan instansi tersebut. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta pembentukan UPZ baru di lingkungan Kemenhaj. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Buchari M., M.Ag, Wakil Ketua I Afrianto Korga, S.Pd.I., M.Pd, Wakil Ketua II Dr. Busral, S.Ag., M.A, Wakil Ketua IV Drs. H. Nurman Agus, Kepala Pelaksana Muhammad Afdal, S.Psi, Kabag Pengumpulan Darius, A.Md., S.T, serta jajaran amil pelaksana. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menjelaskan pentingnya tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel di tingkat UPZ. Ia menegaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penghimpunan zakat di lingkungan instansi masing-masing. Pengelolaan zakat, menurutnya, tidak hanya sebatas pengumpulan, tetapi juga memastikan pendistribusian dan pendayagunaan berjalan sesuai syariat dan regulasi yang berlaku. “UPZ harus menjadi motor penggerak kesadaran berzakat di lingkungan kerja. Dengan sistem yang tertata dan koordinasi yang baik bersama BAZNAS, potensi zakat dapat dihimpun secara maksimal dan memberi dampak nyata bagi para mustahik,” ujar Ketua dalam pemaparannya. Penyerahan SK UPZ menjadi momentum legalitas sekaligus penguatan kelembagaan bagi UPZ Kemenhaj. Selain itu, pembentukan UPZ baru diharapkan mampu memperluas jangkauan penghimpunan zakat di lingkungan kementerian tersebut. BAZNAS juga membuka ruang pendampingan dan pembinaan berkelanjutan agar pengelolaan zakat berjalan optimal. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj menyampaikan harapannya agar ke depan dilakukan sosialisasi zakat secara lebih masif di lingkungan Kemenhaj. Ia mengakui bahwa sebagai UPZ yang baru terbentuk, masih banyak pegawai yang belum sepenuhnya memahami kewajiban berzakat serta mekanisme penyalurannya melalui lembaga resmi. “Perlu adanya sosialisasi dan pertemuan yang lebih intens bersama BAZNAS agar pemahaman tentang zakat semakin kuat. Dengan begitu, kesadaran dan partisipasi pegawai dalam menunaikan zakat dapat meningkat,” ungkapnya. Melalui audiensi ini, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam upaya optimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. BAZNAS berharap, dengan terbentuknya UPZ baru ini, pengumpulan zakat di Kemenhaj dapat berjalan maksimal dan berkontribusi signifikan terhadap program-program pemberdayaan umat di Sumatera Barat.#Kontributor: FM#Editor: RQ
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Raker UPZ 2026, BAZNAS Sumbar Perkuat Sinergi dan Target Zakat
Raker UPZ 2026, BAZNAS Sumbar Perkuat Sinergi dan Target Zakat
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Kerja bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 sebagai bagian dari agenda rutin awal tahun dalam rangka memperkuat sinergi dan meningkatkan kinerja pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab yang melekat sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik. BAZNAS berperan sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, sedekah, dan DSKL yang wajib menjalankan prinsip pelayanan publik secara profesional, akuntabel, dan transparan. Kegiatan rapat kerja ini diikuti oleh sekitar 225 peserta yang terdaftar, dengan jumlah kehadiran pada saat pembukaan mencapai 160 orang, mewakili seluruh UPZ yang berjumlah 116 unit di lingkungan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Agenda ini merupakan kelanjutan dari tren positif pelaksanaan rapat kerja tahunan yang bertujuan menjaga kesinambungan sinergi antara BAZNAS dan UPZ agar sejalan dengan visi dan misi BAZNAS. Selain sebagai forum konsolidasi, rapat kerja ini juga menjadi sarana evaluasi dan monitoring kinerja seluruh UPZ. Di dalamnya dilakukan pengukuran, penilaian, serta pembahasan tindak lanjut terhadap perencanaan yang telah disusun oleh masing-masing UPZ, guna memastikan target yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026 telah ditetapkan dan disahkan oleh BAZNAS RI. Total target pengumpulan ZIS dan DSKL ditetapkan sebesar Rp40 miliar, dengan target pendistribusian sebesar Rp35 miliar, serta anggaran operasional sebesar Rp5 miliar. Dari anggaran operasional tersebut, terdapat hak amil bagi UPZ yang akan diberikan sesuai dengan capaian pengumpulan masing-masing unit. Ketua BAZNAS menekankan bahwa penggunaan dana amil diharapkan tidak melebihi 50 persen untuk gaji atau honor pegawai, sementara 50 persen lainnya dialokasikan untuk kebutuhan operasional. Selain itu, jumlah muzaki yang ditargetkan pada tahun 2026 direncanakan mencapai 19.792 orang. Dengan data perencanaan tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh UPZ akan menyepakati langkah strategis untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan secara bersama-sama. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyinggung nilai Al-Haqq (kebenaran) sebagai landasan moral dalam pengelolaan zakat. Ia mengapresiasi antusiasme serta kedisiplinan para peserta yang hadir tepat waktu, yang dinilai mencerminkan tingginya tingkat kedisiplinan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, hal tersebut turut menularkan aura positif dalam tata kelola zakat yang profesional dan berintegritas. Lebih lanjut, Ketua BAZNAS menegaskan komitmen lembaga dalam menerapkan tiga prinsip aman yang selama ini digaungkan, yaitu Aman Regulasi, Aman NKRI, dan Aman Syariah. Prinsip tersebut menjadi pijakan utama BAZNAS dalam menjalankan pengelolaan zakat yang terus berbenah, bersinergi, serta menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi demi kepercayaan publik.#Kontributor: Humas#Editor: RQ
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Dorong Zakat Jadi Penguat Ketahanan Sosial Nasional di Ramadan 2026
BAZNAS RI Dorong Zakat Jadi Penguat Ketahanan Sosial Nasional di Ramadan 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan pesan utama pengelolaan zakat tahun 2026 melalui kampanye bertajuk Zakat Menguatkan Indonesia, yang difokuskan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, zakat memiliki peran strategis sebagai kekuatan kolektif bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan nasional. “Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor. Ia mencontohkan, pemanfaatan zakat dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurutnya, zakat berfungsi sebagai perlindungan sosial yang membantu masyarakat terdampak agar dapat pulih lebih cepat. “Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Kiai Noor juga menegaskan, meningkatnya semangat berbagi masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pendorong kesejahteraan. Ke depan, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan program kebencanaan dari tahap tanggap darurat hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan, melalui program Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid. Selain itu, BAZNAS RI juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya. Kontributor: Olivia Fitrianih Editor: PUT
