WhatsApp Icon
Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 Hasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia sukses menggelar Rapat Koordinasi Nasional pada 13-15 Agustus 2026 di Jakarta, dengan menghasilkan sepuluh resolusi jihad zakat untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.  

 

Resolusi tersebut dibacakan langsung oleh Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. dihadapan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan 1.300 perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia, yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Rencana Strategis BAZNAS 2026-2031. 

 

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan, resolusi dari Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 tersebut tidak boleh berhenti pada kesepakatan dan perumusan program. Seluruh hasil pembahasan, termasuk Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah.

 

Ia mengingatkan, sebagai lembaga pengelola dana umat, BAZNAS harus memastikan zakat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan.

 

"Selama tiga hari, kita telah berkumpul, berdiskusi, menyampaikan berbagai pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Mari kita laksanakan Resolusi Jihad Zakat sebagai sebuah pendakian. Pendakian-pendakian kita untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, memobilisasi zakat, infak, dan sedekah sebanyak-banyaknya, serta mendistribusikannya secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujarnya, Kamis (15/10/2026). 

 

Sodik menegaskan, semua komitmen, tekad, misi dan program resolusi ini, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan khairu ummah, umat terbaik, yakni umat islam yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi, sehingga bisa memberi rahmat dan manfaat bagi semua umat dan golongan di Indonesia, sehingga menjadi umat yang berpengaruh, bermartabat dan terhormat.

 

Sementara itu, Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. menegaskan resolusi yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 meneguhkan Jihad Zakat sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat 

 

"Dengan semangat satu visi, satu arah, dan satu gerakan zakat nasional, kami menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan solidaritas kemanusiaan Indonesia," ujar Saidah.

 

Saidah menyampaikan, Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 menegaskan pentingnya kesatuan visi, penguatan kolaborasi, dan tata kelola yang akuntabel dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan nasional. 

 

"Komitmen bersama ini diharapkan mampu memperluas manfaat dana umat, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat pusat hingga desa," ujarnya. 

 

Adapun 10 resolusi Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 bahwa BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten dan Kota menyatakan komitmen bersama sebagai berikut:

 

1. Berkomitmen untuk mencapai angka pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya secara nasional menuju Rp70 triliun pada tahun 2027. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan regulasi di pusat dan daerah, literasi zakat sejak dini melalui Manasik Zakat, kerjasama dengan berbagai pihak, serta peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan. Penguatan juga dilakukan melalui peningkatan layanan muzaki, digitalisasi dan inovasi kanal penghimpunan, peningkatan kepercayaan publik terhadap BAZNAS, serta perluasan basis pengumpulan melalui 8 sumber zakat berdasarkan Pasal 4 UU Nomor 23 Tahun 2011 dan pengembangan 23 sumber Dana Sosial Keagamaan Lainnya.

 

2. Berkomitmen untuk mengoptimalkan pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan nasional yang menyasar kepada 48 juta jiwa mustahik dan penerima manfaat secara efektif, terukur, terintegrasi dan berdampak, dengan memastikan dana umat memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan mustahik dan masyarakat.

 

3. Berkomitmen untuk bersama pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan sebanyak 601 ribu mustahik atau 2,41 juta jiwa penerima manfaat di tahun 2027 melalui program pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan zakat yang terukur, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kemandirian dan kesejahteraan.

 

4. Berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa, agar pengelolaan zakat menjadi bagian yang terhubung dengan agenda pembangunan daerah dan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling dekat.

 

5. Berkomitmen untuk mengaktivasi seluruh UPZ Desa di Indonesia sebagai ujung tombak layanan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan, pelayanan muzaki, pendataan mustahik, dan penyaluran dapat semakin dekat dengan masyarakat.

 

6. Berkomitmen untuk menjaga nama baik dan kepercayaan muzaki, Presiden, Pemerintah, dan masyarakat kepada BAZNAS dalam setiap mandat pengelolaan zakat, melalui tata kelola yang amanah, transparan, profesional, patuh regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

7. Berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan jaringan pengusaha dan kelompok profesi melalui semangat ajakan, kolaborasi, dan aksi, sehingga pelaku usaha dan kelompok profesi menjadi mitra strategis dalam memperluas pengumpulan serta menghadirkan program sosial ekonomi yang berdampak.

 

8. Berkomitmen mendukung penguatan kedudukan, kewenangan, dan kepastian hukum kelembagaan BAZNAS dalam regulasi pengelolaan zakat nasional. Memperkuat sinergi dengan Bappenas/Bappeda melalui pemanfaatan DTSEN sebagai acuan pengelolaan zakat serta menjadikan Indeks Zakat Nasional sebagai instrumen pengukuran kinerja di tingkat pusat dan daerah.

 

9. Berkomitmen untuk memperkuat koordinasi, kerja sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga kepatuhan, keamanan, dan integritas pengelolaan zakat, sehingga setiap dana umat dikelola secara amanah dan terlindungi dari penyalahgunaan.

 

10. Berkomitmen untuk melaksanakan respon cepat penanganan bencana alam, kemanusiaan, dan sosial baik pada skala lokal, nasional dan global melalui penggalangan dana dan aksi-aksi nyata dilapangan.

 

Turut hadir dalam acara tersebut BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin.

#sumber: baznas.go.id

#Duplikasi Berita BAZNAS RI

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Grand BAZNAS Awards 2026 Berikan Penghargaan kepada 100 Penggerak Zakat Terbaik

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 100 penggerak zakat dari berbagai kategori, baik lembaga maupun individu, yang dinilai telah berkontribusi dalam memperkuat ekosistem zakat nasional.

 

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Grand BAZNAS Award 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

 

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan, pemberian penghargaan kepada para penggerak zakat merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung pengelolaan zakat. Menurutnya, khusus untuk zakat, masyarakat diperbolehkan menyampaikan penghargaan kepada mereka yang menunaikan zakat.

 

"Berikanlah doa, selamat, penghargaan kepada mereka yang membayarkan zakat itu. Padahal kita semua tahu, Allah mengajarkan kita untuk ikhlas dan sebagainya. Khusus untuk zakat, ada dua hal, yaitu boleh diceritakan dan sampaikan penghargaan kepada mereka yang membayar zakat," ujar Sodik.

 

Lebih lanjut, Sodik menjelaskan, penyelenggaraan Grand BAZNAS Awards 2026 merupakan bagian dari implementasi Asta Stratas dan Asta Prioritas BAZNAS 2026–2031, khususnya dalam membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif, memperkuat jaringan dan kolaborasi, serta mendorong perbaikan dan inovasi dalam manajemen BAZNAS.

 

"Untuk Grand Awards ini, ada 20 kategori dari berbagai kalangan yang merupakan bagian dari Asta Stratas yang pertama, yakni membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif," ungkapnya.

 

Ia menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi salah satu wujud pengamalan Asta Stratas dalam membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Para penerima penghargaan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari gubernur, wali kota, hingga para muzaki.

 

"Acara ini adalah salah satu wujud pengamalan Asta Stratas, yakni kita jaga kolaborasi kita dengan berbagai pihak," ujarnya.

 

Sodik menjelaskan, melalui acara ini BAZNAS juga berupaya untuk menunjukkan 5D yaitu BAZNAS yang Diingat, BAZNAS yang Dipercaya, BAZNAS yang Dijangkau, BAZNAS yang Dicintai, dan BAZNAS yang Dibanggakan," katanya.

 

Melalui Grand BAZNAS Awards 2026, BAZNAS RI terus mendorong penguatan kolaborasi dan inovasi dalam pengelolaan zakat nasional guna memperluas ekosistem zakat dan meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat.

 

"Kami berharap melalui acara ini tumbuh sifat saling menghargai, sifat saling memotivasi agar terus berkembang. Untuk mereka yang mendapatkan penghargaan, ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.

 

Berikut penerima Grand BAZNAS Awards 2026 :

 

Kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik

1. DK Jakarta

2. Jawa Timur

3. Kalimantan Timur

4. Nusa Tenggara Barat

5. Lampung

 

Kategori Bupati Pendukung Zakat Terbaik

1. Sumedang

2. Banyumas

3. Gresik

4. Siak

5. Barru

 

Kategori Walikota Pendukung Zakat Terbaik

1. Surabaya

2. Bandung

3. Tangerang Selatan

4. Batam

5. Makassar

 

Kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2. Universitas Gadjah Mada

3. Universitas Sebelas Maret

4. UIN Mahmud Yunus Batusangkar

5. Universitas Padjadjaran

 

Kategori Kementerian Pendukung Zakat Terbaik

1. Kementerian Agama

2. Pekerjaan Umum

3. Kemendagri

4. Kemenkeu

5. Imigrasi dan Pemasyarakatan

 

Kategori Badan/Lembaga Negara Pendukung Zakat Terbaik

1. BPJS Kesehatan

2. BPJS Ketenagakerjaan

3. BRIN

4. Mabes TNI

5. KPK

 

Kategori BUMN Pendukung Zakat Terbaik

1. BSI

2. BRI

3. BNI

4. Bank Mandiri

5. Semen Padang

 

Kategori Muzaki Perusahaan Terbaik

1. Tempo Scan Pacific

2. Mitra Bisnis Keluarga

3. Paragon

4. Asuransi Jiwa Al-Amin

5. Assegaf Hamzah & Partners

 

Kategori Lembaga Keuangan Pendukung Zakat Terbaik

1. BSI

2. BRI

3. BNI

4. Mandiri

5. BCA

 

