WhatsApp Icon
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi di Masjid Raudhatul Illahi, Kalampaian, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada pagi hari, Kamis (28/5/2026).

 

Dua ekor sapi tersebut merupakan hewan kurban yang diterima oleh BAZNAS RI dan diamanahkan kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk disalurkan di wilayah yang tidak melaksanakan kurban atau memiliki keterbatasan hewan kurban. Berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kebutuhan masyarakat, daerah Kalampaian, Bungus Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kurban tahun ini.

 

Berdasarkan keterangan dari UPT Puskeswan Dharmasraya, kedua hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih. Adapun rincian hewan kurban tersebut yakni sapi pertama berjenis Sapi Bali, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 273 kilogram. Sementara sapi kedua berjenis Sapi Bali x Lim, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 260 kilogram.

 

Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat setempat. Sebanyak 200 penerima manfaat menerima kantong daging kurban dari dua ekor sapi tersebut.

 

Pelaksanaan kegiatan ini dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, selaku Person In Charge (PIC) Mitra Pelaksana KBB 1477/2026. Adapun Ketua Panitia Kurban dipercayakan kepada Muhammad Afdal selaku Kepala Pelaksana beserta staf yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan.

 

Melalui program kurban ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim pelaksanaan kurban, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


#KurbanBerdayakanDesa

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat, khususnya pada aspek penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman serta strategi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di tingkat provinsi.

 

Dalam pertemuan tersebut, jajaran BAZNAS Provinsi Bengkulu menggali berbagai informasi terkait keberhasilan BAZNAS Sumatera Barat dalam meningkatkan penghimpunan zakat yang dinilai lebih tinggi dibandingkan daerahnya. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai strategi penghimpunan yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat, mulai dari penguatan jejaring Unit Pengumpul Zakat (UPZ), intensifikasi sosialisasi zakat, hingga inovasi dalam layanan kepada muzaki. Pendekatan kolaboratif serta inovatif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pengumpulan zakat di wilayah tersebut.

 

Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS provinsi dengan berbagai UPZ di instansi pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Dengan banyaknya UPZ yang aktif, penghimpunan zakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan menjangkau lebih banyak muzaki.

 

Sementara itu, pihak BAZNAS Bengkulu menyampaikan bahwa meskipun di daerahnya telah terdapat regulasi berupa Peraturan Gubernur terkait pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), capaian penghimpunan zakat masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa potensi zakat profesi ASN di Provinsi Bengkulu cukup besar, namun realisasi penghimpunannya masih terbatas karena belum seluruh ASN menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.

 

Selain aspek penghimpunan, diskusi juga menyoroti perbedaan sistem pendistribusian zakat. BAZNAS Sumatera Barat telah lebih banyak menggunakan sistem transaksi non-tunai atau digital melalui perbankan untuk penyaluran bantuan kepada mustahik. Pendekatan ini dinilai lebih transparan, akuntabel, serta memudahkan proses pencatatan dan pelaporan keuangan.

 

Sebaliknya, BAZNAS Bengkulu masih banyak menggunakan sistem penyaluran secara tunai kepada para mustahik. Oleh karena itu, melalui kunjungan ini BAZNAS Bengkulu juga mempelajari berbagai mekanisme digitalisasi penyaluran yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat agar ke depan pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara lebih modern dan efisien.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar BAZNAS provinsi serta menjadi sarana pertukaran pengalaman dalam mengoptimalkan potensi zakat daerah. Dengan berbagai strategi penghimpunan yang efektif serta penguatan sistem digital dalam pendistribusian, pengelolaan zakat diharapkan semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang adaptif serta mampu merespons berbagai perubahan dan tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

 

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang diselenggarakan bersama ParagonCorp di Universitas Andalas, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang adaptif dan berdaya saing.

 

Ia turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya perluasan pemanfaatan zakat produktif, termasuk dalam bentuk beasiswa pendidikan. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari sisi pengumpulan zakat untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil dan karier pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dari setiap keputusan yang diambil.

 

Menurut Buchari, seorang pemimpin perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan perannya. Ia menyebutkan tiga nilai utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu empati, solidaritas, dan keadilan sosial.

 

Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Meski kerap dianggap sebagai hambatan dalam proses pengambilan keputusan, Buchari menilai nilai-nilai tersebut justru menjadi kekuatan dalam kepemimpinan modern.

 

“Pemimpin yang memiliki kepedulian sosial biasanya lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Buchari juga menambahkan bahwa pemimpin ideal adalah mereka yang mampu meraih keberhasilan tanpa meninggalkan nurani, serta tetap menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam setiap langkah.

 

Ia menilai pengalaman hidup, termasuk menghadapi berbagai kesulitan, dapat membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan penuh empati.

 

“Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Terlebih bagi penerima beasiswa yang pernah mengalami kesulitan atau terdampak bencana. Ketika seseorang yang dahulu membutuhkan bantuan kemudian mendapat dukungan, misalnya dari ParagonCorp melalui BAZNAS, lalu tumbuh menjadi seorang pemimpin, maka ia akan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai sosial tersebut,” jelasnya.

 

Buchari berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang terus terjaga ketika seseorang berada pada posisi kepemimpinan, sehingga keberhasilan yang diraih tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi BAZNAS dan ParagonCorp Perkuat Akses Pendidikan Mahasiswa di Sumatra

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama ParagonCorp memperkuat upaya peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, ParagonCorp menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp1,5 miliar yang diperuntukkan bagi berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk dukungan beasiswa bagi 214 mahasiswa dari Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Ketua BAZNAS Kota Padang, Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, Mentor Universitas Andalas, Herlambang, serta sekitar 1.000 mahasiswa yang mengikuti kegiatan secara hybrid.

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Ia menilai dukungan dari sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat dampak program tersebut.

 

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, BAZNAS mengapresiasi komitmen ParagonCorp yang menyalurkan zakat perusahaan sekaligus turut mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana.

 

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS terus memperluas cakupan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan jaringan pendidikan hingga ke luar negeri, seperti Rusia dan kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Langkah tersebut juga sejalan dengan misi Asta Cita poin empat dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Idy menambahkan, pemanfaatan zakat secara produktif terbukti dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terlihat dari sejumlah alumni BCB yang telah berkontribusi di berbagai sektor, baik di bidang publik, swasta, maupun sosial.

 

Bahkan, sebagian alumni telah bertransformasi menjadi muzaki dan kembali menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat. Ia menilai hal tersebut sebagai siklus kebaikan yang terus dibangun melalui jalur pendidikan, dari mustahik menjadi muzaki.

 

BAZNAS berharap kerja sama antara BAZNAS dan ParagonCorp dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

 

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan ParagonCorp atas komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

 

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

 

“Tidak boleh ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Human Resource Business Partner Lead DC Padang dan Bukittinggi ParagonCorp, Elsa Mayori, menyampaikan bahwa pihaknya kembali mempercayakan penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar pada tahun ini.

 

Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program, di antaranya Musala Berseri, Beasiswa Cendekia BAZNAS, serta bantuan paket logistik keluarga yang difokuskan untuk wilayah Sumatra.

 

Elsa berharap program Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kapasitas, serta meraih berbagai prestasi di masa depan.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Salurkan Santunan kepada 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian dan upaya untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

 

Sebelumnya, BAZNAS RI juga telah menurunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) sejak awal kejadian untuk membantu proses evakuasi korban serta memberikan pertolongan medis awal sebelum para korban dirujuk ke rumah sakit terdekat. Selain itu, berbagai dukungan lain turut disalurkan, mulai dari layanan kesehatan, mobil ambulans, hingga bantuan logistik berupa makanan ringan dan air minum bagi para korban kecelakaan.