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Raker dan Peningkatan Kapasitas Amil, BAZNAS Sumbar Tingkatkan Profesionalisme Amil
Raker dan Peningkatan Kapasitas Amil, BAZNAS Sumbar Tingkatkan Profesionalisme Amil
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Bab II Bagian Kesatu Pasal 5 (3), ditegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Oleh karena itu, Organisasi yang berada di bawah izin Kementerian Sosial. Dalam konteks penghimpunan dana sosial, tidak terdapat kewenangannya bagi organisasi atau pihak lain untuk menghimpun donasi secara langsung tanpa koordinasi dan izin dari Kemenag dan BAZNAS, karena hak dan kewenangan tersebut secara yuridis melekat pada BAZNAS sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan undang-undang. Lebih lanjut, berdasarkan regulasi yang berlaku, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) mencakup berbagai seperti donasi sosial, antara lain infak, sedekah, dana keagamaan, dan dana sosial masyarakat, yang secara substansi merupakan bagian dari ekosistem pengelolaan dana umat. Oleh sebab itu, seluruh aktivitas penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian dana sosial keagamaan harus diletakkan dalam satu kerangka tata kelola yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta prinsip-prinsip syariah Islam. Dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, ditegaskan bahwa BAZNAS memiliki fungsi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pelaporan, dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan zakat. Perencanaan tersebut mencakup secara komprehensif aspek pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana ZIS dan DSKL. Oleh karena itu, rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan rencana kerja dengan arah kebijakan nasional, kebutuhan daerah, serta tantangan pengelolaan zakat yang semakin kompleks. Dalam kegiatan ini, kita juga menerapkan alat ukur kinerja yang berbasis pada dua landasan utama, yaitu ketentuan perundang-undangan dan prinsip syariah Islam. Selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Dari proses evaluasi tersebut, diberikan penilaian (assessment) untuk memperoleh skor kinerja amil dan unit kerja, dengan kategori amat baik, baik, kurang baik, atau tidak memiliki nilai, yang seluruhnya ditetapkan secara objektif berdasarkan hasil kinerja yang telah dicapai. Dalam konteks evaluasi tersebut, kita perlu memahami beberapa istilah konseptual penting. Taqy?m berarti pengukuran Dan penilaian sementara. Taqw?m bermakna proses penilaian serta perbaikan. I‘?h?’ bermakna pemberian atau penyaluran hak kepada yang berhak. Al-q?mah berarti nilai, manfaat, atau kualitas dari suatu amal atau kinerja. Sedangkan wa i?l??uh? bermakna proses perbaikan dan penyempurnaan berkelanjutan. Kelima konsep ini menjadi satu kesatuan dalam manajemen zakat yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Selain agenda evaluasi dan perencanaan, kegiatan ini juga dibarengi dengan materi public speaking dan public service, sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Amil tidak hanya dituntut mampu bekerja secara administratif dan teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi publik dan pelayanan masyarakat yang baik, sehingga kehadiran BAZNAS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Akhir kata, saya berharap melalui kegiatan Rapat Kerja dan Peningkatan Kapasitas Amil ini, seluruh jajaran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat semakin memahami peran, fungsi, dan kewenangannya, serta mampu meningkatkan kinerja yang amanah, profesional, dan sesuai dengan tuntunan syariah serta peraturan perundang-undangan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita semua dalam mengelola dana umat demi kemaslahatan bersama, ujar ketua.#Kontributor: Humas#Editor: RQ
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Lantik Empat Pejabat Struktural
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Lantik Empat Pejabat Struktural
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat secara resmi melantik empat pejabat struktural pada Jumat, 2 Januari 2026. Prosesi pelantikan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah. Empat pejabat yang dilantik masing-masing adalah Bapak Astepenson, A.Md. sebagai Kepala Satuan Audit Internal (SAI) sekaligus Pelaksana Tugas (Pjs.) Sekretaris, Saudara Muhammad Afdal, S.Psi. sebagai Kepala Pelaksana, Bapak Darius, A.Md., S.T. sebagai Kepala Bagian Pengumpulan, serta Saudari Nurhazizah, A.Md. sebagai Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan dihadiri oleh seluruh Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai saksi. Kegiatan ini juga dihadiri dan diikuti oleh seluruh Amil Pelaksana BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah lembaga. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme. Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kelembagaan BAZNAS. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam pesannya menyampaikan harapan agar para pejabat yang telah ditunjuk mampu mendedikasikan diri dengan lebih baik untuk kemajuan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, sinergi, komitmen, dan loyalitas seluruh unsur pelaksana menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat. Pelantikan ini diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kinerja organisasi serta memperkuat peran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang profesional dan terpercaya. #Kontributor: FM & TRS#Editor: RQ
BERITA02/01/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju 2045 dalam ICONZ 2025