Kategori Muzaki Individu Teladan

1. Muhammad Kurniawan

2. Yuanita Rohali

3. S Sjafran

4. Nurhayati Subakat

5. Garibaldi Thohir

 

Kategori Tokoh Publik Pendukung Zakat Terbaik

1. Ivan Gunawan

2. Inul Daratista

3. Hadad Alwi Assegaf

4. Abdel Achrian

5. Teuku Ryzki Muhammad

 

Kategori Media Pendukung Zakat Terbaik

1. TVRI

2. LKBN Antara

3. MNC Trijaya

4. Kompas TV

5. TV One

 

Kategori Penyedia Layanan Zakat Terbaik

1. GoPay

2. Blu by BCA Digital

3. LinkAja Syariah

4. Kitabisa.com

5. Midtrans

 

Kategori Mitra Internasional Pendukung Zakat Terbaik

1. TIKA Turki

2. King Salman

3. ISF OIC

4. Angkasa Malaysia

5. Masjid Al-Hikmah New York

 

Kategori Perusahaan Pendukung Pengumpulan Zakat Terbaik

1. Alfamart

2. Alfamidi

3. Indomaret

4. Nobby Official

5. Pegadaian

 

Kategori BAZNAS Provinsi Terbaik

1. BAZNAS Prov. Jawa Tengah

2. BAZNAS Prov. DI Yogyakarta

3. BAZNAS Prov. DK Jakarta

4. BAZNAS Prov. Riau

5. BAZNAS Prov. Kalimantan Selatan

 

Kategori BAZNAS Kabupaten Terbaik

1. BAZNAS Kab. Kutai Timur

2. BAZNAS Kab. Tasikmalaya

3. BAZNAS Kab. Rokan Hulu

4. BAZNAS Kab. Kampar

5. BAZNAS Kab. Sukabumi

 

Kategori BAZNAS Kota Terbaik

1. BAZNAS Kota Tangerang

2. BAZNAS Kota Yogyakarta

3. BAZNAS Kota Semarang

4. Baitul Mal Kota Banda Aceh

5. BAZNAS Kota Tebing Tinggi

 

Kategori LAZ Mitra Terbaik

1. LAZIS Muhammadiyah

2. LAZIS Nahdhatul Ulama

3. LAZ Baitulmal Munzalan

4. LAZ Persatuan Islam

5. LAZ Pesantren Islam Al-Azhar

 

Kategori Mustahik Transformatif

1. Arfawati – Z-Chicken Kab. Gowa

2. Sutiyo – Z-Mart Kab. Purbalingga

3. Ahmad Yogi Santosa – Lumbung Pangan Kab. Garut

4. Panji Husairi – Z-Auto Kota Depok

5. Suwanda – Z-Auto Kota Cilegon




#sumber:baznas.go.id
#Duplikasi Berita BAZNAS RI

15/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Perluas Manfaat, BAZNAS RI Tetapkan Target Pengumpulan ZIS-DSKL Nasional 2027 Capai Rp70 Triliun

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan target pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp70 triliun secara nasional, termasuk BAZNAS provinsi dan kota/Kabupaten, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia guna memperluas manfaat bagi umat. 

 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.

 

Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 dihadiri Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.

 

Sodik mengatakan, target tersebut sekaligus menjadi arah bagi seluruh pengelola zakat di Indonesia untuk memperkuat penghimpunan dan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berdampak luas.

 

"Sesuai Rencana Strategis BAZNAS 2026 hingga 2031, pada tahun 2027 kami menargetkan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara nasional sebesar Rp70 triliun," jelas Sodik.

 

Sodik menyampaikan, target ini hanya dapat dicapai bila seluruh BAZNAS daerah bergerak bersama, didukung pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga amil zakat mitra.

 

"Dengan arahan Ketua MPR tadi, serta dukungan dari Bapak Presiden RI seperti yang selama ini diberikan kepada BAZNAS, kerja keras dan kerja cerdas , kita semua yakin BAZNAS dapat menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan bangsa. Setiap penerima manfaat adalah saudara kita yang sedang kita bantu bangkit, dari mustahik menjadi muzaki," kata Sodik.

 

Rakornas BAZNAS 2026 diikuti oleh perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, dengan jumlah peserta sekitar 1.300 orang. Rangkaian acara tersebut juga diisi dengan dua sesi Zakat Strategic Talks bersama para Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.Ε., Μ.Μ., Μ.Η., Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., Μ.Η., Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi dan Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani, B.A., Μ.Β.Α.

 

Pada Kamis, 15 Oktober, Rakornas BAZNAS 2026 akan ditutup dengan pembacaan Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, lalu dilanjutkan dengan Grand BAZNAS Awards 2026. Resolusi tersebut, bersama strategi yang disepakati di setiap komisi, adalah hasil utama yang kami targetkan dari Rakornas ini.

 

Hadir pula dalam pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Hj. Saidah Sakwan, M.A., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Ketua BAZNAS RI Periode 2020-2025 Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.,  Kepala BPKH Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., AAK., serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.

#sumber:baznas.go.id
#Duplikasi berita BAZNAS

13/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Ketua MPR Apresiasi Kiprah BAZNAS Bantu Masyarakat hingga Palestina

Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kiprah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu masyarakat, termasuk kontribusinya bagi masyarakat Palestina.

 

Melalui berbagai program, BAZNAS membantu masyarakat mulai dari penyediaan air bersih, beasiswa, bantuan modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pembangunan rumah layak huni.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” dan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.

 

Muzani menilai, berbagai program BAZNAS menunjukkan peran nyata lembaga tersebut dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

 

“Apa yang dikerjakan oleh BAZNAS itu sudah benar. Kalau ada kekeringan air, BAZNAS itu ada. Kalau ada beasiswa kurang, BAZNAS memberi. Kalau ada modal kurang, modal UMKM BAZNAS membantu. Kalau ada rumah tidak layak huni, BAZNAS ikut membangun,” ujar Muzani, Selasa (13/10/2026).

 

Ia juga menyampaikan, langkah BAZNAS dalam memulai dan menjalankan program bantuan merupakan kontribusi yang patut diapresiasi.

 

“Kalau kurang pasti kurang, tapi yang luar biasa adalah BAZNAS sudah memulai itu semua,” katanya.

 

Muzani menegaskan, kontribusi BAZNAS tidak hanya berupa penyaluran bantuan, tetapi juga upaya jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pengelolaan zakat, BAZNAS diharapkan mampu mendorong masyarakat yang semula menjadi mustahik atau penerima zakat agar kelak mandiri secara ekonomi dan menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat.

 

“Ini amal BAZNAS, ini andil BAZNAS mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengangkat dari mustahik menjadi muzaki,” tuturnya.

 

Muzani juga menyampaikan, "BAZNAS harus hadir di tengah masyarakat. BAZNAS harus melayani masyarakat. BAZNAS harus hadir pada saat diperlukan, baik ketika masyarakat ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah maupun ketika mereka membutuhkan pertolongan. Itulah yang ingin dibicarakan dalam Rakornas hari ini."

 

Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.

 

Hadir pula dalam pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Hj. Saidah Sakwan, M.A., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin, Ambassador of Jordan to Indonesia, H.E. Mr. Sudqi Atallah Abdel Qader Al-Omoush, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Ketua BAZNAS RI Periode 2020-2025, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Kepala BPKH, Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., AAK.

#sumber:baznas.go.id
#Duplikasi berita BAZNAS

13/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Menko Yusril Tekankan Pentingnya Penguatan Posisi BAZNAS melalui UU Zakat

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., menekankan pentingnya penguatan posisi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui penyempurnaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

 

Hal tersebut disampaikan Yusril dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” dan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.

 

Hadir dalam Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.

 

Yusril berharap, pertemuan tersebut dapat melahirkan berbagai gagasan baru untuk menyempurnakan regulasi tentang zakat, sehingga posisi dan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat nasional semakin kuat.

 

“Mudah-mudahan dari pertemuan ini ada gagasan-gagasan baru menyempurnakan Undang-Undang Zakat No. 23 Tahun 2011 ini untuk kita perkuat posisi BAZNAS itu menjadi seperti apa,” ujar Yusril, Selasa (13/10/2026).

 

Ia menilai, Indonesia sebagai negara Pancasila yang pluralistik memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan peran dan kontribusinya, termasuk melalui pengembangan berbagai regulasi yang berkaitan dengan ekonomi syariah.

 

“Zaman kita ini tidak ada lagi persoalan Undang-Undang Ekonomi Syariah, Perbankan Islam, Asuransi segala macam. Negara kita ini adalah negara Pancasila yang pluralistik, tapi memberikan tempat sewajarnya bagi umat Islam sebagai kekuatan mayoritas di negara kita ini,” katanya.

