WhatsApp Icon
BAZNAS Sumbar Hadiri Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat BKKBN Sumbar

Perwakilan dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menghadiri kegiatan Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat pada layanan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Latbang BKKBN Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh Wakil Ketua II Busral serta Amil Pelaksana. Forum ini diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan dengan layanan dan program yang dijalankan oleh BKKBN di Provinsi Sumatera Barat.

 

Forum Konsultasi Publik ini menjadi wadah dialog antara penyelenggara layanan dan masyarakat guna menghimpun masukan, saran, serta evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Selain itu, pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat juga bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh BKKBN sebagai dasar dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan ke depan.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih terbuka antara lembaga pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat, sehingga pelayanan publik yang diberikan dapat semakin optimal, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Kehadiran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung program-program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan keluarga di Provinsi Sumatera Barat.

22/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Silaturahim dengan Universitas Bung Hatta, Bahas Pengelolaan Zakat dan Pembentukan UPZ

BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan silaturahim dengan pimpinan Universitas Bung Hatta dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi sekaligus membahas rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan gedung kampus Universitas Bung Hatta.

 

Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Buchari, Wakil Ketua I Afrianto Korga, Kepala Pelaksana Muhammad Afdal, serta Amil Pelaksana Pengumpulan BAZNAS Sumbar. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS ini disambut langsung oleh Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Direktur LPM dan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan serta jajaran staf Universitas Bung Hatta.

 

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai potensi besar pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi, baik dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, maupun sivitas akademika. Selain itu, dibahas pula pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai sarana resmi dalam menghimpun dan menyalurkan zakat secara terstruktur dan akuntabel.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan akademisi. Menurutnya, melalui pembentukan UPZ di kampus, pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus menjadi bagian dari gerakan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan.

 

Perguruan tinggi merupakan pusat ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Dengan adanya UPZ di kampus, diharapkan dapat menjadi contoh dalam penguatan budaya berbagi serta pengelolaan zakat yang profesional,” ujarnya.

 

Sementara itu, pihak Universitas Bung Hatta menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menjajaki pembentukan UPZ di lingkungan kampus sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program pemberdayaan umat melalui zakat.

 

Melalui silaturahim ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan Universitas Bung Hatta dalam mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan perguruan tinggi, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

22/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Pulihkan Sumatra, BAZNAS RI Bersama Komunitas Padel Ajak Masyarakat Berbagi Lewat Charity Padel Tournament

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama All in One Indonesia, Asosiasi Padel, dan Smash Padel menginisiasi Charity Padel Tournament bertajuk “Pulihkan Negeri Dengan Aksi” untuk mendukung pengentasan kemiskinan serta penanganan bencana alam di Sumatra.

Turnamen amal tersebut berlangsung di Smash Padel pada Sabtu (11/4/2026) dan diikuti oleh sejumlah komunitas padel. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa`adi serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar.

 

Dalam turnamen ini, panitia menyediakan hadiah sebesar Rp5 juta untuk juara pertama dan Rp2,5 juta bagi juara kedua. Seluruh hadiah tersebut akan disalurkan melalui BAZNAS untuk mendukung program kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra.

 

Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan olahraga dan kepedulian sosial ini. Menurutnya, olahraga padel mengandung nilai kerja sama, komunikasi, dan semangat kebersamaan yang sejalan dengan semangat aksi kemanusiaan.

 

Ia menegaskan, seluruh dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut akan disalurkan melalui BAZNAS guna mendukung program kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Ia juga mengingatkan bahwa dalam kegiatan amal seperti ini, seluruh peserta sejatinya adalah pemenang karena turut berkontribusi dalam membantu sesama.

 

Zainut berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi dan menularkan semangat kebaikan kepada masyarakat luas, sehingga kegiatan serupa dapat digelar di berbagai daerah, baik melalui olahraga padel maupun aktivitas sosial lainnya.

 

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI, Neyla Saida Anwar, menegaskan bahwa BAZNAS hadir untuk memastikan setiap kontribusi yang terkumpul dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemulihan di Sumatra.

 

Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan berbagai komunitas padel. Salah satu peserta, Joe Arifianto dari komunitas EJ-Sporteam, menyatakan kepercayaannya terhadap BAZNAS sebagai lembaga yang transparan dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan.

 

 

Selain pertandingan olahraga, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh kehadiran berbagai pelaku UMKM binaan BAZNAS yang memamerkan produk unggulan mereka. BAZNAS juga menyediakan Gerai Zakat untuk memudahkan peserta dan pengunjung menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung.

13/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI dan LAZ Nasional Perkuat Sinergi untuk Optimalisasi Zakat bagi Kesejahteraan Umat

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat nasional mempererat sinergi dan koordinasi dalam pengelolaan zakat melalui kegiatan Silaturahmi Halal Bihalal Fundraising 1447 H dalam rangka Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026).

 

Agenda ini menjadi momentum penting pasca-Idulfitri untuk memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus menyatukan komitmen dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan, pendistribusian, serta pendayagunaan zakat di tingkat nasional.

 

Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara BAZNAS dan LAZ menjadi faktor penting dalam memaksimalkan potensi zakat di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa besarnya potensi zakat harus diiringi dengan strategi yang terencana, mulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, inovasi dalam fundraising, hingga pengembangan program pemberdayaan yang tepat sasaran.

 

Menurutnya, momentum halal bihalal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS dan seluruh LAZ, khususnya dalam aspek penghimpunan dana zakat. Dengan strategi yang matang dan program yang terarah, zakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, Waryono Abdul Ghafur, menekankan pentingnya membangun ekosistem pengelolaan zakat yang terintegrasi serta berbasis data. Hal ini dinilai penting agar penyaluran zakat dapat dilakukan secara tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh para mustahik.

 

Ia juga menambahkan bahwa penguatan regulasi serta penggunaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas distribusi zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, peningkatan literasi zakat di tengah masyarakat juga perlu terus dilakukan untuk memperkuat pemahaman dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.

 

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menyampaikan bahwa selain fokus pada peningkatan penghimpunan, pengelolaan zakat juga perlu dilengkapi dengan grand design pendistribusian yang berorientasi pada dampak nyata serta sejalan dengan United Nations melalui agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Menurutnya, zakat tidak hanya berbicara mengenai potensi penghimpunan, tetapi juga bagaimana dana tersebut didistribusikan secara strategis untuk memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat.

 

Dari sisi LAZ, perwakilan Rumah Zakat menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS yang telah membuka ruang kolaborasi yang inklusif bagi berbagai lembaga zakat di Indonesia. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan ke depannya, sehingga berbagai program dan kegiatan dapat dijalankan secara kolaboratif.

 

Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi ini, Badan Amil Zakat Nasional bersama Lembaga Amil Zakat Nasional berkomitmen untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus mendukung pembangunan nasional.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia Waryono Abdul Ghafur, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Ahmad Imam Mudjadid Rais, serta perwakilan dari lebih dari 50 LAZ Nasional dari berbagai wilayah di Indonesia.

