WhatsApp Icon
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi di Masjid Raudhatul Illahi, Kalampaian, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada pagi hari, Kamis (28/5/2026).

 

Dua ekor sapi tersebut merupakan hewan kurban yang diterima oleh BAZNAS RI dan diamanahkan kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk disalurkan di wilayah yang tidak melaksanakan kurban atau memiliki keterbatasan hewan kurban. Berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kebutuhan masyarakat, daerah Kalampaian, Bungus Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kurban tahun ini.

 

Berdasarkan keterangan dari UPT Puskeswan Dharmasraya, kedua hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih. Adapun rincian hewan kurban tersebut yakni sapi pertama berjenis Sapi Bali, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 273 kilogram. Sementara sapi kedua berjenis Sapi Bali x Lim, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 260 kilogram.

 

Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat setempat. Sebanyak 200 penerima manfaat menerima kantong daging kurban dari dua ekor sapi tersebut.

 

Pelaksanaan kegiatan ini dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, selaku Person In Charge (PIC) Mitra Pelaksana KBB 1477/2026. Adapun Ketua Panitia Kurban dipercayakan kepada Muhammad Afdal selaku Kepala Pelaksana beserta staf yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan.

 

Melalui program kurban ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim pelaksanaan kurban, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


#KurbanBerdayakanDesa

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat, khususnya pada aspek penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman serta strategi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di tingkat provinsi.

 

Dalam pertemuan tersebut, jajaran BAZNAS Provinsi Bengkulu menggali berbagai informasi terkait keberhasilan BAZNAS Sumatera Barat dalam meningkatkan penghimpunan zakat yang dinilai lebih tinggi dibandingkan daerahnya. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai strategi penghimpunan yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat, mulai dari penguatan jejaring Unit Pengumpul Zakat (UPZ), intensifikasi sosialisasi zakat, hingga inovasi dalam layanan kepada muzaki. Pendekatan kolaboratif serta inovatif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pengumpulan zakat di wilayah tersebut.

 

Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS provinsi dengan berbagai UPZ di instansi pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Dengan banyaknya UPZ yang aktif, penghimpunan zakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan menjangkau lebih banyak muzaki.

 

Sementara itu, pihak BAZNAS Bengkulu menyampaikan bahwa meskipun di daerahnya telah terdapat regulasi berupa Peraturan Gubernur terkait pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), capaian penghimpunan zakat masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa potensi zakat profesi ASN di Provinsi Bengkulu cukup besar, namun realisasi penghimpunannya masih terbatas karena belum seluruh ASN menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.

 

Selain aspek penghimpunan, diskusi juga menyoroti perbedaan sistem pendistribusian zakat. BAZNAS Sumatera Barat telah lebih banyak menggunakan sistem transaksi non-tunai atau digital melalui perbankan untuk penyaluran bantuan kepada mustahik. Pendekatan ini dinilai lebih transparan, akuntabel, serta memudahkan proses pencatatan dan pelaporan keuangan.

 

Sebaliknya, BAZNAS Bengkulu masih banyak menggunakan sistem penyaluran secara tunai kepada para mustahik. Oleh karena itu, melalui kunjungan ini BAZNAS Bengkulu juga mempelajari berbagai mekanisme digitalisasi penyaluran yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat agar ke depan pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara lebih modern dan efisien.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar BAZNAS provinsi serta menjadi sarana pertukaran pengalaman dalam mengoptimalkan potensi zakat daerah. Dengan berbagai strategi penghimpunan yang efektif serta penguatan sistem digital dalam pendistribusian, pengelolaan zakat diharapkan semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang adaptif serta mampu merespons berbagai perubahan dan tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

 

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang diselenggarakan bersama ParagonCorp di Universitas Andalas, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang adaptif dan berdaya saing.

 

Ia turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya perluasan pemanfaatan zakat produktif, termasuk dalam bentuk beasiswa pendidikan. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari sisi pengumpulan zakat untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil dan karier pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dari setiap keputusan yang diambil.

 

Menurut Buchari, seorang pemimpin perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan perannya. Ia menyebutkan tiga nilai utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu empati, solidaritas, dan keadilan sosial.

 

Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Meski kerap dianggap sebagai hambatan dalam proses pengambilan keputusan, Buchari menilai nilai-nilai tersebut justru menjadi kekuatan dalam kepemimpinan modern.

 

“Pemimpin yang memiliki kepedulian sosial biasanya lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Buchari juga menambahkan bahwa pemimpin ideal adalah mereka yang mampu meraih keberhasilan tanpa meninggalkan nurani, serta tetap menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam setiap langkah.

 

Ia menilai pengalaman hidup, termasuk menghadapi berbagai kesulitan, dapat membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan penuh empati.

 

“Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Terlebih bagi penerima beasiswa yang pernah mengalami kesulitan atau terdampak bencana. Ketika seseorang yang dahulu membutuhkan bantuan kemudian mendapat dukungan, misalnya dari ParagonCorp melalui BAZNAS, lalu tumbuh menjadi seorang pemimpin, maka ia akan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai sosial tersebut,” jelasnya.

 

Buchari berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang terus terjaga ketika seseorang berada pada posisi kepemimpinan, sehingga keberhasilan yang diraih tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi BAZNAS dan ParagonCorp Perkuat Akses Pendidikan Mahasiswa di Sumatra

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama ParagonCorp memperkuat upaya peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, ParagonCorp menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp1,5 miliar yang diperuntukkan bagi berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk dukungan beasiswa bagi 214 mahasiswa dari Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Ketua BAZNAS Kota Padang, Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, Mentor Universitas Andalas, Herlambang, serta sekitar 1.000 mahasiswa yang mengikuti kegiatan secara hybrid.

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Ia menilai dukungan dari sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat dampak program tersebut.

 

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, BAZNAS mengapresiasi komitmen ParagonCorp yang menyalurkan zakat perusahaan sekaligus turut mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana.

 

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS terus memperluas cakupan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan jaringan pendidikan hingga ke luar negeri, seperti Rusia dan kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Langkah tersebut juga sejalan dengan misi Asta Cita poin empat dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Idy menambahkan, pemanfaatan zakat secara produktif terbukti dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terlihat dari sejumlah alumni BCB yang telah berkontribusi di berbagai sektor, baik di bidang publik, swasta, maupun sosial.

 

Bahkan, sebagian alumni telah bertransformasi menjadi muzaki dan kembali menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat. Ia menilai hal tersebut sebagai siklus kebaikan yang terus dibangun melalui jalur pendidikan, dari mustahik menjadi muzaki.

 

BAZNAS berharap kerja sama antara BAZNAS dan ParagonCorp dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

 

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan ParagonCorp atas komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

 

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

 

“Tidak boleh ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Human Resource Business Partner Lead DC Padang dan Bukittinggi ParagonCorp, Elsa Mayori, menyampaikan bahwa pihaknya kembali mempercayakan penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar pada tahun ini.

 

Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program, di antaranya Musala Berseri, Beasiswa Cendekia BAZNAS, serta bantuan paket logistik keluarga yang difokuskan untuk wilayah Sumatra.

 

Elsa berharap program Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kapasitas, serta meraih berbagai prestasi di masa depan.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Salurkan Santunan kepada 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian dan upaya untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

 

Sebelumnya, BAZNAS RI juga telah menurunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) sejak awal kejadian untuk membantu proses evakuasi korban serta memberikan pertolongan medis awal sebelum para korban dirujuk ke rumah sakit terdekat. Selain itu, berbagai dukungan lain turut disalurkan, mulai dari layanan kesehatan, mobil ambulans, hingga bantuan logistik berupa makanan ringan dan air minum bagi para korban kecelakaan.

 

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam situasi darurat melalui unit tanggap bencana yang dimiliki BAZNAS.