 

Menurut Yusril, penyempurnaan regulasi pengelolaan zakat menjadi salah satu hal yang perlu dibahas untuk memperjelas dan memperkuat posisi BAZNAS dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

 

Melalui penguatan regulasi tersebut, Yusril juga berharap, BAZNAS dapat terus mengoptimalkan pengelolaan zakat dan meningkatkan kontribusinya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

#sumber: baznas.go.id
#Duplikasi Berita BAZNAS

13/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 Hasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan
Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 Hasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia sukses menggelar Rapat Koordinasi Nasional pada 13-15 Agustus 2026 di Jakarta, dengan menghasilkan sepuluh resolusi jihad zakat untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Resolusi tersebut dibacakan langsung oleh Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. dihadapan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI dan 1.300 perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia, yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Rencana Strategis BAZNAS 2026-2031. Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan, resolusi dari Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 tersebut tidak boleh berhenti pada kesepakatan dan perumusan program. Seluruh hasil pembahasan, termasuk Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah. Ia mengingatkan, sebagai lembaga pengelola dana umat, BAZNAS harus memastikan zakat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pendistribusian, pendayagunaan, dan pemberdayaan. "Selama tiga hari, kita telah berkumpul, berdiskusi, menyampaikan berbagai pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Mari kita laksanakan Resolusi Jihad Zakat sebagai sebuah pendakian. Pendakian-pendakian kita untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, memobilisasi zakat, infak, dan sedekah sebanyak-banyaknya, serta mendistribusikannya secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujarnya, Kamis (15/10/2026). Sodik menegaskan, semua komitmen, tekad, misi dan program resolusi ini, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan khairu ummah, umat terbaik, yakni umat islam yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi, sehingga bisa memberi rahmat dan manfaat bagi semua umat dan golongan di Indonesia, sehingga menjadi umat yang berpengaruh, bermartabat dan terhormat. Sementara itu, Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A. menegaskan resolusi yang dihasilkan dalam Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 meneguhkan Jihad Zakat sebagai ikhtiar bersama untuk memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat "Dengan semangat satu visi, satu arah, dan satu gerakan zakat nasional, kami menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan solidaritas kemanusiaan Indonesia," ujar Saidah. Saidah menyampaikan, Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 menegaskan pentingnya kesatuan visi, penguatan kolaborasi, dan tata kelola yang akuntabel dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan nasional. "Komitmen bersama ini diharapkan mampu memperluas manfaat dana umat, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat pusat hingga desa," ujarnya. Adapun 10 resolusi Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 bahwa BAZNAS, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten dan Kota menyatakan komitmen bersama sebagai berikut: 1. Berkomitmen untuk mencapai angka pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya secara nasional menuju Rp70 triliun pada tahun 2027. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan regulasi di pusat dan daerah, literasi zakat sejak dini melalui Manasik Zakat, kerjasama dengan berbagai pihak, serta peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan. Penguatan juga dilakukan melalui peningkatan layanan muzaki, digitalisasi dan inovasi kanal penghimpunan, peningkatan kepercayaan publik terhadap BAZNAS, serta perluasan basis pengumpulan melalui 8 sumber zakat berdasarkan Pasal 4 UU Nomor 23 Tahun 2011 dan pengembangan 23 sumber Dana Sosial Keagamaan Lainnya. 2. Berkomitmen untuk mengoptimalkan pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan nasional yang menyasar kepada 48 juta jiwa mustahik dan penerima manfaat secara efektif, terukur, terintegrasi dan berdampak, dengan memastikan dana umat memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan mustahik dan masyarakat. 3. Berkomitmen untuk bersama pemerintah menargetkan pengentasan kemiskinan sebanyak 601 ribu mustahik atau 2,41 juta jiwa penerima manfaat di tahun 2027 melalui program pendistribusian, pemberdayaan, dan pendayagunaan zakat yang terukur, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kemandirian dan kesejahteraan. 4. Berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa, agar pengelolaan zakat menjadi bagian yang terhubung dengan agenda pembangunan daerah dan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling dekat. 5. Berkomitmen untuk mengaktivasi seluruh UPZ Desa di Indonesia sebagai ujung tombak layanan zakat di tingkat komunitas, sehingga penghimpunan, pelayanan muzaki, pendataan mustahik, dan penyaluran dapat semakin dekat dengan masyarakat. 6. Berkomitmen untuk menjaga nama baik dan kepercayaan muzaki, Presiden, Pemerintah, dan masyarakat kepada BAZNAS dalam setiap mandat pengelolaan zakat, melalui tata kelola yang amanah, transparan, profesional, patuh regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. 7. Berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan jaringan pengusaha dan kelompok profesi melalui semangat ajakan, kolaborasi, dan aksi, sehingga pelaku usaha dan kelompok profesi menjadi mitra strategis dalam memperluas pengumpulan serta menghadirkan program sosial ekonomi yang berdampak. 8. Berkomitmen mendukung penguatan kedudukan, kewenangan, dan kepastian hukum kelembagaan BAZNAS dalam regulasi pengelolaan zakat nasional. Memperkuat sinergi dengan Bappenas/Bappeda melalui pemanfaatan DTSEN sebagai acuan pengelolaan zakat serta menjadikan Indeks Zakat Nasional sebagai instrumen pengukuran kinerja di tingkat pusat dan daerah. 9. Berkomitmen untuk memperkuat koordinasi, kerja sama dengan Kejaksaan dan Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga kepatuhan, keamanan, dan integritas pengelolaan zakat, sehingga setiap dana umat dikelola secara amanah dan terlindungi dari penyalahgunaan. 10. Berkomitmen untuk melaksanakan respon cepat penanganan bencana alam, kemanusiaan, dan sosial baik pada skala lokal, nasional dan global melalui penggalangan dana dan aksi-aksi nyata dilapangan. Turut hadir dalam acara tersebut BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin.#sumber: baznas.go.id #Duplikasi Berita BAZNAS RI
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Grand BAZNAS Awards 2026 Berikan Penghargaan kepada 100 Penggerak Zakat Terbaik
Grand BAZNAS Awards 2026 Berikan Penghargaan kepada 100 Penggerak Zakat Terbaik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 100 penggerak zakat dari berbagai kategori, baik lembaga maupun individu, yang dinilai telah berkontribusi dalam memperkuat ekosistem zakat nasional. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Grand BAZNAS Award 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menyampaikan, pemberian penghargaan kepada para penggerak zakat merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung pengelolaan zakat. Menurutnya, khusus untuk zakat, masyarakat diperbolehkan menyampaikan penghargaan kepada mereka yang menunaikan zakat. "Berikanlah doa, selamat, penghargaan kepada mereka yang membayarkan zakat itu. Padahal kita semua tahu, Allah mengajarkan kita untuk ikhlas dan sebagainya. Khusus untuk zakat, ada dua hal, yaitu boleh diceritakan dan sampaikan penghargaan kepada mereka yang membayar zakat," ujar Sodik. Lebih lanjut, Sodik menjelaskan, penyelenggaraan Grand BAZNAS Awards 2026 merupakan bagian dari implementasi Asta Stratas dan Asta Prioritas BAZNAS 2026–2031, khususnya dalam membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif, memperkuat jaringan dan kolaborasi, serta mendorong perbaikan dan inovasi dalam manajemen BAZNAS. "Untuk Grand Awards ini, ada 20 kategori dari berbagai kalangan yang merupakan bagian dari Asta Stratas yang pertama, yakni membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif," ungkapnya. Ia menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi salah satu wujud pengamalan Asta Stratas dalam membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Para penerima penghargaan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari gubernur, wali kota, hingga para muzaki. "Acara ini adalah salah satu wujud pengamalan Asta Stratas, yakni kita jaga kolaborasi kita dengan berbagai pihak," ujarnya. Sodik menjelaskan, melalui acara ini BAZNAS juga berupaya untuk menunjukkan 5D yaitu BAZNAS yang Diingat, BAZNAS yang Dipercaya, BAZNAS yang Dijangkau, BAZNAS yang Dicintai, dan BAZNAS yang Dibanggakan," katanya. Melalui Grand BAZNAS Awards 2026, BAZNAS RI terus mendorong penguatan kolaborasi dan inovasi dalam pengelolaan zakat nasional guna memperluas ekosistem zakat dan meningkatkan manfaatnya bagi masyarakat. "Kami berharap melalui acara ini tumbuh sifat saling menghargai, sifat saling memotivasi agar terus berkembang. Untuk mereka yang mendapatkan penghargaan, ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan manfaat yang lebih luas," katanya. Berikut penerima Grand BAZNAS Awards 2026 : Kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik 1. DK Jakarta 2. Jawa Timur 3. Kalimantan Timur 4. Nusa Tenggara Barat 5. Lampung Kategori Bupati Pendukung Zakat Terbaik 1. Sumedang 2. Banyumas 3. Gresik 4. Siak 5. Barru Kategori Walikota Pendukung Zakat Terbaik 1. Surabaya 2. Bandung 3. Tangerang Selatan 4. Batam 5. Makassar Kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik 1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2. Universitas Gadjah Mada 3. Universitas Sebelas Maret 4. UIN Mahmud Yunus Batusangkar 5. Universitas Padjadjaran Kategori Kementerian Pendukung Zakat Terbaik 1. Kementerian Agama 2. Pekerjaan Umum 3. Kemendagri 4. Kemenkeu 5. Imigrasi dan Pemasyarakatan Kategori Badan/Lembaga Negara Pendukung Zakat Terbaik 1. BPJS Kesehatan 2. BPJS Ketenagakerjaan 3. BRIN 4. Mabes TNI 5. KPK Kategori BUMN Pendukung Zakat Terbaik 1. BSI 2. BRI 3. BNI 4. Bank Mandiri 5. Semen Padang Kategori Muzaki Perusahaan Terbaik 1. Tempo Scan Pacific 2. Mitra Bisnis Keluarga 3. Paragon 4. Asuransi Jiwa Al-Amin 5. Assegaf Hamzah & Partners Kategori Lembaga Keuangan Pendukung Zakat Terbaik 1. BSI 2. BRI 3. BNI 4. Mandiri 5. BCA Kategori Muzaki Individu Teladan 1. Muhammad Kurniawan 2. Yuanita Rohali 3. S Sjafran 4. Nurhayati Subakat 5. Garibaldi Thohir Kategori Tokoh Publik Pendukung Zakat Terbaik 1. Ivan Gunawan 2. Inul Daratista 3. Hadad Alwi Assegaf 4. Abdel Achrian 5. Teuku Ryzki Muhammad Kategori Media Pendukung Zakat Terbaik 1. TVRI 2. LKBN Antara 3. MNC Trijaya 4. Kompas TV 5. TV One Kategori Penyedia Layanan Zakat Terbaik 1. GoPay 2. Blu by BCA Digital 3. LinkAja Syariah 4. Kitabisa.com 5. Midtrans Kategori Mitra Internasional Pendukung Zakat Terbaik 1. TIKA Turki 2. King Salman 3. ISF OIC 4. Angkasa Malaysia 5. Masjid Al-Hikmah New York Kategori Perusahaan Pendukung Pengumpulan Zakat Terbaik 1. Alfamart 2. Alfamidi 3. Indomaret 4. Nobby Official 5. Pegadaian Kategori BAZNAS Provinsi Terbaik 1. BAZNAS Prov. Jawa Tengah 2. BAZNAS Prov. DI Yogyakarta 3. BAZNAS Prov. DK Jakarta 4. BAZNAS Prov. Riau 5. BAZNAS Prov. Kalimantan Selatan Kategori BAZNAS Kabupaten Terbaik 1. BAZNAS Kab. Kutai Timur 2. BAZNAS Kab. Tasikmalaya 3. BAZNAS Kab. Rokan Hulu 4. BAZNAS Kab. Kampar 5. BAZNAS Kab. Sukabumi Kategori BAZNAS Kota Terbaik 1. BAZNAS Kota Tangerang 2. BAZNAS Kota Yogyakarta 3. BAZNAS Kota Semarang 4. Baitul Mal Kota Banda Aceh 5. BAZNAS Kota Tebing Tinggi Kategori LAZ Mitra Terbaik 1. LAZIS Muhammadiyah 2. LAZIS Nahdhatul Ulama 3. LAZ Baitulmal Munzalan 4. LAZ Persatuan Islam 5. LAZ Pesantren Islam Al-Azhar Kategori Mustahik Transformatif 1. Arfawati – Z-Chicken Kab. Gowa 2. Sutiyo – Z-Mart Kab. Purbalingga 3. Ahmad Yogi Santosa – Lumbung Pangan Kab. Garut 4. Panji Husairi – Z-Auto Kota Depok 5. Suwanda – Z-Auto Kota Cilegon#sumber:baznas.go.id#Duplikasi Berita BAZNAS RI
