WhatsApp Icon
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi di Masjid Raudhatul Illahi, Kalampaian, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada pagi hari, Kamis (28/5/2026).

 

Dua ekor sapi tersebut merupakan hewan kurban yang diterima oleh BAZNAS RI dan diamanahkan kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk disalurkan di wilayah yang tidak melaksanakan kurban atau memiliki keterbatasan hewan kurban. Berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kebutuhan masyarakat, daerah Kalampaian, Bungus Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kurban tahun ini.

 

Berdasarkan keterangan dari UPT Puskeswan Dharmasraya, kedua hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih. Adapun rincian hewan kurban tersebut yakni sapi pertama berjenis Sapi Bali, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 273 kilogram. Sementara sapi kedua berjenis Sapi Bali x Lim, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 260 kilogram.

 

Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat setempat. Sebanyak 200 penerima manfaat menerima kantong daging kurban dari dua ekor sapi tersebut.

 

Pelaksanaan kegiatan ini dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, selaku Person In Charge (PIC) Mitra Pelaksana KBB 1477/2026. Adapun Ketua Panitia Kurban dipercayakan kepada Muhammad Afdal selaku Kepala Pelaksana beserta staf yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan.

 

Melalui program kurban ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim pelaksanaan kurban, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


#KurbanBerdayakanDesa

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat, khususnya pada aspek penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman serta strategi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di tingkat provinsi.

 

Dalam pertemuan tersebut, jajaran BAZNAS Provinsi Bengkulu menggali berbagai informasi terkait keberhasilan BAZNAS Sumatera Barat dalam meningkatkan penghimpunan zakat yang dinilai lebih tinggi dibandingkan daerahnya. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai strategi penghimpunan yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat, mulai dari penguatan jejaring Unit Pengumpul Zakat (UPZ), intensifikasi sosialisasi zakat, hingga inovasi dalam layanan kepada muzaki. Pendekatan kolaboratif serta inovatif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pengumpulan zakat di wilayah tersebut.

 

Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS provinsi dengan berbagai UPZ di instansi pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Dengan banyaknya UPZ yang aktif, penghimpunan zakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan menjangkau lebih banyak muzaki.

 

Sementara itu, pihak BAZNAS Bengkulu menyampaikan bahwa meskipun di daerahnya telah terdapat regulasi berupa Peraturan Gubernur terkait pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), capaian penghimpunan zakat masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa potensi zakat profesi ASN di Provinsi Bengkulu cukup besar, namun realisasi penghimpunannya masih terbatas karena belum seluruh ASN menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.

 

Selain aspek penghimpunan, diskusi juga menyoroti perbedaan sistem pendistribusian zakat. BAZNAS Sumatera Barat telah lebih banyak menggunakan sistem transaksi non-tunai atau digital melalui perbankan untuk penyaluran bantuan kepada mustahik. Pendekatan ini dinilai lebih transparan, akuntabel, serta memudahkan proses pencatatan dan pelaporan keuangan.

 

Sebaliknya, BAZNAS Bengkulu masih banyak menggunakan sistem penyaluran secara tunai kepada para mustahik. Oleh karena itu, melalui kunjungan ini BAZNAS Bengkulu juga mempelajari berbagai mekanisme digitalisasi penyaluran yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat agar ke depan pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara lebih modern dan efisien.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar BAZNAS provinsi serta menjadi sarana pertukaran pengalaman dalam mengoptimalkan potensi zakat daerah. Dengan berbagai strategi penghimpunan yang efektif serta penguatan sistem digital dalam pendistribusian, pengelolaan zakat diharapkan semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang adaptif serta mampu merespons berbagai perubahan dan tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

 

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang diselenggarakan bersama ParagonCorp di Universitas Andalas, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang adaptif dan berdaya saing.

 

Ia turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya perluasan pemanfaatan zakat produktif, termasuk dalam bentuk beasiswa pendidikan. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari sisi pengumpulan zakat untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil dan karier pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dari setiap keputusan yang diambil.

 

Menurut Buchari, seorang pemimpin perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan perannya. Ia menyebutkan tiga nilai utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu empati, solidaritas, dan keadilan sosial.

 

Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Meski kerap dianggap sebagai hambatan dalam proses pengambilan keputusan, Buchari menilai nilai-nilai tersebut justru menjadi kekuatan dalam kepemimpinan modern.

 

“Pemimpin yang memiliki kepedulian sosial biasanya lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Buchari juga menambahkan bahwa pemimpin ideal adalah mereka yang mampu meraih keberhasilan tanpa meninggalkan nurani, serta tetap menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam setiap langkah.

 

Ia menilai pengalaman hidup, termasuk menghadapi berbagai kesulitan, dapat membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan penuh empati.

 

“Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Terlebih bagi penerima beasiswa yang pernah mengalami kesulitan atau terdampak bencana. Ketika seseorang yang dahulu membutuhkan bantuan kemudian mendapat dukungan, misalnya dari ParagonCorp melalui BAZNAS, lalu tumbuh menjadi seorang pemimpin, maka ia akan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai sosial tersebut,” jelasnya.

 

Buchari berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang terus terjaga ketika seseorang berada pada posisi kepemimpinan, sehingga keberhasilan yang diraih tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi BAZNAS dan ParagonCorp Perkuat Akses Pendidikan Mahasiswa di Sumatra

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama ParagonCorp memperkuat upaya peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, ParagonCorp menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp1,5 miliar yang diperuntukkan bagi berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk dukungan beasiswa bagi 214 mahasiswa dari Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Ketua BAZNAS Kota Padang, Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, Mentor Universitas Andalas, Herlambang, serta sekitar 1.000 mahasiswa yang mengikuti kegiatan secara hybrid.

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Ia menilai dukungan dari sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat dampak program tersebut.

 

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, BAZNAS mengapresiasi komitmen ParagonCorp yang menyalurkan zakat perusahaan sekaligus turut mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana.

 

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS terus memperluas cakupan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan jaringan pendidikan hingga ke luar negeri, seperti Rusia dan kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Langkah tersebut juga sejalan dengan misi Asta Cita poin empat dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Idy menambahkan, pemanfaatan zakat secara produktif terbukti dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terlihat dari sejumlah alumni BCB yang telah berkontribusi di berbagai sektor, baik di bidang publik, swasta, maupun sosial.