 

“Untuk korban yang meninggal dunia berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan kepada masing-masing keluarga sebesar Rp3 juta,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman korban kecelakaan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

 

Ia menambahkan, BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki misi kemanusiaan telah membentuk unit tanggap bencana yang siap bergerak setiap saat. Tahun ini, BAZNAS juga memperkuat layanan tersebut dengan menambah unit tanggap duafa guna memberikan respons yang lebih cepat dan komprehensif terhadap berbagai kondisi darurat.

 

“Dalam setiap peristiwa bencana, begitu kejadian terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan yang diperlukan di lapangan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan bahwa selain santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, BAZNAS juga menyalurkan bantuan kepada korban lain yang terdampak oleh peristiwa tersebut.

 

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada tahap awal penanganan. BAZNAS membuka peluang untuk memberikan dukungan lanjutan, terutama bagi anak-anak yatim yang terdampak dan membutuhkan perhatian lebih.

 

Menurutnya, BAZNAS memiliki beragam program yang dapat disinergikan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari bantuan tanggap bencana, layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga program pemberdayaan usaha kecil bagi keluarga terdampak.

 

“Apabila terdapat anak yatim dan kondisi tempat tinggalnya tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” ujar Sodik.

 

Ia juga memastikan bahwa tim BAZNAS telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus memberikan dukungan hingga seluruh proses penanganan selesai. “Sebagai tambahan, sebelumnya kami hanya memiliki tim tanggap bencana, namun kini telah diperkuat dengan tim tanggap duafa,” tambahnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan berbagai unsur untuk membantu penanganan dampak kecelakaan di Bekasi, di antaranya BAZNAS, Damkar, BNPB Jakarta, serta PMI.

 

“Sejak malam kejadian saya langsung memerintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Terkait kompensasi atau bantuan kepada keluarga korban, Insya Allah sudah berjalan, khususnya bagi warga DKI Jakarta. BAZNAS juga telah memberikan bantuan. Dalam kondisi seperti ini, kita tentu hadir memberikan dukungan, termasuk hingga proses pemakaman,” ujar Rano.

 

Sementara itu, Halimah, anak dari salah satu korban kecelakaan yang juga merupakan istri dari amil BAZNAS RI, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS kepada keluarganya.

 

Dalam peristiwa tersebut, salah satu korban bernama Nuryati (65) diketahui meninggalkan delapan orang anak dan enam orang cucu.

 

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari penyediaan ambulans hingga santunan uang duka. Terima kasih juga atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada keluarga kami,” ungkap Halimah.

 

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut mendoakan agar para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS RI dalam membantu para korban dan keluarga terdampak.