 

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam situasi darurat melalui unit tanggap bencana yang dimiliki BAZNAS.

 

“Untuk korban yang meninggal dunia berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan kepada masing-masing keluarga sebesar Rp3 juta,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman korban kecelakaan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

 

Ia menambahkan, BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki misi kemanusiaan telah membentuk unit tanggap bencana yang siap bergerak setiap saat. Tahun ini, BAZNAS juga memperkuat layanan tersebut dengan menambah unit tanggap duafa guna memberikan respons yang lebih cepat dan komprehensif terhadap berbagai kondisi darurat.

 

“Dalam setiap peristiwa bencana, begitu kejadian terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan yang diperlukan di lapangan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan bahwa selain santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, BAZNAS juga menyalurkan bantuan kepada korban lain yang terdampak oleh peristiwa tersebut.

 

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada tahap awal penanganan. BAZNAS membuka peluang untuk memberikan dukungan lanjutan, terutama bagi anak-anak yatim yang terdampak dan membutuhkan perhatian lebih.

 

Menurutnya, BAZNAS memiliki beragam program yang dapat disinergikan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari bantuan tanggap bencana, layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga program pemberdayaan usaha kecil bagi keluarga terdampak.

 

“Apabila terdapat anak yatim dan kondisi tempat tinggalnya tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” ujar Sodik.

 

Ia juga memastikan bahwa tim BAZNAS telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus memberikan dukungan hingga seluruh proses penanganan selesai. “Sebagai tambahan, sebelumnya kami hanya memiliki tim tanggap bencana, namun kini telah diperkuat dengan tim tanggap duafa,” tambahnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan berbagai unsur untuk membantu penanganan dampak kecelakaan di Bekasi, di antaranya BAZNAS, Damkar, BNPB Jakarta, serta PMI.

 

“Sejak malam kejadian saya langsung memerintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Terkait kompensasi atau bantuan kepada keluarga korban, Insya Allah sudah berjalan, khususnya bagi warga DKI Jakarta. BAZNAS juga telah memberikan bantuan. Dalam kondisi seperti ini, kita tentu hadir memberikan dukungan, termasuk hingga proses pemakaman,” ujar Rano.

 

Sementara itu, Halimah, anak dari salah satu korban kecelakaan yang juga merupakan istri dari amil BAZNAS RI, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS kepada keluarganya.

 

Dalam peristiwa tersebut, salah satu korban bernama Nuryati (65) diketahui meninggalkan delapan orang anak dan enam orang cucu.

 

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari penyediaan ambulans hingga santunan uang duka. Terima kasih juga atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada keluarga kami,” ungkap Halimah.

 

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut mendoakan agar para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS RI dalam membantu para korban dan keluarga terdampak.