09/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Jalin Silaturahim dengan KPID Sumbar, Bahas Penguatan UPZ

Padang — Pimpinan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan silaturahim ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat pada Rabu (8/4/2026) di Kantor KPID Sumatera Barat, Padang. Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas arah penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan KPID Sumatera Barat ke depan.

 

Rombongan BAZNAS Sumbar dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinisi Sumbar, Buchari M, didampingi Kepala Pelaksana Muhammad Afdal serta Kepala Bagian Pengumpulan dan Amil Pelaksana Darius, beserta amil pelaksana.

 

Kedatangan rombongan BAZNAS Provinisi Sumbar disambut oleh Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat beserta jajaran komisioner yang baru. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan komisioner KPID Sumatera Barat periode terbaru.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumbar menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dengan lembaga penyiaran daerah dalam mendukung penguatan literasi zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, peran KPID sangat strategis dalam mendukung penyebaran informasi dan edukasi terkait zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai platform penyiaran.

 

Selain silaturahim dan perkenalan komisioner baru, pertemuan juga membahas rencana penguatan dan pengembangan UPZ di lingkungan KPID Sumatera Barat. Melalui UPZ tersebut diharapkan penghimpunan zakat dari lingkungan instansi dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

BAZNAS Sumbar juga menyampaikan harapan agar kerja sama dengan KPID Sumatera Barat dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung kampanye gerakan sadar zakat serta penyebaran informasi program-program pemberdayaan mustahik kepada masyarakat luas.

 

Silaturahim ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan KPID Sumatera Barat dalam mendukung pengelolaan zakat yang lebih transparan, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan umat di Sumatera Barat.