29/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

BAZNAS RI Dorong Zakat Jadi Penguat Ketahanan Sosial Nasional di Ramadan 2026
BAZNAS RI Dorong Zakat Jadi Penguat Ketahanan Sosial Nasional di Ramadan 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan pesan utama pengelolaan zakat tahun 2026 melalui kampanye bertajuk Zakat Menguatkan Indonesia, yang difokuskan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, zakat memiliki peran strategis sebagai kekuatan kolektif bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan nasional. “Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor. Ia mencontohkan, pemanfaatan zakat dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurutnya, zakat berfungsi sebagai perlindungan sosial yang membantu masyarakat terdampak agar dapat pulih lebih cepat. “Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Kiai Noor juga menegaskan, meningkatnya semangat berbagi masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pendorong kesejahteraan. Ke depan, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan program kebencanaan dari tahap tanggap darurat hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan, melalui program Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid. Selain itu, BAZNAS RI juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya. Kontributor: Olivia Fitrianih Editor: PUT
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Raker dan Peningkatan Kapasitas Amil, BAZNAS Sumbar Tingkatkan Profesionalisme Amil
Raker dan Peningkatan Kapasitas Amil, BAZNAS Sumbar Tingkatkan Profesionalisme Amil
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Bab II Bagian Kesatu Pasal 5 (3), ditegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Oleh karena itu, Organisasi yang berada di bawah izin Kementerian Sosial. Dalam konteks penghimpunan dana sosial, tidak terdapat kewenangannya bagi organisasi atau pihak lain untuk menghimpun donasi secara langsung tanpa koordinasi dan izin dari Kemenag dan BAZNAS, karena hak dan kewenangan tersebut secara yuridis melekat pada BAZNAS sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan undang-undang. Lebih lanjut, berdasarkan regulasi yang berlaku, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) mencakup berbagai seperti donasi sosial, antara lain infak, sedekah, dana keagamaan, dan dana sosial masyarakat, yang secara substansi merupakan bagian dari ekosistem pengelolaan dana umat. Oleh sebab itu, seluruh aktivitas penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian dana sosial keagamaan harus diletakkan dalam satu kerangka tata kelola yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta prinsip-prinsip syariah Islam. Dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, ditegaskan bahwa BAZNAS memiliki fungsi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pelaporan, dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan zakat. Perencanaan tersebut mencakup secara komprehensif aspek pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana ZIS dan DSKL. Oleh karena itu, rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan rencana kerja dengan arah kebijakan nasional, kebutuhan daerah, serta tantangan pengelolaan zakat yang semakin kompleks. Dalam kegiatan ini, kita juga menerapkan alat ukur kinerja yang berbasis pada dua landasan utama, yaitu ketentuan perundang-undangan dan prinsip syariah Islam. Selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Dari proses evaluasi tersebut, diberikan penilaian (assessment) untuk memperoleh skor kinerja amil dan unit kerja, dengan kategori amat baik, baik, kurang baik, atau tidak memiliki nilai, yang seluruhnya ditetapkan secara objektif berdasarkan hasil kinerja yang telah dicapai. Dalam konteks evaluasi tersebut, kita perlu memahami beberapa istilah konseptual penting. Taqy?m berarti pengukuran Dan penilaian sementara. Taqw?m bermakna proses penilaian serta perbaikan. I‘?h?’ bermakna pemberian atau penyaluran hak kepada yang berhak. Al-q?mah berarti nilai, manfaat, atau kualitas dari suatu amal atau kinerja. Sedangkan wa i?l??uh? bermakna proses perbaikan dan penyempurnaan berkelanjutan. Kelima konsep ini menjadi satu kesatuan dalam manajemen zakat yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Selain agenda evaluasi dan perencanaan, kegiatan ini juga dibarengi dengan materi public speaking dan public service, sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Amil tidak hanya dituntut mampu bekerja secara administratif dan teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi publik dan pelayanan masyarakat yang baik, sehingga kehadiran BAZNAS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Akhir kata, saya berharap melalui kegiatan Rapat Kerja dan Peningkatan Kapasitas Amil ini, seluruh jajaran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat semakin memahami peran, fungsi, dan kewenangannya, serta mampu meningkatkan kinerja yang amanah, profesional, dan sesuai dengan tuntunan syariah serta peraturan perundang-undangan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita semua dalam mengelola dana umat demi kemaslahatan bersama, ujar ketua.#Kontributor: Humas#Editor: RQ
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Lantik Empat Pejabat Struktural
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Lantik Empat Pejabat Struktural
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat secara resmi melantik empat pejabat struktural pada Jumat, 2 Januari 2026. Prosesi pelantikan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah. Empat pejabat yang dilantik masing-masing adalah Bapak Astepenson, A.Md. sebagai Kepala Satuan Audit Internal (SAI) sekaligus Pelaksana Tugas (Pjs.) Sekretaris, Saudara Muhammad Afdal, S.Psi. sebagai Kepala Pelaksana, Bapak Darius, A.Md., S.T. sebagai Kepala Bagian Pengumpulan, serta Saudari Nurhazizah, A.Md. sebagai Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan dihadiri oleh seluruh Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai saksi. Kegiatan ini juga dihadiri dan diikuti oleh seluruh Amil Pelaksana BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah lembaga. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme. Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kelembagaan BAZNAS. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam pesannya menyampaikan harapan agar para pejabat yang telah ditunjuk mampu mendedikasikan diri dengan lebih baik untuk kemajuan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, sinergi, komitmen, dan loyalitas seluruh unsur pelaksana menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat. Pelantikan ini diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kinerja organisasi serta memperkuat peran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang profesional dan terpercaya. #Kontributor: FM & TRS#Editor: RQ
BERITA02/01/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju 2045 dalam ICONZ 2025
BAZNAS Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju 2045 dalam ICONZ 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat tata kelola zakat sebagai fondasi ekonomi syariah nasional melalui Plenary Session 2 dan 3 The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12/2025). Konferensi internasional ini menghadirkan pakar, praktisi, serta otoritas zakat dari berbagai negara guna membahas arah pengelolaan zakat dalam dinamika sosial dan ekonomi global. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, memaparkan strategi penguatan riset dan perencanaan zakat nasional sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan. Ia menekankan pentingnya tata kelola zakat yang sesuai prinsip syariah dan regulasi, sekaligus memperkuat persatuan bangsa. “Setiap aktivitas penghimpunan dan pendistribusian zakat harus aman secara syariah, regulasi, dan bagi NKRI,” ujarnya merujuk pada prinsip 3 Aman. Dalam paparannya, Prof. Zainulbahar turut menyoroti potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun. Potensi tersebut dinilainya mampu menjadi motor penggerak pembangunan apabila dikelola secara terpadu dan optimal. “Zakat memiliki peran strategis tidak hanya untuk pemerataan, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya. Ia juga memperkenalkan National Zakat Index (NZI) sebagai alat ukur efektivitas pengelolaan zakat. Saat ini, NZI telah diimplementasikan di 16 provinsi dan 173 kabupaten/kota, yang menunjukkan semakin kuatnya integrasi zakat dalam perencanaan pembangunan daerah. BAZNAS menilai capaian ini sebagai langkah penting dalam mensinergikan kebijakan publik dengan filantropi Islam. Dari perspektif kawasan ASEAN, Manajer PPZ dan Direktur Akademi Zakat Kuala Lumpur, Dr. Muhsin Nor Paizin, memaparkan pentingnya standardisasi tata kelola zakat antarnegara. Ia menjelaskan keberhasilan Malaysia menerapkan tata kelola terdesentralisasi dengan standar nasional yang seragam melalui digitalisasi dan harmonisasi SOP. “Harmonisasi bukan berarti sentralisasi. Yang dibutuhkan adalah keseragaman istilah, indikator, dan prosedur dasar,” jelasnya. Menurut Dr. Muhsin, digitalisasi zakat di Malaysia berhasil