BAZNAS Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju 2045 dalam ICONZ 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat tata kelola zakat sebagai fondasi ekonomi syariah nasional melalui Plenary Session 2 dan 3 The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12/2025). Konferensi internasional ini menghadirkan pakar, praktisi, serta otoritas zakat dari berbagai negara guna membahas arah pengelolaan zakat dalam dinamika sosial dan ekonomi global. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, memaparkan strategi penguatan riset dan perencanaan zakat nasional sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan. Ia menekankan pentingnya tata kelola zakat yang sesuai prinsip syariah dan regulasi, sekaligus memperkuat persatuan bangsa. “Setiap aktivitas penghimpunan dan pendistribusian zakat harus aman secara syariah, regulasi, dan bagi NKRI,” ujarnya merujuk pada prinsip 3 Aman. Dalam paparannya, Prof. Zainulbahar turut menyoroti potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun. Potensi tersebut dinilainya mampu menjadi motor penggerak pembangunan apabila dikelola secara terpadu dan optimal. “Zakat memiliki peran strategis tidak hanya untuk pemerataan, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya. Ia juga memperkenalkan National Zakat Index (NZI) sebagai alat ukur efektivitas pengelolaan zakat. Saat ini, NZI telah diimplementasikan di 16 provinsi dan 173 kabupaten/kota, yang menunjukkan semakin kuatnya integrasi zakat dalam perencanaan pembangunan daerah. BAZNAS menilai capaian ini sebagai langkah penting dalam mensinergikan kebijakan publik dengan filantropi Islam. Dari perspektif kawasan ASEAN, Manajer PPZ dan Direktur Akademi Zakat Kuala Lumpur, Dr. Muhsin Nor Paizin, memaparkan pentingnya standardisasi tata kelola zakat antarnegara. Ia menjelaskan keberhasilan Malaysia menerapkan tata kelola terdesentralisasi dengan standar nasional yang seragam melalui digitalisasi dan harmonisasi SOP. “Harmonisasi bukan berarti sentralisasi. Yang dibutuhkan adalah keseragaman istilah, indikator, dan prosedur dasar,” jelasnya. Menurut Dr. Muhsin, digitalisasi zakat di Malaysia berhasil mendorong 70%–80% pembayaran zakat secara cashless. Capaian ini dinilai dapat menjadi rujukan negara-negara ASEAN dalam meningkatkan layanan publik berbasis syariah. Ia juga mengusulkan konsep “Zakat as Micro-Stabiliser” sebagai bagian dari agenda ketahanan sosial ASEAN 2045. Sementara itu, Zakat Operations Lead Islamic Relief Worldwide dan pendiri Zamil Consultancy, Mawlana Adil Bader, menyoroti tantangan pengelolaan zakat di negara-negara diaspora Muslim, khususnya di Eropa dan Amerika Utara. Ketiadaan otoritas zakat negara menyebabkan lembaga kemanusiaan berperan sebagai pengelola zakat. “Dalam konteks diaspora, NGO menjadi naib, menggantikan peran negara. Karena itu governance dan akuntabilitas menjadi kunci legitimasi,” ujarnya. Mawlana Adil juga mendorong peningkatan kerja sama internasional dalam penguatan kapasitas SDM zakat melalui pelatihan teknis serta penyusunan standar global yang tetap menghargai konteks lokal. Ia menilai Indonesia dan Malaysia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan ekosistem zakat yang paling berkembang di dunia Muslim. Keseluruhan sesi pleno ini menunjukkan bahwa zakat kini dipandang sebagai instrumen strategis pembangunan sosial global, melampaui fungsi filantropi tradisional. Baik negara dengan otoritas zakat kuat seperti Indonesia dan Malaysia, maupun komunitas diaspora di Barat, menghadapi tantangan berbeda namun berbagi visi mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak. Melalui ICONZ 2025, BAZNAS RI berharap terbangun kolaborasi lintas negara yang lebih luas, khususnya dalam harmonisasi standar, riset, dan pengembangan sistem zakat modern. Dengan dukungan para pakar dan lembaga zakat internasional, Indonesia meneguhkan posisinya sebagai salah satu pusat rujukan global dalam inovasi tata kelola zakat menuju Zakat Roadmap 2045. Kontributor: BAZNASEditor: RQ
BERITA11/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Terus Beroperasi Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Melayani Ribuan Porsi Makanan bagi Para Korban Bencana
BAZNAS RI Terus Beroperasi Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Melayani Ribuan Porsi Makanan bagi Para Korban Bencana
BAZNAS RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus mengoperasikan Dapur Umum di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas bencana banjir dan tanah longsor tercukupi setiap hari selama masa tanggap darurat.Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menyatakan bahwa sejak kejadian bencana, BAZNAS langsung mengaktifkan dapur umum di beberapa titik terdampak, termasuk di Palembayan. Layanan tersebut terus beroperasi guna memastikan ketersediaan makanan bagi warga yang terdampak. "Dapur umum ini menjadi tempat terpercaya bagi para penyintas yang masih berada di tempat pengungsian, sehingga kami menjamin pasokan makanan tetap berjalan," ujar Saidah. Ia juga menambahkan bahwa tim BAZNAS telah membagikan 1.100 porsi makanan siap saji setiap harinya di Palembayan, dan jumlah ini akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Saidah mengatakan bahwa ribuan warga di beberapa titik pengungsian di Palembayan belum bisa kembali ke rumah karena kerusakan dan risiko longsor susulan, sehingga keberadaan dapur umum menjadi layanan penting dalam masa tanggap darurat. Meskipun medan sulit dan cuaca buruk, tim BTB tetap berupaya menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak. "Kendala akses jalan yang tertutup longsor tak menghentikan langkah tim BTB untuk menjangkau area terdampak demi mendistribusikan bantuan dengan merata," kata Saidah.Menurut Saidah, penggunaan dana zakat dalam penanggulangan bencana merupakan bagian dari program distribusi yang telah ditetapkan BAZNAS RI, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dengan prioritas utama adalah mendukung layanan dapur umum di Palembayan. Ia menegaskan bahwa pemantauan kebutuhan masyarakat dilakukan setiap hari agar bantuan yang disalurkan tetap sesuai dengan kondisi di lapangan. "Data terkini dari para penyintas menjadi acuan dalam penyesuaian layanan dapur umum agar lebih efektif," ujar Saidah.Saidah menambahkan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik kepada korban bencana dengan memastikan distribusi pangan merata. "Upaya ini bertujuan untuk meringankan penderitaan masyarakat dan mempercepat pemulihan di Palembayan," katanya. Dapur umum akan beroperasi selama masa tanggap darurat berlangsung dengan kolaborasi yang erat antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan terus tersedia secara berkelanjutan.Sebelumnya, BAZNAS telah menyalurkan bantuan kemanusiaan di Sumatera Barat, termasuk bantuan evakuasi, dapur umum, dapur air, dan logistik untuk para korban bencana.