 

Bahkan, sebagian alumni telah bertransformasi menjadi muzaki dan kembali menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat. Ia menilai hal tersebut sebagai siklus kebaikan yang terus dibangun melalui jalur pendidikan, dari mustahik menjadi muzaki.

 

BAZNAS berharap kerja sama antara BAZNAS dan ParagonCorp dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

 

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan ParagonCorp atas komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

 

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

 

“Tidak boleh ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Human Resource Business Partner Lead DC Padang dan Bukittinggi ParagonCorp, Elsa Mayori, menyampaikan bahwa pihaknya kembali mempercayakan penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar pada tahun ini.

 

Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program, di antaranya Musala Berseri, Beasiswa Cendekia BAZNAS, serta bantuan paket logistik keluarga yang difokuskan untuk wilayah Sumatra.

 

Elsa berharap program Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kapasitas, serta meraih berbagai prestasi di masa depan.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Salurkan Santunan kepada 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian dan upaya untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

 

Sebelumnya, BAZNAS RI juga telah menurunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) sejak awal kejadian untuk membantu proses evakuasi korban serta memberikan pertolongan medis awal sebelum para korban dirujuk ke rumah sakit terdekat. Selain itu, berbagai dukungan lain turut disalurkan, mulai dari layanan kesehatan, mobil ambulans, hingga bantuan logistik berupa makanan ringan dan air minum bagi para korban kecelakaan.

 

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam situasi darurat melalui unit tanggap bencana yang dimiliki BAZNAS.

 

“Untuk korban yang meninggal dunia berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan kepada masing-masing keluarga sebesar Rp3 juta,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman korban kecelakaan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

 

Ia menambahkan, BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki misi kemanusiaan telah membentuk unit tanggap bencana yang siap bergerak setiap saat. Tahun ini, BAZNAS juga memperkuat layanan tersebut dengan menambah unit tanggap duafa guna memberikan respons yang lebih cepat dan komprehensif terhadap berbagai kondisi darurat.

 

“Dalam setiap peristiwa bencana, begitu kejadian terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan yang diperlukan di lapangan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan bahwa selain santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, BAZNAS juga menyalurkan bantuan kepada korban lain yang terdampak oleh peristiwa tersebut.

 

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada tahap awal penanganan. BAZNAS membuka peluang untuk memberikan dukungan lanjutan, terutama bagi anak-anak yatim yang terdampak dan membutuhkan perhatian lebih.

 

Menurutnya, BAZNAS memiliki beragam program yang dapat disinergikan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari bantuan tanggap bencana, layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga program pemberdayaan usaha kecil bagi keluarga terdampak.

 

“Apabila terdapat anak yatim dan kondisi tempat tinggalnya tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” ujar Sodik.

 

Ia juga memastikan bahwa tim BAZNAS telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus memberikan dukungan hingga seluruh proses penanganan selesai. “Sebagai tambahan, sebelumnya kami hanya memiliki tim tanggap bencana, namun kini telah diperkuat dengan tim tanggap duafa,” tambahnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan berbagai unsur untuk membantu penanganan dampak kecelakaan di Bekasi, di antaranya BAZNAS, Damkar, BNPB Jakarta, serta PMI.

 

“Sejak malam kejadian saya langsung memerintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Terkait kompensasi atau bantuan kepada keluarga korban, Insya Allah sudah berjalan, khususnya bagi warga DKI Jakarta. BAZNAS juga telah memberikan bantuan. Dalam kondisi seperti ini, kita tentu hadir memberikan dukungan, termasuk hingga proses pemakaman,” ujar Rano.

 

Sementara itu, Halimah, anak dari salah satu korban kecelakaan yang juga merupakan istri dari amil BAZNAS RI, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS kepada keluarganya.

 

Dalam peristiwa tersebut, salah satu korban bernama Nuryati (65) diketahui meninggalkan delapan orang anak dan enam orang cucu.

 

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari penyediaan ambulans hingga santunan uang duka. Terima kasih juga atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada keluarga kami,” ungkap Halimah.

 

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut mendoakan agar para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS RI dalam membantu para korban dan keluarga terdampak.