mendorong 70%–80% pembayaran zakat secara cashless. Capaian ini dinilai dapat menjadi rujukan negara-negara ASEAN dalam meningkatkan layanan publik berbasis syariah. Ia juga mengusulkan konsep “Zakat as Micro-Stabiliser” sebagai bagian dari agenda ketahanan sosial ASEAN 2045. Sementara itu, Zakat Operations Lead Islamic Relief Worldwide dan pendiri Zamil Consultancy, Mawlana Adil Bader, menyoroti tantangan pengelolaan zakat di negara-negara diaspora Muslim, khususnya di Eropa dan Amerika Utara. Ketiadaan otoritas zakat negara menyebabkan lembaga kemanusiaan berperan sebagai pengelola zakat. “Dalam konteks diaspora, NGO menjadi naib, menggantikan peran negara. Karena itu governance dan akuntabilitas menjadi kunci legitimasi,” ujarnya. Mawlana Adil juga mendorong peningkatan kerja sama internasional dalam penguatan kapasitas SDM zakat melalui pelatihan teknis serta penyusunan standar global yang tetap menghargai konteks lokal. Ia menilai Indonesia dan Malaysia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan ekosistem zakat yang paling berkembang di dunia Muslim. Keseluruhan sesi pleno ini menunjukkan bahwa zakat kini dipandang sebagai instrumen strategis pembangunan sosial global, melampaui fungsi filantropi tradisional. Baik negara dengan otoritas zakat kuat seperti Indonesia dan Malaysia, maupun komunitas diaspora di Barat, menghadapi tantangan berbeda namun berbagi visi mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak. Melalui ICONZ 2025, BAZNAS RI berharap terbangun kolaborasi lintas negara yang lebih luas, khususnya dalam harmonisasi standar, riset, dan pengembangan sistem zakat modern. Dengan dukungan para pakar dan lembaga zakat internasional, Indonesia meneguhkan posisinya sebagai salah satu pusat rujukan global dalam inovasi tata kelola zakat menuju Zakat Roadmap 2045. Kontributor: BAZNASEditor: RQ
BERITA11/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Terus Beroperasi Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Melayani Ribuan Porsi Makanan bagi Para Korban Bencana
BAZNAS RI Terus Beroperasi Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Melayani Ribuan Porsi Makanan bagi Para Korban Bencana
BAZNAS RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus mengoperasikan Dapur Umum di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas bencana banjir dan tanah longsor tercukupi setiap hari selama masa tanggap darurat.Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menyatakan bahwa sejak kejadian bencana, BAZNAS langsung mengaktifkan dapur umum di beberapa titik terdampak, termasuk di Palembayan. Layanan tersebut terus beroperasi guna memastikan ketersediaan makanan bagi warga yang terdampak. "Dapur umum ini menjadi tempat terpercaya bagi para penyintas yang masih berada di tempat pengungsian, sehingga kami menjamin pasokan makanan tetap berjalan," ujar Saidah. Ia juga menambahkan bahwa tim BAZNAS telah membagikan 1.100 porsi makanan siap saji setiap harinya di Palembayan, dan jumlah ini akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Saidah mengatakan bahwa ribuan warga di beberapa titik pengungsian di Palembayan belum bisa kembali ke rumah karena kerusakan dan risiko longsor susulan, sehingga keberadaan dapur umum menjadi layanan penting dalam masa tanggap darurat. Meskipun medan sulit dan cuaca buruk, tim BTB tetap berupaya menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak. "Kendala akses jalan yang tertutup longsor tak menghentikan langkah tim BTB untuk menjangkau area terdampak demi mendistribusikan bantuan dengan merata," kata Saidah.Menurut Saidah, penggunaan dana zakat dalam penanggulangan bencana merupakan bagian dari program distribusi yang telah ditetapkan BAZNAS RI, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dengan prioritas utama adalah mendukung layanan dapur umum di Palembayan. Ia menegaskan bahwa pemantauan kebutuhan masyarakat dilakukan setiap hari agar bantuan yang disalurkan tetap sesuai dengan kondisi di lapangan. "Data terkini dari para penyintas menjadi acuan dalam penyesuaian layanan dapur umum agar lebih efektif," ujar Saidah.Saidah menambahkan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik kepada korban bencana dengan memastikan distribusi pangan merata. "Upaya ini bertujuan untuk meringankan penderitaan masyarakat dan mempercepat pemulihan di Palembayan," katanya. Dapur umum akan beroperasi selama masa tanggap darurat berlangsung dengan kolaborasi yang erat antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan terus tersedia secara berkelanjutan.Sebelumnya, BAZNAS telah menyalurkan bantuan kemanusiaan di Sumatera Barat, termasuk bantuan evakuasi, dapur umum, dapur air, dan logistik untuk para korban bencana.
BERITA11/12/2025 | BAZNAS RI
Menag RI Buka ICONZ ke-9: BAZNAS Tegaskan Peran Zakat dalam Aksi Kemanusiaan Global dan Kesejahteraan Umat
Menag RI Buka ICONZ ke-9: BAZNAS Tegaskan Peran Zakat dalam Aksi Kemanusiaan Global dan Kesejahteraan Umat
Jakarta — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., meresmikan pembukaan The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang digelar BAZNAS RI bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Rabu (10/12/2025). Konferensi internasional dengan tema “Zakat & Philanthropy: Beyond Technology – Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity” ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kontribusi zakat dalam misi kemanusiaan global dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa zakat dan filantropi Islam tidak hanya merupakan kewajiban ibadah, tetapi juga bagian esensial dari pembangunan dunia. “Zakat adalah fondasi kita, sedangkan filantropi berbasis iman merupakan kekuatan kolektif umat. Melalui ICONZ ke-9, kita bersama merancang paradigma baru yang mengintegrasikan inovasi digital dengan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab spiritual,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pengambil kebijakan dan pelaksana program zakat. “Kita memerlukan peta jalan yang komprehensif agar dampak zakat semakin terasa bagi masyarakat,” katanya. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa ICONZ ke-9 menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat kajian dan gerakan zakat dunia. BAZNAS, katanya, terus berkomitmen menghadirkan zakat sebagai instrumen perubahan sosial dan kemanusiaan, baik secara nasional maupun global. “Seluruh agenda kami bertujuan memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan fakir miskin. ICONZ memperluas jejaring global agar zakat semakin efektif menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan,” terangnya. Ia menekankan bahwa forum ini menjadi komitmen nyata BAZNAS untuk memastikan isu perlindungan dan pemberdayaan fakir miskin tetap menjadi prioritas dalam tata kelola zakat internasional. “Dunia membutuhkan model pengelolaan zakat yang kuat dan inklusif. ICONZ menjadi ruang bagi lahirnya konsensus global tersebut,” jelasnya. Penyelenggaraan ICONZ tahun ini diikuti para pembicara dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Turkiye, Arab Saudi, Qatar, Brunei Darussalam, Bangladesh, Nigeria, Yordania, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Filipina, serta beberapa negara Afrika. Kehadiran lembaga filantropi lintas agama seperti Buddha Tzu Chi Foundation turut mempertegas semangat kemanusiaan universal dan kerja sama lintas keyakinan. Konferensi yang berlangsung pada 9–11 Desember 2025 ini membahas berbagai isu penting, mulai dari penguatan tata kelola zakat internasional, integrasi zakat dalam kebijakan sosial negara, inovasi digital dan kecerdasan buatan pada sistem zakat, hingga praktik terbaik filantropi global dalam penanggulangan kemiskinan dan krisis kemanusiaan. Acara tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, MA., Ph.D., Ketua BAZNAS BAZIS DKI Jakarta Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., serta sejumlah akademisi dan undangan. ICONZ ke-9 terselenggara berkat kolaborasi BAZNAS RI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Kementerian Agama, serta dukungan berbagai institusi seperti PT Bank Syariah Indonesia, BSI Maslahat, Rumah Zakat, Transjakarta, INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, dan Indiana University. Kontributor:BAZNASEditor: RQ
BERITA10/12/2025 | BAZNAS RI
BAZNAS Sumbar Tinjau Dapur Umum untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
BAZNAS Sumbar Tinjau Dapur Umum untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
Padang Pariaman — Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan peninjauan langsung ke Dapur Umum BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman yang beroperasi di kantor BAZNAS setempat, berlokasi di Simpang Balai Basuo, Nagari Kapalo Koto, Kecamatan Nan Sabaris, Padang Pariaman. Dapur umum ini menjadi salah satu upaya cepat BAZNAS dalam memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Dengan pengelolaan langsung oleh BAZNAS, dapur umum menyediakan makanan siap saji setiap hari untuk para penyintas yang masih membutuhkan asupan energi guna melewati situasi pascabencana. Keberadaan dapur umum ini memberikan asa baru bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kondisi. Kehangatan makanan yang dibagikan menjadi simbol kepedulian dan komitmen BAZNAS dalam memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi. BAZNAS Sumbar menegaskan akan terus memperkuat layanan kemanusiaan di lokasi terdampak, termasuk dukungan logistik, pendampingan, serta koordinasi dengan berbagai pihak agar pemulihan masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.Kontributor: MAEditor:RQ