08/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

BAZNAS Sumbar Hadiri Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat BKKBN Sumbar
BAZNAS Sumbar Hadiri Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat BKKBN Sumbar
Perwakilan dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menghadiri kegiatan Forum Konsultasi Publik dan Survei Kepuasan Masyarakat pada layanan Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Latbang BKKBN Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat diwakili oleh Wakil Ketua II Busral serta Amil Pelaksana. Forum ini diikuti oleh berbagai unsur pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan dengan layanan dan program yang dijalankan oleh BKKBN di Provinsi Sumatera Barat. Forum Konsultasi Publik ini menjadi wadah dialog antara penyelenggara layanan dan masyarakat guna menghimpun masukan, saran, serta evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Selain itu, pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat juga bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh BKKBN sebagai dasar dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan ke depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih terbuka antara lembaga pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat, sehingga pelayanan publik yang diberikan dapat semakin optimal, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadiran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam forum tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung program-program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan keluarga di Provinsi Sumatera Barat.
BERITA22/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Silaturahim dengan Universitas Bung Hatta, Bahas Pengelolaan Zakat dan Pembentukan UPZ
BAZNAS Sumbar Silaturahim dengan Universitas Bung Hatta, Bahas Pengelolaan Zakat dan Pembentukan UPZ
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan silaturahim dengan pimpinan Universitas Bung Hatta dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi sekaligus membahas rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan gedung kampus Universitas Bung Hatta. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Buchari, Wakil Ketua I Afrianto Korga, Kepala Pelaksana Muhammad Afdal, serta Amil Pelaksana Pengumpulan BAZNAS Sumbar. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS ini disambut langsung oleh Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Direktur LPM dan Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan serta jajaran staf Universitas Bung Hatta. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai potensi besar pengelolaan zakat di lingkungan perguruan tinggi, baik dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, maupun sivitas akademika. Selain itu, dibahas pula pentingnya pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai sarana resmi dalam menghimpun dan menyalurkan zakat secara terstruktur dan akuntabel. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan akademisi. Menurutnya, melalui pembentukan UPZ di kampus, pengelolaan zakat dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus menjadi bagian dari gerakan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan. “Perguruan tinggi merupakan pusat ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Dengan adanya UPZ di kampus, diharapkan dapat menjadi contoh dalam penguatan budaya berbagi serta pengelolaan zakat yang profesional,” ujarnya. Sementara itu, pihak Universitas Bung Hatta menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menjajaki pembentukan UPZ di lingkungan kampus sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program pemberdayaan umat melalui zakat. Melalui silaturahim ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan Universitas Bung Hatta dalam mengoptimalkan potensi zakat di lingkungan perguruan tinggi, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA22/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Pulihkan Sumatra, BAZNAS RI Bersama Komunitas Padel Ajak Masyarakat Berbagi Lewat Charity Padel Tournament
Pulihkan Sumatra, BAZNAS RI Bersama Komunitas Padel Ajak Masyarakat Berbagi Lewat Charity Padel Tournament
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama All in One Indonesia, Asosiasi Padel, dan Smash Padel menginisiasi Charity Padel Tournament bertajuk “Pulihkan Negeri Dengan Aksi” untuk mendukung pengentasan kemiskinan serta penanganan bencana alam di Sumatra. Turnamen amal tersebut berlangsung di Smash Padel pada Sabtu (11/4/2026) dan diikuti oleh sejumlah komunitas padel. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid Sa`adi serta Pimpinan BAZNAS RI Neyla Saida Anwar. Dalam turnamen ini, panitia menyediakan hadiah sebesar Rp5 juta untuk juara pertama dan Rp2,5 juta bagi juara kedua. Seluruh hadiah tersebut akan disalurkan melalui BAZNAS untuk mendukung program kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan olahraga dan kepedulian sosial ini. Menurutnya, olahraga padel mengandung nilai kerja sama, komunikasi, dan semangat kebersamaan yang sejalan dengan semangat aksi kemanusiaan. Ia menegaskan, seluruh dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut akan disalurkan melalui BAZNAS guna mendukung program kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra dan Aceh. Ia juga mengingatkan bahwa dalam kegiatan amal seperti ini, seluruh peserta sejatinya adalah pemenang karena turut berkontribusi dalam membantu sesama. Zainut berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi dan menularkan semangat kebaikan kepada masyarakat luas, sehingga kegiatan serupa dapat digelar di berbagai daerah, baik melalui olahraga padel maupun aktivitas sosial lainnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI, Neyla Saida Anwar, menegaskan bahwa BAZNAS hadir untuk memastikan setiap kontribusi yang terkumpul dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemulihan di Sumatra. Antusiasme peserta juga terlihat dari keikutsertaan berbagai komunitas padel. Salah satu peserta, Joe Arifianto dari komunitas EJ-Sporteam, menyatakan kepercayaannya terhadap BAZNAS sebagai lembaga yang transparan dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan. Selain pertandingan olahraga, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh kehadiran berbagai pelaku UMKM binaan BAZNAS yang memamerkan produk unggulan mereka. BAZNAS juga menyediakan Gerai Zakat untuk memudahkan peserta dan pengunjung menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara langsung.
BERITA13/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI dan LAZ Nasional Perkuat Sinergi untuk Optimalisasi Zakat bagi Kesejahteraan Umat
BAZNAS RI dan LAZ Nasional Perkuat Sinergi untuk Optimalisasi Zakat bagi Kesejahteraan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat nasional mempererat sinergi dan koordinasi dalam pengelolaan zakat melalui kegiatan Silaturahmi Halal Bihalal Fundraising 1447 H dalam rangka Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026). Agenda ini menjadi momentum penting pasca-Idulfitri untuk memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus menyatukan komitmen dalam meningkatkan efektivitas penghimpunan, pendistribusian, serta pendayagunaan zakat di tingkat nasional. Ketua Badan Amil Zakat Nasional RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara BAZNAS dan LAZ menjadi faktor penting dalam memaksimalkan potensi zakat di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa besarnya potensi zakat harus diiringi dengan strategi yang terencana, mulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia, inovasi dalam fundraising, hingga pengembangan program pemberdayaan yang tepat sasaran. Menurutnya, momentum halal bihalal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS dan seluruh LAZ, khususnya dalam aspek penghimpunan dana zakat. Dengan strategi yang matang dan program yang terarah, zakat diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia, Waryono Abdul Ghafur, menekankan pentingnya membangun ekosistem pengelolaan zakat yang terintegrasi serta berbasis data. Hal ini dinilai penting agar penyaluran zakat dapat dilakukan secara tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Ia juga menambahkan bahwa penguatan regulasi serta penggunaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas distribusi zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, peningkatan literasi zakat di tengah masyarakat juga perlu terus dilakukan untuk memperkuat pemahaman dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Sementara itu, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menyampaikan bahwa selain fokus pada peningkatan penghimpunan, pengelolaan zakat juga perlu dilengkapi dengan grand design pendistribusian yang berorientasi pada dampak nyata serta sejalan dengan United Nations melalui agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, zakat tidak hanya berbicara mengenai potensi penghimpunan, tetapi juga bagaimana dana tersebut didistribusikan secara strategis untuk memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat. Dari sisi LAZ, perwakilan Rumah Zakat menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS yang telah membuka ruang kolaborasi yang inklusif bagi berbagai lembaga zakat di Indonesia. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan ditingkatkan ke depannya, sehingga berbagai program dan kegiatan dapat dijalankan secara kolaboratif. Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi ini, Badan Amil Zakat Nasional bersama Lembaga Amil Zakat Nasional berkomitmen untuk terus menghadirkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus mendukung pembangunan nasional. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia Waryono Abdul Ghafur, Ketua Badan Pengurus LAZISMU Ahmad Imam Mudjadid Rais, serta perwakilan dari lebih dari 50 LAZ Nasional dari berbagai wilayah di Indonesia.
