WhatsApp Icon
BAZNAS Luncurkan Program Kampung Zakat ZCD di Lima Puluh Kota, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Berbasis Komunitas

Lima Puluh Kota – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi meluncurkan Program Kampung Zakat Zakat Community Development (ZCD) di Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Kamis (9/7/2026). Program ini menjadi wujud kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

 

Peluncuran Program Kampung Zakat ZCD dihadiri oleh Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Safni Sikumbang, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, mewakili Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Ketua BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Yulius, M.Ag., Ph.D., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, M.A., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Eri Iswandi, M.A., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag., serta para pemangku kepentingan lainnya, termasuk Kelompok Tenun Puspa, binaan BAZNAS yang menjadi salah satu kelompok pemberdayaan dalam program tersebut.

 

Program Kampung Zakat ZCD merupakan salah satu model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Melalui pendekatan berbasis komunitas, program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian mustahik sehingga tidak hanya menjadi penerima manfaat zakat, tetapi juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.

 

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Keuangan, dan Operasional, Dr. H. Mokhamad Mahdum, MIDEc., Ak., CPA., menegaskan bahwa Program Kampung Zakat merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat untuk pembangunan masyarakat.

 

"Melalui program ini, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan mustahik," ujar H. Mokhamad Mahdum.

 

Menurutnya, pengembangan Kampung Zakat menjadi bagian dari strategi BAZNAS dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berorientasi pada dampak jangka panjang. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat, zakat diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyambut baik peluncuran Program Kampung Zakat ZCD di Nagari Ampalu sebagai bentuk nyata sinergi antara BAZNAS RI, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan BAZNAS Kabupaten dalam memperluas manfaat zakat.

"Program Kampung Zakat ZCD merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan pendayagunaan zakat secara produktif dan berkelanjutan. Kami berharap program ini mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, memperkuat usaha produktif, serta mendorong mustahik menjadi lebih mandiri. Sinergi yang terbangun hari ini menjadi modal penting untuk menghadirkan manfaat zakat yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Barat," ujarnya.

 

Beliau juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan program tersebut, termasuk pemerintah daerah, Kementerian Agama, BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, serta kelompok-kelompok binaan yang menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

 

Salah satu fokus pemberdayaan dalam Program Kampung Zakat ZCD di Nagari Ampalu adalah penguatan Kelompok Tenun Puspa sebagai kelompok usaha binaan BAZNAS. Melalui dukungan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha, kelompok tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi para anggotanya dan masyarakat sekitar.

 

Peluncuran Program Kampung Zakat ZCD ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS dalam mengimplementasikan pengelolaan zakat yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat secara komprehensif. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu menjadi model pembangunan berbasis zakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.

 

Melalui Program Kampung Zakat ZCD, BAZNAS terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya melalui optimalisasi potensi zakat untuk kemaslahatan umat.


Kontributor: DD

Editor:RQ

09/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Bersama Pemprov Sumbar, BAZNAS Luncurkan Program Pembinaan Mualaf dan Salurkan Bantuan Pendidikan kepada 6.635 Penerima Manfaat

Padang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Launching Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat serta penyerahan simbolis bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa se-Sumatera Barat pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Subuh Mubarakah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat di bidang dakwah dan pendidikan.

 

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Barat (Buya Gubernur) kepada para penerima manfaat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Kepala Pelaksana BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Afdal, S.Psi., beserta amil pelaksana, unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat.

 

Peluncuran Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat merupakan hasil kolaborasi antara Mualaf Center Indonesia (MCI) dan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pembinaan keislaman yang berkesinambungan kepada para mualaf. Program ini diharapkan mampu memperkuat akidah, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membangun kemandirian sosial dan ekonomi para mualaf di Sumatera Barat.

 

Pada kesempatan yang sama, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyerahkan secara simbolis bantuan pendidikan yang sebelumnya telah disalurkan secara bertahap kepada ribuan penerima manfaat di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Bantuan tersebut diberikan kepada 5.561 siswa SMA, SMK, dan SLB serta 1.074 mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang telah membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dengan demikian, total penerima manfaat bantuan pendidikan mencapai 6.635 orang.

 

Program bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemanfaatan dana zakat yang amanah, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memotivasi para pelajar dan mahasiswa untuk terus berprestasi.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang secara konsisten menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui dana zakat.

"Pendidikan merupakan investasi terbaik dalam membangun masa depan daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi peran BAZNAS yang terus bersinergi menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk bantuan pendidikan dan pembinaan mualaf. Semoga zakat yang ditunaikan oleh para muzaki menjadi keberkahan dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing," ujar Buya

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa pendidikan dan pembinaan keagamaan merupakan dua sektor prioritas yang terus menjadi perhatian BAZNAS dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"BAZNAS Provinsi Sumatera Barat berkomitmen agar dana zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan. Bantuan pendidikan yang diberikan kepada ribuan siswa dan mahasiswa ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan studi mereka, sementara Program Pembinaan Mualaf menjadi ikhtiar bersama dalam memperkuat dakwah serta membangun kemandirian para mualaf di Sumatera Barat," ujar beliau.