BERITA11/12/2025 | BAZNAS RI
Menag RI Buka ICONZ ke-9: BAZNAS Tegaskan Peran Zakat dalam Aksi Kemanusiaan Global dan Kesejahteraan Umat
Menag RI Buka ICONZ ke-9: BAZNAS Tegaskan Peran Zakat dalam Aksi Kemanusiaan Global dan Kesejahteraan Umat
Jakarta — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., meresmikan pembukaan The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang digelar BAZNAS RI bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Rabu (10/12/2025). Konferensi internasional dengan tema “Zakat & Philanthropy: Beyond Technology – Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity” ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kontribusi zakat dalam misi kemanusiaan global dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa zakat dan filantropi Islam tidak hanya merupakan kewajiban ibadah, tetapi juga bagian esensial dari pembangunan dunia. “Zakat adalah fondasi kita, sedangkan filantropi berbasis iman merupakan kekuatan kolektif umat. Melalui ICONZ ke-9, kita bersama merancang paradigma baru yang mengintegrasikan inovasi digital dengan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab spiritual,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pengambil kebijakan dan pelaksana program zakat. “Kita memerlukan peta jalan yang komprehensif agar dampak zakat semakin terasa bagi masyarakat,” katanya. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa ICONZ ke-9 menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat kajian dan gerakan zakat dunia. BAZNAS, katanya, terus berkomitmen menghadirkan zakat sebagai instrumen perubahan sosial dan kemanusiaan, baik secara nasional maupun global. “Seluruh agenda kami bertujuan memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan fakir miskin. ICONZ memperluas jejaring global agar zakat semakin efektif menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan,” terangnya. Ia menekankan bahwa forum ini menjadi komitmen nyata BAZNAS untuk memastikan isu perlindungan dan pemberdayaan fakir miskin tetap menjadi prioritas dalam tata kelola zakat internasional. “Dunia membutuhkan model pengelolaan zakat yang kuat dan inklusif. ICONZ menjadi ruang bagi lahirnya konsensus global tersebut,” jelasnya. Penyelenggaraan ICONZ tahun ini diikuti para pembicara dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Turkiye, Arab Saudi, Qatar, Brunei Darussalam, Bangladesh, Nigeria, Yordania, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Filipina, serta beberapa negara Afrika. Kehadiran lembaga filantropi lintas agama seperti Buddha Tzu Chi Foundation turut mempertegas semangat kemanusiaan universal dan kerja sama lintas keyakinan. Konferensi yang berlangsung pada 9–11 Desember 2025 ini membahas berbagai isu penting, mulai dari penguatan tata kelola zakat internasional, integrasi zakat dalam kebijakan sosial negara, inovasi digital dan kecerdasan buatan pada sistem zakat, hingga praktik terbaik filantropi global dalam penanggulangan kemiskinan dan krisis kemanusiaan. Acara tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, MA., Ph.D., Ketua BAZNAS BAZIS DKI Jakarta Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., serta sejumlah akademisi dan undangan. ICONZ ke-9 terselenggara berkat kolaborasi BAZNAS RI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Kementerian Agama, serta dukungan berbagai institusi seperti PT Bank Syariah Indonesia, BSI Maslahat, Rumah Zakat, Transjakarta, INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, dan Indiana University. Kontributor:BAZNASEditor: RQ
BERITA10/12/2025 | BAZNAS RI
BAZNAS Sumbar Tinjau Dapur Umum untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
BAZNAS Sumbar Tinjau Dapur Umum untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
Padang Pariaman — Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan peninjauan langsung ke Dapur Umum BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman yang beroperasi di kantor BAZNAS setempat, berlokasi di Simpang Balai Basuo, Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman. Dapur umum ini menjadi salah satu upaya cepat BAZNAS dalam memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Dengan pengelolaan langsung oleh BAZNAS, dapur umum menyediakan makanan siap saji setiap hari untuk para penyintas yang masih membutuhkan asupan energi guna melewati situasi pascabencana. Keberadaan dapur umum ini memberikan asa baru bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kondisi. Kehangatan makanan yang dibagikan menjadi simbol kepedulian dan komitmen BAZNAS dalam memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi. BAZNAS Sumbar menegaskan akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di lokasi terdampak, termasuk dukungan logistik, pendampingan, serta koordinasi dengan berbagai pihak agar pemulihan masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.Kontributor: MAEditor:RQ
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Terima 1 Unit Mobil Rescue Hilux dari BAZNAS RI untuk Penguatan Layanan Kebencanaan
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Terima 1 Unit Mobil Rescue Hilux dari BAZNAS RI untuk Penguatan Layanan Kebencanaan