BERITA09/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Jalin Silaturahim dengan KPID Sumbar, Bahas Penguatan UPZ
BAZNAS Sumbar Jalin Silaturahim dengan KPID Sumbar, Bahas Penguatan UPZ
Padang — Pimpinan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan silaturahim ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat pada Rabu (8/4/2026) di Kantor KPID Sumatera Barat, Padang. Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas arah penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan KPID Sumatera Barat ke depan. Rombongan BAZNAS Sumbar dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinisi Sumbar, Buchari M, didampingi Kepala Pelaksana Muhammad Afdal serta Kepala Bagian Pengumpulan dan Amil Pelaksana Darius, beserta amil pelaksana. Kedatangan rombongan BAZNAS Provinisi Sumbar disambut oleh Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumatera Barat beserta jajaran komisioner yang baru. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan komisioner KPID Sumatera Barat periode terbaru. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumbar menyampaikan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dengan lembaga penyiaran daerah dalam mendukung penguatan literasi zakat di tengah masyarakat. Menurutnya, peran KPID sangat strategis dalam mendukung penyebaran informasi dan edukasi terkait zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai platform penyiaran. Selain silaturahim dan perkenalan komisioner baru, pertemuan juga membahas rencana penguatan dan pengembangan UPZ di lingkungan KPID Sumatera Barat. Melalui UPZ tersebut diharapkan penghimpunan zakat dari lingkungan instansi dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Sumbar juga menyampaikan harapan agar kerja sama dengan KPID Sumatera Barat dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung kampanye gerakan sadar zakat serta penyebaran informasi program-program pemberdayaan mustahik kepada masyarakat luas. Silaturahim ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan KPID Sumatera Barat dalam mendukung pengelolaan zakat yang lebih transparan, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan umat di Sumatera Barat.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia
BAZNAS RI Bersama Bappenas Perkuat Sinergi Optimalkan Potensi Zakat Indonesia
Sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terus diperkuat dalam rangka mengoptimalkan potensi zakat nasional yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong integrasi pengelolaan zakat dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Upaya penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan audiensi antara BAZNAS RI dan Kementerian PPN/Bappenas yang berlangsung di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Selain itu, audiensi juga dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, di antaranya Rizaludin Kurniawan dan Saidah Sakwan, serta Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti. Turut hadir pula Wali Kota Subulussalam, Aceh, H. M. Rasyid Bancin bersama jajaran terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa optimalisasi potensi zakat merupakan salah satu amanat Presiden yang perlu segera direalisasikan. Ia menjelaskan bahwa potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp327 triliun dan perlu dikelola secara optimal melalui berbagai strategi penguatan sistem pengelolaan zakat. Sodik juga menuturkan bahwa terdapat sejumlah arahan strategis dari Presiden kepada para pengelola zakat, antara lain peningkatan penghimpunan zakat nasional, integrasi data dan program BAZNAS dengan berbagai lembaga, penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa dan kecamatan, serta pengembangan digitalisasi dalam pengelolaan zakat. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pemerintah juga berencana melakukan revisi terhadap Undang-Undang Zakat guna memperkuat integrasi kebijakan di bidang pengelolaan zakat. Ia juga mengapresiasi langkah Bappenas yang telah menempatkan zakat sebagai bagian dari arus utama dalam perencanaan pembangunan nasional. Menurut Sodik, zakat kini mulai menjadi salah satu instrumen penting dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan integrasi yang lebih kuat dengan berbagai pihak lintas sektor, termasuk Kementerian PPN/Bappenas dan BPS, khususnya dalam penguatan data, program, serta kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan zakat. Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan komitmen pemerintah untuk mendukung upaya BAZNAS dalam meningkatkan penghimpunan zakat nasional. Ia menilai bahwa potensi zakat yang besar di Indonesia masih memiliki peluang untuk dioptimalkan secara signifikan. Rachmat menjelaskan bahwa dari potensi zakat yang diperkirakan mencapai Rp327 triliun, realisasi penghimpunannya saat ini baru sekitar 10 persen. Dengan demikian, masih terbuka peluang untuk meningkatkan capaian tersebut hingga mencapai 20 hingga 30 persen. Bahkan, peningkatan dari 10 persen menjadi 20 persen saja telah menunjukkan pertumbuhan sebesar 100 persen. Ia juga menekankan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif, tidak hanya dari perspektif syariat, tetapi juga melalui penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, pengembangan program pemberdayaan, serta dukungan kebijakan dan regulasi yang memadai. Selain itu, Rachmat mendorong agar pemetaan asnaf mustahik dilakukan secara lebih sistematis dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui pendekatan tersebut, penyaluran zakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan terintegrasi secara nasional. Pengembangan program kolaboratif ZISWAF Indonesia Emas juga akan terus diperkuat dengan menitikberatkan pada sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, pemberdayaan masyarakat, serta perlindungan sosial sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan kesiapan lembaganya untuk mendukung penguatan integrasi data dalam pemetaan potensi zakat secara lebih komprehensif. Ia menjelaskan bahwa penghitungan potensi zakat perlu dilakukan secara lebih mendalam dan terperinci, misalnya melalui pendekatan berbasis jumlah penduduk Muslim serta kelompok masyarakat yang termasuk dalam kategori wajib zakat. Amalia juga menyampaikan bahwa BPS bersama BAZNAS berencana melakukan pembaruan perhitungan potensi zakat melalui survei atau sensus pada tahun 2026 guna memperoleh data yang lebih akurat dan representatif. Selain itu, ke depan BPS juga dapat menyediakan informasi berbasis desil untuk membantu memetakan kelompok mustahik secara lebih rinci sehingga penyaluran zakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.#Kontributor: Humas BAZNAS
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Keluarga di Sumbar, BAZNAS Raih Penghargaan Mitra Program GENTING
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Keluarga di Sumbar, BAZNAS Raih Penghargaan Mitra Program GENTING
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian program sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga, dan berbagai mitra strategis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga di Sumatera Barat. Gubernur Mahyeldi Ansarullah menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sehingga mampu mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas capaian Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Sumatera Barat pada tahun 2025 yang mencapai angka 68,1 atau setara dengan 108,27 persen dari target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja bersama berbagai pihak yang secara konsisten mendukung implementasi program pembangunan keluarga di daerah. Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, melaporkan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana tidak terlepas dari peran aktif para penyuluh dan pendamping keluarga di lapangan. Hingga saat ini, terdapat 361 Penyuluh Keluarga Berencana (KB) serta 10.068 Tim Pendamping Keluarga yang secara langsung mendampingi masyarakat dalam berbagai program pembangunan keluarga. Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 berbagai indikator program menunjukkan perkembangan yang positif, termasuk keberhasilan Sumatera Barat dalam melampaui target Indeks Pembangunan Keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa program Bangga Kencana semakin diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rakorda tersebut juga diisi dengan sejumlah agenda penting, di antaranya pengukuhan Paguyuban Juang Kencana periode 2026–2029 sebagai wadah penguatan jejaring dan pengabdian para pegiat program keluarga berencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi bagi berbagai mitra yang berperan aktif dalam mendukung program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Dalam kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat turut menerima penghargaan sebagai Mitra LSM/Komunitas dalam Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan Predikat Silver. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung upaya penanggulangan stunting melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar keluarga kurang mampu. Selain pemberian penghargaan, Rakorda Program Bangga Kencana 2026 juga menjadi momentum penguatan koordinasi antarperangkat daerah. Pada kegiatan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sumatera Barat melaksanakan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Hasil Forum Perangkat Daerah untuk urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB). Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas DP3AP2KB Kabupaten Pasaman, Dinas DP3AP2KB Kota Payakumbuh, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Sumatera Barat, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Sumatera Barat. Melalui Rakorda ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, organisasi profesi, organisasi masyarakat, serta perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, sehat, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan masyarakat Sumatera Barat yang lebih baik di masa mendatang.
BERITA31/03/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Sumbar Berzakat: Teladan Pimpinan, Kuatkan Kepedulian Umat
Sumbar Berzakat: Teladan Pimpinan, Kuatkan Kepedulian Umat
Padang – Gerakan Sumbar Berzakat kembali digelorakan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai upaya memperkuat kesadaran berzakat di kalangan aparatur pemerintah, instansi vertikal, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pengumpulan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara optimal di Provinsi Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki 10 program prioritas, yang terdiri dari 5 program utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Kemanusiaan, Ekonomi, serta Dakwah dan Advokasi. Kelima program tersebut menjadi fokus utama dalam penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain program utama tersebut, BAZNAS juga menjalankan berbagai program unggulan dari pusat yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi umat. Program-program tersebut di antaranya Z-Mart, Z-Corner, Z-Chicken, Z-Auto, dan berbagai program pemberdayaan lainnya yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi para mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan Sumbar Berzakat ini melibatkan pemerintah provinsi, instansi vertikal, serta perguruan tinggi yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan zakat di daerah. Menurutnya, pengelolaan zakat akan berjalan dengan baik apabila pengumpulan ZIS dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder yang ada di Sumatera Barat. Lebih lanjut disampaikan bahwa BAZNAS merupakan badan non-struktural yang bersifat mandiri, namun tetap bertanggung jawab kepada BAZNAS secara nasional serta kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur Sumatera Barat, dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat di daerah. Dalam paparannya, Ketua BAZNAS juga mengungkapkan capaian pengumpulan zakat di Sumatera Barat. Pada tahun 2025, total pengumpulan ZIS oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota se-Sumatera Barat mencapai sekitar Rp475 miliar. Sementara itu, target pengumpulan khusus untuk BAZNAS Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp38,5 miliar. Alhamdulillah, dari periode kepemimpinan tahun 2021 hingga 2026, capaian pengumpulan zakat setiap tahunnya selalu melampaui target yang ditetapkan. Bahkan pada tahun 2025, pengumpulan zakat berhasil mencapai Rp43,5 miliar. Dana ZIS yang terkumpul tersebut kemudian disalurkan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat. Dalam pengelolaannya, zakat diperuntukkan bagi dua kelompok besar penerima, yaitu as-sail (??????) dan al-ma?rum (???????). As-s?’il adalah mereka yang secara langsung meminta bantuan karena kondisi ekonomi yang sulit, sedangkan al-ma?r?m adalah mereka yang hidup dalam kekurangan namun menjaga kehormatan diri sehingga tidak meminta-minta. Kedua kelompok ini menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian melalui program-program penyaluran zakat. Selain agenda penyaluran bantuan kepada para mustahik, pada kegiatan Sumbar Berzakat ini juga dilakukan pengumpulan zakat dari para pimpinan daerah dan pejabat yang hadir. Untuk memudahkan proses tersebut, panitia menyediakan lima meja konter layanan zakat, sehingga para peserta dapat langsung menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. Sementara itu, sambutan Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten III Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, menyampaikan apresiasi atas upaya BAZNAS dalam menggerakkan kesadaran berzakat di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi menilai bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga, dan masyarakat untuk terus mendukung program-program BAZNAS dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, zakat diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesejahteraan umat serta pembangunan sosial di Sumatera Barat. Melalui gerakan Sumbar Berzakat, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga potensi zakat yang besar di Sumatera Barat dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA10/03/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan, transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi. "BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi. "Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ," jelas Kiai Noor. Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan. "Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI)," tegasnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan. "Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa," ujarnya.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam. “Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal. Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam. "Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa. Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf. Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia. “Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Komitmen Lima Tahun, BAZNAS Sumbar dan Pemprov Perkuat Akuntabilitas Zakat di Ramadhan
Komitmen Lima Tahun, BAZNAS Sumbar dan Pemprov Perkuat Akuntabilitas Zakat di Ramadhan
Memasuki hari ketiga Ramadhan 1447 H, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kali ini, agenda dipusatkan di Kabupaten Agam dengan mengikuti lawatan Safari Ramadhan yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat. Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M., M.Ag., hadir langsung dan didampingi oleh jajaran Amil Pelaksana. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memastikan bahwa setiap agenda Safari Ramadhan tidak hanya menjadi ruang silaturahim, tetapi juga momentum penguatan program pemberdayaan mustahik. Seperti pada rangkaian sebelumnya, BAZNAS Sumbar mengemban misi khusus dalam Safari Ramadhan tahun ini, yakni menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah direkomendasikan oleh tim Pemerintah Provinsi. Fokus utama yang ditinjau di Kabupaten Agam adalah bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui program pendayagunaan zakat. Di sela-sela agenda kunjungan ke masjid dan pertemuan bersama masyarakat, rombongan Gubernur bersama Ketua BAZNAS Sumbar menyempatkan diri meninjau langsung kondisi rumah calon penerima manfaat. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari proses asesmen faktual, guna memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil di lapangan. Dr. H. Buchari menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mempercepat penanganan persoalan sosial masyarakat. Pemerintah berperan dalam mengidentifikasi dan merekomendasikan warga yang membutuhkan, sementara BAZNAS menjalankan proses verifikasi, penetapan, hingga realisasi bantuan sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat yang berlaku. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi mustahik. Meski demikian, proses pencairan tetap menunggu kelengkapan administrasi dan hasil verifikasi akhir sesuai prosedur resmi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Melalui Safari Ramadhan di Kabupaten Agam ini, diharapkan kolaborasi yang terjalin mampu menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan. Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah spiritual, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan memastikan zakat benar-benar menjadi instrumen keadilan serta kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan. Catatan Redaksi:Kegiatan Safari Ramadhan yang melibatkan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini telah berlangsung secara konsisten selama lima tahun terakhir. Sinergi berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui pola verifikasi lapangan, pendampingan administrasi, serta koordinasi lintas sektor, BAZNAS Sumbar terus berupaya memastikan bahwa setiap dana zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak nyata dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi Zakat dan Pemerintah, BAZNAS Sumbar Bangun Asa Lewat Program RTLH