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Terima 1 Unit Mobil Rescue Hilux dari BAZNAS RI untuk Penguatan Layanan Kebencanaan
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Terima 1 Unit Mobil Rescue Hilux dari BAZNAS RI untuk Penguatan Layanan Kebencanaan
Padang, 04 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyerahkan secara simbolis satu unit Mobil Rescue Hilux kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat. Penyerahan ini berlangsung di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pengurus BAZNAS, serta tim BAZNAS Tanggap Bencana. Acara penyerahan digelar secara khidmat dan dibuka dengan sambutan perwakilan pemerintah daerah yang menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS RI dalam memperkuat kapasitas penanganan bencana di Sumatera Barat. Pemerintah daerah menegaskan bahwa bantuan kendaraan ini sangat strategis dalam mempercepat proses evakuasi, distribusi logistik, serta pelayanan lapangan bagi masyarakat terdampak bencana. Perwakilan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas bantuan armada operasional tersebut. Mobil Rescue Hilux ini akan dipergunakan untuk menunjang kegiatan kebencanaan, khususnya dalam menangani longsor, banjir bandang, galodo, serta kondisi kedaruratan lainnya yang sering terjadi di wilayah Sumatera Barat. Penyerahan ini menjadi wujud sinergi kuat antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan pemerintah daerah dalam penguatan sistem respons bencana di daerah rawan. Dengan hadirnya armada tambahan ini, diharapkan operasi kemanusiaan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan menjangkau wilayah-wilayah terdampak dengan lebih optimal. Usai penyerahan simbolis, agenda dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan dan pemaparan mengenai kesiapan operasional tim BAZNAS Tanggap Bencana. Para peserta kegiatan, termasuk jajaran pemerintah dan relawan, memberikan apresiasi atas inisiatif yang memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memastikan bahwa setiap fasilitas dan bantuan yang diterima akan dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu korban bencana dan meringankan beban masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Barat.Kontributor: FMEditor:RQ
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Pimpinan BAZNAS RI Tinjau Dapur Umum di Kampung Guo Pastikan Distribusi Makanan Berjalan Merata
Pimpinan BAZNAS RI Tinjau Dapur Umum di Kampung Guo Pastikan Distribusi Makanan Berjalan Merata
Padang — Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, melakukan kunjungan langsung ke dapur umum BAZNAS yang beroperasi di Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu siang. Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh proses penyediaan dan distribusi makanan bagi warga terdampak bencana dapat berjalan lancar, merata, dan memenuhi standar pelayanan darurat. Setibanya di lokasi, Hj. Saidah meninjau seluruh tahapan operasional dapur umum, mulai dari persiapan bahan makanan, proses memasak, hingga pengemasan dan pendistribusian. Ia menyampaikan apresiasi kepada tim relawan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan BAZNAS Kota Padang yang bekerja tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih berada di pengungsian maupun yang tinggal di titik-titik terdampak. Menurutnya, keberadaan dapur umum merupakan fasilitas vital dalam masa tanggap darurat karena memastikan masyarakat tetap mendapatkan asupan makanan layak setiap hari. Dapur umum BAZNAS di Kampung Guo menjadi salah satu titik yang melayani kebutuhan logistik bagi ratusan penyintas yang tersebar di kawasan Kuranji. Setiap hari tim menyiapkan ratusan porsi makanan siap santap—mulai dari nasi, lauk pauk, hingga menu tambahan bagi anak-anak hingga lansia. Makanan tersebut kemudian didistribusikan secara teratur oleh relawan menuju lokasi pengungsian dan rumah-rumah warga yang aksesnya masih terhambat akibat bencana. Dalam kesempatan itu, Hj. Saidah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bagian secara merata. Ia juga berpesan agar tim tetap menjaga standar higienitas dalam proses pengolahan makanan serta memperhatikan kebutuhan khusus kelompok rentan. “Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga terdampak yang terlewat. Dapur umum ini harus menjadi pusat layanan yang efektif, cepat, dan aman bagi masyarakat,” ujarnya. Selain menyediakan makanan siap santap, dapur umum BAZNAS juga berfungsi sebagai pusat koordinasi distribusi berbagai logistik lain seperti air mineral, kebutuhan bayi, perlengkapan kebersihan, serta paket sembako. Bantuan logistik tersebut disalurkan kepada warga yang membutuhkan, khususnya mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat kembali beraktivitas normal. Peran dapur umum sebagai pusat distribusi ini turut mempercepat arus bantuan sehingga lebih tepat sasaran. Warga Kampung Guo menyampaikan rasa terima kasih atas layanan yang diberikan BAZNAS. Mereka menyebutkan bahwa keberadaan dapur umum sangat membantu, terutama pada masa-masa awal bencana ketika akses pangan sulit dijangkau. Dengan adanya koordinasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, dan BAZNAS Kota Padang, bantuan dapat tersalurkan secara lebih terstruktur dan menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.Kontributor: FM & TRSEditor: RQ
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dampingi Penanganan Bencana, Ketua BAZNAS RI Turun Langsung ke Dapur Umum Kampung Guo, Padang
Dampingi Penanganan Bencana, Ketua BAZNAS RI Turun Langsung ke Dapur Umum Kampung Guo, Padang
Padang — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, meninjau langsung operasional dapur umum yang didirikan BAZNAS di Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Minggu siang. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Turut mendampingi dalam kunjungan ini Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Hj. Saidah Sakwan, MA, bersama tim BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan BAZNAS Kota Padang. Sesampainya di lokasi, Ketua BAZNAS RI meninjau proses pengolahan makanan yang disiapkan oleh tim relawan. Dapur umum tersebut setiap harinya memproduksi ratusan porsi makanan siap santap untuk didistribusikan kepada warga terdampak di beberapa kelurahan yang masih mengalami kendala akses dan keterbatasan logistik. Dalam peninjauan itu, Prof. Noor Achmad memberikan arahan agar layanan yang diberikan tetap mengedepankan aspek higienitas, kecepatan, dan pemerataan distribusi. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI juga menyerahkan bantuan logistik tambahan untuk mendukung operasional dapur umum, termasuk bahan makanan, perlengkapan masak, serta paket sembako bagi warga yang masih membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga Kampung Guo dan disaksikan oleh jajaran BAZNAS daerah. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dapur umum selama masa tanggap darurat berlangsung. Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, MA, menyampaikan bahwa keberadaan dapur umum menjadi salah satu upaya BAZNAS dalam memastikan warga terdampak tetap mendapatkan layanan yang cepat dan terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, relawan, serta berbagai pihak lain untuk memastikan seluruh proses penanganan bencana berjalan efektif dan tepat sasaran. Sementara itu, perwakilan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa dapur umum di Kampung Guo merupakan salah satu titik operasi yang terus dimaksimalkan dalam mendukung masyarakat terdampak, mengingat kawasan tersebut termasuk salah satu wilayah dengan dampak kerusakan yang cukup signifikan. Mereka menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan BAZNAS RI memberikan semangat bagi para relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Warga Kampung Guo menyampaikan rasa syukur atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Mereka menyebutkan bahwa dukungan BAZNAS sangat membantu, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan masih berada di lokasi pengungsian. Kunjungan Ketua BAZNAS RI dan rombongan sekaligus menutup rangkaian kegiatan peninjauan lapangan yang dilakukan di sejumlah titik terdampak bencana di Kota Padang.Kontributor: FM dan TRSEditor: RQ
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Respons Cepat BAZNAS RI:Tinjau Kerusakan dan Percepat Distribusi Bantuan untuk Korban Bencana di Sumbar
Respons Cepat BAZNAS RI:Tinjau Kerusakan dan Percepat Distribusi Bantuan untuk Korban Bencana di Sumbar