29/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

Sebuah Kursi Roda, Sejuta Harapan untuk Masa Depan Adiba
Sebuah Kursi Roda, Sejuta Harapan untuk Masa Depan Adiba
Keluarga Joni Afriadi (39) merasakan sedikit kelegaan setelah menerima paket bantuan dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Bantuan ini menjadi penawar beban bagi perjuangan putri mereka, Adiba Uzma Saamiya (3), yang hidup dengan Cerebral Palsy tipe spastik. Kondisi Adiba menyebabkan kekakuan otot yang membatasi geraknya. Kekhawatiran terbesar orang tuanya adalah dampak penyakit tersebut pada pertumbuhan tulang punggung Adiba. Tanpa alat penopang yang tepat, dikhawatirkan akan terjadi kelainan postur tubuh permanen. Di balik senyuman manis Adiba, tersimpan perjuangan hidup yang harus dijalani keluarganya. Joni, yang bekerja sebagai buruh tidak tetap, harus menghidupi istri dan kedua anaknya dengan penghasilan tak menentu. Keluarga ini bahkan tidak memiliki rumah dan terpaksa menumpang di rumah nenek di Jalan Kampung Pinang, Kelurahan Kuranji. Retno Zartika Sari (30), istri Joni, dengan tabah merawat Adiba dan melakukan terapi sederhana. Perhatiannya hampir sepenuhnya tercurah untuk putri pertamanya itu. Merespon kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan kursi roda khusus yang didistribusikan pada 21 Oktober 2025. Alat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mobilitas, tetapi juga sebagai alat terapi untuk menopang dan memperbaiki postur tulang punggung Adiba. "Dengan kursi roda ini, saya berharap punggung Adiba bisa lebih tegak dan perkembangannya bisa lebih baik. Ini sangat meringankan beban kami," ucap Retno dengan penuh syukur. Kisah keluarga Joni adalah potret nyata keluarga prasejahtera yang membutuhkan uluran tangan. Bantuan yang tepat sasaran, seperti ini, dapat mengubah hidup seorang anak. BAZNAS mengajak masyarakat untuk terus berbagi, karena dari kepedulianlah, harapan anak-anak seperti Adiba dapat terus tumbuh.
BERITA21/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Program Dakwah dan Advokasi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Sapa 52 Anak Binaan LPKA dengan Bantuan Perlengkapan Ibadah
Program Dakwah dan Advokasi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Sapa 52 Anak Binaan LPKA dengan Bantuan Perlengkapan Ibadah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan untuk 52 Anak Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Payakumbuh, mereka merasakan sentuhan langsung dari Program Dakwah dan Advokasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat di LPKA, Tanjung Pati, Kabupaten Limapuluh Kota ini, tidak hanya menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan dukungan sosial untuk pemulihan jiwa. Bantuan yang diserahkan berupa perlengkapan ibadah, di antaranya 50 helai baju koko, 52 helai kain sarung, dan 2 pasang mukena. Penyerahan simbolis dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, didampingi oleh Ny. Hj. Harneli Mahyeldi yang mewakili Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Gadang Provinsi Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Drs. H. Nurman Agus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari salah satu program utama BAZNAS, yaitu Program Dakwah dan Advokasi. Program ini dirancang untuk menyentuh hati, membina spiritual, dan memberikan pendampingan kepada mustahik, termasuk kelompok yang sering terlupakan seperti anak berhadapan dengan hukum. “Program kami tidak hanya tentang menyalurkan bantuan materi. Lebih dari itu, ini adalah bentuk advokasi dan dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan). Kami hadir untuk mengingatkan dan memudahkan saudara-saudara kita, khususnya anak-anak binaan di sini, agar senantiasa bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam kondisi apapun. Semoga sarung dan baju koko ini tidak hanya untuk menutup badan, tetapi juga menjadi pengingat untuk menutup aurat dan memperbaiki hati,” ujar Nurman Agus. Kehadiran P2TP2A Limpapeh Rumah Gadang dalam kegiatan ini memperkuat aspek advokasi dan pendampingan. Kolaborasi strategis ini menunjukkan komitmen multi-pihak dalam membina dan melindungi hak-hak anak, memastikan mereka mendapatkan pembinaan mental dan spiritual yang holistik selama masa rehabilitasi. Kepala LPKA Kelas II Payakumbuh menyambut gembira inisiatif BAZNAS Sumbar dan P2TP2A. Beliau mengungkapkan bahwa bantuan yang bersifat religi ini memiliki dampak psikologis yang sangat dalam. “Terima kasih atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat tepat guna. Di samping memenuhi kebutuhan praktis ibadah, ini adalah bentuk motivasi dan semangat bagi anak-anak kami. Mereka merasa tidak dihakimi, tetapi justru dikembalikan kepada fitrahnya sebagai hamba Allah yang harus selalu bertobat dan beribadah. Ini adalah bagian dari terapi kejiwaan yang sangat berharga,” tuturnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Program Dakwah dan Advokasinya, tidak hanya di LPKA tetapi juga ke berbagai kelompok masyarakat marginal lainnya. Melalui pendekatan yang humanis dan religius, zakat yang dikelola diharapkan dapat menjadi instrument yang efektif untuk pemulihan, pembinaan, dan pengembalian masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak bangsa.Kontributor: HumasEditor: RQ
BERITA09/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
RAKORDA BAZNAS SE-SUMBAR, Potensi Zakat di Sumbar Rp4,2 Triliun, Terkelola Baru Capai Rp475 Miliar Lebih
RAKORDA BAZNAS SE-SUMBAR, Potensi Zakat di Sumbar Rp4,2 Triliun, Terkelola Baru Capai Rp475 Miliar Lebih
Padang,Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Barat Bukhari mengatakan potensi zakat di provinsi itu sangat besar, mencapai Rp4,2 triliun per tahun, tetapi belum terkelola secara maksimal. "Dari potensi itu, yang terkelola saat ini baru sekitar Rp475 miliar per tahun. Tapi yang terkelola ini, melampaui target yang ditetapkan Baznas Pusat," katanya di Padang, Senin (6/10) saat Rakorda Baznas se-Sumbar. Menurut dia, potensi zakat itu jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sumbar yang saat ini sekitar 5 juta orang termasuk sangat besar. "Untuk itu, kami terus meningkatkan koordinasi dengan semua pihak agar bisa memaksimalkan potensi dana zakat tersebut seperti dengan pemerintah, Kanwil Kemenag, dan MUI," katanya. Bukhari juga menjelaskan, dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola Baznas dimanfaatkan untuk membantu pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan di daerah. Ini juga sejalan dengan Pemprov Sumbar. Pemprov Sumbar selalu mengajak Baznas untuk membahas program kerja yang dituangkan dalam APBD. Dengan kata lain, Baznas dilibatkan dalam pembahasan APBD dan rencana pembangunan terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Saat disinggung soal kontribusi APBD terhadap Baznas Sumbar, Bukharu mengaku, pihaknya hingga kini memang tidak meminta, lantaran dana Amil zakat sudah cukup menanggung biaya operasional Baznas. Sebelumnya disinggung oleh Pimpinan Baznas pusat, Kol. CAJ (purn) Nur Chamdani yang menyebut Baznas Pusat sudah didanai APBN. Begitu pula di beberapa daerah lain. Sementara itu, Gubernur Sumbar diwakili Asisten I Setdaprov Ahmad Zakri mengatakan perlu upaya meningkatkan literasi masyarakat tentang lembaga penyalur zakat seperti Baznas agar pengelolaan dana zakat bisa meningkat. "Tidak bisa dipungkiri, masih banyak warga yang belum mengenal Baznas dan cara menyalurkan zakat melalui lembaga ini. Oleh karena itu, perlu peningkatan literasi masyarakat," katanya. Selain itu, Baznas perlu mensosialisasikan branding Baznas sebagai Lembaga pemerintah nonstruktural, sehingga tidak hanya dipandang sebagai organisasi social atau NGO, tetapi sebagai Lembaga pemerintahan. Ini juga bagia dari menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat melalui Baznas. Baik pimpinan Baznas dan Gubernur juga mengingatkan kepada pimpinan Baznas provinsi maupun kabupaten/kota untuk lebih hati-hati dalam berbicara. Salah atau kilaf sedikit, bisa meluas kemana-mana di era digital ini. Rakorda itu diikuti pimpinan Baznas kabupaten/kota se-Sumbar selama dua hari. (ef)Sumber: www.analisakini.id
BERITA07/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Pemprov Sumbar Rancang Strategi Pembangunan 2025-2030 Wujudkan Sumbar Madani, Maju, dan Berkeadilan
Pemprov Sumbar Rancang Strategi Pembangunan 2025-2030 Wujudkan Sumbar Madani, Maju, dan Berkeadilan