 

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Mualaf Center Indonesia, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS Provinsi Sumatera Barat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat.

 

Melalui peluncuran Program Pembinaan Mualaf Sumatera Barat dan penyaluran bantuan pendidikan ini, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi dengan pemerintah, lembaga mitra, dan UPZ diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pembinaan keagamaan, serta mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya melalui optimalisasi dana zakat.



Kontributor: MA
Editor: RQ

05/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi di Masjid Raudhatul Illahi, Kalampaian, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada pagi hari, Kamis (28/5/2026).

 

Dua ekor sapi tersebut merupakan hewan kurban yang diterima oleh BAZNAS RI dan diamanahkan kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk disalurkan di wilayah yang tidak melaksanakan kurban atau memiliki keterbatasan hewan kurban. Berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kebutuhan masyarakat, daerah Kalampaian, Bungus Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kurban tahun ini.

 

Berdasarkan keterangan dari UPT Puskeswan Dharmasraya, kedua hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih. Adapun rincian hewan kurban tersebut yakni sapi pertama berjenis Sapi Bali, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 273 kilogram. Sementara sapi kedua berjenis Sapi Bali x Lim, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 260 kilogram.

 

Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat setempat. Sebanyak 200 penerima manfaat menerima kantong daging kurban dari dua ekor sapi tersebut.

 

Pelaksanaan kegiatan ini dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, selaku Person In Charge (PIC) Mitra Pelaksana KBB 1477/2026. Adapun Ketua Panitia Kurban dipercayakan kepada Muhammad Afdal selaku Kepala Pelaksana beserta staf yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan.

 

Melalui program kurban ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim pelaksanaan kurban, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


#KurbanBerdayakanDesa

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat, khususnya pada aspek penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman serta strategi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di tingkat provinsi.

 

Dalam pertemuan tersebut, jajaran BAZNAS Provinsi Bengkulu menggali berbagai informasi terkait keberhasilan BAZNAS Sumatera Barat dalam meningkatkan penghimpunan zakat yang dinilai lebih tinggi dibandingkan daerahnya. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai strategi penghimpunan yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat, mulai dari penguatan jejaring Unit Pengumpul Zakat (UPZ), intensifikasi sosialisasi zakat, hingga inovasi dalam layanan kepada muzaki. Pendekatan kolaboratif serta inovatif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pengumpulan zakat di wilayah tersebut.

 

Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS provinsi dengan berbagai UPZ di instansi pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Dengan banyaknya UPZ yang aktif, penghimpunan zakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan menjangkau lebih banyak muzaki.

 

Sementara itu, pihak BAZNAS Bengkulu menyampaikan bahwa meskipun di daerahnya telah terdapat regulasi berupa Peraturan Gubernur terkait pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), capaian penghimpunan zakat masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa potensi zakat profesi ASN di Provinsi Bengkulu cukup besar, namun realisasi penghimpunannya masih terbatas karena belum seluruh ASN menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.

 

Selain aspek penghimpunan, diskusi juga menyoroti perbedaan sistem pendistribusian zakat. BAZNAS Sumatera Barat telah lebih banyak menggunakan sistem transaksi non-tunai atau digital melalui perbankan untuk penyaluran bantuan kepada mustahik. Pendekatan ini dinilai lebih transparan, akuntabel, serta memudahkan proses pencatatan dan pelaporan keuangan.

 

Sebaliknya, BAZNAS Bengkulu masih banyak menggunakan sistem penyaluran secara tunai kepada para mustahik. Oleh karena itu, melalui kunjungan ini BAZNAS Bengkulu juga mempelajari berbagai mekanisme digitalisasi penyaluran yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat agar ke depan pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara lebih modern dan efisien.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar BAZNAS provinsi serta menjadi sarana pertukaran pengalaman dalam mengoptimalkan potensi zakat daerah. Dengan berbagai strategi penghimpunan yang efektif serta penguatan sistem digital dalam pendistribusian, pengelolaan zakat diharapkan semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang adaptif serta mampu merespons berbagai perubahan dan tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

 

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang diselenggarakan bersama ParagonCorp di Universitas Andalas, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang adaptif dan berdaya saing.

 

Ia turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya perluasan pemanfaatan zakat produktif, termasuk dalam bentuk beasiswa pendidikan. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari sisi pengumpulan zakat untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil dan karier pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dari setiap keputusan yang diambil.