Kolaborasi Zakat dan Pemerintah, BAZNAS Sumbar Bangun Asa Lewat Program RTLH
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memulai rangkaian agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 20 Februari 2026. Kegiatan diawali dengan mengikuti rombongan Wakil Gubernur Sumatera Barat di Kabupaten Lima Puluh Kota pada Ramadhan ke-2, dan akan terus berlanjut hingga menjelang akhir bulan suci. Kehadiran BAZNAS dalam Safari Ramadhan tahun ini tidak sekadar mendampingi agenda silaturahim dan ibadah bersama masyarakat. Lebih dari itu, terdapat misi khusus yang diemban, yakni mendukung pemerintah daerah dalam menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah diverifikasi oleh tim Pemprov Sumbar. Fokus utama program ini adalah percepatan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui skema pendayagunaan zakat. Dalam setiap kunjungan Safari Ramadhan, rombongan tidak hanya menghadiri kegiatan seremonial di masjid dan pertemuan dengan masyarakat, tetapi juga menyempatkan diri meninjau langsung rumah-rumah calon penerima manfaat. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari proses verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil calon mustahik sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku. Ketua dan pimpinan BAZNAS Sumbar bersama jajaran pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat. Pemerintah berperan dalam mengusulkan dan merekomendasikan calon penerima, sementara BAZNAS menjalankan fungsi asesmen, penetapan, hingga eksekusi bantuan sesuai regulasi pengelolaan zakat. Pada beberapa titik kunjungan, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik kepada calon mustahik sebagai bentuk komitmen bersama. Meski demikian, proses pencairan bantuan tetap menunggu penyelesaian administrasi dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sesuai prosedur yang berlaku di BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Program rehabilitasi RTLH ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal layak. Dengan pendekatan verifikasi langsung ke lapangan, diharapkan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hidup para mustahik secara berkelanjutan. Safari Ramadhan 1447 H ini pun menjadi momentum penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Melalui kolaborasi yang terencana dan terukur, BAZNAS Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis dapat menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial, sekaligus meneguhkan nilai-nilai kepedulian dan gotong royong yang menjadi ruh Ramadhan.#Kontributor: Humas BAZNAS#Editor: RQ
BERITA20/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Dorong Optimalisasi Zakat, UPZ Kemenhaj Resmi Dibentuk
Dorong Optimalisasi Zakat, UPZ Kemenhaj Resmi Dibentuk
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan agenda silaturrahim dan audiensi bersama Kepala bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat dalam rangka penguatan pengelolaan zakat di lingkungan instansi tersebut. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) serta pembentukan UPZ baru di lingkungan Kemenhaj. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Buchari M., M.Ag, Wakil Ketua I Afrianto Korga, S.Pd.I., M.Pd, Wakil Ketua II Dr. Busral, S.Ag., M.A, Wakil Ketua IV Drs. H. Nurman Agus, Kepala Pelaksana Muhammad Afdal, S.Psi, Kabag Pengumpulan Darius, A.Md., S.T, serta jajaran amil pelaksana. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menjelaskan pentingnya tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel di tingkat UPZ. Ia menegaskan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penghimpunan zakat di lingkungan instansi masing-masing. Pengelolaan zakat, menurutnya, tidak hanya sebatas pengumpulan, tetapi juga memastikan pendistribusian dan pendayagunaan berjalan sesuai syariat dan regulasi yang berlaku. “UPZ harus menjadi motor penggerak kesadaran berzakat di lingkungan kerja. Dengan sistem yang tertata dan koordinasi yang baik bersama BAZNAS, potensi zakat dapat dihimpun secara maksimal dan memberi dampak nyata bagi para mustahik,” ujar Ketua dalam pemaparannya. Penyerahan SK UPZ menjadi momentum legalitas sekaligus penguatan kelembagaan bagi UPZ Kemenhaj. Selain itu, pembentukan UPZ baru diharapkan mampu memperluas jangkauan penghimpunan zakat di lingkungan kementerian tersebut. BAZNAS juga membuka ruang pendampingan dan pembinaan berkelanjutan agar pengelolaan zakat berjalan optimal. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj menyampaikan harapannya agar ke depan dilakukan sosialisasi zakat secara lebih masif di lingkungan Kemenhaj. Ia mengakui bahwa sebagai UPZ yang baru terbentuk, masih banyak pegawai yang belum sepenuhnya memahami kewajiban berzakat serta mekanisme penyalurannya melalui lembaga resmi. “Perlu adanya sosialisasi dan pertemuan yang lebih intens bersama BAZNAS agar pemahaman tentang zakat semakin kuat. Dengan begitu, kesadaran dan partisipasi pegawai dalam menunaikan zakat dapat meningkat,” ungkapnya. Melalui audiensi ini, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam upaya optimalisasi penghimpunan zakat di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. BAZNAS berharap, dengan terbentuknya UPZ baru ini, pengumpulan zakat di Kemenhaj dapat berjalan maksimal dan berkontribusi signifikan terhadap program-program pemberdayaan umat di Sumatera Barat.#Kontributor: FM#Editor: RQ
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Raker UPZ 2026, BAZNAS Sumbar Perkuat Sinergi dan Target Zakat
Raker UPZ 2026, BAZNAS Sumbar Perkuat Sinergi dan Target Zakat
Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Kerja bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 sebagai bagian dari agenda rutin awal tahun dalam rangka memperkuat sinergi dan meningkatkan kinerja pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, BAZNAS memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab yang melekat sesuai dengan Undang-Undang Pelayanan Publik. BAZNAS berperan sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, sedekah, dan DSKL yang wajib menjalankan prinsip pelayanan publik secara profesional, akuntabel, dan transparan. Kegiatan rapat kerja ini diikuti oleh sekitar 225 peserta yang terdaftar, dengan jumlah kehadiran pada saat pembukaan mencapai 160 orang, mewakili seluruh UPZ yang berjumlah 116 unit di lingkungan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Agenda ini merupakan kelanjutan dari tren positif pelaksanaan rapat kerja tahunan yang bertujuan menjaga kesinambungan sinergi antara BAZNAS dan UPZ agar sejalan dengan visi dan misi BAZNAS. Selain sebagai forum konsolidasi, rapat kerja ini juga menjadi sarana evaluasi dan monitoring kinerja seluruh UPZ. Di dalamnya dilakukan pengukuran, penilaian, serta pembahasan tindak lanjut terhadap perencanaan yang telah disusun oleh masing-masing UPZ, guna memastikan target yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2026 telah ditetapkan dan disahkan oleh BAZNAS RI. Total target pengumpulan ZIS dan DSKL ditetapkan sebesar Rp40 miliar, dengan target pendistribusian sebesar Rp35 miliar, serta anggaran operasional sebesar Rp5 miliar. Dari anggaran operasional tersebut, terdapat hak amil bagi UPZ yang akan diberikan sesuai dengan capaian pengumpulan masing-masing unit. Ketua BAZNAS menekankan bahwa penggunaan dana amil diharapkan tidak melebihi 50 persen untuk gaji atau honor pegawai, sementara 50 persen lainnya dialokasikan untuk kebutuhan operasional. Selain itu, jumlah muzaki yang ditargetkan pada tahun 2026 direncanakan mencapai 19.792 orang. Dengan data perencanaan tersebut, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh UPZ akan menyepakati langkah strategis untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan secara bersama-sama. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyinggung nilai Al-Haqq (kebenaran) sebagai landasan moral dalam pengelolaan zakat. Ia mengapresiasi antusiasme serta kedisiplinan para peserta yang hadir tepat waktu, yang dinilai mencerminkan tingginya tingkat kedisiplinan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, hal tersebut turut menularkan aura positif dalam tata kelola zakat yang profesional dan berintegritas. Lebih lanjut, Ketua BAZNAS menegaskan komitmen lembaga dalam menerapkan tiga prinsip aman yang selama ini digaungkan, yaitu Aman Regulasi, Aman NKRI, dan Aman Syariah. Prinsip tersebut menjadi pijakan utama BAZNAS dalam menjalankan pengelolaan zakat yang terus berbenah, bersinergi, serta menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi demi kepercayaan publik.#Kontributor: Humas#Editor: RQ