29/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi di Masjid Raudhatul Illahi, Kalampaian, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada pagi hari, Kamis (28/5/2026). Dua ekor sapi tersebut merupakan hewan kurban yang diterima oleh BAZNAS RI dan diamanahkan kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk disalurkan di wilayah yang tidak melaksanakan kurban atau memiliki keterbatasan hewan kurban. Berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kebutuhan masyarakat, daerah Kalampaian, Bungus Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kurban tahun ini. Berdasarkan keterangan dari UPT Puskeswan Dharmasraya, kedua hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih. Adapun rincian hewan kurban tersebut yakni sapi pertama berjenis Sapi Bali, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 273 kilogram. Sementara sapi kedua berjenis Sapi Bali x Lim, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 260 kilogram. Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat setempat. Sebanyak 200 penerima manfaat menerima kantong daging kurban dari dua ekor sapi tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, selaku Person In Charge (PIC) Mitra Pelaksana KBB 1477/2026. Adapun Ketua Panitia Kurban dipercayakan kepada Muhammad Afdal selaku Kepala Pelaksana beserta staf yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan. Melalui program kurban ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim pelaksanaan kurban, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. #KurbanBerdayakanDesa
BERITA29/05/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat, khususnya pada aspek penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman serta strategi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di tingkat provinsi. Dalam pertemuan tersebut, jajaran BAZNAS Provinsi Bengkulu menggali berbagai informasi terkait keberhasilan BAZNAS Sumatera Barat dalam meningkatkan penghimpunan zakat yang dinilai lebih tinggi dibandingkan daerahnya. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai strategi penghimpunan yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat, mulai dari penguatan jejaring Unit Pengumpul Zakat (UPZ), intensifikasi sosialisasi zakat, hingga inovasi dalam layanan kepada muzaki. Pendekatan kolaboratif serta inovatif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pengumpulan zakat di wilayah tersebut. Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS provinsi dengan berbagai UPZ di instansi pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Dengan banyaknya UPZ yang aktif, penghimpunan zakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan menjangkau lebih banyak muzaki. Sementara itu, pihak BAZNAS Bengkulu menyampaikan bahwa meskipun di daerahnya telah terdapat regulasi berupa Peraturan Gubernur terkait pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), capaian penghimpunan zakat masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa potensi zakat profesi ASN di Provinsi Bengkulu cukup besar, namun realisasi penghimpunannya masih terbatas karena belum seluruh ASN menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Selain aspek penghimpunan, diskusi juga menyoroti perbedaan sistem pendistribusian zakat. BAZNAS Sumatera Barat telah lebih banyak menggunakan sistem transaksi non-tunai atau digital melalui perbankan untuk penyaluran bantuan kepada mustahik. Pendekatan ini dinilai lebih transparan, akuntabel, serta memudahkan proses pencatatan dan pelaporan keuangan. Sebaliknya, BAZNAS Bengkulu masih banyak menggunakan sistem penyaluran secara tunai kepada para mustahik. Oleh karena itu, melalui kunjungan ini BAZNAS Bengkulu juga mempelajari berbagai mekanisme digitalisasi penyaluran yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat agar ke depan pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara lebih modern dan efisien. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar BAZNAS provinsi serta menjadi sarana pertukaran pengalaman dalam mengoptimalkan potensi zakat daerah. Dengan berbagai strategi penghimpunan yang efektif serta penguatan sistem digital dalam pendistribusian, pengelolaan zakat diharapkan semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA19/05/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang adaptif serta mampu merespons berbagai perubahan dan tantangan yang semakin kompleks di masa depan. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang diselenggarakan bersama ParagonCorp di Universitas Andalas, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026). Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang adaptif dan berdaya saing. Ia turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya perluasan pemanfaatan zakat produktif, termasuk dalam bentuk beasiswa pendidikan. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari sisi pengumpulan zakat untuk menjaga keberlanjutan program tersebut. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil dan karier pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dari setiap keputusan yang diambil. Menurut Buchari, seorang pemimpin perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan perannya. Ia menyebutkan tiga nilai utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu empati, solidaritas, dan keadilan sosial. Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Meski kerap dianggap sebagai hambatan dalam proses pengambilan keputusan, Buchari menilai nilai-nilai tersebut justru menjadi kekuatan dalam kepemimpinan modern. “Pemimpin yang memiliki kepedulian sosial biasanya lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya. Buchari juga menambahkan bahwa pemimpin ideal adalah mereka yang mampu meraih keberhasilan tanpa meninggalkan nurani, serta tetap menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam setiap langkah. Ia menilai pengalaman hidup, termasuk menghadapi berbagai kesulitan, dapat membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan penuh empati. “Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Terlebih bagi penerima beasiswa yang pernah mengalami kesulitan atau terdampak bencana. Ketika seseorang yang dahulu membutuhkan bantuan kemudian mendapat dukungan, misalnya dari ParagonCorp melalui BAZNAS, lalu tumbuh menjadi seorang pemimpin, maka ia akan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai sosial tersebut,” jelasnya. Buchari berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang terus terjaga ketika seseorang berada pada posisi kepemimpinan, sehingga keberhasilan yang diraih tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi BAZNAS dan ParagonCorp Perkuat Akses Pendidikan Mahasiswa di Sumatra
Kolaborasi BAZNAS dan ParagonCorp Perkuat Akses Pendidikan Mahasiswa di Sumatra
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama ParagonCorp memperkuat upaya peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, ParagonCorp menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp1,5 miliar yang diperuntukkan bagi berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk dukungan beasiswa bagi 214 mahasiswa dari Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Ketua BAZNAS Kota Padang, Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, Mentor Universitas Andalas, Herlambang, serta sekitar 1.000 mahasiswa yang mengikuti kegiatan secara hybrid. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Ia menilai dukungan dari sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat dampak program tersebut. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, BAZNAS mengapresiasi komitmen ParagonCorp yang menyalurkan zakat perusahaan sekaligus turut mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS terus memperluas cakupan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan jaringan pendidikan hingga ke luar negeri, seperti Rusia dan kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga sejalan dengan misi Asta Cita poin empat dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Idy menambahkan, pemanfaatan zakat secara produktif terbukti dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terlihat dari sejumlah alumni BCB yang telah berkontribusi di berbagai sektor, baik di bidang publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian alumni telah bertransformasi menjadi muzaki dan kembali menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat. Ia menilai hal tersebut sebagai siklus kebaikan yang terus dibangun melalui jalur pendidikan, dari mustahik menjadi muzaki. BAZNAS berharap kerja sama antara BAZNAS dan ParagonCorp dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan ParagonCorp atas komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. “Tidak boleh ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya. Sementara itu, Human Resource Business Partner Lead DC Padang dan Bukittinggi ParagonCorp, Elsa Mayori, menyampaikan bahwa pihaknya kembali mempercayakan penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar pada tahun ini. Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program, di antaranya Musala Berseri, Beasiswa Cendekia BAZNAS, serta bantuan paket logistik keluarga yang difokuskan untuk wilayah Sumatra. Elsa berharap program Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kapasitas, serta meraih berbagai prestasi di masa depan.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Salurkan Santunan kepada 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi
BAZNAS RI Salurkan Santunan kepada 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian dan upaya untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya, BAZNAS RI juga telah menurunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) sejak awal kejadian untuk membantu proses evakuasi korban serta memberikan pertolongan medis awal sebelum para korban dirujuk ke rumah sakit terdekat. Selain itu, berbagai dukungan lain turut disalurkan, mulai dari layanan kesehatan, mobil ambulans, hingga bantuan logistik berupa makanan ringan dan air minum bagi para korban kecelakaan. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam situasi darurat melalui unit tanggap bencana yang dimiliki BAZNAS. “Untuk korban yang meninggal dunia berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan kepada masing-masing keluarga sebesar Rp3 juta,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman korban kecelakaan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Ia menambahkan, BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki misi kemanusiaan telah membentuk unit tanggap bencana yang siap bergerak setiap saat. Tahun ini, BAZNAS juga memperkuat layanan tersebut dengan menambah unit tanggap duafa guna memberikan respons yang lebih cepat dan komprehensif terhadap berbagai kondisi darurat. “Dalam setiap peristiwa bencana, begitu kejadian terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan yang diperlukan di lapangan,” jelasnya. Lebih lanjut, Sodik menyampaikan bahwa selain santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, BAZNAS juga menyalurkan bantuan kepada korban lain yang terdampak oleh peristiwa tersebut. Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada tahap awal penanganan. BAZNAS membuka peluang untuk memberikan dukungan lanjutan, terutama bagi anak-anak yatim yang terdampak dan membutuhkan perhatian lebih. Menurutnya, BAZNAS memiliki beragam program yang dapat disinergikan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari bantuan tanggap bencana, layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga program pemberdayaan usaha kecil bagi keluarga terdampak. “Apabila terdapat anak yatim dan kondisi tempat tinggalnya tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” ujar Sodik. Ia juga memastikan bahwa tim BAZNAS telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus memberikan dukungan hingga seluruh proses penanganan selesai. “Sebagai tambahan, sebelumnya kami hanya memiliki tim tanggap bencana, namun kini telah diperkuat dengan tim tanggap duafa,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan berbagai unsur untuk membantu penanganan dampak kecelakaan di Bekasi, di antaranya BAZNAS, Damkar, BNPB Jakarta, serta PMI. “Sejak malam kejadian saya langsung memerintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Terkait kompensasi atau bantuan kepada keluarga korban, Insya Allah sudah berjalan, khususnya bagi warga DKI Jakarta. BAZNAS juga telah memberikan bantuan. Dalam kondisi seperti ini, kita tentu hadir memberikan dukungan, termasuk hingga proses pemakaman,” ujar Rano. Sementara itu, Halimah, anak dari salah satu korban kecelakaan yang juga merupakan istri dari amil BAZNAS RI, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS kepada keluarganya. Dalam peristiwa tersebut, salah satu korban bernama Nuryati (65) diketahui meninggalkan delapan orang anak dan enam orang cucu. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari penyediaan ambulans hingga santunan uang duka. Terima kasih juga atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada keluarga kami,” ungkap Halimah. Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut mendoakan agar para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS RI dalam membantu para korban dan keluarga terdampak.
BERITA29/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Gelar Ujian Tulis untuk Rekrutmen Calon Amil 2026
BAZNAS Sumbar Gelar Ujian Tulis untuk Rekrutmen Calon Amil 2026
Padang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Tahap II Seleksi Calon Amil Pelaksana Tahun 2026 berupa Ujian Tulis Seleksi Kompetensi Dasar, yang digelar di Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat pada Selasa (28/4/2026). Ujian tulis ini diikuti oleh 11 peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos pada tahapan administrasi. Para peserta mengikuti seleksi sebagai bagian dari proses yang ada yang telah ditetapkan panitia BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Adapun komposisi pelamar terdiri dari 7 orang pelamar untuk Bidang Pendistribusian, 3 orang pelamar untuk unit Rumah Singgah, serta 1 orang pelamar untuk posisi Sopir Ambulance. Pelaksanaan ujian berlangsung dengan tertib dan diawasi langsung oleh panitia seleksi. Materi ujian difokuskan pada kompetensi dasar, yang meliputi pemahaman umum, kemampuan dasar, serta wawasan yang relevan dengan tugas dan fungsi amil dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat dan mustahik. Proses seleksi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk menghadirkan amil yang profesional, amanah, dan berintegritas, sejalan dengan prinsip pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel. Melalui tahapan seleksi yang ketat dan objektif, diharapkan para calon amil yang terpilih nantinya mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat program-program pemberdayaan umat serta meningkatkan kualitas pelayanan BAZNAS kepada masyarakat. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat terus berupaya memperkuat kapasitas kelembagaan melalui penguatan sumber daya manusia, sehingga pengelolaan zakat dapat semakin optimal dalam membantu meningkatkan kesejahteraan mustahik dan mendukung pengentasan kemiskinan di daerah.
BERITA28/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Hadiri Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat BKKBN Sumbar
BAZNAS Sumbar Hadiri Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat BKKBN Sumbar
Perwakilan dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menghadiri kegiatan Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat pada layanan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Latbang BKKBN Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh Wakil Ketua II Busral serta Amil Pelaksana. Forum ini diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan dengan layanan dan program yang dijalankan oleh BKKBN di Provinsi Sumatera Barat. Forum Konsultasi Publik ini menjadi wadah dialog antara penyelenggara layanan dan masyarakat guna menghimpun masukan, saran, serta evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Selain itu, pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat juga bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh BKKBN sebagai dasar dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan ke depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih terbuka antara lembaga pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat, sehingga pelayanan publik yang diberikan dapat semakin optimal, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadiran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung program-program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan keluarga di Provinsi Sumatera Barat.
BERITA22/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Silaturahim dengan Universitas Bung Hatta, Bahas Pengelolaan Zakat dan Pembentukan UPZ
BAZNAS Sumbar Silaturahim dengan Universitas Bung Hatta, Bahas Pengelolaan Zakat dan Pembentukan UPZ