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030 sebagai panduan mewujudkan Sumatera Barat yang Madani, Maju, dan Berkeadilan. Strategi ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, mulai dari tingginya ketergantungan pada pendapatan transfer hingga perlunya inovasi dan kolaborasi multipihak. Hal tersebut mengemuka dalam paparan Plt. Kepala BAPPEDA Provinsi Sumatera Barat yang didampingi oleh Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumbar, Ir. H. Firdaus, M.Si pada kegiatan Rakorda BAZNAS se-Sumatera Barat. “Kita menyadari sejumlah tantangan, seperti kinerja pembangunan yang kerap menimbulkan kekecewaan dan inovasi yang masih sering dianggap sebagai ancaman. Melalui RPJMD 2025-2029, kami berkomitmen memperbaiki hal ini dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan kolaboratif,” ujar Plt. Kepala BAPPEDA. Tantangan dan Potensi Daerah Paparan tersebut menyoroti kondisi bangsa saat ini, termasuk maraknya korupsi dan ketidakpuasan terhadap hasil pembangunan. Di sisi lain, potensi Indonesia Emas 2045 menjadi peluang yang harus dijawab dengan kesiapan daerah. Untuk Sumatera Barat, capaian indikator makro pembangunan dari 2017-2024 menunjukkan progres, namun masih diperlukan akselerasi. Tujuan pembangunan ditekankan pada peningkatan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses dan kualitas pelayanan publik, serta daya saing daerah. Sementara dari sisi pendanaan, rasio pendapatan dan belanja Sumbar terhadap nasional periode 2022-2024 masih menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada transfer pusat. Data APBD 2025 mengindikasikan persentase Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih perlu ditingkatkan. Peran ZISWAF dan Kolaborasi Multipihak Di tengah keterbatasan APBD, peran Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dinilai strategis. Wakil Ketua III BAZNAS Sumbar, Ir. H. Firdaus, M.Si., mengungkapkan optimismenya. “Alhamdulillah, dana ZISWAF yang terkumpul oleh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di Sumbar dari 2015 hingga 2022 terus mengalami kenaikan signifikan. Meski beberapa daerah belum maksimal, potensi ini dapat menjadi alternatif pendanaan pembangunan, khususnya untuk program-program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti penguatan UMKM dan rumah singgah pasien, serta pengentasan kemiskinan tentunya” jelas Firdaus. Visi dan Misi Pembangunan 2025-2030 RPJMD 2025-2029 telah disusun dengan memperhatikan keselarasan dari RPJPN, RPJMN, hingga RPJPD. Visi yang diusung adalah “Terwujudnya Sumatera Barat yang Madani, Maju, dan Berkeadilan”. Misi yang akan dijalankan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, percepatan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif. Dokumen ini juga telah memuat tema dan fokus pembangunan per tahun, termasuk program prioritas dan unggulan. Strategi Implementasi Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemprov Sumbar akan mengedepankan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, swasta, BAZNAS, dan masyarakat. Pembangunan portofolio investasi daerah akan didorong, tidak hanya dari APBD, tetapi juga melalui skema Pendanaan Alternatif. “Kita harus mulai dari hal yang sederhana dan konkret. Membangun dari bawah dengan memberdayakan UMKM, menyediakan fasilitas pendukung seperti rumah singgah pasien, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan kolaborasi dan pendekatan yang tepat, kita optimis Sumbar dapat melompat lebih maju,” ucap narasumber.Kontributor: HumasEditor: RQ
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Galang Empat Pilar Strategis untuk Genjot Pengelolaan Zakat
BAZNAS Galang Empat Pilar Strategis untuk Genjot Pengelolaan Zakat
Padang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong penguatan pengelolaan zakat secara komprehensif melalui empat pilar strategis. Langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun guna mendukung penurunan angka kemiskinan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, dalam Rakorda BAZNAS se-Sumatera Barat Tahun 2025. Chamdani menekankan bahwa optimalisasi zakat memerlukan fondasi yang kuat. “Pengelolaan zakat ke depan berfokus pada empat hal mendasar. Pertama, Penguatan Kelembagaan untuk memastikan tata kelola yang solid dan akuntabel. Kedua, Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para amil agar profesional dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya. “Strategi kami bertumpu pada empat pilar utama. Pertama, Penguatan Kelembagaan untuk memastikan akuntabilitas dan tata kelola yang solid. Kedua, Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), di mana para amil harus menerapkan prinsip ProMaNis: Profesional, Amanah, dan Istiqomah dalam setiap tugasnya,” papar Chamdani. Menurutnya, integritas dan komitmen para amil merupakan kunci utama dalam menciptakan pengelolaan zakat yang maksimal dan dipercaya masyarakat. Selain itu, Chamdani menyebutkan pilar ketiga dan keempat, yaitu Penguatan Infrastruktur dan Teknologi untuk efisiensi dan jangkauan yang lebih luas, serta Penguatan Jaringan dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari level nasional hingga daerah. Sebagai landasan operasional, BAZNAS berpegang pada prinsip “3 Aman” dalam pengelolaan dana zakat, yaitu amanah secara syariah, aman secara administrasi, dan aman secara audit. Komitmen ini diperkuat dengan menyusun 9 Resolusi yang akan menjadi pedoman dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS tahun 2025. Resolusi ini dirancang sebagai respons terhadap potret kemiskinan nasional, termasuk kondisi terkini di sejumlah daerah seperti Sumatra Barat, yang membutuhkan penanganan serius. Dengan potensi zakat yang sangat besar, Chamdani meyakini bahwa penguatan sistem melalui empat pilar strategis tersebut akan membuat zakat menjadi instrumen yang lebih efektif dan berdampak signifikan dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan di Indonesia.Kontributor: HumasEditor: RQ
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Rakoda BAZNAS se-Sumatera Barat Usung Tema: Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Sumbar Madani Yang Unggul dan Berkelanjutan
Rakoda BAZNAS se-Sumatera Barat Usung Tema: Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Sumbar Madani Yang Unggul dan Berkelanjutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakerda) 2025. Pertemuan yang dihadiri perwakilan BAZNAS se-Sumbar ini bertujuan untuk mengevaluasi program 2025 sekaligus menyusun rencana kerja strategis untuk tahun 2026. Ketua BAZNAS Sumbar, Buchari, menekankan pentingnya keselarasan program dengan agenda pemerintah daerah. "Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS berkomitmen untuk mendukung kesuksesan program-program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ujarnya di Padang, Senin. Pesan BAZNAS Pusat: Tingkatkan SDM dan Waspada Hoaks Perwakilan BAZNAS Pusat, Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, hadir untuk memberikan pengarahan. Dengan mengusung tema “Menguatkan BAZNAS Mensukseskan Sumbar Madani yang Unggul dan Berkelanjutan”, ia menyoroti dua faktor penentu keberhasilan. Pertama, faktor internal, yaitu kualitas amil. Nur Chamdani mendorong seluruh amil, baik pelaksana maupun pimpinan, untuk menerapkan "PROMANIS": Profesional, Mananah, dan Istiqomah. Peningkatan profesionalisme, kata dia, sangat berpengaruh. Kedua, faktor eksternal. Dia mengingatkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga negara non-struktural berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011 perlu terus disosialisasikan. "BAZNAS bukan ormas," tegasnya. Di era media sosial, Chamdani mengingatkan bahaya hoaks yang dapat merusak reputasi dan visi misi BAZNAS. "Yang jujur dianggap salah, yang berkhianat dianggap benar. Sekuat apa pun program, jika muncul hoaks akan sangat berpengaruh," pesannya. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan APBD untuk penguatan BAZNAS dan berpesan agar seluruh pengelolaan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) berlandaskan azas SAKTA (Syariat Islam, Amanah, Kemanfaatan, Keadilan, Kepastian Hukum, Terintegrasi, dan Akuntabilitas). Program harus dijalankan dengan penuh amanah, dirasakan manfaatnya oleh mustahik (penerima zakat), dilaksanakan secara adil, dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, terintegrasi, dan transparan. Sinergi dan Dukungan Pemerintah Daerah Asisten I Sekda Provinsi Sumbar, Ahmad Zakri, yang mewakili Gubernur, dalam sambutannya menyatakan bahwa Rakerda ini diharapkan dapat memperkuat soliditas dan sinergi antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. "Ditengah tantangan ekonomi, peran BAZNAS menjadi semakin penting. Pemerintah daerah mendukung penuh langkah-langkah BAZNAS. Kami berharap terwujud kolaborasi yang semakin erat agar program lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat," kata Zakri. Ia menambahkan bahwa kontribusi BAZNAS dalam menangani persoalan sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan ekonomi di Sumbar selama ini sangat terasa. Ia juga mendorong BAZNAS untuk terus melakukan evaluasi kerja dan menguatkan strategi di tingkat kabupaten/kota. Kontributor: Humas BAZNAS SB Editor: RQ