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Dorong Zakat Jadi Penguat Ketahanan Sosial Nasional di Ramadan 2026
BAZNAS RI Dorong Zakat Jadi Penguat Ketahanan Sosial Nasional di Ramadan 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menetapkan pesan utama pengelolaan zakat tahun 2026 melalui kampanye bertajuk Zakat Menguatkan Indonesia, yang difokuskan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, zakat memiliki peran strategis sebagai kekuatan kolektif bangsa dalam menghadapi berbagai persoalan nasional. “Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor. Ia mencontohkan, pemanfaatan zakat dalam merespons bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurutnya, zakat berfungsi sebagai perlindungan sosial yang membantu masyarakat terdampak agar dapat pulih lebih cepat. “Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ujarnya. Kiai Noor juga menegaskan, meningkatnya semangat berbagi masyarakat selama Ramadan menjadi momentum penting dalam mengoptimalkan zakat, infak, dan sedekah sebagai pendorong kesejahteraan. Ke depan, BAZNAS akan memprioritaskan penguatan program kebencanaan dari tahap tanggap darurat hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan, melalui program Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid. Selain itu, BAZNAS RI juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” ucapnya. Kontributor: Olivia Fitrianih Editor: PUT
BERITA02/02/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
Raker dan Peningkatan Kapasitas Amil, BAZNAS Sumbar Tingkatkan Profesionalisme Amil
Raker dan Peningkatan Kapasitas Amil, BAZNAS Sumbar Tingkatkan Profesionalisme Amil
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, khususnya Bab II Bagian Kesatu Pasal 5 (3), ditegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL). Oleh karena itu, Organisasi yang berada di bawah izin Kementerian Sosial. Dalam konteks penghimpunan dana sosial, tidak terdapat kewenangannya bagi organisasi atau pihak lain untuk menghimpun donasi secara langsung tanpa koordinasi dan izin dari Kemenag dan BAZNAS, karena hak dan kewenangan tersebut secara yuridis melekat pada BAZNAS sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan undang-undang. Lebih lanjut, berdasarkan regulasi yang berlaku, Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) mencakup berbagai seperti donasi sosial, antara lain infak, sedekah, dana keagamaan, dan dana sosial masyarakat, yang secara substansi merupakan bagian dari ekosistem pengelolaan dana umat. Oleh sebab itu, seluruh aktivitas penghimpunan, pengelolaan, dan pendistribusian dana sosial keagamaan harus diletakkan dalam satu kerangka tata kelola yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta prinsip-prinsip syariah Islam. Dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, ditegaskan bahwa BAZNAS memiliki fungsi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pelaporan, dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan zakat. Perencanaan tersebut mencakup secara komprehensif aspek pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana ZIS dan DSKL. Oleh karena itu, rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan rencana kerja dengan arah kebijakan nasional, kebutuhan daerah, serta tantangan pengelolaan zakat yang semakin kompleks. Dalam kegiatan ini, kita juga menerapkan alat ukur kinerja yang berbasis pada dua landasan utama, yaitu ketentuan perundang-undangan dan prinsip syariah Islam. Selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Dari proses evaluasi tersebut, diberikan penilaian (assessment) untuk memperoleh skor kinerja amil dan unit kerja, dengan kategori amat baik, baik, kurang baik, atau tidak memiliki nilai, yang seluruhnya ditetapkan secara objektif berdasarkan hasil kinerja yang telah dicapai. Dalam konteks evaluasi tersebut, kita perlu memahami beberapa istilah konseptual penting. Taqy?m berarti pengukuran Dan penilaian sementara. Taqw?m bermakna proses penilaian serta perbaikan. I‘?h?’ bermakna pemberian atau penyaluran hak kepada yang berhak. Al-q?mah berarti nilai, manfaat, atau kualitas dari suatu amal atau kinerja. Sedangkan wa i?l??uh? bermakna proses perbaikan dan penyempurnaan berkelanjutan. Kelima konsep ini menjadi satu kesatuan dalam manajemen zakat yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Selain agenda evaluasi dan perencanaan, kegiatan ini juga dibarengi dengan materi public speaking dan public service, sebagai upaya meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Amil tidak hanya dituntut mampu bekerja secara administratif dan teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi publik dan pelayanan masyarakat yang baik, sehingga kehadiran BAZNAS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Akhir kata, saya berharap melalui kegiatan Rapat Kerja dan Peningkatan Kapasitas Amil ini, seluruh jajaran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat semakin memahami peran, fungsi, dan kewenangannya, serta mampu meningkatkan kinerja yang amanah, profesional, dan sesuai dengan tuntunan syariah serta peraturan perundang-undangan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita semua dalam mengelola dana umat demi kemaslahatan bersama, ujar ketua.#Kontributor: Humas#Editor: RQ
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Lantik Empat Pejabat Struktural
BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Lantik Empat Pejabat Struktural
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat secara resmi melantik empat pejabat struktural pada Jumat, 2 Januari 2026. Prosesi pelantikan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola organisasi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah. Empat pejabat yang dilantik masing-masing adalah Bapak Astepenson, A.Md. sebagai Kepala Satuan Audit Internal (SAI) sekaligus Pelaksana Tugas (Pjs.) Sekretaris, Saudara Muhammad Afdal, S.Psi. sebagai Kepala Pelaksana, Bapak Darius, A.Md., S.T. sebagai Kepala Bagian Pengumpulan, serta Saudari Nurhazizah, A.Md. sebagai Kepala Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan dihadiri oleh seluruh Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai saksi. Kegiatan ini juga dihadiri dan diikuti oleh seluruh Amil Pelaksana BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk dukungan dan komitmen bersama dalam menjalankan amanah lembaga. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme. Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kelembagaan BAZNAS. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam pesannya menyampaikan harapan agar para pejabat yang telah ditunjuk mampu mendedikasikan diri dengan lebih baik untuk kemajuan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, sinergi, komitmen, dan loyalitas seluruh unsur pelaksana menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang amanah, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat. Pelantikan ini diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kinerja organisasi serta memperkuat peran BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai lembaga resmi pengelola zakat yang profesional dan terpercaya. #Kontributor: FM & TRS#Editor: RQ
BERITA02/01/2026 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Terus Beroperasi Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Melayani Ribuan Porsi Makanan bagi Para Korban Bencana
BAZNAS RI Terus Beroperasi Dapur Umum di Palembayan Sumbar, Melayani Ribuan Porsi Makanan bagi Para Korban Bencana
BAZNAS RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) terus mengoperasikan Dapur Umum di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk memastikan kebutuhan pangan para penyintas bencana banjir dan tanah longsor tercukupi setiap hari selama masa tanggap darurat.Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menyatakan bahwa sejak kejadian bencana, BAZNAS langsung mengaktifkan dapur umum di beberapa titik terdampak, termasuk di Palembayan. Layanan tersebut terus beroperasi guna memastikan ketersediaan makanan bagi warga yang terdampak. "Dapur umum ini menjadi tempat terpercaya bagi para penyintas yang masih berada di tempat pengungsian, sehingga kami menjamin pasokan makanan tetap berjalan," ujar Saidah. Ia juga menambahkan bahwa tim BAZNAS telah membagikan 1.100 porsi makanan siap saji setiap harinya di Palembayan, dan jumlah ini akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Saidah mengatakan bahwa ribuan warga di beberapa titik pengungsian di Palembayan belum bisa kembali ke rumah karena kerusakan dan risiko longsor susulan, sehingga keberadaan dapur umum menjadi layanan penting dalam masa tanggap darurat. Meskipun medan sulit dan cuaca buruk, tim BTB tetap berupaya menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak. "Kendala akses jalan yang tertutup longsor tak menghentikan langkah tim BTB untuk menjangkau area terdampak demi mendistribusikan bantuan dengan merata," kata Saidah.Menurut Saidah, penggunaan dana zakat dalam penanggulangan bencana merupakan bagian dari program distribusi yang telah ditetapkan BAZNAS RI, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dengan prioritas utama adalah mendukung layanan dapur umum di Palembayan. Ia menegaskan bahwa pemantauan kebutuhan masyarakat dilakukan setiap hari agar bantuan yang disalurkan tetap sesuai dengan kondisi di lapangan. "Data terkini dari para penyintas menjadi acuan dalam penyesuaian layanan dapur umum agar lebih efektif," ujar Saidah.Saidah menambahkan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terbaik kepada korban bencana dengan memastikan distribusi pangan merata. "Upaya ini bertujuan untuk meringankan penderitaan masyarakat dan mempercepat pemulihan di Palembayan," katanya. Dapur umum akan beroperasi selama masa tanggap darurat berlangsung dengan kolaborasi yang erat antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan terus tersedia secara berkelanjutan.Sebelumnya, BAZNAS telah menyalurkan bantuan kemanusiaan di Sumatera Barat, termasuk bantuan evakuasi, dapur umum, dapur air, dan logistik untuk para korban bencana.