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan silaturahim dengan pimpinan Universitas Bung Hatta dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi sekaligus membahas rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan gedung kampus Universitas Bung Hatta. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Buchari, Wakil Ketua I Afrianto Korga, Kepala Pelaksana Muhammad Afdal, serta Amil Pelaksana Pengumpulan BAZNAS Sumbar. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS ini disambut langsung oleh Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Direktur LPM dan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan serta jajaran staf Universitas Bung Hatta. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai potensi besar pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi, baik dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, maupun sivitas akademika. Selain itu, dibahas pula pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai sarana resmi dalam menghimpun dan menyalurkan zakat secara terstruktur dan akuntabel. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan akademisi. Menurutnya, melalui pembentukan UPZ di kampus, pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus menjadi bagian dari gerakan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan. “Perguruan tinggi merupakan pusat ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Dengan adanya UPZ di kampus, diharapkan dapat menjadi contoh dalam penguatan budaya berbagi serta pengelolaan zakat yang profesional,” ujarnya. Sementara itu, pihak Universitas Bung Hatta menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menjajaki pembentukan UPZ di lingkungan kampus sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program pemberdayaan umat melalui zakat. Melalui silaturahim ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan Universitas Bung Hatta dalam mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan perguruan tinggi, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA22/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Pulihkan Sumatra, BAZNAS RI Bersama Komunitas Padel Ajak Masyarakat Berbagi Lewat Charity Padel Tournament
Pulihkan Sumatra, BAZNAS RI Bersama Komunitas Padel Ajak Masyarakat Berbagi Lewat Charity Padel Tournament
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama All in One Indonesia, Asosiasi Padel, dan Smash Padel menginisiasi Charity Padel Tournament bertajuk “Pulihkan Negeri Dengan Aksi” untuk mendukung pengentasan kemiskinan serta penanganan bencana alam di Sumatra. Turnamen amal tersebut berlangsung di Smash Padel pada Sabtu (11/4/2026) dan diikuti oleh sejumlah komunitas padel. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa`adi serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar. Dalam turnamen ini, panitia menyediakan hadiah sebesar Rp5 juta untuk juara pertama dan Rp2,5 juta bagi juara kedua. Seluruh hadiah tersebut akan disalurkan melalui BAZNAS untuk mendukung program kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan olahraga dan kepedulian sosial ini. Menurutnya, olahraga padel mengandung nilai kerja sama, komunikasi, dan semangat kebersamaan yang sejalan dengan semangat aksi kemanusiaan. Ia menegaskan, seluruh dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut akan disalurkan melalui BAZNAS guna mendukung program kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Ia juga mengingatkan bahwa dalam kegiatan amal seperti ini, seluruh peserta sejatinya adalah pemenang karena turut berkontribusi dalam membantu sesama. Zainut berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi dan menularkan semangat kebaikan kepada masyarakat luas, sehingga kegiatan serupa dapat digelar di berbagai daerah, baik melalui olahraga padel maupun aktivitas sosial lainnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI, Neyla Saida Anwar, menegaskan bahwa BAZNAS hadir untuk memastikan setiap kontribusi yang terkumpul dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemulihan di Sumatra. Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan berbagai komunitas padel. Salah satu peserta, Joe Arifianto dari komunitas EJ-Sporteam, menyatakan kepercayaannya terhadap BAZNAS sebagai lembaga yang transparan dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan. Selain pertandingan olahraga, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh kehadiran berbagai pelaku UMKM binaan BAZNAS yang memamerkan produk unggulan mereka. BAZNAS juga menyediakan Gerai Zakat untuk memudahkan peserta dan pengunjung menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung.
BERITA13/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI dan LAZ Nasional Perkuat Sinergi untuk Optimalisasi Zakat bagi Kesejahteraan Umat
BAZNAS RI dan LAZ Nasional Perkuat Sinergi untuk Optimalisasi Zakat bagi Kesejahteraan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat nasional mempererat sinergi dan koordinasi dalam pengelolaan zakat melalui kegiatan Silaturahmi Halal Bihalal Fundraising 1447 H dalam rangka Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026). Agenda ini menjadi momentum penting pasca-Idulfitri untuk memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus menyatukan komitmen dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan, pendistribusian, serta pendayagunaan zakat di tingkat nasional. Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara BAZNAS dan LAZ menjadi faktor penting dalam memaksimalkan potensi zakat di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa besarnya potensi zakat harus diiringi dengan strategi yang terencana, mulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, inovasi dalam fundraising, hingga pengembangan program pemberdayaan yang tepat sasaran. Menurutnya, momentum halal bihalal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS dan seluruh LAZ, khususnya dalam aspek penghimpunan dana zakat. Dengan strategi yang matang dan program yang terarah, zakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, Waryono Abdul Ghafur, menekankan pentingnya membangun ekosistem pengelolaan zakat yang terintegrasi serta berbasis data. Hal ini dinilai penting agar penyaluran zakat dapat dilakukan secara tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Ia juga menambahkan bahwa penguatan regulasi serta penggunaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas distribusi zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, peningkatan literasi zakat di tengah masyarakat juga perlu terus dilakukan untuk memperkuat pemahaman dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menyampaikan bahwa selain fokus pada peningkatan penghimpunan, pengelolaan zakat juga perlu dilengkapi dengan grand design pendistribusian yang berorientasi pada dampak nyata serta sejalan dengan United Nations melalui agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, zakat tidak hanya berbicara mengenai potensi penghimpunan, tetapi juga bagaimana dana tersebut didistribusikan secara strategis untuk memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat. Dari sisi LAZ, perwakilan Rumah Zakat menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS yang telah membuka ruang kolaborasi yang inklusif bagi berbagai lembaga zakat di Indonesia. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan ke depannya, sehingga berbagai program dan kegiatan dapat dijalankan secara kolaboratif. Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi ini, Badan Amil Zakat Nasional bersama Lembaga Amil Zakat Nasional berkomitmen untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus mendukung pembangunan nasional. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia Waryono Abdul Ghafur, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Ahmad Imam Mudjadid Rais, serta perwakilan dari lebih dari 50 LAZ Nasional dari berbagai wilayah di Indonesia.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Jalin Silaturahim dengan KPID Sumbar, Bahas Penguatan UPZ
BAZNAS Sumbar Jalin Silaturahim dengan KPID Sumbar, Bahas Penguatan UPZ