BERITA15/10/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Perluas Manfaat, BAZNAS RI Tetapkan Target Pengumpulan ZIS-DSKL Nasional 2027 Capai Rp70 Triliun
Perluas Manfaat, BAZNAS RI Tetapkan Target Pengumpulan ZIS-DSKL Nasional 2027 Capai Rp70 Triliun
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan target pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) sebesar Rp70 triliun secara nasional, termasuk BAZNAS provinsi dan kota/Kabupaten, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) seluruh Indonesia guna memperluas manfaat bagi umat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta. Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 dihadiri Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar. Sodik mengatakan, target tersebut sekaligus menjadi arah bagi seluruh pengelola zakat di Indonesia untuk memperkuat penghimpunan dan mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berdampak luas. "Sesuai Rencana Strategis BAZNAS 2026 hingga 2031, pada tahun 2027 kami menargetkan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara nasional sebesar Rp70 triliun," jelas Sodik. Sodik menyampaikan, target ini hanya dapat dicapai bila seluruh BAZNAS daerah bergerak bersama, didukung pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga amil zakat mitra. "Dengan arahan Ketua MPR tadi, serta dukungan dari Bapak Presiden RI seperti yang selama ini diberikan kepada BAZNAS, kerja keras dan kerja cerdas , kita semua yakin BAZNAS dapat menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan bangsa. Setiap penerima manfaat adalah saudara kita yang sedang kita bantu bangkit, dari mustahik menjadi muzaki," kata Sodik. Rakornas BAZNAS 2026 diikuti oleh perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, dengan jumlah peserta sekitar 1.300 orang. Rangkaian acara tersebut juga diisi dengan dua sesi Zakat Strategic Talks bersama para Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.Ε., Μ.Μ., Μ.Η., Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., Μ.Η., Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi dan Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani, B.A., Μ.Β.Α. Pada Kamis, 15 Oktober, Rakornas BAZNAS 2026 akan ditutup dengan pembacaan Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, lalu dilanjutkan dengan Grand BAZNAS Awards 2026. Resolusi tersebut, bersama strategi yang disepakati di setiap komisi, adalah hasil utama yang kami targetkan dari Rakornas ini. Hadir pula dalam pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Hj. Saidah Sakwan, M.A., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Ketua BAZNAS RI Periode 2020-2025 Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Kepala BPKH Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., AAK., serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria.#sumber:baznas.go.id#Duplikasi berita BAZNAS
BERITA13/10/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Ketua MPR Apresiasi Kiprah BAZNAS Bantu Masyarakat hingga Palestina
Ketua MPR Apresiasi Kiprah BAZNAS Bantu Masyarakat hingga Palestina
Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kiprah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam membantu masyarakat, termasuk kontribusinya bagi masyarakat Palestina. Melalui berbagai program, BAZNAS membantu masyarakat mulai dari penyediaan air bersih, beasiswa, bantuan modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pembangunan rumah layak huni. Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” dan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta. Muzani menilai, berbagai program BAZNAS menunjukkan peran nyata lembaga tersebut dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka. “Apa yang dikerjakan oleh BAZNAS itu sudah benar. Kalau ada kekeringan air, BAZNAS itu ada. Kalau ada beasiswa kurang, BAZNAS memberi. Kalau ada modal kurang, modal UMKM BAZNAS membantu. Kalau ada rumah tidak layak huni, BAZNAS ikut membangun,” ujar Muzani, Selasa (13/10/2026). Ia juga menyampaikan, langkah BAZNAS dalam memulai dan menjalankan program bantuan merupakan kontribusi yang patut diapresiasi. “Kalau kurang pasti kurang, tapi yang luar biasa adalah BAZNAS sudah memulai itu semua,” katanya. Muzani menegaskan, kontribusi BAZNAS tidak hanya berupa penyaluran bantuan, tetapi juga upaya jangka panjang untuk mengentaskan kemiskinan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pengelolaan zakat, BAZNAS diharapkan mampu mendorong masyarakat yang semula menjadi mustahik atau penerima zakat agar kelak mandiri secara ekonomi dan menjadi muzaki atau orang yang menunaikan zakat. “Ini amal BAZNAS, ini andil BAZNAS mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mengangkat dari mustahik menjadi muzaki,” tuturnya. Muzani juga menyampaikan, "BAZNAS harus hadir di tengah masyarakat. BAZNAS harus melayani masyarakat. BAZNAS harus hadir pada saat diperlukan, baik ketika masyarakat ingin menunaikan zakat, infak, dan sedekah maupun ketika mereka membutuhkan pertolongan. Itulah yang ingin dibicarakan dalam Rakornas hari ini." Turut hadir Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar. Hadir pula dalam pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., jajaran Pimpinan BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., Hj. Saidah Sakwan, M.A., Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc, Ak, CPA., Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., serta Pimpinan Ex-Officio BAZNAS RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, dan Mochamad Agus Rofiudin, Ambassador of Jordan to Indonesia, H.E. Mr. Sudqi Atallah Abdel Qader Al-Omoush, Ketua Umum MUI KH. Anwar Iskandar, Ketua BAZNAS RI Periode 2020-2025, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., serta Kepala BPKH, Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., AAK.#sumber:baznas.go.id#Duplikasi berita BAZNAS
BERITA13/10/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Menko Yusril Tekankan Pentingnya Penguatan Posisi BAZNAS melalui UU Zakat
Menko Yusril Tekankan Pentingnya Penguatan Posisi BAZNAS melalui UU Zakat
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., menekankan pentingnya penguatan posisi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui penyempurnaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Hal tersebut disampaikan Yusril dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” dan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta. Hadir dalam Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar. Yusril berharap, pertemuan tersebut dapat melahirkan berbagai gagasan baru untuk menyempurnakan regulasi tentang zakat, sehingga posisi dan peran BAZNAS dalam pengelolaan zakat nasional semakin kuat. “Mudah-mudahan dari pertemuan ini ada gagasan-gagasan baru menyempurnakan Undang-Undang Zakat No. 23 Tahun 2011 ini untuk kita perkuat posisi BAZNAS itu menjadi seperti apa,” ujar Yusril, Selasa (13/10/2026). Ia menilai, Indonesia sebagai negara Pancasila yang pluralistik memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan peran dan kontribusinya, termasuk melalui pengembangan berbagai regulasi yang berkaitan dengan ekonomi syariah. “Zaman kita ini tidak ada lagi persoalan Undang-Undang Ekonomi Syariah, Perbankan Islam, Asuransi segala macam. Negara kita ini adalah negara Pancasila yang pluralistik, tapi memberikan tempat sewajarnya bagi umat Islam sebagai kekuatan mayoritas di negara kita ini,” katanya. Menurut Yusril, penyempurnaan regulasi pengelolaan zakat menjadi salah satu hal yang perlu dibahas untuk memperjelas dan memperkuat posisi BAZNAS dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat. Melalui penguatan regulasi tersebut, Yusril juga berharap, BAZNAS dapat terus mengoptimalkan pengelolaan zakat dan meningkatkan kontribusinya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.#sumber: baznas.go.id#Duplikasi Berita BAZNAS
BERITA13/10/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Menag RI: BAZNAS Lembaga Kredibel, Pengelolaan Zakat Diawasi Ketat
Menag RI: BAZNAS Lembaga Kredibel, Pengelolaan Zakat Diawasi Ketat
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. menyampaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merupakan lembaga kredibel yang mengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional, transparan, dan akuntabel, dengan pengawasan ketat dari berbagai lembaga pemeriksa. Pernyataan tersebut disampaikan Menag Nasaruddin dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 dihadiri Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si., Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., serta diikuti oleh 1.300 perwakilan BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. “Jadi, percayalah kepada BAZNAS sebagai lembaga yang sangat kredibel. Insyaallah, kita percaya bahwa BAZNAS akan mempertanggungjawabkan seluruh kepercayaan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu kepada BAZNAS. BAZNAS diawasi oleh inspektorat, DPR, dan berbagai lembaga pemeriksa. Audit juga dilakukan, termasuk audit syariah dan audit lainnya,” ujar Nasaruddin, Selasa (13/10/2026). Nasaruddin juga mengimbau masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai bentuk kesadaran syariah yang dapat memperluas pemberdayaan mustahik dan menuntaskan masalah kemiskinan. Ia juga mengapresiasi visi dan misi BAZNAS yang dinilainya telah berada di jalur yang tepat dalam mengelola zakat, infak dan sedekah. "Saya kira visi dan misi BAZNAS kali ini sudah benar. Tinggal sekarang bagaimana meningkatkan kesadaran syariah umat Islam agar kita sadar untuk menjalankan syariat Islam. Saham akhirat kita juga harus diingatkan kepada masyarakat," ujar Nasaruddin.#sumber: baznas.go.id#Duplikasi berita BAZNAS