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Kirim 14 Truk Bantuan Logistik untuk Masyarakat Palestina
BAZNAS RI Kirim 14 Truk Bantuan Logistik untuk Masyarakat Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama lembaga kemanusiaan asal Mesir, Mishr Al Kheir, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap rakyat Palestina dengan mengirimkan 14 truk bantuan logistik ke Gaza. Sebanyak 20 ribu karton bantuan telah berhasil masuk melalui jalur kemanusiaan. Atas keberhasilan pengiriman bantuan ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Keberhasilan bantuan hingga tiba di Gaza melalui sinergi dengan Mishr Al Kheir ini dinilai sebagai wujud nyata solidaritas kemanusiaan yang efektif dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyambut baik apresiasi dari berbagai pihak, termasuk BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Ia menyatakan bahwa keberangkatan truk bantuan ini adalah bentuk nyata solidaritas bangsa Indonesia. “Alhamdulillah, atas sinergi dengan Mishr Al Kheir, kita dapat kembali mengirimkan 14 truk berisi 20 ribu karton logistik untuk saudara-saudara kita di Gaza. Ini merupakan komitmen BAZNAS untuk terus hadir dan memastikan bantuan umat sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Kamis (25/9/2025). Kiai Noor menambahkan, komitmen ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB yang menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Gaza yang masih menghadapi blokade dan krisis kemanusiaan. “Semoga bantuan yang kita kirimkan bisa menjadi penguat dan penghibur, bahwa mereka tidak sendiri. Umat Islam di Indonesia, melalui BAZNAS, senantiasa mendukung perjuangan rakyat Palestina,” harap Kiai Noor.Kontributor: Humas BAZNAS RIEditor: RQ
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Kantor Digital, Tingkatkan Transparansi dan Layanan Zakat Nasional
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Kantor Digital, Tingkatkan Transparansi dan Layanan Zakat Nasional
BAZNAS RI terus berupaya memperkuat layanan zakat berbasis teknologi dengan mengoptimalkan program Kantor Digital. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan layanan yang lebih transparan dan modern, sekaligus mendorong BAZNAS daerah agar aktif menggunakan platform digital dalam pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Nadratuzzaman Hosen, menyatakan bahwa perkembangan Kantor Digital menunjukkan tren positif dengan adanya peningkatan yang signifikan pada publikasi berita dan donasi. Beliau menekankan bahwa optimalisasi ini bukan sekadar tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana Kantor Digital dapat menjadi alat pelayanan yang merata, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan para pembayar zakat (muzaki) dan penerima manfaat (mustahik) di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Pengajian Selasa Pagi yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI. Prof. Nadra menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk memanfaatkan Kantor Digital sebagai instrumen utama transformasi digital menuju lembaga zakat yang modern, inovatif, amanah, dan inklusif. Di sisi lain, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, menambahkan bahwa versi terbaru Kantor Digital telah dilengkapi dengan berbagai fitur baru seperti menu artikel, newsletter, dan text-to-speech berbasis AI untuk mempermudah akses informasi. Keamanan sistem juga ditingkatkan untuk melindungi data. Platform gratis yang terintegrasi dengan sistem SiMBA ini dirancang sebagai wajah resmi BAZNAS daerah untuk memperluas dan memodernisasi penghimpunan zakat. Berdasarkan evaluasi semester pertama 2025, sebanyak 78 BAZNAS daerah telah aktif menggunakan Kantor Digital, sementara 80 daerah lainnya berada pada kategori moderat. Ditargetkan jumlah Kantor Digital akan mencapai 400 unit pada akhir tahun, dengan lebih dari 22.000 berita yang telah dipublikasikan. Hasil riset mengungkapkan bahwa dampak Kantor Digital terhadap peningkatan penghimpunan zakat justru lebih besar di luar Pulau Jawa, yang menunjukkan potensi besar digitalisasi zakat di daerah. Achmad Setio menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Kantor Digital merupakan kunci untuk meningkatkan penghimpunan zakat, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan memastikan penyaluran zakat yang tepat sasaran.Informasi Pusdiklat 0822-2706-0666Kontributor: RQ
BERITA25/09/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Apresiasi Pengiriman 10 Truk Bantuan ke Gaza, Wujud Kepedulian Umat dari Minang
BAZNAS Sumbar Apresiasi Pengiriman 10 Truk Bantuan ke Gaza, Wujud Kepedulian Umat dari Minang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, berkolaborasi dengan lembaga sosial Mesir, Mishr Al Kheir Foundation, telah menyalurkan 15.000 paket bantuan bahan pokok untuk meringankan penderitaan warga Palestina di Gaza. Bantuan kemanusiaan ini dikirim menggunakan 10 truk yang melintasi jalur darat menuju perbatasan Rafah. Pengiriman bantuan dilakukan dalam dua gelombang; lima truk pertama berangkat dari Kairo pada 19 Agustus 2025, disusul lima truk lagi pada 28 Agustus 2025. Paket bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok yang sangat mendesak bagi masyarakat Gaza yang tengah menghadapi blokade dan kesulitan akses yang parah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus mendukung rakyat Palestina yang mengalami krisis kemanusiaan berkepanjangan. “Alhamdulillah, melalui sinergi dengan Mishr Al Kheir, 15.000 paket bantuan dapat kita kirimkan. Semoga tidak ada halangan dan mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Gaza,” ucap Kiai Noor dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (2/9/2025). Kiai Noor juga menekankan bahwa bantuan yang terkumpul dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat Indonesia, termasuk dari masyarakat Minangkabau yang dikenal dermawan, merupakan amanah yang harus disampaikan kepada yang berhak. “Kami ingin memastikan keberkahan dari donasi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk dari Sumatera Barat, bisa dirasakan secara luas oleh rakyat Palestina,” tambahnya. Menyikati hal ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi langkah strategis BAZNAS RI tersebut. Masyarakat Minang yang memiliki semangat “Adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah” dan jiwa sosial yang tinggi turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan global ini melalui channel BAZNAS yang terpercaya. Sementara di lapangan, Direktur Pengumpulan BAZNAS RI, Faisal Qosim, Lc., yang berada di Mesir, melaporkan bahwa timnya bersama KBRI Kairo memantau langsung proses pengiriman hingga ke titik pemeriksaan pertama di Nafaq, sebelum memasuki terowongan Laut Merah menuju El Arish dan Rafah. “Dari titik ini, kawasan sudah masuk zona merah sehingga tidak ada pihak tanpa izin yang boleh masuk. Ke-10 truk bantuan ini akan bergabung dengan konvoi nasional sebanyak 5.000 truk yang dikoordinir oleh Kementerian Sosial Republik Arab Mesir,” jelas Faisal. Kontributor: BAZNAS Editor: RQ
BERITA03/09/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Raih Tiga Penghargaan Prestisius dalam BAZNAS Award 2025
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Raih Tiga Penghargaan Prestisius dalam BAZNAS Award 2025
Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menunjukkan komitmen dan kinerja luar biasa dalam pengelolaan zakat nasional dengan meraih tiga penghargaan sekaligus dalam gelaran BAZNAS Award 2025. Acara prestisius yang diselenggarakan oleh BAZNAS Pusat ini berlangsung pada Kamis, 28 Agustus 2025, bersamaan dengan kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) BAZNAS RI tahun 2025. Ketiga award yang berhasil dibawa pulang oleh BAZNAS Sumbar adalah BAZNAS Provinsi Program Kemanusiaan Terbaik, BAZNAS Provinsi Pelaporan Terbaik, dan BAZNAS Provinsi dengan Tindak Lanjut Implementasi SOP Terbaik. Penerimaan penghargaan ini dilakukan langsung oleh perwakilan BAZNAS Sumbar, Dr. H. Buchari, M.M.Ag. (Ketua) dan Dr. Busral, S.Ag., M.A. (Wakil Ketua II), di hadapan seluruh perwakilan BAZNAS se-Indonesia. Komparasi dan Edukasi: Pilar Pengelolaan Zakat Modern Pencapaian ini tidak lepas dari pendekatan strategis dan integritas tinggi dalam tata kelola keuangan publik. Pertama, gelar Program Kemanusiaan Terbaik menunjukkan bahwa efektivitas penyaluran dana zakat tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi lebih pada kualitas dampak dan keberlanjutannya. Sumbar berhasil mendemonstrasikan bagaimana dana zakat dapat mentransformasi kehidupan mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) melalui program yang terukur, tepat sasaran, dan inovatif, seperti pendampingan usaha mikro yang komprehensif dan penanganan bencana yang responsif. Kedua, penghargaan Pelaporan Terbaik menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dalam konteks pengelolaan zakat nasional, laporan keuangan yang transparan dan auditable bukan hanya kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada publik. Pencapaian Sumbar dalam hal ini menjadi benchmark bahwa good governance dalam zakat akan langsung berkorelasi dengan peningkatan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakatnya melalui lembaga yang terpercaya. Ketiga, gelar Tindak Lanjut Implementasi SOP Terbaik menggarisbawahi pentingnya standarisasi dan konsistensi dalam setiap lini operasional. SOP (Standard Operating Procedure) yang baik tanpa implementasi dan evaluasi yang berkelanjutan hanya akan menjadi dokumen tanpa roh. Keberhasilan Sumbar membuktikan bahwa komitmen untuk terus mereview, memperbaiki, dan menindaklanjuti setiap prosedur operasional adalah kunci dari layanan yang profesional dan terpercaya. Hal ini menciptakan ekosistem zakat yang minim risiko dan berorientasi pada continuous improvement. Komitmen untuk Kemaslahatan Umat Dalam sambutannya usai menerima penghargaan, Dr. H. Buchari, M.M.Ag. menyampaikan bahwa ketiga penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS Sumbar dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Minangkabau. “Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan pemacu semangat untuk terus berbuat lebih baik. Ini adalah bukti bahwa semangat ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’ yang kita pegang teguh di Ranah Minang, mampu diimplementasikan dalam pengelolaan zakat yang modern, akuntabel, dan berdaya guna tinggi untuk kemaslahatan umat,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Busral menambahkan bahwa integrasi antara kekuatan kultural seperti prinsip musyawarah dan gotong royong dengan prinsip governance modern telah menjadi resep sukses Sumbar. “Kami fokus pada tiga pilar: trust (kepercayaan) melalui transparansi, impact (dampak) melalui program yang tepat, dan professionalism melalui SOP. Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan BAZNAS kabupaten/kota, juga menjadi faktor penentu,” jelasnya. Kemenangan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam tiga kategori kunci ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dan memperkuat posisi zakat sebagai instrument strategis untuk pengentasan kemiskinan, pemerataan ekonomi, dan pembangunan bangsa yang berkelanjutan.Kontributor: HumasEditor: RQ
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dukung Gerakan Zakat Indonesia, Pemprov Sumbar Raih BAZNAS Awards 2025
Dukung Gerakan Zakat Indonesia, Pemprov Sumbar Raih BAZNAS Awards 2025
JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang BAZNAS Awards 2025, Sumatera Barat meraih penghargaan dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, pada acara penganugerahan yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8/2025). Kehadiran Sumbar dalam daftar penerima penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mendukung gerakan zakat sebagai pilar penting kesejahteraan umat. “Apresiasi ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh masyarakat Sumbar yang selalu menjaga semangat berbagi dan peduli. InsyaAllah, zakat akan terus kita jadikan kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan dan keadilan sosial,” ujar Wakil Gubernur Sumbar usai menerima penghargaan. BAZNAS Awards merupakan ajang tahunan yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memberikan penghargaan kepada tokoh, lembaga, dan pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendorong optimalisasi zakat di Indonesia.Dengan capaian ini, Sumatera Barat kembali mengharumkan nama daerah di kancah nasional sekaligus memperkuat peran zakat sebagai gerakan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. (Adpsb/BM)Sumber: "www.beritaminang.com"
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
Optimalkan Dana ZIS, BAZNAS RI Luncurkan UPZ Desa Seluruh Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa di seluruh Indonesia. UPZ Desa adalah unit organisasi bentukan BAZNAS yang berfungsi untuk memudahkan penghimpunan zakat di tingkat desa dan kelurahan. Peluncuran ini diumumkan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Award 2025 yang mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung ASTACITA”, yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (26/08/2025). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad MA, menyatakan bahwa peluncuran UPZ Desa bertujuan untuk mengoptimalkan dana ZIS agar selaras dengan tiga prinsip Aman BAZNAS: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Beliau menekankan bahwa kehadiran UPZ Desa akan memberikan dampak signifikan bagi pengelolaan zakat nasional. Kiai Noor juga mengungkapkan bahwa saat ini telah tercatat 2.536 UPZ tingkat kecamatan, 12.728 UPZ desa/kelurahan, dan 41.504 UPZ masjid, yang kesemuanya bertugas menghimpun dan mengelola dana ZIS. Potensi penghimpunan dana dinilai masih sangat besar mengingat masih banyak desa yang akan membentuk UPZ. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan zakat dan meningkatkan jumlah mustahik yang merasakan manfaatnya. Melalui Rakornas dan BAZNAS Award 2025, diharapkan seluruh UPZ dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.Editor: BAZNASKontributor: RQ
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
BAZNAS RI Luncurkan AAZRI, Perkuat Peran Amil Demi Optimalisasi Potensi Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI). Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran para amil zakat dari tingkat pusat hingga desa. Penguatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi zakat nasional untuk mendukung program Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045. Peluncuran AAZRI dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta, Selasa (26/8/2025). Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, dan Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, dengan diikuti oleh 1.200 peserta perwakilan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Dalam sambutannya, Kiai Noor menyatakan bahwa pendirian AAZRI adalah wujud komitmen BAZNAS dalam memberdayakan peran amil sekaligus mendukung suksesnya Asta Cita. Ia memproyeksikan, dengan setiap desa memiliki sekitar lima amil yang tergabung, maka dari 80 ribu desa akan terkumpul sekitar 400 ribu amil. Jumlah ini dapat mencapai satu juta orang jika ditambah dengan amil di tingkat kota dan provinsi. Gagasan pembentukan asosiasi ini, menurut Kiai Noor, lahir setelah berkonsultasi dengan Menteri Agama RI. Ia meyakini bahwa semakin banyak jumlah amil, maka semakin besar pula peluang penghimpunan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Hal ini sejalan dengan target RPJPN sebesar Rp66 triliun pada 2026 yang diyakininya dapat tercapai. Keberadaan amil dalam jumlah besar dinilai krusial untuk menjangkau lebih banyak sumber dana zakat yang belum tergarap optimal. Lebih dari sekadar wadah formal, Kiai Noor menekankan bahwa AAZRI akan berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas dan integritas amil di seluruh tanah air. Melalui asosiasi ini, potensi besar zakat Indonesia diharapkan dapat digerakkan secara lebih maksimal untuk membangun kesejahteraan rakyat. Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang hadir dalam kesempatan yang sama, menyambut positif peluncuran AAZRI. Menurutnya, langkah BAZNAS ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan bangsa. Muzani memberikan ilustrasi bahwa dengan satu juta amil yang masing-masing berhasil menghimpun Rp10 juta, maka akan terkumpul dana sebesar Rp10 triliun yang dapat langsung dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat di daerah. Muzani menilai profesi amil zakat adalah pekerjaan yang mulia dan memiliki nilai strategis dalam pembangunan bangsa, bahkan menyebut mereka sebagai "pahlawan-pahlawan Indonesia" yang berjuang menuju seabad Republik Indonesia. Ia menambahkan bahwa upaya BAZNAS ini merupakan bentuk konkret pemanfaatan otoritas negara untuk menyejahterakan rakyat dan mempercepat tercapainya tujuan bernegara, yaitu memiliki rakyat yang kuat, sehat, sejahtera, dan berdaya. Editor: BAZNAS Kontributor: RQ