Padang — Pimpinan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan silaturahim ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat pada Rabu (8/4/2026) di Kantor KPID Sumatera Barat, Padang. Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas arah penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan KPID Sumatera Barat ke depan. Rombongan BAZNAS Sumbar dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinisi Sumbar, Buchari M, didampingi Kepala Pelaksana Muhammad Afdal serta Kepala Bagian Pengumpulan dan Amil Pelaksana Darius, beserta amil pelaksana. Kedatangan rombongan BAZNAS Provinisi Sumbar disambut oleh Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat beserta jajaran komisioner yang baru. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan komisioner KPID Sumatera Barat periode terbaru. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumbar menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dengan lembaga penyiaran daerah dalam mendukung penguatan literasi zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, peran KPID sangat strategis dalam mendukung penyebaran informasi dan edukasi terkait zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai platform penyiaran. Selain silaturahim dan perkenalan komisioner baru, pertemuan juga membahas rencana penguatan dan pengembangan UPZ di lingkungan KPID Sumatera Barat. Melalui UPZ tersebut diharapkan penghimpunan zakat dari lingkungan instansi dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Sumbar juga menyampaikan harapan agar kerja sama dengan KPID Sumatera Barat dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung kampanye gerakan sadar zakat serta penyebaran informasi program-program pemberdayaan mustahik kepada masyarakat luas. Silaturahim ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan KPID Sumatera Barat dalam mendukung pengelolaan zakat yang lebih transparan, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan umat di Sumatera Barat.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia
Sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus diperkuat dalam rangka mengoptimalkan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong integrasi pengelolaan zakat dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Upaya penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan audiensi antara BAZNAS RI dan Kementerian PPN/Bappenas yang berlangsung di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Selain itu, audiensi juga dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Rizaludin Kurniawan dan Saidah Sakwan, serta Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti. Turut hadir pula Wali Kota Subulussalam, Aceh, H. M. Rasyid Bancin bersama jajaran terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa optimalisasi potensi zakat merupakan salah satu amanat Presiden yang perlu segera direalisasikan. Ia menjelaskan bahwa potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun dan perlu dikelola secara optimal melalui berbagai strategi penguatan sistem pengelolaan zakat. Sodik juga menuturkan bahwa terdapat sejumlah arahan strategis dari Presiden kepada para pengelola zakat, antara lain peningkatan penghimpunan zakat nasional, integrasi data dan program BAZNAS dengan berbagai lembaga, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa dan kecamatan, serta pengembangan digitalisasi dalam pengelolaan zakat. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah juga berencana melakukan revisi terhadap Undang-Undang Zakat guna memperkuat integrasi kebijakan di bidang pengelolaan zakat. Ia juga mengapresiasi langkah Bappenas yang telah menempatkan zakat sebagai bagian dari arus utama dalam perencanaan pembangunan nasional. Menurut Sodik, zakat kini mulai menjadi salah satu instrumen penting dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan integrasi yang lebih kuat dengan berbagai pihak lintas sektor, termasuk Kementerian PPN/Bappenas dan BPS, khususnya dalam penguatan data, program, serta kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan zakat. Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung upaya BAZNAS dalam meningkatkan penghimpunan zakat nasional. Ia menilai bahwa potensi zakat yang besar di Indonesia masih memiliki peluang untuk dioptimalkan secara signifikan. Rachmat menjelaskan bahwa dari potensi zakat yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun, realisasi penghimpunannya saat ini baru sekitar 10 persen. Dengan demikian, masih terbuka peluang untuk meningkatkan capaian tersebut hingga mencapai 20 hingga 30 persen. Bahkan, peningkatan dari 10 persen menjadi 20 persen saja telah menunjukkan pertumbuhan sebesar 100 persen. Ia juga menekankan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari perspektif syariat, tetapi juga melalui penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, pengembangan program pemberdayaan, serta dukungan kebijakan dan regulasi yang memadai. Selain itu, Rachmat mendorong agar pemetaan asnaf mustahik dilakukan secara lebih sistematis dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui pendekatan tersebut, penyaluran zakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan terintegrasi secara nasional. Pengembangan program kolaboratif ZISWAF Indonesia Emas juga akan terus diperkuat dengan menitikberatkan pada sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan sosial sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan kesiapan lembaganya untuk mendukung penguatan integrasi data dalam pemetaan potensi zakat secara lebih komprehensif. Ia menjelaskan bahwa penghitungan potensi zakat perlu dilakukan secara lebih mendalam dan terperinci, misalnya melalui pendekatan berbasis jumlah penduduk Muslim serta kelompok masyarakat yang termasuk dalam kategori wajib zakat. Amalia juga menyampaikan bahwa BPS bersama BAZNAS berencana melakukan pembaruan perhitungan potensi zakat melalui survei atau sensus pada tahun 2026 guna memperoleh data yang lebih akurat dan representatif. Selain itu, ke depan BPS juga dapat menyediakan informasi berbasis desil untuk membantu memetakan kelompok mustahik secara lebih rinci sehingga penyaluran zakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.#Kontributor: Humas BAZNAS
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Keluarga di Sumbar, BAZNAS Raih Penghargaan Mitra Program GENTING
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Keluarga di Sumbar, BAZNAS Raih Penghargaan Mitra Program GENTING
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian program sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga, dan berbagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga di Sumatera Barat. Gubernur Mahyeldi Ansarullah menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sehingga mampu mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas capaian Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Sumatera Barat pada tahun 2025 yang mencapai angka 68,1 atau setara dengan 108,27 persen dari target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja bersama berbagai pihak yang secara konsisten mendukung implementasi program pembangunan keluarga di daerah. Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, melaporkan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana tidak terlepas dari peran aktif para penyuluh dan pendamping keluarga di lapangan. Hingga saat ini, terdapat 361 Penyuluh Keluarga Berencana (KB) serta 10.068 Tim Pendamping Keluarga yang secara langsung mendampingi masyarakat dalam berbagai program pembangunan keluarga. Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 berbagai indikator program menunjukkan perkembangan yang positif, termasuk keberhasilan Sumatera Barat dalam melampaui target Indeks Pembangunan Keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa program Bangga Kencana semakin diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rakorda tersebut juga diisi dengan sejumlah agenda penting, di antaranya pengukuhan Paguyuban Juang Kencana periode 2026–2029 sebagai wadah penguatan jejaring dan pengabdian para pegiat program keluarga berencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi berbagai mitra yang berperan aktif dalam mendukung program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat turut menerima penghargaan sebagai Mitra LSM/Komunitas dalam Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan Predikat Silver. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung upaya penanggulangan stunting melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar keluarga kurang mampu. Selain pemberian penghargaan, Rakorda Program Bangga Kencana 2026 juga menjadi momentum penguatan koordinasi antarperangkat daerah. Pada kegiatan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Barat melaksanakan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum Perangkat Daerah untuk urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB). Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas DP3AP2KB Kabupaten Pasaman, Dinas DP3AP2KB Kota Payakumbuh, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Sumatera Barat, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sumatera Barat. Melalui Rakorda ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, organisasi profesi, organisasi masyarakat, serta perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, sehat, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan masyarakat Sumatera Barat yang lebih baik di masa mendatang.