Padang, 04 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyerahkan secara simbolis satu unit Mobil Rescue Hilux kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat. Penyerahan ini berlangsung di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pengurus BAZNAS, serta tim BAZNAS Tanggap Bencana. Acara penyerahan digelar secara khidmat dan dibuka dengan sambutan perwakilan pemerintah daerah yang menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS RI dalam memperkuat kapasitas penanganan bencana di Sumatera Barat. Pemerintah daerah menegaskan bahwa bantuan kendaraan ini sangat strategis dalam mempercepat proses evakuasi, distribusi logistik, serta pelayanan lapangan bagi masyarakat terdampak bencana. Perwakilan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas bantuan armada operasional tersebut. Mobil Rescue Hilux ini akan dipergunakan untuk menunjang kegiatan kebencanaan, khususnya dalam menangani longsor, banjir bandang, galodo, serta kondisi kedaruratan lainnya yang sering terjadi di wilayah Sumatera Barat. Penyerahan ini menjadi wujud sinergi kuat antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan pemerintah daerah dalam penguatan sistem respons bencana di daerah rawan. Dengan hadirnya armada tambahan ini, diharapkan operasi kemanusiaan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan menjangkau wilayah-wilayah terdampak dengan lebih optimal. Usai penyerahan simbolis, agenda dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan dan pemaparan mengenai kesiapan operasional tim BAZNAS Tanggap Bencana. Para peserta kegiatan, termasuk jajaran pemerintah dan relawan, memberikan apresiasi atas inisiatif yang memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memastikan bahwa setiap fasilitas dan bantuan yang diterima akan dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu korban bencana dan meringankan beban masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Barat.Kontributor: FMEditor:RQ
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Pimpinan BAZNAS RI Tinjau Dapur Umum di Kampung Guo Pastikan Distribusi Makanan Berjalan Merata
Pimpinan BAZNAS RI Tinjau Dapur Umum di Kampung Guo Pastikan Distribusi Makanan Berjalan Merata
Padang — Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, melakukan kunjungan langsung ke dapur umum BAZNAS yang beroperasi di Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu siang. Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh proses penyediaan dan distribusi makanan bagi warga terdampak bencana dapat berjalan lancar, merata, dan memenuhi standar pelayanan darurat. Setibanya di lokasi, Hj. Saidah meninjau seluruh tahapan operasional dapur umum, mulai dari persiapan bahan makanan, proses memasak, hingga pengemasan dan pendistribusian. Ia menyampaikan apresiasi kepada tim relawan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan BAZNAS Kota Padang yang bekerja tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih berada di pengungsian maupun yang tinggal di titik-titik terdampak. Menurutnya, keberadaan dapur umum merupakan fasilitas vital dalam masa tanggap darurat karena memastikan masyarakat tetap mendapatkan asupan makanan layak setiap hari. Dapur umum BAZNAS di Kampung Guo menjadi salah satu titik yang melayani kebutuhan logistik bagi ratusan penyintas yang tersebar di kawasan Kuranji. Setiap hari tim menyiapkan ratusan porsi makanan siap santap—mulai dari nasi, lauk pauk, hingga menu tambahan bagi anak-anak hingga lansia. Makanan tersebut kemudian didistribusikan secara teratur oleh relawan menuju lokasi pengungsian dan rumah-rumah warga yang aksesnya masih terhambat akibat bencana. Dalam kesempatan itu, Hj. Saidah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bagian secara merata. Ia juga berpesan agar tim tetap menjaga standar higienitas dalam proses pengolahan makanan serta memperhatikan kebutuhan khusus kelompok rentan. “Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga terdampak yang terlewat. Dapur umum ini harus menjadi pusat layanan yang efektif, cepat, dan aman bagi masyarakat,” ujarnya. Selain menyediakan makanan siap santap, dapur umum BAZNAS juga berfungsi sebagai pusat koordinasi distribusi berbagai logistik lain seperti air mineral, kebutuhan bayi, perlengkapan kebersihan, serta paket sembako. Bantuan logistik tersebut disalurkan kepada warga yang membutuhkan, khususnya mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat kembali beraktivitas normal. Peran dapur umum sebagai pusat distribusi ini turut mempercepat arus bantuan sehingga lebih tepat sasaran. Warga Kampung Guo menyampaikan rasa terima kasih atas layanan yang diberikan BAZNAS. Mereka menyebutkan bahwa keberadaan dapur umum sangat membantu, terutama pada masa-masa awal bencana ketika akses pangan sulit dijangkau. Dengan adanya koordinasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, dan BAZNAS Kota Padang, bantuan dapat tersalurkan secara lebih terstruktur dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.Kontributor: FM & TRSEditor: RQ
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dampingi Penanganan Bencana, Ketua BAZNAS RI Turun Langsung ke Dapur Umum Kampung Guo, Padang
Dampingi Penanganan Bencana, Ketua BAZNAS RI Turun Langsung ke Dapur Umum Kampung Guo, Padang
Padang — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, meninjau langsung operasional dapur umum yang didirikan BAZNAS di Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu siang. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Turut mendampingi dalam kunjungan ini Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, bersama tim BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan BAZNAS Kota Padang. Sesampainya di lokasi, Ketua BAZNAS RI meninjau proses pengolahan makanan yang disiapkan oleh tim relawan. Dapur umum tersebut setiap harinya memproduksi ratusan porsi makanan siap santap untuk didistribusikan kepada warga terdampak di beberapa kelurahan yang masih mengalami kendala akses dan keterbatasan logistik. Dalam peninjauan itu, Prof. Noor Achmad memberikan arahan agar layanan yang diberikan tetap mengedepankan aspek higienitas, kecepatan, dan pemerataan distribusi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga menyerahkan bantuan logistik tambahan untuk mendukung operasional dapur umum, termasuk bahan makanan, perlengkapan masak, serta paket sembako bagi warga yang masih membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga Kampung Guo dan disaksikan oleh jajaran BAZNAS daerah. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dapur umum selama masa tanggap darurat berlangsung. Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, MA, menyampaikan bahwa keberadaan dapur umum menjadi salah satu upaya BAZNAS dalam memastikan warga terdampak tetap mendapatkan layanan yang cepat dan terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, relawan, serta berbagai pihak lain untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran. Sementara itu, perwakilan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa dapur umum di Kampung Guo merupakan salah satu titik operasi yang terus dimaksimalkan dalam mendukung masyarakat terdampak, mengingat kawasan tersebut termasuk salah satu wilayah dengan dampak kerusakan yang cukup signifikan. Mereka menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan BAZNAS RI memberikan semangat bagi para relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Warga Kampung Guo menyampaikan rasa syukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Mereka menyebutkan bahwa dukungan BAZNAS sangat membantu, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan masih berada di lokasi pengungsian. Kunjungan Ketua BAZNAS RI dan rombongan sekaligus menutup rangkaian kegiatan peninjauan lapangan yang dilakukan di sejumlah titik terdampak bencana di Kota Padang.Kontributor: FM dan TRSEditor: RQ
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Respons Cepat BAZNAS RI:Tinjau Kerusakan dan Percepat Distribusi Bantuan untuk Korban Bencana di Sumbar
Respons Cepat BAZNAS RI:Tinjau Kerusakan dan Percepat Distribusi Bantuan untuk Korban Bencana di Sumbar
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mempertegas komitmennya dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat dengan menurunkan Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, S.Pd., M.Pd., NLP, untuk melakukan monitoring langsung di sejumlah lokasi terdampak. Kunjungan ini merupakan langkah cepat lembaga dalam memastikan seluruh bantuan kemanusiaan yang telah diupayakan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) berjalan optimal, efektif, dan sesuai kebutuhan warga. Beberapa hari terakhir, intensitas hujan tinggi kembali memicu banjir dan longsor yang menyebabkan kerusakan pemukiman, fasilitas umum, hingga sarana pendidikan termasuk pesantren. Dalam peninjauan lapangan, Ahmad Fikri didampingi tim BTB BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, serta BAZNAS Kota Padang. Mereka meninjau langsung kondisi pesantren, hunian warga, serta sejumlah titik kerusakan yang cukup parah akibat cuaca ekstrem. Dalam dialognya dengan tokoh pesantren dan masyarakat setempat, Fikri menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS RI merupakan bentuk kepedulian nyata untuk memastikan pendistribusian bantuan berjalan sesuai standar operasional kemanusiaan yang menjadi pedoman lembaga. Ia juga menugaskan tim di lapangan untuk memperbarui data kerusakan dan kebutuhan secara berkala guna mendukung percepatan penanganan. Selain melakukan asesmen, Fikri memberikan penguatan kepada relawan BTB BAZNAS RI yang sejak awal bencana telah bekerja menangani evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan logistik. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan yang terus bergerak tanpa henti membantu masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, dan BAZNAS kabupaten/kota menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan bencana sehingga manfaat zakat dapat sampai kepada mustahik secara tepat dan berkelanjutan. Di sela kegiatan monitoring tersebut, Sumatera Barat juga menerima kedatangan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., yang tiba di Padang pada siang hari. Agenda Ketua BAZNAS RI meliputi peninjauan langsung terhadap dua pesantren yang turut terdampak bencana, sekaligus memastikan kesiapan BAZNAS daerah dalam mengelola respons darurat. Kehadiran pimpinan pusat ini menunjukkan bahwa perhatian BAZNAS terhadap daerah bencana tidak sebatas administratif, tetapi diwujudkan melalui dukungan moral, teknis, dan penguatan kelembagaan di lapangan. Rangkaian kunjungan pimpinan BAZNAS RI ke Sumatera Barat menjadi pesan penting bagi para muzaki dan donatur bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah disalurkan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan, khususnya di tengah situasi krisis. Respons cepat, kehadiran langsung di lapangan, serta penguatan tim BTB menunjukkan bahwa BAZNAS menjalankan tugas dengan prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Di tengah kondisi sulit yang dialami masyarakat saat ini, BAZNAS mengajak muzaki untuk terus memperkuat kepedulian guna mendukung pemulihan, terutama bagi lembaga pendidikan Islam dan komunitas santri yang menjadi korban bencana. Kontributor: FMEditor: RQ
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Tinjau Dapur Umum BAZNAS dan Salurkan bantuan untuk Petugas di Lokasi Bencana
BAZNAS Sumbar Tinjau Dapur Umum BAZNAS dan Salurkan bantuan untuk Petugas di Lokasi Bencana
Padang — BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan monitoring dan peninjauan langsung ke Dapur Umum BAZNAS yang berada di dua titik lokasi terdampak bencana, yaitu Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, dan Gunuang Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kunjungan ini juga didampingi oleh pimpinan BAZNAS Kota Padang. Dapur umum tersebut sejak awal masa tanggap darurat telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan siap saji bagi warga terdampak banjir dan longsor di wilayah tersebut. Selain meninjau proses pengolahan dan distribusi makanan, BAZNAS Sumbar turut menyalurkan 300 bungkus makanan sebagai dukungan untuk petugas dapur umum yang bekerja sejak hari pertama bencana. Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sumatera Barat (Afrianto Korga, SPd.I., M.Pd.) yang hadir dalam kunjungan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan petugas dapur umum yang bekerja tanpa kenal lelah. “Kami berterima kasih kepada para petugas dan relawan yang terus siaga melayani masyarakat. Kehadiran dapur umum ini sangat membantu warga yang sedang mengalami masa sulit. Semoga dukungan yang kami berikan hari ini dapat menambah semangat tim di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, pimpinan BAZNAS Kota Padang (Yultel Ardi, SH.I) yang turut mendampingi menyampaikan bahwa kolaborasi BAZNAS provinsi dan kota merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi bencana. “Sinergi seperti ini sangat penting. BAZNAS Kota Padang bersama BAZNAS Sumbar akan terus memastikan layanan dapur umum berjalan optimal hingga kondisi masyarakat kembali stabil,” ungkapnya. Di lokasi dapur umum, petugas dan masyarakat menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kehadiran BAZNAS Sumbar tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan dapur umum tetap terjaga. Dengan monitoring ini, BAZNAS Sumatera Barat memastikan bahwa layanan dapur umum terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terkena dampak bencana, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan bagi pemulihan Sumatera Barat.Kontributor: FMEditor: RQ
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Di Tengah Gelap dan Genangan, Perjuangan Heroik Tim BAZNAS Menembus Banjir Sumatra
Di Tengah Gelap dan Genangan, Perjuangan Heroik Tim BAZNAS Menembus Banjir Sumatra
Hujan belum benar-benar reda di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Langit kelabu menggantung berat, seolah tak memberi jeda bagi warga yang sudah berhari-hari bergelut dengan banjir dan lumpur. Di balik situasi yang menyesakkan itu, dua orang relawan BAZNAS—Taufiq Hidayat dan Septo Priyanto—akhirnya tiba setelah perjalanan panjang yang tak mudah. Mereka datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan. “Saat ini saya sudah berada di wilayah Tapanuli Tengah, setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang…” begitu laporan pertama yang dikirimkan Taufiq, disertai suara angin dan deru kendaraan yang terdengar samar di belakangnya. Perjalanan Panjang Menembus Jalur Terputus Untuk mencapai wilayah yang terisolir akibat banjir besar itu, tim penyelamat BAZNAS harus berpindah-pindah kendaraan, bahkan berjalan kaki ketika akses benar-benar terputus. Jalan menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah lumpuh total. Kendaraan besar tidak bisa melintas, jembatan rusak, dan beberapa titik tertutup material longsor. Namun bagi tim, mundur bukan pilihan. Dengan sisa tenaga, mereka memilih jalur memutar melalui Padang Sidempuan, lalu menembus perbatasan Tapanuli Selatan–Tapanuli Tengah. Rute ini bukan hanya lebih jauh, tetapi juga penuh risiko. “Yang penting sampai. Warga menunggu,” ungkap Septo, sambil menenteng ransel berisi logistik darurat. Markas Darurat di Masjid An-Nursina Setibanya di lokasi, tim memilih Masjid An-Nursina, Gang Hutajalu, Kelurahan Sarudik, sebagai pusat operasi darurat. Masjid itu menjadi satu-satunya tempat yang memungkinkan mereka bertahan, beristirahat, sekaligus memberi layanan kepada para penyintas yang tinggal tak jauh dari titik tersebut. Tanpa listrik, tanpa sinyal telekomunikasi, dan tanpa kepastian mengenai kapan bantuan besar dapat masuk, tim BAZNAS mengubah ruang sempit di masjid menjadi pos layanan kemanusiaan. Lampu-lampu emergency dipasang seadanya. Peralatan dapur diturunkan. Logistik darurat ditata. Semua dilakukan dengan cepat, terkoordinasi, dan penuh ketegangan. Di Tengah Kegelapan: Kota Tanpa Listrik dan Air Bersih Sejak hari kejadian, seluruh wilayah terdampak banjir mengalami pemadaman listrik total. Kota menjadi gelap gulita di malam hari. Pompa air tidak bisa berfungsi, membuat warga kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Banyak yang terpaksa mengambil air dari sumur jauh atau menunggu bantuan datang. Tim BAZNAS melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana warga harus antre panjang hanya untuk mendapatkan seember air. Beberapa ibu membawa anak kecil, beberapa lansia menggenggam jerigen kosong. “Air bersih di sini sangat sulit. Ini yang paling darurat,” kata Taufiq. Internet Padam, ATM Lumpuh, Pasar Tak Berfungsi Gangguan jaringan telekomunikasi membuat situasi semakin berat. Sinyal hilang total di beberapa titik, membuat koordinasi dengan pos pusat menjadi terhambat. ATM tidak bisa digunakan, pasar tidak berfungsi, dan harga bahan pokok melonjak tinggi. Di beberapa lokasi bahkan sempat terjadi penjarahan minimarket, sebuah gambaran ekstrem bahwa masyarakat benar-benar berada di titik kritis. Dalam kondisi ini, tim BAZNAS menjadi salah satu pihak yang masih mampu bergerak menyisir kebutuhan warga dari rumah ke rumah. Dapur Umum: Menyalakan Harapan di Tengah Bencana Meski logistik masih terbatas dan perjalanan mencari bahan makanan memakan waktu berjam-jam, tim BAZNAS bertekad memulai Dapur Umum. Mereka tahu, makanan hangat sering kali lebih berarti daripada sekadar bertahan hidup. “Insya Allah, jika semua bahan dasar bisa didapatkan, hari ini kami mulai Dapur Umum…” kata Taufiq. Terus Berjuang Meski Pesan Tak Selalu Terkirim Di tengah segala keterbatasan sinyal, Taufiq dan Septo tetap berusaha mengirimkan laporan berkala. Optimisme mereka tidak surut. Mereka bekerja dalam senyap, sering kali hanya ditemani suara hujan dan gelapnya malam tanpa listrik. “Mohon doanya… Dengan semua keterbatasan ini, kami tetap berusaha memberi layanan terbaik.” Kalimat sederhana itu menggambarkan perjuangan besar di baliknya. Mereka Datang Bukan Hanya Membawa Bantuan, Tapi Keteguhan Kehadiran tim BAZNAS di Tapanuli Tengah bukan sekadar upaya distribusi logistik. Ini adalah misi kemanusiaan yang dilakukan dengan keberanian, keteguhan, dan ketulusan. Di antara bangunan yang tenggelam, jalan-jalan yang putus, dan warga yang kehilangan harta benda, ada dua orang relawan yang tidak menyerah pada keadaan. Mereka datang sebagai harapan yang berjalan. Harapan yang menembus banjir, gelap, dan lumpur demi menyelamatkan sesama.