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Rakornas BAZNAS 2025, Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil
Rakornas BAZNAS 2025, Ketua MPR Apresiasi Peran BAZNAS Melindungi Rakyat Kecil
Jakarta, 26 Agustus 2025 – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, H. Ahmad Muzani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas kontribusinya dalam membantu negara melindungi masyarakat kurang mampu dan mereka yang membutuhkan. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2025. Muzani menegaskan bahwa menurut Undang-Undang Dasar (UUD), tanggung jawab untuk mengurus kelompok rentan seperti fakir, miskin, dan anak terlantar, serta masalah kesehatan dan ekonomi rakyat, berada di pundak negara. Lebih lanjut, Muzani memaparkan bahwa negara menjalankan tanggung jawab tersebut melalui dua cara utama. Pertama, melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan berbagai program pemerintah. Kedua, dengan membentuk dan memberikan mandat kepada lembaga-lembaga tertentu, salah satunya adalah BAZNAS, untuk mengelola dana zakat guna membantu masyarakat miskin. “BAZNAS adalah lembaga yang diberi mandat oleh negara. Tindakan yang dilakukan BAZNAS merupakan bentuk bantuan kepada negara untuk mempercepat tercapainya tujuan-tujuan bernegara,” jelas Muzani. Ia menambahkan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan militernya, tetapi juga dari kemakmuran rakyatnya. Tujuan bernegara adalah mewujudkan rakyat yang merdeka dan terbebas dari belenggu kemiskinan. “Negara akan menjadi kuat bukan hanya karena tentara dan polisi yang tangguh, tetapi juga karena memiliki rakyat yang bebas dari hutang, sehat, sejahtera, memiliki pekerjaan, dan berkecukupan secara ekonomi,” tegasnya. “BAZNAS memiliki bagian dalam tanggung jawab tersebut. Oleh karena itu, Rakornas hari ini merupakan upaya untuk memperkuat BAZNAS dalam mendukung program Asta Cita menuju Indonesia yang merdeka,” tambah Muzani. Acara pembukaan Rakornas turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., beserta jajaran pimpinan dan perwakilan BAZNAS dari seluruh Indonesia. Editor: BAZNASKontributor: RQ
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Sukseskan Asta Cita, Menag RI Buka Rakornas BAZNAS 2025
Sukseskan Asta Cita, Menag RI Buka Rakornas BAZNAS 2025
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta pada Selasa (26/8/2025). Acara tahunan ini mengangkat tema “Menguatkan BAZNAS, Menyukseskan Asta Cita” sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan nasional untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, yaitu Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ketua MUI KH. Anwar Iskandar, Wakil Kepala Perwakilan RI Kedubes Indonesia untuk Mesir M. Zaim A. Nasution, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, beserta para pimpinan dan perwakilan BAZNAS dari tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menekankan bahwa Rakornas ini merupakan momen yang strategis untuk menyelaraskan program zakat dengan Asta Cita, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung dan nyata bagi terciptanya kesejahteraan yang merata untuk umat. Kiai Noor menyatakan bahwa tema rakornas mengandung pesan agar zakat dapat menjadi alat transformasi sosial yang mempercepat tercapainya kesejahteraan umat dan mendukung suksesnya Asta Cita. Dukungan BAZNAS diwujudkan melalui berbagai program konkret yang selaras dengan upaya pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, serta pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Melalui forum ini, BAZNAS bertekad untuk terus bersinergi dengan pemerintah, sektor usaha, dan masyarakat madani untuk memastikan zakat menjadi pilar penting dalam mewujudkan Asta Cita dan mempercepat pencapaian Indonesia Emas 2045. Kiai Noor juga memaparkan capaian kinerja BAZNAS, dimana penghimpunan zakat nasional mengalami peningkatan signifikan dari Rp12,43 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp40,53 triliun di tahun 2024. Di level pusat, pengumpulan dana meningkat dari Rp517 miliar (2021) menjadi Rp1,12 triliun (2024), dengan menargetkan Rp1,35 triliun pada 2025. Jumlah muzaki juga terus bertambah menjadi 28,46 juta jiwa pada 2024, yang mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Di sisi tata kelola, BAZNAS terus melakukan penguatan melalui transformasi digital, peningkatan kualitas amil, dan koordinasi nasional. Indeks Zakat Nasional (IZN) bahkan telah diakui Bappenas sebagai salah satu indikator pembangunan daerah. Pada tingkat global, BAZNAS aktif berkontribusi dalam aksi kemanusiaan untuk Palestina, hingga Juli 2025 telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp375 miliar dan menyalurkan Rp120 miliar untuk membantu lebih dari 670 ribu penerima manfaat di Gaza, sehingga logo BAZNAS kini dikenal di kancah internasional sebagai simbol kepedulian Indonesia. Dalam Rakornas 2025 juga diselenggarakan BAZNAS Awards yang memberikan hampir 1.000 penghargaan kepada berbagai pihak, termasuk BAZNAS daerah, LAZ, tokoh publik, dan mitra perusahaan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Kiai Noor berharap rakornas ini dapat melahirkan langkah-langkah nyata untuk memajukan pengelolaan zakat di Indonesia, yang bukan hanya sebagai ibadah individu tetapi juga sebagai bentuk gotong royong bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial. Rakornas ini juga menandai berakhirnya periode kepemimpinan BAZNAS 2020–2025. Kiai Noor berpesan agar estafet kepemimpinan berikutnya dapat menjaga dan mengembangkan inovasi yang telah ada, serta memohon doa dan dukungan untuk kemajuan BAZNAS ke depan. Turut hadir dalam rakornas para pimpinan bidang di BAZNAS RI, yaitu Hj. Saidah Sakwan, MA (Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM (Bidang Pengumpulan), Kol. Caj. (Purn) KH. Nur Chamdani (Bidang SDM, Keuangan dan Umum), Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec. (Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan), KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, CFRM (Bidang Koordinasi Nasional), Prof. Ir. KH. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S, M.Ec, Ph.D. (Bidang Transformasi Digital Nasional), Deputi 1 M. Arifin Purwakananta, dan Deputi 2 Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si. Editor: BAZNASKOntributor: RQ
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BAZNAS RI Siap Gelar Rakornas dan BAZNAS Awards 2025
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BAZNAS RI Siap Gelar Rakornas dan BAZNAS Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI akan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 di Jakarta pada tanggal 26-29 Agustus 2025. Acara ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dan misi zakat nasional dengan program pembangunan pemerintah, Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Rakornas yang akan dihadiri oleh 1.200 peserta dari seluruh Indonesia ini akan membahas berbagai isu strategis, seperti penguatan kelembagaan zakat, transformasi digital, integrasi data, dan peningkatan dampak zakat bagi kesejahteraan masyarakat. Acara ini juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Agama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dan Ketua MPR RI. Selain sebagai ajang koordinasi, Rakornas 2025 akan menjadi momentum konsolidasi untuk menyusun Rencana Strategis BAZNAS 2025–2029 dan meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI). Salah satu fokus penting lainnya adalah membahas komitmen kemanusiaan global BAZNAS, termasuk laporan terkini mengenai program bantuan untuk Palestina. Pada puncak acara, BAZNAS Awards 2025 akan memberikan apresiasi kepada berbagai pihak, seperti kementerian/lembaga, kepala daerah, serta BAZNAS dan LAZ dari seluruh Indonesia, yang dinilai berprestasi dalam pengelolaan zakat. Melalui serangkaian kegiatan ini, BAZNAS menegaskan peran zakat sebagai instrumen vital dalam pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi, dan pencapaian tujuan nasional menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.Editor: BAZNAS RIKontributor: RQ
BERITA25/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Gelar Konsolidasi Persiapan Sosialisasi Zakat ke Sekolah-Sekolah
BAZNAS Sumbar Gelar Konsolidasi Persiapan Sosialisasi Zakat ke Sekolah-Sekolah