BERITA31/03/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Sumbar Berzakat: Teladan Pimpinan, Kuatkan Kepedulian Umat
Sumbar Berzakat: Teladan Pimpinan, Kuatkan Kepedulian Umat
Padang – Gerakan Sumbar Berzakat kembali digelorakan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai upaya memperkuat kesadaran berzakat di kalangan aparatur pemerintah, instansi vertikal, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pengumpulan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara optimal di Provinsi Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki 10 program prioritas, yang terdiri dari 5 program utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Kemanusiaan, Ekonomi, serta Dakwah dan Advokasi. Kelima program tersebut menjadi fokus utama dalam penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain program utama tersebut, BAZNAS juga menjalankan berbagai program unggulan dari pusat yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi umat. Program-program tersebut di antaranya Z-Mart, Z-Corner, Z-Chicken, Z-Auto, dan berbagai program pemberdayaan lainnya yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi para mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan Sumbar Berzakat ini melibatkan pemerintah provinsi, instansi vertikal, serta perguruan tinggi yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan zakat di daerah. Menurutnya, pengelolaan zakat akan berjalan dengan baik apabila pengumpulan ZIS dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder yang ada di Sumatera Barat. Lebih lanjut disampaikan bahwa BAZNAS merupakan badan non-struktural yang bersifat mandiri, namun tetap bertanggung jawab kepada BAZNAS secara nasional serta kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur Sumatera Barat, dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat di daerah. Dalam paparannya, Ketua BAZNAS juga mengungkapkan capaian pengumpulan zakat di Sumatera Barat. Pada tahun 2025, total pengumpulan ZIS oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota se-Sumatera Barat mencapai sekitar Rp475 miliar. Sementara itu, target pengumpulan khusus untuk BAZNAS Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp38,5 miliar. Alhamdulillah, dari periode kepemimpinan tahun 2021 hingga 2026, capaian pengumpulan zakat setiap tahunnya selalu melampaui target yang ditetapkan. Bahkan pada tahun 2025, pengumpulan zakat berhasil mencapai Rp43,5 miliar. Dana ZIS yang terkumpul tersebut kemudian disalurkan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat. Dalam pengelolaannya, zakat diperuntukkan bagi dua kelompok besar penerima, yaitu as-sail (??????) dan al-ma?rum (???????). As-s?’il adalah mereka yang secara langsung meminta bantuan karena kondisi ekonomi yang sulit, sedangkan al-ma?r?m adalah mereka yang hidup dalam kekurangan namun menjaga kehormatan diri sehingga tidak meminta-minta. Kedua kelompok ini menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian melalui program-program penyaluran zakat. Selain agenda penyaluran bantuan kepada para mustahik, pada kegiatan Sumbar Berzakat ini juga dilakukan pengumpulan zakat dari para pimpinan daerah dan pejabat yang hadir. Untuk memudahkan proses tersebut, panitia menyediakan lima meja konter layanan zakat, sehingga para peserta dapat langsung menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. Sementara itu, sambutan Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten III Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, menyampaikan apresiasi atas upaya BAZNAS dalam menggerakkan kesadaran berzakat di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi menilai bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga, dan masyarakat untuk terus mendukung program-program BAZNAS dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, zakat diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesejahteraan umat serta pembangunan sosial di Sumatera Barat. Melalui gerakan Sumbar Berzakat, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga potensi zakat yang besar di Sumatera Barat dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan, transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi. "BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi. "Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ," jelas Kiai Noor. Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan. "Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI)," tegasnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan. "Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa," ujarnya.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa. Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf. Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Komitmen Lima Tahun, BAZNAS Sumbar dan Pemprov Perkuat Akuntabilitas Zakat di Ramadhan
Komitmen Lima Tahun, BAZNAS Sumbar dan Pemprov Perkuat Akuntabilitas Zakat di Ramadhan
Memasuki hari ketiga Ramadhan 1447 H, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kali ini, agenda dipusatkan di Kabupaten Agam dengan mengikuti lawatan Safari Ramadhan yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat. Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M., M.Ag., hadir langsung dan didampingi oleh jajaran Amil Pelaksana. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memastikan bahwa setiap agenda Safari Ramadhan tidak hanya menjadi ruang silaturahim, tetapi juga momentum penguatan program pemberdayaan mustahik. Seperti pada rangkaian sebelumnya, BAZNAS Sumbar mengemban misi khusus dalam Safari Ramadhan tahun ini, yakni menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah direkomendasikan oleh tim Pemerintah Provinsi. Fokus utama yang ditinjau di Kabupaten Agam adalah bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui program pendayagunaan zakat. Di sela-sela agenda kunjungan ke masjid dan pertemuan bersama masyarakat, rombongan Gubernur bersama Ketua BAZNAS Sumbar menyempatkan diri meninjau langsung kondisi rumah calon penerima manfaat. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari proses asesmen faktual, guna memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil di lapangan. Dr. H. Buchari menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mempercepat penanganan persoalan sosial masyarakat. Pemerintah berperan dalam mengidentifikasi dan merekomendasikan warga yang membutuhkan, sementara BAZNAS menjalankan proses verifikasi, penetapan, hingga realisasi bantuan sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat yang berlaku. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi mustahik. Meski demikian, proses pencairan tetap menunggu kelengkapan administrasi dan hasil verifikasi akhir sesuai prosedur resmi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Melalui Safari Ramadhan di Kabupaten Agam ini, diharapkan kolaborasi yang terjalin mampu menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan. Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah spiritual, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan memastikan zakat benar-benar menjadi instrumen keadilan serta kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Catatan Redaksi:Kegiatan Safari Ramadhan yang melibatkan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini telah berlangsung secara konsisten selama lima tahun terakhir. Sinergi berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui pola verifikasi lapangan, pendampingan administrasi, serta koordinasi lintas sektor, BAZNAS Sumbar terus berupaya memastikan bahwa setiap dana zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak nyata dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi Zakat dan Pemerintah, BAZNAS Sumbar Bangun Asa Lewat Program RTLH
Kolaborasi Zakat dan Pemerintah, BAZNAS Sumbar Bangun Asa Lewat Program RTLH