BERITA13/10/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Jelang Rakornas, BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola UPZ untuk Perluas Manfaat Zakat
Jelang Rakornas, BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola UPZ untuk Perluas Manfaat Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus mendorong penguatan tata kelola 164.736 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) secara nasional guna memperluas manfaat zakat dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Penguatan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam agenda Pra-Rakornas UPZ 2026 bertajuk "Tata Kelola UPZ: Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak" yang berlangsung secara daring, Selasa (6/10/2026). Hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., Pimpinan Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM. Kegiatan juga diikuti pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia secara daring. Dalam arahannya, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan, terdapat tiga hal yang perlu diperkuat dalam pengelolaan UPZ mulai di tingkat provinsi hingga desa, yakni membangun sistem perencanaan, termasuk standardisasi yang kuat, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang profesional dan manajemen yang tepat, serta memperluas kolaborasi. "Jadi, perencanaan harus akurat, eksekusi harus tepat, dan monitoring harus kuat. Pra-Rakornas menjadi momentum konsolidasi untuk memastikan seluruh jajaran BAZNAS dan UPZ memiliki arah yang sama dalam meningkatkan mobilisasi ZIS sekaligus memperkuat dampak pendistribusian dan pemberdayaan," ujar Sodik. Sodik menyampaikan, data tahun 2025 menunjukkan terdapat 164.736 UPZ secara nasional, sehingga keberadaan UPZ perlu dioptimalkan karena merupakan jaringan yang sangat besar dalam memperluas penghimpunan dan layanan zakat. Menurutnya, UPZ memiliki posisi strategis sebagai salah satu organ utama BAZNAS dalam menjalankan amanah pengumpulan zakat. Amanah tersebut memiliki legitimasi secara legislasi berdasarkan undang-undang dan secara syar'i berdasarkan Al-Qur'an. Lebih lanjut, Sodik mengatakan, legitimasi tersebut perlu diiringi dengan kemampuan pengelolaan yang kuat agar potensi UPZ dapat dioptimalkan. Menurutnya, pengelolaan zakat harus dilakukan secara sistemik dan cerdas, sesuai dengan kondisi muzaki, serta diperkuat melalui sosialisasi dan marketing. "Tidak cukup dengan legitimasi saja, tetapi harus dengan kemampuan manajemen yang lainnya. Hal ini juga perlu didukung riset mengenai perilaku masyarakat, termasuk Generasi Z yang disebut lebih banyak bersedekah tetapi belum banyak berzakat sehingga membutuhkan pendekatan perilaku khusus," ujar Sodik. Sodik menegaskan, seluruh penguatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan manfaat zakat bagi masyarakat. Ia menyampaikan terdapat sejumlah amanat Presiden yang perlu diterjemahkan BAZNAS melalui peningkatan kinerja, penguatan UPZ Desa, integrasi program pengentasan kemiskinan, serta penjagaan integritas dalam pengelolaan zakat. "164.736 UPZ tidak hanya menjadi angka kelembagaan, tetapi menjadi kekuatan nyata untuk meningkatkan pengumpulan, memperluas manfaat, dan mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI," tegas Sodik.
BERITA06/10/2026 | Humas BAZNAS SUMBAR
BAZNAS Sumbar Ikuti Pra-Rakornas UPZ 2026, Dorong Penguatan UPZ hingga Tingkat Bawah
BAZNAS Sumbar Ikuti Pra-Rakornas UPZ 2026, Dorong Penguatan UPZ hingga Tingkat Bawah
PADANG — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat mengikuti agenda Pra-Rakornas UPZ 2026 bertajuk “Tata Kelola UPZ: Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” yang diselenggarakan BAZNAS Republik Indonesia secara daring, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Kepala Bagian Pengumpulan dan staf Bagian Pengumpulan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan tata kelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di daerah. Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional dalam memperkuat peran UPZ sebagai salah satu kanal strategis penghimpunan zakat. BAZNAS RI mencatat terdapat 164.736 UPZ secara nasional pada 2025. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya jaringan UPZ dalam mendukung peningkatan penghimpunan sekaligus memperluas layanan zakat hingga ke lapisan masyarakat yang lebih dekat dengan muzaki. Dalam arahannya, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menekankan pentingnya penguatan perencanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan manajemen, serta perluasan kolaborasi dalam pengelolaan UPZ. Menurutnya, pengelolaan UPZ perlu dilakukan secara sistematis dengan perencanaan yang akurat, pelaksanaan yang tepat, dan monitoring yang kuat agar keberadaan UPZ tidak hanya menjadi struktur kelembagaan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap penghimpunan dan pendistribusian zakat. Sejalan dengan arahan tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memberikan perhatian khusus terhadap penguatan BAZNAS Kabupaten/Kota. Hal ini mengingat BAZNAS Kabupaten/Kota memiliki jangkauan wilayah yang lebih dekat dan luas terhadap masyarakat hingga tingkat kecamatan, nagari, kelurahan, maupun institusi. Karena itu, penguatan tata kelola dan percepatan pembentukan serta optimalisasi UPZ di tingkat bawah perlu dilakukan secara lebih masif agar potensi penghimpunan zakat dapat digarap secara optimal dan target yang telah ditetapkan dapat dicapai. Pada sesi penyampaian Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., disampaikan tiga pesan utama terkait penguatan UPZ. Pertama, UPZ merupakan kanal pengumpulan zakat berbasis institusi yang memiliki posisi strategis dalam memperluas penghimpunan. Kedua, pada tingkat pusat, kanal tersebut masih belum tergarap secara optimal sehingga diperlukan langkah penguatan dan pengembangan yang lebih terarah. Ketiga, pengelolaan UPZ membutuhkan pembagian peran yang jelas antara tingkat pusat dan daerah agar pembinaan, pengembangan, pelaksanaan, hingga evaluasi dapat berjalan secara efektif. Pesan tersebut menjadi perhatian penting bagi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam melakukan pembinaan kepada BAZNAS Kabupaten/Kota. Penguatan UPZ tidak cukup hanya dilakukan melalui pembentukan secara administratif, tetapi harus dikawal melalui sebuah siklus pengelolaan yang jelas, mulai dari identifikasi potensi, pembentukan, pembinaan, peningkatan kapasitas, pelaksanaan pengumpulan, pelaporan, monitoring, hingga evaluasi. Dengan demikian, setiap UPZ yang dibentuk diharapkan benar-benar aktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Melalui agenda Pra-Rakornas UPZ 2026 ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat berkomitmen memperkuat koordinasi bersama BAZNAS Kabupaten/Kota untuk mempercepat optimalisasi UPZ hingga tingkat bawah. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas basis muzaki, meningkatkan kualitas layanan penghimpunan, memperkuat tata kelola, serta mendorong pencapaian target penghimpunan yang telah ditetapkan. Penguatan UPZ pada akhirnya diharapkan tidak hanya meningkatkan angka penghimpunan, tetapi juga memperbesar manfaat zakat bagi masyarakat dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
BERITA06/10/2026 | Humas BAZNAS SUMBAR
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI Lewat Berbagai Layanan
BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI Lewat Berbagai Layanan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan BAZNAS Kota Semarang menyemarakkan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dengan menghadirkan berbagai layanan gratis, pameran kuliner hingga booth interaktif bagi peserta maupun pengunjung. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BAZNAS menghadirkan booth edukasi digital bertajuk “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”, layanan potong rambut gratis, hingga turut berpartisipasi dalam Halal Food Fest dengan menghadirkan berbagai produk olahan lokal dari usaha milik mustahik binaan. Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc., M.A. mengajak masyarakat untuk hadir dan memanfaatkan berbagai layanan serta edukasi yang disediakan BAZNAS selama pameran MTQ Nasional XXXI berlangsung. “Dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI, BAZNAS mengikuti kegiatan pameran yang berlangsung sejak tanggal 11 hingga tanggal 19 September. Silakan hadir di pameran tersebut, di booth kami. Kita ada edukasi tentang zakat. Kalau Anda beruntung, Anda akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik,” ujar Subhan saat sela-sela kunjungannya di booth BAZNAS pada acara MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/9/2026). Ia menjelaskan, booth BAZNAS tidak hanya diisi oleh BAZNAS RI, tetapi juga melibatkan BAZNAS daerah serta para pelaku UMKM binaan BAZNAS. Masyarakat juga dapat mengikuti edukasi mengenai zakat dan berkesempatan memperoleh berbagai hadiah menarik yang disediakan di booth tersebut. Subhan berharap kehadiran BAZNAS dalam MTQ Nasional XXXI dapat menjadi sarana untuk memperluas edukasi zakat sekaligus mengajak masyarakat memaknai momentum MTQ sebagai upaya membumikan Al-Qur’an. “Silakan datang ke pameran ini dan kita meriahkan tabarukan bil Quran. Kita mengambil berkah dari kegiatan membumikan Al-Qur’an melalui MTQ Nasional XXXI Tahun 2026,” ucapnya. Berbagai layanan, pameran, hingga booth edukasi yang dihadirkan BAZNAS mendapat sambutan positif dari peserta dan pengunjung MTQ Nasional XXXI. Antusiasme pengunjung juga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam berbagai aktivitas di booth BAZNAS. Selain memperoleh informasi seputar zakat, pengunjung dapat melihat langsung ragam program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS untuk memberikan manfaat dan mendorong kemandirian penerima manfaat.
BERITA19/09/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Bersama Mitsui Leasing Salurkan Layanan Kesehatan dan Dapur Air bagi 1.100 Penyintas Gempa NTT