Padang, 15 Agustus 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat konsolidasi dan persiapan sosialisasi zakat ke sekolah-sekolah bersama sejumlah pihak terkait. Kegiatan ini berlangsung pada Jum'at (15/8/2025) di Ruang Meeting Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumbar, BAZNAS Sumbar, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Sumatera Barat. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyusun strategi efektif dalam menyosialisasikan pentingnya zakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Kepala BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam sambutannya menekankan, "Pendidikan tentang zakat harus dimulai sejak dini. Melalui sekolah, kami ingin menanamkan kesadaran berzakat sebagai bagian dari kewajiban umat Islam sekaligus bentuk kepedulian sosial." Sosialisasi zakat ke sekolah-sekolah nantinya akan mencakup pemahaman dasar zakat, tata cara penghitungan, serta manfaatnya bagi masyarakat. UPZ Dinas Pendidikan Sumbar juga akan berperan aktif dalam memfasilitasi program ini di tingkat sekolah. Dengan sinergi antarinstansi ini, diharapkan kesadaran berzakat di kalangan pelajar dan tenaga pendidik di Sumatera Barat semakin meningkat, sekaligus mendukung pengoptimalan pendistribusian zakat untuk kesejahteraan umat.
BERITA15/08/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Gelar Bimbingan Teknis Implementasi SOP Pengelolaan Zakat untuk Penguatan Tata Kelola yang Akuntabel
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Gelar Bimbingan Teknis Implementasi SOP Pengelolaan Zakat untuk Penguatan Tata Kelola yang Akuntabel
Padang, [24/06] – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengelolaan Zakat guna memperkuat sistem pengelolaan zakat yang transparan, efisien, dan berintegritas. Acara ini dihadiri oleh jajaran BAZNAS kabupaten/kota se-Sumatera Barat, para amil zakat, serta pemangku kepentingan terkait. Sambutan Pembuka: Pentingnya SOP dalam Penguatan Lembaga Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Kolonel CAJ (Purn.) Drs. H. Nur Chamdani. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendistribusian dan pengelolaan zakat harus berpedoman pada SOP yang jelas. "Pendistribusian harus berdasarkan SOP, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa. Peran SOP sangat vital bagi organisasi, termasuk BAZNAS," ujarnya. Beliau juga mengingatkan bahwa perkembangan BAZNAS harus diimbangi dengan penguatan sistem. "Dulu, BAZNAS tidak banyak diperhatikan. Namun, seiring kemajuan dan perkembangannya, lembaga ini kini menjadi sorotan publik. Oleh karena itu, BAZNAS harus terus memperkuat pertahanan internalnya, salah satunya melalui implementasi SOP ini," tegasnya. Lebih lanjut, beliau menyebut bahwa SOP merupakan bagian integral dari prinsip 3A (Aman Syar'i, Aman NKRI, Aman Regulasi) yang menjadi landasan BAZNAS. "Dengan SOP yang kuat, kita memastikan bahwa setiap langkah pengelolaan zakat memenuhi aspek syariah, hukum negara, dan regulasi yang berlaku," tambahnya. SOP sebagai Bagian Reformasi Birokrasi Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M.M.Ag., menjelaskan bahwa SOP adalah instrumen kunci dalam reformasi birokrasi. "SOP memberikan panduan tertulis yang baku untuk setiap proses organisasi, mencakup prosedur, waktu, pelaksana, dan tanggung jawab. Ini sejalan dengan tujuan reformasi birokrasi, yakni menciptakan aparatur yang berintegritas dan berorientasi pelayanan prima," jelasnya. Beliau juga menyebutkan bahwa perubahan tata laksana BAZNAS diarahkan untuk menciptakan sistem yang efektif dan efisien, dengan SOP Pengelolaan Zakat (SOP PZ) sebagai salah satu wujud nyatanya. Kegiatan ini tidak hanya sekadar sosialisasi, tetapi juga pendalaman teknis pelaksanaan SOP, mulai dari pengumpulan, pendistribusian, hingga pelaporan. Dengan adanya SOP yang jelas, diharapkan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan jajarannya dapat meningkatkan kualitas layanan serta akuntabilitas pengelolaan dana zakat. "Dengan SOP yang terstandarisasi, kami yakin BAZNAS Sumatera Barat dapat menjadi contoh dalam pengelolaan zakat yang profesional dan berintegritas," tutup Dr. Buchari. Narasumber Bimbingan Teknis: Penguatan Sistem dan Prosedur Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten dari BAZNAS Pusat: Dr. Ahmad Hambali, S.Ag., M.H. (Kepala Direktorat Perencanaan, ZIS, DSKL Nasional) Menekankan pentingnya standarisasi dalam pengelolaan zakat. "Struktur pengadaan harus diperkuat dengan SOP yang jelas, terutama dalam hal pengumpulan, penyaluran, dan pengadaan barang/jasa. Ini untuk memastikan konsistensi dan akuntabilitas di semua tingkatan," paparnya. Ibu Resti Vurwain, S.E., Ak. (Kepala Divisi Sistem dan Prosedur) Memaparkan teknis penyusunan dan implementasi SOP. "SOP bukan sekadar dokumen, tapi panduan operasional yang harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh pihak. Kami akan memandu BAZNAS daerah dalam menerapkan SOP secara efektif," jelasnya. Fahri Hasari Siregar, S.H. (Divisi Sistem dan Prosedur/SISDUR, Direktorat Perencanaan, ZIS, DSKL Nasional) Menjelaskan aspek hukum dan regulasi dalam SOP. "Setiap prosedur harus selaras dengan peraturan perundang-undangan, termasuk UU tentang Pengelolaan Zakat, untuk meminimalisir risiko hukum," ungkapnya. Diskusi dan Komitmen Bersama Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, di mana peserta menyampaikan masukan dan komitmen untuk menerapkan SOP secara konsisten. Dengan panduan yang terstandarisasi, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bertekad meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat. Humas BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Editor: RQ Kontributor: MAF & NW
BERITA25/06/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Tes Seleksi Calon Amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat 2025: Semangat Melayani Umat di Ranah Minang
Tes Seleksi Calon Amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat 2025: Semangat Melayani Umat di Ranah Minang
Padang, Kamis (12/6) Aula STAI PIQ SUMBAR yang beralamat di Jl. Dr. Abdullah Ahmad No. 2, Padang, menjadi saksi semangat para pejuang kebaikan dalam mengikuti Tes Seleksi Calon Amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025. Suasana terasa khidmat dan penuh harap. Puluhan peserta dari berbagai latar belakang datang dengan niat yang sama mengabdikan diri untuk umat, melalui lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah di ranah Minang tercinta. Menjadi amil bukan hanya profesi, tapi amanah. Amanah untuk menjaga kepercayaan, mengelola titipan umat, dan memastikan manfaatnya sampai pada yang berhak. Kami tahu, tak mudah melewati setiap tahapan. Tes ini menguji lebih dari sekadar kemampuan teknis juga menguji niat, integritas, dan keteguhan hati. Tapi di balik setiap tantangan, selalu ada kemuliaan menanti. Sebab Allah tak pernah menyia-nyiakan setiap langkah ikhlas yang diambil dengan niat lillah. Kepada seluruh peserta, tetaplah semangat dan bersabar. Apapun hasilnya nanti, yakinlah bahwa niat baik ini sudah dicatat sebagai amal. Teruslah berikhtiar dan tawakkal karena rezeki terbaik akan datang di waktu yang paling tepat, dengan cara yang paling indah. Terima kasih kepada seluruh panitia, pengawas, serta pihak STAI PIQ SUMBAR yang telah memfasilitasi pelaksanaan tes ini dengan lancar dan tertib. Semoga Allah SWT memberikan hasil terbaik bagi semuanya dan menjadikan proses ini sebagai wasilah kebaikan bagi BAZNAS SUMBAR dan masyarakat luas. Menjadi Amil, Menjadi Pelayan Umat. Kontributor: IO & HKEditor: RQ
BERITA12/06/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Rumah REDHA dan BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis 
Rumah REDHA dan BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis 
Rumah Sehat BAZNAS Siti Masyithah Palu bekerja sama dengan Rumah REDHA melaksanakan kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak kaum dhuafa di Desa Labuan Salumbobe, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sebanyak 64 anak usia 5-12 tahun dari desa Labuan, Labuan Panitia, Labuan Lelea, dan Labuan Salumbobe menjadi penerima manfaat kegiatan ini. Tim dari Rumah Sehat BAZNAS Palu terdiri dari 13 orang, dengan rincian lima operator, tiga asisten operator, satu tenaga farmasi, dan empat non-medis. Proses khitan dilakukan dengan metode laser dan manual serta berjalan dengan tertib dan aman. Seluruh peserta telah menyerahkan fotokopi kartu keluarga dan menandatangani formulir persetujuan khitan. Selain tindakan medis, anak-anak juga menerima obat serta edukasi mengenai perawatan pasca khitan. Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan bertujuan untuk mendukung pertumbuhan anak yang sehat dan sholeh sesuai ajaran Islam. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi mustahik. Kontributor: Abdullah Azzam Editor: YMK
BERITA05/06/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Barat.

Lihat Daftar Rekening →