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memulai rangkaian agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 20 Februari 2026. Kegiatan diawali dengan mengikuti rombongan Wakil Gubernur Sumatera Barat di Kabupaten Lima Puluh Kota pada Ramadhan ke-2, dan akan terus berlanjut hingga menjelang akhir bulan suci. Kehadiran BAZNAS dalam Safari Ramadhan tahun ini tidak sekadar mendampingi agenda silaturahim dan ibadah bersama masyarakat. Lebih dari itu, terdapat misi khusus yang diemban, yakni mendukung pemerintah daerah dalam menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah diverifikasi oleh tim Pemprov Sumbar. Fokus utama program ini adalah percepatan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui skema pendayagunaan zakat. Dalam setiap kunjungan Safari Ramadhan, rombongan tidak hanya menghadiri kegiatan seremonial di masjid dan pertemuan dengan masyarakat, tetapi juga menyempatkan diri meninjau langsung rumah-rumah calon penerima manfaat. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari proses verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil calon mustahik sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku. Ketua dan pimpinan BAZNAS Sumbar bersama jajaran pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat. Pemerintah berperan dalam mengusulkan dan merekomendasikan calon penerima, sementara BAZNAS menjalankan fungsi asesmen, penetapan, hingga eksekusi bantuan sesuai regulasi pengelolaan zakat. Pada beberapa titik kunjungan, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik kepada calon mustahik sebagai bentuk komitmen bersama. Meski demikian, proses pencairan bantuan tetap menunggu penyelesaian administrasi dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sesuai prosedur yang berlaku di BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Program rehabilitasi RTLH ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal layak. Dengan pendekatan verifikasi langsung ke lapangan, diharapkan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hidup para mustahik secara berkelanjutan. Safari Ramadhan 1447 H ini pun menjadi momentum penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Melalui kolaborasi yang terencana dan terukur, BAZNAS Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis dapat menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial, sekaligus meneguhkan nilai-nilai kepedulian dan gotong royong yang menjadi ruh Ramadhan.#Kontributor: Humas BAZNAS#Editor: RQ
BERITA20/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Dorong Optimalisasi Zakat, UPZ Kemenhaj Resmi Dibentuk
Dorong Optimalisasi Zakat, UPZ Kemenhaj Resmi Dibentuk
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan agenda silaturrahim dan audiensi bersama Kepala bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat dalam rangka penguatan pengelolaan zakat di lingkungan instansi tersebut. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta pembentukan UPZ baru di lingkungan Kemenhaj. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Buchari M., M.Ag, Wakil Ketua I Afrianto Korga, S.Pd.I., M.Pd, Wakil Ketua II Dr. Busral, S.Ag., M.A, Wakil Ketua IV Drs. H. Nurman Agus, Kepala Pelaksana Muhammad Afdal, S.Psi, Kabag Pengumpulan Darius, A.Md., S.T, serta jajaran amil pelaksana. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menjelaskan pentingnya tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel di tingkat UPZ. Ia menegaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penghimpunan zakat di lingkungan instansi masing-masing. Pengelolaan zakat, menurutnya, tidak hanya sebatas pengumpulan, tetapi juga memastikan pendistribusian dan pendayagunaan berjalan sesuai syariat dan regulasi yang berlaku. “UPZ harus menjadi motor penggerak kesadaran berzakat di lingkungan kerja. Dengan sistem yang tertata dan koordinasi yang baik bersama BAZNAS, potensi zakat dapat dihimpun secara maksimal dan memberi dampak nyata bagi para mustahik,” ujar Ketua dalam pemaparannya. Penyerahan SK UPZ menjadi momentum legalitas sekaligus penguatan kelembagaan bagi UPZ Kemenhaj. Selain itu, pembentukan UPZ baru diharapkan mampu memperluas jangkauan penghimpunan zakat di lingkungan kementerian tersebut. BAZNAS juga membuka ruang pendampingan dan pembinaan berkelanjutan agar pengelolaan zakat berjalan optimal. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj menyampaikan harapannya agar ke depan dilakukan sosialisasi zakat secara lebih masif di lingkungan Kemenhaj. Ia mengakui bahwa sebagai UPZ yang baru terbentuk, masih banyak pegawai yang belum sepenuhnya memahami kewajiban berzakat serta mekanisme penyalurannya melalui lembaga resmi. “Perlu adanya sosialisasi dan pertemuan yang lebih intens bersama BAZNAS agar pemahaman tentang zakat semakin kuat. Dengan begitu, kesadaran dan partisipasi pegawai dalam menunaikan zakat dapat meningkat,” ungkapnya. Melalui audiensi ini, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam upaya optimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. BAZNAS berharap, dengan terbentuknya UPZ baru ini, pengumpulan zakat di Kemenhaj dapat berjalan maksimal dan berkontribusi signifikan terhadap program-program pemberdayaan umat di Sumatera Barat.#Kontributor: FM#Editor: RQ
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Raker UPZ 2026, BAZNAS Sumbar Perkuat Sinergi dan Target Zakat
Raker UPZ 2026, BAZNAS Sumbar Perkuat Sinergi dan Target Zakat
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Kerja bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 sebagai bagian dari agenda rutin awal tahun dalam rangka memperkuat sinergi dan meningkatkan kinerja pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab yang melekat sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik. BAZNAS berperan sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, sedekah, dan DSKL yang wajib menjalankan prinsip pelayanan publik secara profesional, akuntabel, dan transparan. Kegiatan rapat kerja ini diikuti oleh sekitar 225 peserta yang terdaftar, dengan jumlah kehadiran pada saat pembukaan mencapai 160 orang, mewakili seluruh UPZ yang berjumlah 116 unit di lingkungan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Agenda ini merupakan kelanjutan dari tren positif pelaksanaan rapat kerja tahunan yang bertujuan menjaga kesinambungan sinergi antara BAZNAS dan UPZ agar sejalan dengan visi dan misi BAZNAS. Selain sebagai forum konsolidasi, rapat kerja ini juga menjadi sarana evaluasi dan monitoring kinerja seluruh UPZ. Di dalamnya dilakukan pengukuran, penilaian, serta pembahasan tindak lanjut terhadap perencanaan yang telah disusun oleh masing-masing UPZ, guna memastikan target yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026 telah ditetapkan dan disahkan oleh BAZNAS RI. Total target pengumpulan ZIS dan DSKL ditetapkan sebesar Rp40 miliar, dengan target pendistribusian sebesar Rp35 miliar, serta anggaran operasional sebesar Rp5 miliar. Dari anggaran operasional tersebut, terdapat hak amil bagi UPZ yang akan diberikan sesuai dengan capaian pengumpulan masing-masing unit. Ketua BAZNAS menekankan bahwa penggunaan dana amil diharapkan tidak melebihi 50 persen untuk gaji atau honor pegawai, sementara 50 persen lainnya dialokasikan untuk kebutuhan operasional. Selain itu, jumlah muzaki yang ditargetkan pada tahun 2026 direncanakan mencapai 19.792 orang. Dengan data perencanaan tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh UPZ akan menyepakati langkah strategis untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan secara bersama-sama. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyinggung nilai Al-Haqq (kebenaran) sebagai landasan moral dalam pengelolaan zakat. Ia mengapresiasi antusiasme serta kedisiplinan para peserta yang hadir tepat waktu, yang dinilai mencerminkan tingginya tingkat kedisiplinan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, hal tersebut turut menularkan aura positif dalam tata kelola zakat yang profesional dan berintegritas. Lebih lanjut, Ketua BAZNAS menegaskan komitmen lembaga dalam menerapkan tiga prinsip aman yang selama ini digaungkan, yaitu Aman Regulasi, Aman NKRI, dan Aman Syariah. Prinsip tersebut menjadi pijakan utama BAZNAS dalam menjalankan pengelolaan zakat yang terus berbenah, bersinergi, serta menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi demi kepercayaan publik.#Kontributor: Humas#Editor: RQ
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Barat.

Lihat Daftar Rekening →