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mempertegas komitmennya dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat dengan menurunkan Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, S.Pd., M.Pd., NLP, untuk melakukan monitoring langsung di sejumlah lokasi terdampak. Kunjungan ini merupakan langkah cepat lembaga dalam memastikan seluruh bantuan kemanusiaan yang telah diupayakan melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) berjalan optimal, efektif, dan sesuai kebutuhan warga. Beberapa hari terakhir, intensitas hujan tinggi kembali memicu banjir dan longsor yang menyebabkan kerusakan pemukiman, fasilitas umum, hingga sarana pendidikan termasuk pesantren. Dalam peninjauan lapangan, Ahmad Fikri didampingi tim BTB BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, serta BAZNAS Kota Padang. Mereka meninjau langsung kondisi pesantren, hunian warga, serta sejumlah titik kerusakan yang cukup parah akibat cuaca ekstrem. Dalam dialognya dengan tokoh pesantren dan masyarakat setempat, Fikri menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS RI merupakan bentuk kepedulian nyata untuk memastikan pendistribusian bantuan berjalan sesuai standar operasional kemanusiaan yang menjadi pedoman lembaga. Ia juga menugaskan tim di lapangan untuk memperbarui data kerusakan dan kebutuhan secara berkala guna mendukung percepatan penanganan. Selain melakukan asesmen, Fikri memberikan penguatan kepada relawan BTB BAZNAS RI yang sejak awal bencana telah bekerja menangani evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan logistik. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan yang terus bergerak tanpa henti membantu masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, dan BAZNAS kabupaten/kota menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penanganan bencana sehingga manfaat zakat dapat sampai kepada mustahik secara tepat dan berkelanjutan. Di sela kegiatan monitoring tersebut, Sumatera Barat juga menerima kedatangan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., yang tiba di Padang pada siang hari. Agenda Ketua BAZNAS RI meliputi peninjauan langsung terhadap dua pesantren yang turut terdampak bencana, sekaligus memastikan kesiapan BAZNAS daerah dalam mengelola respons darurat. Kehadiran pimpinan pusat ini menunjukkan bahwa perhatian BAZNAS terhadap daerah bencana tidak sebatas administratif, tetapi diwujudkan melalui dukungan moral, teknis, dan penguatan kelembagaan di lapangan. Rangkaian kunjungan pimpinan BAZNAS RI ke Sumatera Barat menjadi pesan penting bagi para muzaki dan donatur bahwa amanah zakat, infak, dan sedekah disalurkan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan, khususnya di tengah situasi krisis. Respons cepat, kehadiran langsung di lapangan, serta penguatan tim BTB menunjukkan bahwa BAZNAS menjalankan tugas dengan prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Di tengah kondisi sulit yang dialami masyarakat saat ini, BAZNAS mengajak muzaki untuk terus memperkuat kepedulian guna mendukung pemulihan, terutama bagi lembaga pendidikan Islam dan komunitas santri yang menjadi korban bencana. Kontributor: FMEditor: RQ
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Tinjau Dapur Umum BAZNAS dan Salurkan bantuan untuk Petugas di Lokasi Bencana
BAZNAS Sumbar Tinjau Dapur Umum BAZNAS dan Salurkan bantuan untuk Petugas di Lokasi Bencana
Padang — BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan monitoring dan peninjauan langsung ke Dapur Umum BAZNAS yang berada di dua titik lokasi terdampak bencana, yaitu Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, dan Gunuang Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kunjungan ini juga didampingi oleh pimpinan BAZNAS Kota Padang. Dapur umum tersebut sejak awal masa tanggap darurat telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan siap saji bagi warga terdampak banjir dan longsor di wilayah tersebut. Selain meninjau proses pengolahan dan distribusi makanan, BAZNAS Sumbar turut menyalurkan 300 bungkus makanan sebagai dukungan untuk petugas dapur umum yang bekerja sejak hari pertama bencana. Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sumatera Barat (Afrianto Korga, SPd.I., M.Pd.) yang hadir dalam kunjungan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan petugas dapur umum yang bekerja tanpa kenal lelah. “Kami berterima kasih kepada para petugas dan relawan yang terus siaga melayani masyarakat. Kehadiran dapur umum ini sangat membantu warga yang sedang mengalami masa sulit. Semoga dukungan yang kami berikan hari ini dapat menambah semangat tim di lapangan,” ujarnya. Sementara itu, pimpinan BAZNAS Kota Padang (Yultel Ardi, SH.I) yang turut mendampingi menyampaikan bahwa kolaborasi BAZNAS provinsi dan kota merupakan bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi bencana. “Sinergi seperti ini sangat penting. BAZNAS Kota Padang bersama BAZNAS Sumbar akan terus memastikan layanan dapur umum berjalan optimal hingga kondisi masyarakat kembali stabil,” ungkapnya. Di lokasi dapur umum, petugas dan masyarakat menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kehadiran BAZNAS Sumbar tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga memastikan kualitas pelayanan dapur umum tetap terjaga. Dengan monitoring ini, BAZNAS Sumatera Barat memastikan bahwa layanan dapur umum terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terkena dampak bencana, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan bagi pemulihan Sumatera Barat.Kontributor: FMEditor: RQ
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Di Tengah Gelap dan Genangan, Perjuangan Heroik Tim BAZNAS Menembus Banjir Sumatra
Di Tengah Gelap dan Genangan, Perjuangan Heroik Tim BAZNAS Menembus Banjir Sumatra
Hujan belum benar-benar reda di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Langit kelabu menggantung berat, seolah tak memberi jeda bagi warga yang sudah berhari-hari bergelut dengan banjir dan lumpur. Di balik situasi yang menyesakkan itu, dua orang relawan BAZNAS—Taufiq Hidayat dan Septo Priyanto—akhirnya tiba setelah perjalanan panjang yang tak mudah. Mereka datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan. “Saat ini saya sudah berada di wilayah Tapanuli Tengah, setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang…” begitu laporan pertama yang dikirimkan Taufiq, disertai suara angin dan deru kendaraan yang terdengar samar di belakangnya. Perjalanan Panjang Menembus Jalur Terputus Untuk mencapai wilayah yang terisolir akibat banjir besar itu, tim penyelamat BAZNAS harus berpindah-pindah kendaraan, bahkan berjalan kaki ketika akses benar-benar terputus. Jalan menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah lumpuh total. Kendaraan besar tidak bisa melintas, jembatan rusak, dan beberapa titik tertutup material longsor. Namun bagi tim, mundur bukan pilihan. Dengan sisa tenaga, mereka memilih jalur memutar melalui Padang Sidempuan, lalu menembus perbatasan Tapanuli Selatan–Tapanuli Tengah. Rute ini bukan hanya lebih jauh, tetapi juga penuh risiko. “Yang penting sampai. Warga menunggu,” ungkap Septo, sambil menenteng ransel berisi logistik darurat. Markas Darurat di Masjid An-Nursina Setibanya di lokasi, tim memilih Masjid An-Nursina, Gang Hutajalu, Kelurahan Sarudik, sebagai pusat operasi darurat. Masjid itu menjadi satu-satunya tempat yang memungkinkan mereka bertahan, beristirahat, sekaligus memberi layanan kepada para penyintas yang tinggal tak jauh dari titik tersebut. Tanpa listrik, tanpa sinyal telekomunikasi, dan tanpa kepastian mengenai kapan bantuan besar dapat masuk, tim BAZNAS mengubah ruang sempit di masjid menjadi pos layanan kemanusiaan. Lampu-lampu emergency dipasang seadanya. Peralatan dapur diturunkan. Logistik darurat ditata. Semua dilakukan dengan cepat, terkoordinasi, dan penuh ketegangan. Di Tengah Kegelapan: Kota Tanpa Listrik dan Air Bersih Sejak hari kejadian, seluruh wilayah terdampak banjir mengalami pemadaman listrik total. Kota menjadi gelap gulita di malam hari. Pompa air tidak bisa berfungsi, membuat warga kesulitan mendapatkan sumber air bersih. Banyak yang terpaksa mengambil air dari sumur jauh atau menunggu bantuan datang. Tim BAZNAS melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana warga harus antre panjang hanya untuk mendapatkan seember air. Beberapa ibu membawa anak kecil, beberapa lansia menggenggam jerigen kosong. “Air bersih di sini sangat sulit. Ini yang paling darurat,” kata Taufiq. Internet Padam, ATM Lumpuh, Pasar Tak Berfungsi Gangguan jaringan telekomunikasi membuat situasi semakin berat. Sinyal hilang total di beberapa titik, membuat koordinasi dengan pos pusat menjadi terhambat. ATM tidak bisa digunakan, pasar tidak berfungsi, dan harga bahan pokok melonjak tinggi. Di beberapa lokasi bahkan sempat terjadi penjarahan minimarket, sebuah gambaran ekstrem bahwa masyarakat benar-benar berada di titik kritis. Dalam kondisi ini, tim BAZNAS menjadi salah satu pihak yang masih mampu bergerak menyisir kebutuhan warga dari rumah ke rumah. Dapur Umum: Menyalakan Harapan di Tengah Bencana Meski logistik masih terbatas dan perjalanan mencari bahan makanan memakan waktu berjam-jam, tim BAZNAS bertekad memulai Dapur Umum. Mereka tahu, makanan hangat sering kali lebih berarti daripada sekadar bertahan hidup. “Insya Allah, jika semua bahan dasar bisa didapatkan, hari ini kami mulai Dapur Umum…” kata Taufiq. Terus Berjuang Meski Pesan Tak Selalu Terkirim Di tengah segala keterbatasan sinyal, Taufiq dan Septo tetap berusaha mengirimkan laporan berkala. Optimisme mereka tidak surut. Mereka bekerja dalam senyap, sering kali hanya ditemani suara hujan dan gelapnya malam tanpa listrik. “Mohon doanya… Dengan semua keterbatasan ini, kami tetap berusaha memberi layanan terbaik.” Kalimat sederhana itu menggambarkan perjuangan besar di baliknya. Mereka Datang Bukan Hanya Membawa Bantuan, Tapi Keteguhan Kehadiran tim BAZNAS di Tapanuli Tengah bukan sekadar upaya distribusi logistik. Ini adalah misi kemanusiaan yang dilakukan dengan keberanian, keteguhan, dan ketulusan. Di antara bangunan yang tenggelam, jalan-jalan yang putus, dan warga yang kehilangan harta benda, ada dua orang relawan yang tidak menyerah pada keadaan. Mereka datang sebagai harapan yang berjalan. Harapan yang menembus banjir, gelap, dan lumpur demi menyelamatkan sesama.