BAZNAS Bersama Mitsui Leasing Salurkan Layanan Kesehatan dan Dapur Air bagi 1.100 Penyintas Gempa NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Mitsui Leasing Capital Indonesia (Mitsui Leasing) bersinergi memberikan bantuan kemanusiaan berupa Layanan Kesehatan dan Fasilitas Dapur Air guna membantu pemulihan penyintas gempa bumi di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi tanggap bencana ini menyasar sedikitnya 1.100 warga terdampak yang terdiri atas 350 anak-anak dan 750 orang dewasa. Dalam aksi kolaborasi yang tengah berlangsung, BAZNAS dan Mitsui Leasing mengusung dua pilar utama bantuan yang disalurkan secara terpadu. Pertama, Layanan Kesehatan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi medis langsung dengan dokter, pemberian obat-obatan gratis sesuai keluhan, serta pendampingan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis warga dan anak-anak pascabencana, dimana pada hari pertama telah melayani 25 warga dan merujuk 5 pasien. Layanan ini juga didukung armada siaga ambulans. Kedua, Fasilitas Dapur Air yang menyajikan minuman hangat dan makanan ringan bergizi secara gratis untuk menjaga stamina serta kecukupan nutrisi masyarakat terdampak gempa selama masa pemulihan. Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa layanan kesehatan merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar di tengah masa pemulihan. “BAZNAS berupaya menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana. Selain membantu kebutuhan kesehatan, sinergi ini juga menjadi bentuk kepedulian bersama untuk meringankan beban para penyintas gempa di NTT,” ujar Idy. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Mitsui Leasing yang telah ikut membantu dan berkontribusi dalam penanganan masyarakat terdampak gempa di NTT. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak,” kata Idy. Sementara itu, Corpoate Secretary Mitsui Leasing, Wasistyo Adi Saras Putro, menegaskan komitmen berkelanjutan Perusahaan dalam aksi kepedulian sosial ini. “Kami memahami bahwa masyarakat terdampak bencana membutuhkan perlindungan kesehatan medis, pendampingan psikologis, serta keterjaminan asupan nutrisi harian. Kolaborasi bersama BAZNAS dalam menghadirkan Layanan Kesehatan lengkap dan Dapur Air ini merupakan wujud nyata kepedulian Mitsui Leasing untuk mendampingi masyarakat Manggarai Timur bangkit pascabencana," ungkap Wasistyo Adi.
BERITA17/09/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS RI Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional
Pra-Rakornas 2026, BAZNAS RI Dorong Percepatan Transformasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong transformasi pengelolaan zakat di Indonesia melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), transformasi digital, serta penguatan pengendalian dan pengawasan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan optimalisasi potensi zakat nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., dalam Pra-Rakornas BAZNAS RI yang diselenggarakan secara daring, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia secara daring. Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., mengatakan, transformasi tersebut diperlukan karena pertumbuhan penghimpunan zakat dalam beberapa tahun terakhir belum sebanding dengan potensi zakat nasional yang dapat digali. Kondisi itu menjadi tantangan bagi BAZNAS untuk mempercepat penguatan ekosistem pengelolaan zakat. "Untuk menjawab tantangan tersebut, BAZNAS memfokuskan transformasi pada tiga agenda kritis, yakni transformasi human capital atau sumber daya manusia (SDM), transformasi digital, dan penguatan pengendalian serta pengawasan," ujar Zainut. Zainut mengatakan, sebagai langkah nyata ke depan, BAZNAS telah menyiapkan delapan agenda strategis, di antaranya penyusunan National Audit Competency Framework, ekspansi roadmap sertifikasi, pembangunan arsitektur data zakat nasional, penguatan SIMBA berbasis AI, hingga penegakan pedoman anti-fraud dan penguatan independensi audit di daerah. Zainut mengatakan, hingga saat ini, sebanyak 3.822 amil telah dinyatakan kompeten melalui proses sertifikasi. Namun, jumlah tersebut masih relatif kecil dibandingkan dengan keseluruhan amil dalam ekosistem zakat nasional. "Kita harus melakukan pergeseran paradigma secara mendasar, dari yang sekadar certification oriented menjadi competence driven," ujarnya. Lebih lanjut, Zainut mengatakan, selain SDM, transformasi digital menjadi agenda berikutnya. Kinerja digitalisasi BAZNAS menunjukkan tren positif dengan penghimpunan berbasis digital yang tumbuh hingga 398 kali lipat dalam tujuh tahun terakhir dan kini berkontribusi sekitar 20 persen terhadap total penghimpunan nasional. “Ukuran keberhasilan digitalisasi bukanlah seberapa banyak aplikasi atau sistem yang kita buat, melainkan apakah keputusan kita menjadi lebih baik, apakah layanan kita menjadi lebih cepat, dan apakah transparansi serta dampaknya dapat terukur lebih jelas,” ujarnya. Zainut menambahkan, saat ini, Satuan Audit Internal (SAI) baru mencakup 30 persen BAZNAS kabupaten/kota, sementara lebih dari 380 BAZNAS daerah belum tersentuh audit Kantor Akuntan Publik (KAP) secara memadai. "Oleh karena itu, kita harus mengubah paradigma pengawasan dari watchdog menjadi strategic partner, dari perbaikan reaktif menjadi pencegahan preventif, dan dari sistem manual menuju pengawasan berbasis data," ucap Zainut. Zainut mengatakan, seluruh program besar, mulai dari pengentasan kemiskinan, beasiswa hingga rumah layak huni, hanya akan bisa berjalan optimal jika mesin organisasinya sehat. "BAZNAS tidak boleh hanya menjadi organisasi yang semakin besar. BAZNAS harus menjadi organisasi yang semakin profesional, berbasis data, adaptif terhadap teknologi, memiliki tata kelola yang kuat, dan membawa dampak seluas-luasnya," ucapnya.
BERITA16/09/2026 | Humas BAZNAS SUMBAR
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Paket Logistik Keluarga bagi Penyintas Gempa di NTT
BAZNAS RI Salurkan Bantuan Paket Logistik Keluarga bagi Penyintas Gempa di NTT
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 500 Paket Logistik Keluarga (PLK) kepada korban bencana gempa di Posko Golo Conggo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (24/8/2026). Paket Logistik Keluarga yang disalurkan berisi sejumlah kebutuhan pangan, di antaranya beras, minyak, gula, biskuit, dan mi instan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga di Posko Golo Conggo. Penyaluran bantuan itu turut disaksikan Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. yang juga meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa di wilayah tersebut. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. mengatakan, BAZNAS akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa, khususnya yang berada di pengungsian, tetap terpenuhi. "Akibat bencana ini semua serba terbatas. Meskipun demikian, kebutuhan makan, air, tempat pengungsian, dan kebutuhan dasar lainnya harus kita upayakan tersedia. Jangan sampai ada korban berjatuhan akibat kurangnya kebutuhan dasar bagi penyintas gempa, terutama warga yang berada di tenda pengungsian," ujar Idy. Idy menyampaikan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas dalam penanganan masyarakat terdampak bencana. Untuk sementara ini, BAZNAS menargetkan pendistribusian paket sembako hingga 1.000 paket bagi para penyintas gempa. Bantuan tersebut akan diberikan secara bertahap sesuai dengan kondisi di lapangan. "Sejumlah bantuan terus dikerahkan BAZNAS untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut meliputi makanan, dapur umum, dapur air, masjid darurat, hingga layanan kesehatan. Dan semua bantuan tersebut masih terus berlangsung," jelas Idy. Idy menegaskan, BAZNAS akan terus memantau kondisi penyintas gempa di sejumlah wilayah NTT untuk memastikan dukungan yang diberikan tetap tepat sasaran dan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan. "BAZNAS mengucapan terima kasih kepada para muzaki kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS. Mari kita terus menguatkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, "ujarnya . Sementara itu, salah seorang penerima manfaat sekaligus penyintas gempa NTT yang berprofesi sebagai Kepala Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Pancasila Reok, Kamaruddin Abdullah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya selama berada di pengungsian. "Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah membantu kami, terutama para muzaki yang telah membantu melalui BAZNAS. Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, kami sangat terbantu. BAZNAS dari NTB menyediakan makanan dan logistik untuk kebutuhan kami. Selama beberapa hari, kami disediakan makanan," kata Kamaruddin. "Ada juga Rumah Sehat BAZNAS dari tim yang berasal dari Sulawesi, termasuk tim dokter. Alhamdulillah, kami diberikan obat-obatan yang membantu memberikan sedikit kesembuhan kepada kami," ujarnya.
BERITA25/08/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
Hadirkan Layanan Kesehatan Mobile, BAZNAS Jangkau Penyintas Gempa NTT hingga Pelosok
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan layanan kesehatan mobile Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk menjangkau para penyintas gempa bumi yang tersebar di wilayah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan tim medis RSB menyisir posko-posko pengungsian mandiri hingga wilayah pelosok di Pantai Utara, Kecamatan Reok Barat, untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, serta pembagian obat-obatan. “Layanan kesehatan mobile RSB ini kami hadirkan secara proaktif untuk memastikan seluruh penyintas gempa, khususnya para lansia dan anak-anak, mendapatkan penanganan medis yang cepat tanpa terhalang kendala jarak,” jelas Idy Muzayyad di NTT, Senin (24/8/2026). Ia menegaskan, layanan medis bergerak tersebut penting mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan lokal serta kondisi bencana yang membuat sejumlah penyintas mengalami gangguan kesehatan. Menurutnya, tim medis RSB tidak hanya menunggu korban datang ke posko, tetapi secara aktif mendatangi pemukiman warga serta titik pengungsian yang sulit diakses kendaraan roda empat untuk memastikan kondisi kesehatan para penyintas tetap terjaga. “Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengulurkan tangan dan menyalurkan sedekah terbaik melalui BAZNAS guna meringankan beban serta memulihkan kehidupan saudara-saudara kita di NTT,” imbau Idy Muzayyad. Sementara itu, tim medis RSB BAZNAS, dr. Moch Raedy Noor Rizki, mengatakan tim medis memberikan pelayanan kesehatan secara mobile dengan mendatangi posko-posko pengungsian di wilayah Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, termasuk wilayah yang sulit dijangkau. Langkah ini dilakukan untuk memastikan para penyintas yang terkendala akses transportasi dan kondisi geografis tetap mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan medis secara cepat. Melalui penyisiran tersebut, tim kesehatan RSB BAZNAS telah menangani ratusan pasien terdampak yang membutuhkan pelayanan medis setiap harinya. “Sejak awal tiba, kami langsung bergerak mobile dan terfokus memberikan pelayanan kesehatan di Kecamatan Reok, terutama mendatangi posko-posko warga yang tidak terjangkau akses kendaraan roda empat,” ujarnya. Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Pancasila Reo selaku fasilitator posko medis BAZNAS, Ustaz Jiyanto, mengatakan layanan medis bergerak BAZNAS secara konsisten menyisir posko-posko pengungsian mandiri setiap hari setelah melayani warga di posko utama pesantren. Ia menyampaikan, layanan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak. Jangkauan tim medis bahkan mencapai wilayah terluar seperti Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat. “Pelayanan kesehatan dimulai pukul 08.00 WITA di posko utama, lalu dilanjutkan dengan layanan mobile ke posko-posko pengungsian mandiri. Laporan dari tim dokter menyebutkan jangkauannya bahkan sampai ke Pantai Utara di Kecamatan Reok Barat, dan masyarakat sangat gembira karena pemeriksaannya dilakukan secara menyeluruh mulai dari penanganan medis, pemberian resep, hingga obat-obatan gratis,” tuturnya. Selain memberikan penanganan medis, BAZNAS juga mendistribusikan bantuan sembako dan logistik dapur umum melalui Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), sekaligus menyediakan masjid darurat serta sarana sanitasi untuk menunjang kebutuhan ibadah dan kebersihan para pengungsi.