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendirikan layanan dapur umum di Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Langkah cepat ini diambil untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor yang terjadi di wilayah tersebut. Bersama BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman, dapur umum tersebut langsung dioperasikan untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap santap. Hingga saat ini, sedikitnya 1.500 paket nasi telah disalurkan kepada para pengungsi dan warga yang terdampak musibah di sekitar lokasi bencana. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengatakan pendirian dapur umum merupakan bentuk respons kemanusiaan BAZNAS dalam menangani situasi darurat. “Kami memastikan para penyintas mendapat pasokan makanan yang layak di tengah keterbatasan kondisi. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan harus dilakukan dengan cepat agar masyarakat tetap aman dan kuat,” ujar Saidah dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Saidah menambahkan, BAZNAS terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan warga. Selain pembagian makanan, tim BTB juga melakukan asesmen lanjutan terkait layanan kesehatan, kebutuhan logistik, serta perlindungan bagi kelompok rentan. “Kami ingin memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak,” tegasnya. Meski cuaca ekstrem masih berlangsung, para relawan tetap bekerja dengan kewaspadaan tinggi. Menurut Saidah, hujan deras dan angin kencang tidak menghambat koordinasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan para mitra kemanusiaan. Saidah memastikan bahwa BAZNAS RI akan terus memberikan dukungan dalam proses percepatan pemulihan di Padang Pariaman, termasuk penyediaan layanan makanan, kesehatan, dan logistik bagi warga yang terdampak bencana. Editor: BAZNAS
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Gerak Cepat BAZNAS Sumbar dan Biro Kesra Bantu Penyintas Bencana di Kecamatan Kuranji dan Pauh
Gerak Cepat BAZNAS Sumbar dan Biro Kesra Bantu Penyintas Bencana di Kecamatan Kuranji dan Pauh
Padang — BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumatera Barat kembali menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana. Penyaluran kali ini berlangsung di dua titik, yaitu Kampung Guo, Kecamatan Kuranji dan Gunuang Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Bantuan berupa paket sembako diserahkan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Kehadiran tim BAZNAS Sumbar bersama Biro Kesra disambut hangat oleh masyarakat setempat dan perangkat RT/RW yang turut mendampingi proses distribusi. Wakil Ketua I BAZNAS Sumatera Barat ( Afrianto Korga, SPd.I., M.Pd ) dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen BAZNAS dalam hadir di tengah masyarakat saat masa-masa sulit. “BAZNAS Sumbar berusaha bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terkena musibah, dan bantuan juga diberikan kepada warga yang terdampak di Kabupaten/Kota lainnya di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat. Semoga bantuan sembako ini dapat meringankan kebutuhan warga dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama BAZNAS Provinsi Sumatera Barat akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak bencana. “Kami hadir untuk memastikan bahwa bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Kolaborasi ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat di masa darurat,” ungkapnya. Ketua RT setempat juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warganya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan Biro Kesra yang telah datang langsung membantu warga kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana,” tuturnya. Dengan tersalurkannya bantuan ini, diharapkan masyarakat di wilayah Kuranji dan Pauh dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar pascabencana. BAZNAS Sumatera Barat juga membuka kesempatan bagi para donatur untuk terus bersinergi membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.Kontributor: FMEditor: RQ
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Segera Menyalurkan Bantuan kepada Warga yang Terkena Dampak Banjir di Padang Pariaman
BAZNAS Segera Menyalurkan Bantuan kepada Warga yang Terkena Dampak Banjir di Padang Pariaman
**BAZNAS Tanggap Bencana di Padang Pariaman: Bantuan Cepat untuk Korban Banjir** **Padang Pariaman** - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) segera merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan BTB Kabupaten Padang Pariaman menyediakan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Tim bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan pokok warga segera terpenuhi. Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menekankan pentingnya respons cepat bagi korban bencana. "Pelaksanaan tanggap darurat ini menunjukkan kepedulian BAZNAS kepada masyarakat terdampak. Kami berkomitmen untuk meringankan beban warga dan memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi," ujarnya. Hujan masih terus mengguyur wilayah Padang Pariaman hingga saat ini. Tim BAZNAS terus memantau situasi dan memastikan distribusi bantuan tetap berjalan meski dihadapkan dengan medan sulit. Di samping memberikan bantuan logistik, tim BAZNAS juga melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak untuk persiapan bantuan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga. Distribusi bantuan dilakukan di 10 titik lokasi yang meliputi beberapa nagari. Saidah mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup beras, telur, dan minyak goreng untuk kebutuhan dapur umum. Penyaluran bantuan didukung dengan 1 unit ambulans dan 1 unit mobil Hilux, serta personel dari BTB Provinsi Sumbar dan BTB Kabupaten Padang Pariaman. Wilayah yang terdampak parah antara lain Kampung Galapung, Ulakan Tapakis, Sungai Buluh Barat, Pauh Kambar, dan Padang Kandang Pulo Air, dimana luapan air sungai merusak rumah warga dan area sekolah. "BAZNAS turut prihatin atas bencana banjir di Padang Pariaman. Kami mengajak masyarakat untuk mendoakan dan mendukung program kemanusiaan agar penanganan bencana berjalan lancar," tambahnya.
BERITA01/12/2025 | Humas Baznas
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Barat.

Lihat Daftar Rekening →