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir dan Longsor di Padang Pariaman
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendirikan layanan dapur umum di Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Langkah cepat ini diambil untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dan longsor yang terjadi di wilayah tersebut. Bersama BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman, dapur umum tersebut langsung dioperasikan untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap santap. Hingga saat ini, sedikitnya 1.500 paket nasi telah disalurkan kepada para pengungsi dan warga yang terdampak musibah di sekitar lokasi bencana. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengatakan pendirian dapur umum merupakan bentuk respons kemanusiaan BAZNAS dalam menangani situasi darurat. “Kami memastikan para penyintas mendapat pasokan makanan yang layak di tengah keterbatasan kondisi. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan harus dilakukan dengan cepat agar masyarakat tetap aman dan kuat,” ujar Saidah dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Saidah menambahkan, BAZNAS terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan bantuan sesuai kebutuhan warga. Selain pembagian makanan, tim BTB juga melakukan asesmen lanjutan terkait layanan kesehatan, kebutuhan logistik, serta perlindungan bagi kelompok rentan. “Kami ingin memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak,” tegasnya. Meski cuaca ekstrem masih berlangsung, para relawan tetap bekerja dengan kewaspadaan tinggi. Menurut Saidah, hujan deras dan angin kencang tidak menghambat koordinasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan para mitra kemanusiaan. Saidah memastikan bahwa BAZNAS RI akan terus memberikan dukungan dalam proses percepatan pemulihan di Padang Pariaman, termasuk penyediaan layanan makanan, kesehatan, dan logistik bagi warga yang terdampak bencana. Editor: BAZNAS
BERITA03/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Gerak Cepat BAZNAS Sumbar dan Biro Kesra Bantu Penyintas Bencana di Kecamatan Kuranji dan Pauh
Gerak Cepat BAZNAS Sumbar dan Biro Kesra Bantu Penyintas Bencana di Kecamatan Kuranji dan Pauh
Padang — BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Sumatera Barat kembali menyalurkan bantuan untuk warga terdampak bencana. Penyaluran kali ini berlangsung di dua titik, yaitu Kampung Guo, Kecamatan Kuranji dan Gunuang Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Bantuan berupa paket sembako diserahkan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Kehadiran tim BAZNAS Sumbar bersama Biro Kesra disambut hangat oleh masyarakat setempat dan perangkat RT/RW yang turut mendampingi proses distribusi. Wakil Ketua I BAZNAS Sumatera Barat ( Afrianto Korga, SPd.I., M.Pd ) dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian serta komitmen BAZNAS dalam hadir di tengah masyarakat saat masa-masa sulit. “BAZNAS Sumbar berusaha bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terkena musibah, dan bantuan juga diberikan kepada warga yang terdampak di Kabupaten/Kota lainnya di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Barat. Semoga bantuan sembako ini dapat meringankan kebutuhan warga dan menjadi penyemangat bagi saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama BAZNAS Provinsi Sumatera Barat akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak bencana. “Kami hadir untuk memastikan bahwa bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Kolaborasi ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat di masa darurat,” ungkapnya. Ketua RT setempat juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warganya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan Biro Kesra yang telah datang langsung membantu warga kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana,” tuturnya. Dengan tersalurkannya bantuan ini, diharapkan masyarakat di wilayah Kuranji dan Pauh dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar pascabencana. BAZNAS Sumatera Barat juga membuka kesempatan bagi para donatur untuk terus bersinergi membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.Kontributor: FMEditor: RQ
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Segera Menyalurkan Bantuan kepada Warga yang Terkena Dampak Banjir di Padang Pariaman
BAZNAS Segera Menyalurkan Bantuan kepada Warga yang Terkena Dampak Banjir di Padang Pariaman
**BAZNAS Tanggap Bencana di Padang Pariaman: Bantuan Cepat untuk Korban Banjir** **Padang Pariaman** - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) segera merespons banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Sumatera Barat bekerjasama dengan BTB Kabupaten Padang Pariaman menyediakan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Tim bergerak cepat untuk memastikan kebutuhan pokok warga segera terpenuhi. Hj. Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menekankan pentingnya respons cepat bagi korban bencana. "Pelaksanaan tanggap darurat ini menunjukkan kepedulian BAZNAS kepada masyarakat terdampak. Kami berkomitmen untuk meringankan beban warga dan memastikan kebutuhan pokok mereka terpenuhi," ujarnya. Hujan masih terus mengguyur wilayah Padang Pariaman hingga saat ini. Tim BAZNAS terus memantau situasi dan memastikan distribusi bantuan tetap berjalan meski dihadapkan dengan medan sulit. Di samping memberikan bantuan logistik, tim BAZNAS juga melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga terdampak untuk persiapan bantuan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhan setiap keluarga. Distribusi bantuan dilakukan di 10 titik lokasi yang meliputi beberapa nagari. Saidah mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup beras, telur, dan minyak goreng untuk kebutuhan dapur umum. Penyaluran bantuan didukung dengan 1 unit ambulans dan 1 unit mobil Hilux, serta personel dari BTB Provinsi Sumbar dan BTB Kabupaten Padang Pariaman. Wilayah yang terdampak parah antara lain Kampung Galapung, Ulakan Tapakis, Sungai Buluh Barat, Pauh Kambar, dan Padang Kandang Pulo Air, dimana luapan air sungai merusak rumah warga dan area sekolah. "BAZNAS turut prihatin atas bencana banjir di Padang Pariaman. Kami mengajak masyarakat untuk mendoakan dan mendukung program kemanusiaan agar penanganan bencana berjalan lancar," tambahnya.
BERITA01/12/2025 | Humas Baznas
SITREP I Bencana di Sumatera Barat Update per 27 November 2025
SITREP I Bencana di Sumatera Barat Update per 27 November 2025
Bencana yang terjadi diantaranya: Hidrometrologi Banjir Bandang Tanah Longsor Dll Berdasarkan hasil pemetaan distribusi curah hujan dari 79 pos hujan dan aloptama, sebagian besar wilayah Sumetare Barat mengalami hujan dengan intensitas ringan Hingga Ekstrem. SITUASI TERKINI Cuaca Ekstrem/hujan dengan intensitas tinggi sejak 22 November 2025 hingga 22 November 2025 Daerah terdampak bencana berjumlah 13 Kabupaten/Kota, diantaranya Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang, Kabupaten Agam, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat yang berkumiman di sekitar aliran sungai terdampak Banjir. Dampak bencana mengakibatkan korban jiwa, korban hilang dan kerusakan fasilitas umum seperti jalan rusak dan putus, jembatan putus, dan banyak rumah masyarakat rusak ringan dan berat. DAMPAK KERUGIAN 22 Jiwa Meninggal 10 Jiwa Hilang 10294 Jiwa Korban Terdampak Rumah Rusak Jembatan Rusak Air Bersih Sulit KEBUTUHAN Air Bersih Dapur Umum Tenda Logistik Obat-obatan Pakaian Perlengkapan Mandi Penerangan Selimut Mari Salurkan Infak Terbaik anda melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Barat: BANK NAGARI Syariah: 7100.0220.36480.2 BSI Syariah: 1110.4444.7
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dorong Penguatan Digitalisasi Zakat, BAZNAS Sumbar Ikuti Rakernis dan Mini Expo 2025
Dorong Penguatan Digitalisasi Zakat, BAZNAS Sumbar Ikuti Rakernis dan Mini Expo 2025