BERITA24/08/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Luncurkan Program Kampung Zakat ZCD di Lima Puluh Kota, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Berbasis Komunitas
BAZNAS Luncurkan Program Kampung Zakat ZCD di Lima Puluh Kota, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Berbasis Komunitas
Lima Puluh Kota – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi meluncurkan Program Kampung Zakat Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Kamis (9/7/2026). Program ini menjadi wujud kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan. Peluncuran Program Kampung Zakat ZCD dihadiri oleh Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, mewakili Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Ketua BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Yulius, M.Ag., Ph.D., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, M.A., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Eri Iswandi, M.A., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag., serta para pemangku kepentingan lainnya, termasuk Kelompok Tenun Puspa, binaan BAZNAS yang menjadi salah satu kelompok pemberdayaan dalam program tersebut. Program Kampung Zakat ZCD merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian mustahik sehingga tidak hanya menjadi penerima manfaat zakat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan. Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., menegaskan bahwa Program Kampung Zakat merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat untuk pembangunan masyarakat. "Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik," ujar H. Mokhamad Mahdum. Menurutnya, pengembangan Kampung Zakat menjadi bagian dari strategi BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berorientasi pada dampak jangka panjang. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat, zakat diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyambut baik peluncuran Program Kampung Zakat ZCD di Nagari Ampalu sebagai bentuk nyata sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan BAZNAS Kabupaten dalam memperluas manfaat zakat. "Program Kampung Zakat ZCD merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat secara produktif dan berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, memperkuat usaha produktif, serta mendorong mustahik menjadi lebih mandiri. Sinergi yang terbangun hari ini menjadi modal penting untuk menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Barat," ujarnya. Beliau juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan program tersebut, termasuk pemerintah daerah, Kementerian Agama, BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, serta kelompok-kelompok binaan yang menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Salah satu fokus pemberdayaan dalam Program Kampung Zakat ZCD di Nagari Ampalu adalah penguatan Kelompok Tenun Puspa sebagai kelompok usaha binaan BAZNAS. Melalui dukungan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha, kelompok tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi para anggotanya dan masyarakat sekitar. Peluncuran Program Kampung Zakat ZCD ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam mengimplementasikan pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara komprehensif. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu menjadi model pembangunan berbasis zakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya. Melalui Program Kampung Zakat ZCD, BAZNAS terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya melalui optimalisasi potensi zakat untuk kemaslahatan umat.Kontributor: DD Editor:RQ
BERITA09/07/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Bersama Pemprov Sumbar, BAZNAS Luncurkan Program Pembinaan Mualaf dan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 6.635 Penerima Manfaat
Bersama Pemprov Sumbar, BAZNAS Luncurkan Program Pembinaan Mualaf dan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 6.635 Penerima Manfaat
Padang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Launching Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat serta penyerahan simbolis bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa se-Sumatera Barat pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Subuh Mubarakah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat di bidang dakwah dan pendidikan. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Buya Gubernur) kepada para penerima manfaat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Kepala Pelaksana BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Afdal, S.Psi., beserta amil pelaksana, unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat. Peluncuran Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat merupakan hasil kolaborasi antara Mualaf Center Indonesia (MCI) dan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pembinaan keislaman yang berkesinambungan kepada para mualaf. Program ini diharapkan mampu memperkuat akidah, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membangun kemandirian sosial dan ekonomi para mualaf di Sumatera Barat. Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyerahkan secara simbolis bantuan pendidikan yang sebelumnya telah disalurkan secara bertahap kepada ribuan penerima manfaat di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Bantuan tersebut diberikan kepada 5.561 siswa SMA, SMK, dan SLB serta 1.074 mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dengan demikian, total penerima manfaat bantuan pendidikan mencapai 6.635 orang. Program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan dana zakat yang amanah, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memotivasi para pelajar dan mahasiswa untuk terus berprestasi. Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang secara konsisten menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat. "Pendidikan merupakan investasi terbaik dalam membangun masa depan daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi peran BAZNAS yang terus bersinergi menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan pendidikan dan pembinaan mualaf. Semoga zakat yang ditunaikan oleh para muzaki menjadi keberkahan dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing," ujar Buya Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa pendidikan dan pembinaan keagamaan merupakan dua sektor prioritas yang terus menjadi perhatian BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "BAZNAS Provinsi Sumatera Barat berkomitmen agar dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan. Bantuan pendidikan yang diberikan kepada ribuan siswa dan mahasiswa ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan studi mereka, sementara Program Pembinaan Mualaf menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat dakwah serta membangun kemandirian para mualaf di Sumatera Barat," ujar beliau. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Mualaf Center Indonesia, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. Melalui peluncuran Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat dan penyaluran bantuan pendidikan ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga mitra, dan UPZ diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pembinaan keagamaan, serta mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya melalui optimalisasi dana zakat.Kontributor: MAEditor: RQ
BERITA05/07/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi di Masjid Raudhatul Illahi, Kalampaian, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada pagi hari, Kamis (28/5/2026). Dua ekor sapi tersebut merupakan hewan kurban yang diterima oleh BAZNAS RI dan diamanahkan kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk disalurkan di wilayah yang tidak melaksanakan kurban atau memiliki keterbatasan hewan kurban. Berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kebutuhan masyarakat, daerah Kalampaian, Bungus Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kurban tahun ini. Berdasarkan keterangan dari UPT Puskeswan Dharmasraya, kedua hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih. Adapun rincian hewan kurban tersebut yakni sapi pertama berjenis Sapi Bali, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 273 kilogram. Sementara sapi kedua berjenis Sapi Bali x Lim, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 260 kilogram. Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat setempat. Sebanyak 200 penerima manfaat menerima kantong daging kurban dari dua ekor sapi tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, selaku Person In Charge (PIC) Mitra Pelaksana KBB 1477/2026. Adapun Ketua Panitia Kurban dipercayakan kepada Muhammad Afdal selaku Kepala Pelaksana beserta staf yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan. Melalui program kurban ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim pelaksanaan kurban, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. #KurbanBerdayakanDesa