BERITA11/12/2025 | BAZNAS RI
BAZNAS Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju 2045 dalam ICONZ 2025
BAZNAS Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju 2045 dalam ICONZ 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat tata kelola zakat sebagai fondasi ekonomi syariah nasional melalui Plenary Session 2 dan 3 The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12/2025). Konferensi internasional ini menghadirkan pakar, praktisi, serta otoritas zakat dari berbagai negara guna membahas arah pengelolaan zakat dalam dinamika sosial dan ekonomi global. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, memaparkan strategi penguatan riset dan perencanaan zakat nasional sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan. Ia menekankan pentingnya tata kelola zakat yang sesuai prinsip syariah dan regulasi, sekaligus memperkuat persatuan bangsa. “Setiap aktivitas penghimpunan dan pendistribusian zakat harus aman secara syariah, regulasi, dan bagi NKRI,” ujarnya merujuk pada prinsip 3 Aman. Dalam paparannya, Prof. Zainulbahar turut menyoroti potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun. Potensi tersebut dinilainya mampu menjadi motor penggerak pembangunan apabila dikelola secara terpadu dan optimal. “Zakat memiliki peran strategis tidak hanya untuk pemerataan, tetapi juga sebagai fondasi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya. Ia juga memperkenalkan National Zakat Index (NZI) sebagai alat ukur efektivitas pengelolaan zakat. Saat ini, NZI telah diimplementasikan di 16 provinsi dan 173 kabupaten/kota, yang menunjukkan semakin kuatnya integrasi zakat dalam perencanaan pembangunan daerah. BAZNAS menilai capaian ini sebagai langkah penting dalam mensinergikan kebijakan publik dengan filantropi Islam. Dari perspektif kawasan ASEAN, Manajer PPZ dan Direktur Akademi Zakat Kuala Lumpur, Dr. Muhsin Nor Paizin, memaparkan pentingnya standardisasi tata kelola zakat antarnegara. Ia menjelaskan keberhasilan Malaysia menerapkan tata kelola terdesentralisasi dengan standar nasional yang seragam melalui digitalisasi dan harmonisasi SOP. “Harmonisasi bukan berarti sentralisasi. Yang dibutuhkan adalah keseragaman istilah, indikator, dan prosedur dasar,” jelasnya. Menurut Dr. Muhsin, digitalisasi zakat di Malaysia berhasil mendorong 70%–80% pembayaran zakat secara cashless. Capaian ini dinilai dapat menjadi rujukan negara-negara ASEAN dalam meningkatkan layanan publik berbasis syariah. Ia juga mengusulkan konsep “Zakat as Micro-Stabiliser” sebagai bagian dari agenda ketahanan sosial ASEAN 2045. Sementara itu, Zakat Operations Lead Islamic Relief Worldwide dan pendiri Zamil Consultancy, Mawlana Adil Bader, menyoroti tantangan pengelolaan zakat di negara-negara diaspora Muslim, khususnya di Eropa dan Amerika Utara. Ketiadaan otoritas zakat negara menyebabkan lembaga kemanusiaan berperan sebagai pengelola zakat. “Dalam konteks diaspora, NGO menjadi naib, menggantikan peran negara. Karena itu governance dan akuntabilitas menjadi kunci legitimasi,” ujarnya. Mawlana Adil juga mendorong peningkatan kerja sama internasional dalam penguatan kapasitas SDM zakat melalui pelatihan teknis serta penyusunan standar global yang tetap menghargai konteks lokal. Ia menilai Indonesia dan Malaysia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan ekosistem zakat yang paling berkembang di dunia Muslim. Keseluruhan sesi pleno ini menunjukkan bahwa zakat kini dipandang sebagai instrumen strategis pembangunan sosial global, melampaui fungsi filantropi tradisional. Baik negara dengan otoritas zakat kuat seperti Indonesia dan Malaysia, maupun komunitas diaspora di Barat, menghadapi tantangan berbeda namun berbagi visi mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak. Melalui ICONZ 2025, BAZNAS RI berharap terbangun kolaborasi lintas negara yang lebih luas, khususnya dalam harmonisasi standar, riset, dan pengembangan sistem zakat modern. Dengan dukungan para pakar dan lembaga zakat internasional, Indonesia meneguhkan posisinya sebagai salah satu pusat rujukan global dalam inovasi tata kelola zakat menuju Zakat Roadmap 2045. Kontributor: BAZNASEditor: RQ
BERITA11/12/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Menag RI Buka ICONZ ke-9: BAZNAS Tegaskan Peran Zakat dalam Aksi Kemanusiaan Global dan Kesejahteraan Umat
Menag RI Buka ICONZ ke-9: BAZNAS Tegaskan Peran Zakat dalam Aksi Kemanusiaan Global dan Kesejahteraan Umat
Jakarta — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., meresmikan pembukaan The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang digelar BAZNAS RI bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara berlangsung di Auditorium Harun Nasution, Rabu (10/12/2025). Konferensi internasional dengan tema “Zakat & Philanthropy: Beyond Technology – Designing a Global Transform for Humanity and Shared Prosperity” ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kontribusi zakat dalam misi kemanusiaan global dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa zakat dan filantropi Islam tidak hanya merupakan kewajiban ibadah, tetapi juga bagian esensial dari pembangunan dunia. “Zakat adalah fondasi kita, sedangkan filantropi berbasis iman merupakan kekuatan kolektif umat. Melalui ICONZ ke-9, kita bersama merancang paradigma baru yang mengintegrasikan inovasi digital dengan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab spiritual,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa konferensi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi pengambil kebijakan dan pelaksana program zakat. “Kita memerlukan peta jalan yang komprehensif agar dampak zakat semakin terasa bagi masyarakat,” katanya. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa ICONZ ke-9 menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat kajian dan gerakan zakat dunia. BAZNAS, katanya, terus berkomitmen menghadirkan zakat sebagai instrumen perubahan sosial dan kemanusiaan, baik secara nasional maupun global. “Seluruh agenda kami bertujuan memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan fakir miskin. ICONZ memperluas jejaring global agar zakat semakin efektif menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan,” terangnya. Ia menekankan bahwa forum ini menjadi komitmen nyata BAZNAS untuk memastikan isu perlindungan dan pemberdayaan fakir miskin tetap menjadi prioritas dalam tata kelola zakat internasional. “Dunia membutuhkan model pengelolaan zakat yang kuat dan inklusif. ICONZ menjadi ruang bagi lahirnya konsensus global tersebut,” jelasnya. Penyelenggaraan ICONZ tahun ini diikuti para pembicara dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Turkiye, Arab Saudi, Qatar, Brunei Darussalam, Bangladesh, Nigeria, Yordania, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Filipina, serta beberapa negara Afrika. Kehadiran lembaga filantropi lintas agama seperti Buddha Tzu Chi Foundation turut mempertegas semangat kemanusiaan universal dan kerja sama lintas keyakinan. Konferensi yang berlangsung pada 9–11 Desember 2025 ini membahas berbagai isu penting, mulai dari penguatan tata kelola zakat internasional, integrasi zakat dalam kebijakan sosial negara, inovasi digital dan kecerdasan buatan pada sistem zakat, hingga praktik terbaik filantropi global dalam penanggulangan kemiskinan dan krisis kemanusiaan. Acara tersebut turut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, MA., Ph.D., Ketua BAZNAS BAZIS DKI Jakarta Dr. Akhmad H. Abubakar, M.M., serta sejumlah akademisi dan undangan. ICONZ ke-9 terselenggara berkat kolaborasi BAZNAS RI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Kementerian Agama, serta dukungan berbagai institusi seperti PT Bank Syariah Indonesia, BSI Maslahat, Rumah Zakat, Transjakarta, INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, dan Indiana University. Kontributor:BAZNASEditor: RQ
BERITA10/12/2025 | BAZNAS RI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Barat.

Lihat Daftar Rekening →