JAKARTA— Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SiMBA) memasuki usia ke-13 tahun dan kembali menjadi sorotan pada kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital dan Mini Expo 2025 yang digelar di Embarkasi Haji Pondok Gede pada 26–27 November 2025. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut hadir dalam agenda strategis ini, dipimpin oleh Wakil Ketua III Ir. H. Firdaus, M.Si. bersama tim amil pelaksana bidang teknologi dan pelaporan. Dalam forum yang dihadiri seluruh perwakilan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia tersebut, Tim IT BAZNAS RI memperkenalkan Modernisasi SiMBA, sebuah lompatan besar untuk memperkuat tata kelola digital perzakatan nasional. Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho (Mas Tio) menjelaskan bahwa modernisasi SiMBA akan diarahkan pada dua aspek utama, yakni penguatan infrastruktur dan pengembangan aplikasi. “Modernisasi SiMBA berfokus pada dua aspek besar: infrastruktur dan aplikasi. Pada aspek infrastruktur, setiap fitur akan memiliki basis data masing-masing sehingga apabila terjadi gangguan, tidak akan memengaruhi fitur lainnya. Sementara pada aspek aplikasi, nantinya akan tersedia banyak fitur mandiri yang dapat dioperasikan sesuai kewenangan user, namun tetap berada dalam satu pusat data SiMBA,” ujar Mas Tio. Berbagai aplikasi mandiri tersebut meliputi Keuangan, Pelaporan, Pengumpulan, Pendistribusian, Kantor Digital, serta beberapa fitur pendukung lain yang dapat digunakan oleh BAZNAS daerah secara lebih fleksibel dan aman. Tampilan Kantor Digital juga turut diperbarui dengan desain yang lebih modern, responsif, dan ramah pengguna untuk meningkatkan kenyamanan operator di seluruh Indonesia, termasuk bagi amil di lingkungan BAZNAS Sumatera Barat. Mas Tio menambahkan bahwa pengembangan sistem ini akan dilakukan bertahap. “Modernisasi SiMBA akan dilaksanakan secara bertahap dan kami berharap implementasinya dapat segera dimulai,” tutupnya. Kehadiran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam kegiatan Rakernis ini memperkuat komitmen daerah dalam mendukung transformasi digital nasional. Modernisasi SiMBA diharapkan semakin memudahkan amil di Sumatera Barat dalam pengelolaan data zakat, laporan, dan layanan publik berbasis digital. Dengan langkah modernisasi ini, BAZNAS menegaskan visinya untuk menghadirkan sistem teknologi yang semakin kuat, aman, terintegrasi, dan mampu mempercepat tata kelola zakat yang akuntabel di seluruh Indonesia. Kontributor: TRSEditor: RQ
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Gelar Rakernis Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025
BAZNAS Gelar Rakernis Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital yang dikemas dengan Zakat Tech Mini Expo 2025 pada Rabu (26/11/2025) di Jakarta. Acara ini menandai komitmen kuat BAZNAS dalam mendorong transformasi digital di seluruh lini organisasi, dari tingkat pusat hingga daerah. Rakernis dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS Pusat, termasuk Bidang Transformasi Digital Nasional, Perencanaan dan Pengembangan, serta SDM dan Keuangan. Seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia juga hadir sebagai peserta, menunjukkan keseriusan dalam menyelaraskan gerak digitalisasi zakat nasional. Mengusung tema “Pemanfaatan dan Penguatan Digital Fundraising”, rakernis ini menekankan bahwa adopsi sistem digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Transformasi digital dipandang sebagai kunci untuk menjawab tantangan zaman dan meningkatkan daya saing lembaga zakat. “Transformasi digital merupakan langkah strategis BAZNAS untuk merespons perkembangan teknologi yang begitu pesat. Dengan digitalisasi, kami bertekad untuk meningkatkan kecepatan, kemudahan, dan jangkauan layanan kepada masyarakat,” ujar Prof. Noor Achmad dalam sambutannya. Melalui penguatan digital fundraising, BAZNAS bertarget untuk menciptakan tata kelola zakat yang lebih transparan dan akuntabel. Setiap donasi yang masuk melalui kanal digital diharapkan dapat terlacak dengan lebih baik, sehingga membangun kepercayaan (trust) yang lebih tinggi dari masyarakat. Selain sesi rapat internal, kegiatan ini juga menampilkan Zakat Tech Mini Expo, sebuah pameran yang memamerkan inovasi dan platform teknologi terbaru untuk mendukung pengelolaan zakat. Expo ini menjadi wahana bagi perwakilan BAZNAS daerah untuk mengenal solusi teknologi yang dapat diimplementasikan di wilayahnya masing-masing. Dengan diselenggarakannya rakernis ini, BAZNAS berharap dapat mempercepat terwujudnya ekosistem zakat digital yang terintegrasi dari hulu ke hilir, memudahkan muzaki (pemberi zakat) dan mempercepat penyaluran bantuan kepada mustahik (penerima zakat) di seluruh Indonesia.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Penguatan Pengumpulan BAZNAS se-Sumatera Barat Dorong Profesionalisme Amil
Penguatan Pengumpulan BAZNAS se-Sumatera Barat Dorong Profesionalisme Amil
Padang, 6 November 2025 – Dalam upaya memperkuat peran amil zakat agar lebih profesional dan berdaya saing, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan “Penguatan Pengumpulan BAZNAS se-Sumatera Barat” di salah satu hotel di Kota Padang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 14 hingga 16 Jumadil Awal 1447 H, bertepatan dengan 4–6 November 2025 M.Acara ini diikuti oleh pimpinan dan amil terkhusunya dari bidang pengumpulan dari BAZNAS kabupaten/kota se-Sumatera Barat dengan tujuan memperkuat kapasitas pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah. Melalui kegiatan ini, BAZNAS berupaya membangun kesamaan persepsi dan strategi dalam menjalankan amanah pengelolaan dana umat yang lebih profesional, transparan, dan berdampak luas. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M.M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas amil merupakan langkah strategis untuk memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS. “Kegiatan ini adalah momentum penting untuk memperkuat peran dan kapasitas amil di seluruh Sumatera Barat. BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola dana zakat, tetapi juga lembaga pemberdayaan yang menumbuhkan kepercayaan publik. Karena itu, amil harus terus meningkatkan kapasitas dan menjaga amanah umat dengan profesional,” ujar Dr. Buchari. Beliau menambahkan bahwa keberhasilan BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan zakat tidak terlepas dari sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. “Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Kita ingin memastikan seluruh amil di Sumatera Barat memiliki pemahaman dan semangat yang sama dalam menguatkan pengumpulan zakat. Dengan mindset dan skillset yang kuat, BAZNAS akan semakin dipercaya dan menjadi motor penggerak kesejahteraan umat,” lanjutnya. Dr. Buchari juga mengajak seluruh peserta untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam memperluas jangkauan penghimpunan zakat serta mengoptimalkan potensi zakat produktif di daerah. Empat Pilar Penguatan Fundraising Zakat Salah satu narasumber utama, Dr. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menekankan pentingnya penguatan indikator kelembagaan dalam mengelola zakat. Dalam paparannya, ia menyebut bahwa keberhasilan lembaga filantropi sangat bergantung pada kemampuan menjalankan fundraising yang bertanggung jawab. “Indikator lembaga filantropi terlihat dari tanggung jawab kelembagaannya. Fundraising sama dengan tanggung jawab kelembagaan. Dalam pengumpulan zakat, harus ada empat hal utama, yaitu mindset, mentalset, toolset, dan skillset,” jelas Dr. Rizaludin. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mindset menentukan pola pikir amil yang berorientasi pada pelayanan umat, mentalset mencerminkan karakter dan integritas dalam bekerja, toolset berkaitan dengan alat ukur dan sistem yang memastikan transparansi, sedangkan skillset merupakan kemampuan teknis dan sosial yang harus terus diasah. “Dalam skillset terdapat 40 keahlian yang harus dimiliki amil agar mampu mengelola zakat secara profesional, sistematis, dan berdampak. Keempat hal ini menjadi pondasi penting bagi setiap lembaga zakat,” tambahnya. Kegiatan Penguatan Pengumpulan BAZNAS se-Sumatera Barat juga diisi dengan sesi pelatihan tematik, diskusi, dan praktik terbaik (best practices) dalam pengumpulan zakat berbasis teknologi dan kemitraan strategis. Para peserta diajak untuk memperkuat komunikasi publik dan strategi fundraising yang inovatif agar semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui BAZNAS. Melalui kegiatan ini, diharapkan BAZNAS se-Sumatera Barat mampu membangun sistem pengumpulan zakat yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel, serta menjadikan zakat sebagai instrumen nyata pengentasan kemiskinan di daerah. Kegiatan selama tiga hari ini menjadi momentum penting bagi BAZNAS di Sumatera Barat untuk memperkuat fondasi kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengokohkan kolaborasi antarlembaga zakat. “Dengan sinergi, integritas, dan profesionalitas amil, kita dapat membangun BAZNAS yang unggul, amanah, dan berdaya guna bagi umat,” tutup Dr. H. Buchari, M.M.Ag.
BERITA04/11/2025 | Humas BAZNAS SB
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Barat.

Lihat Daftar Rekening →