BERITA29/05/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat, khususnya pada aspek penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman serta strategi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di tingkat provinsi. Dalam pertemuan tersebut, jajaran BAZNAS Provinsi Bengkulu menggali berbagai informasi terkait keberhasilan BAZNAS Sumatera Barat dalam meningkatkan penghimpunan zakat yang dinilai lebih tinggi dibandingkan daerahnya. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai strategi penghimpunan yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat, mulai dari penguatan jejaring Unit Pengumpul Zakat (UPZ), intensifikasi sosialisasi zakat, hingga inovasi dalam layanan kepada muzaki. Pendekatan kolaboratif serta inovatif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pengumpulan zakat di wilayah tersebut. Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS provinsi dengan berbagai UPZ di instansi pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Dengan banyaknya UPZ yang aktif, penghimpunan zakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan menjangkau lebih banyak muzaki. Sementara itu, pihak BAZNAS Bengkulu menyampaikan bahwa meskipun di daerahnya telah terdapat regulasi berupa Peraturan Gubernur terkait pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), capaian penghimpunan zakat masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa potensi zakat profesi ASN di Provinsi Bengkulu cukup besar, namun realisasi penghimpunannya masih terbatas karena belum seluruh ASN menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. Selain aspek penghimpunan, diskusi juga menyoroti perbedaan sistem pendistribusian zakat. BAZNAS Sumatera Barat telah lebih banyak menggunakan sistem transaksi non-tunai atau digital melalui perbankan untuk penyaluran bantuan kepada mustahik. Pendekatan ini dinilai lebih transparan, akuntabel, serta memudahkan proses pencatatan dan pelaporan keuangan. Sebaliknya, BAZNAS Bengkulu masih banyak menggunakan sistem penyaluran secara tunai kepada para mustahik. Oleh karena itu, melalui kunjungan ini BAZNAS Bengkulu juga mempelajari berbagai mekanisme digitalisasi penyaluran yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat agar ke depan pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara lebih modern dan efisien. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar BAZNAS provinsi serta menjadi sarana pertukaran pengalaman dalam mengoptimalkan potensi zakat daerah. Dengan berbagai strategi penghimpunan yang efektif serta penguatan sistem digital dalam pendistribusian, pengelolaan zakat diharapkan semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA19/05/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang adaptif serta mampu merespons berbagai perubahan dan tantangan yang semakin kompleks di masa depan. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang diselenggarakan bersama ParagonCorp di Universitas Andalas, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026). Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang adaptif dan berdaya saing. Ia turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya perluasan pemanfaatan zakat produktif, termasuk dalam bentuk beasiswa pendidikan. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari sisi pengumpulan zakat untuk menjaga keberlanjutan program tersebut. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil dan karier pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dari setiap keputusan yang diambil. Menurut Buchari, seorang pemimpin perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan perannya. Ia menyebutkan tiga nilai utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu empati, solidaritas, dan keadilan sosial. Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Meski kerap dianggap sebagai hambatan dalam proses pengambilan keputusan, Buchari menilai nilai-nilai tersebut justru menjadi kekuatan dalam kepemimpinan modern. “Pemimpin yang memiliki kepedulian sosial biasanya lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya. Buchari juga menambahkan bahwa pemimpin ideal adalah mereka yang mampu meraih keberhasilan tanpa meninggalkan nurani, serta tetap menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam setiap langkah. Ia menilai pengalaman hidup, termasuk menghadapi berbagai kesulitan, dapat membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan penuh empati. “Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Terlebih bagi penerima beasiswa yang pernah mengalami kesulitan atau terdampak bencana. Ketika seseorang yang dahulu membutuhkan bantuan kemudian mendapat dukungan, misalnya dari ParagonCorp melalui BAZNAS, lalu tumbuh menjadi seorang pemimpin, maka ia akan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai sosial tersebut,” jelasnya. Buchari berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang terus terjaga ketika seseorang berada pada posisi kepemimpinan, sehingga keberhasilan yang diraih tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi BAZNAS dan ParagonCorp Perkuat Akses Pendidikan Mahasiswa di Sumatra
Kolaborasi BAZNAS dan ParagonCorp Perkuat Akses Pendidikan Mahasiswa di Sumatra
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama ParagonCorp memperkuat upaya peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, ParagonCorp menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp1,5 miliar yang diperuntukkan bagi berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk dukungan beasiswa bagi 214 mahasiswa dari Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Ketua BAZNAS Kota Padang, Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, Mentor Universitas Andalas, Herlambang, serta sekitar 1.000 mahasiswa yang mengikuti kegiatan secara hybrid. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Ia menilai dukungan dari sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat dampak program tersebut. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, BAZNAS mengapresiasi komitmen ParagonCorp yang menyalurkan zakat perusahaan sekaligus turut mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS terus memperluas cakupan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan jaringan pendidikan hingga ke luar negeri, seperti Rusia dan kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga sejalan dengan misi Asta Cita poin empat dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Idy menambahkan, pemanfaatan zakat secara produktif terbukti dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terlihat dari sejumlah alumni BCB yang telah berkontribusi di berbagai sektor, baik di bidang publik, swasta, maupun sosial. Bahkan, sebagian alumni telah bertransformasi menjadi muzaki dan kembali menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat. Ia menilai hal tersebut sebagai siklus kebaikan yang terus dibangun melalui jalur pendidikan, dari mustahik menjadi muzaki. BAZNAS berharap kerja sama antara BAZNAS dan ParagonCorp dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan ParagonCorp atas komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. “Tidak boleh ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya. Sementara itu, Human Resource Business Partner Lead DC Padang dan Bukittinggi ParagonCorp, Elsa Mayori, menyampaikan bahwa pihaknya kembali mempercayakan penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar pada tahun ini. Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program, di antaranya Musala Berseri, Beasiswa Cendekia BAZNAS, serta bantuan paket logistik keluarga yang difokuskan untuk wilayah Sumatra. Elsa berharap program Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kapasitas, serta meraih berbagai prestasi di masa depan.
BERITA30/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Salurkan Santunan kepada 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi
BAZNAS RI Salurkan Santunan kepada 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian dan upaya untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya, BAZNAS RI juga telah menurunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) sejak awal kejadian untuk membantu proses evakuasi korban serta memberikan pertolongan medis awal sebelum para korban dirujuk ke rumah sakit terdekat. Selain itu, berbagai dukungan lain turut disalurkan, mulai dari layanan kesehatan, mobil ambulans, hingga bantuan logistik berupa makanan ringan dan air minum bagi para korban kecelakaan. Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam situasi darurat melalui unit tanggap bencana yang dimiliki BAZNAS. “Untuk korban yang meninggal dunia berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan kepada masing-masing keluarga sebesar Rp3 juta,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman korban kecelakaan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Ia menambahkan, BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki misi kemanusiaan telah membentuk unit tanggap bencana yang siap bergerak setiap saat. Tahun ini, BAZNAS juga memperkuat layanan tersebut dengan menambah unit tanggap duafa guna memberikan respons yang lebih cepat dan komprehensif terhadap berbagai kondisi darurat. “Dalam setiap peristiwa bencana, begitu kejadian terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan yang diperlukan di lapangan,” jelasnya. Lebih lanjut, Sodik menyampaikan bahwa selain santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, BAZNAS juga menyalurkan bantuan kepada korban lain yang terdampak oleh peristiwa tersebut. Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada tahap awal penanganan. BAZNAS membuka peluang untuk memberikan dukungan lanjutan, terutama bagi anak-anak yatim yang terdampak dan membutuhkan perhatian lebih. Menurutnya, BAZNAS memiliki beragam program yang dapat disinergikan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari bantuan tanggap bencana, layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga program pemberdayaan usaha kecil bagi keluarga terdampak. “Apabila terdapat anak yatim dan kondisi tempat tinggalnya tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” ujar Sodik. Ia juga memastikan bahwa tim BAZNAS telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus memberikan dukungan hingga seluruh proses penanganan selesai. “Sebagai tambahan, sebelumnya kami hanya memiliki tim tanggap bencana, namun kini telah diperkuat dengan tim tanggap duafa,” tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan berbagai unsur untuk membantu penanganan dampak kecelakaan di Bekasi, di antaranya BAZNAS, Damkar, BNPB Jakarta, serta PMI. “Sejak malam kejadian saya langsung memerintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Terkait kompensasi atau bantuan kepada keluarga korban, Insya Allah sudah berjalan, khususnya bagi warga DKI Jakarta. BAZNAS juga telah memberikan bantuan. Dalam kondisi seperti ini, kita tentu hadir memberikan dukungan, termasuk hingga proses pemakaman,” ujar Rano. Sementara itu, Halimah, anak dari salah satu korban kecelakaan yang juga merupakan istri dari amil BAZNAS RI, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS kepada keluarganya. Dalam peristiwa tersebut, salah satu korban bernama Nuryati (65) diketahui meninggalkan delapan orang anak dan enam orang cucu. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari penyediaan ambulans hingga santunan uang duka. Terima kasih juga atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada keluarga kami,” ungkap Halimah. Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut mendoakan agar para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS RI dalam membantu para korban dan keluarga terdampak.
BERITA29/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Barat.

Lihat Daftar Rekening →