 

Menurut Buchari, seorang pemimpin perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan perannya. Ia menyebutkan tiga nilai utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu empati, solidaritas, dan keadilan sosial.

 

Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Meski kerap dianggap sebagai hambatan dalam proses pengambilan keputusan, Buchari menilai nilai-nilai tersebut justru menjadi kekuatan dalam kepemimpinan modern.

 

“Pemimpin yang memiliki kepedulian sosial biasanya lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Buchari juga menambahkan bahwa pemimpin ideal adalah mereka yang mampu meraih keberhasilan tanpa meninggalkan nurani, serta tetap menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam setiap langkah.

 

Ia menilai pengalaman hidup, termasuk menghadapi berbagai kesulitan, dapat membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan penuh empati.

 

“Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Terlebih bagi penerima beasiswa yang pernah mengalami kesulitan atau terdampak bencana. Ketika seseorang yang dahulu membutuhkan bantuan kemudian mendapat dukungan, misalnya dari ParagonCorp melalui BAZNAS, lalu tumbuh menjadi seorang pemimpin, maka ia akan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai sosial tersebut,” jelasnya.

 

Buchari berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang terus terjaga ketika seseorang berada pada posisi kepemimpinan, sehingga keberhasilan yang diraih tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

Tes Seleksi Calon Amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat 2025: Semangat Melayani Umat di Ranah Minang
Tes Seleksi Calon Amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat 2025: Semangat Melayani Umat di Ranah Minang
Padang, Kamis (12/6) Aula STAI PIQ SUMBAR yang beralamat di Jl. Dr. Abdullah Ahmad No. 2, Padang, menjadi saksi semangat para pejuang kebaikan dalam mengikuti Tes Seleksi Calon Amil BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025. Suasana terasa khidmat dan penuh harap. Puluhan peserta dari berbagai latar belakang datang dengan niat yang sama mengabdikan diri untuk umat, melalui lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah di ranah Minang tercinta. Menjadi amil bukan hanya profesi, tapi amanah. Amanah untuk menjaga kepercayaan, mengelola titipan umat, dan memastikan manfaatnya sampai pada yang berhak. Kami tahu, tak mudah melewati setiap tahapan. Tes ini menguji lebih dari sekadar kemampuan teknis juga menguji niat, integritas, dan keteguhan hati. Tapi di balik setiap tantangan, selalu ada kemuliaan menanti. Sebab Allah tak pernah menyia-nyiakan setiap langkah ikhlas yang diambil dengan niat lillah. Kepada seluruh peserta, tetaplah semangat dan bersabar. Apapun hasilnya nanti, yakinlah bahwa niat baik ini sudah dicatat sebagai amal. Teruslah berikhtiar dan tawakkal karena rezeki terbaik akan datang di waktu yang paling tepat, dengan cara yang paling indah. Terima kasih kepada seluruh panitia, pengawas, serta pihak STAI PIQ SUMBAR yang telah memfasilitasi pelaksanaan tes ini dengan lancar dan tertib. Semoga Allah SWT memberikan hasil terbaik bagi semuanya dan menjadikan proses ini sebagai wasilah kebaikan bagi BAZNAS SUMBAR dan masyarakat luas. Menjadi Amil, Menjadi Pelayan Umat. Kontributor: IO & HKEditor: RQ
BERITA12/06/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Rumah REDHA dan BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis 
Rumah REDHA dan BAZNAS Gelar Khitanan Massal Gratis 
Rumah Sehat BAZNAS Siti Masyithah Palu bekerja sama dengan Rumah REDHA melaksanakan kegiatan khitanan massal gratis bagi anak-anak kaum dhuafa di Desa Labuan Salumbobe, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sebanyak 64 anak usia 5-12 tahun dari desa Labuan, Labuan Panitia, Labuan Lelea, dan Labuan Salumbobe menjadi penerima manfaat kegiatan ini. Tim dari Rumah Sehat BAZNAS Palu terdiri dari 13 orang, dengan rincian lima operator, tiga asisten operator, satu tenaga farmasi, dan empat non-medis. Proses khitan dilakukan dengan metode laser dan manual serta berjalan dengan tertib dan aman. Seluruh peserta telah menyerahkan fotokopi kartu keluarga dan menandatangani formulir persetujuan khitan. Selain tindakan medis, anak-anak juga menerima obat serta edukasi mengenai perawatan pasca khitan. Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan bertujuan untuk mendukung pertumbuhan anak yang sehat dan sholeh sesuai ajaran Islam. Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi mustahik. Kontributor: Abdullah Azzam Editor: YMK
BERITA05/06/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Sosialisasi Pengendalian dan Audit BAZNAS se-Sumatera Barat: Meningkatkan Tata Kelola Zakat yang Akuntabel dan Profesional
Sosialisasi Pengendalian dan Audit BAZNAS se-Sumatera Barat: Meningkatkan Tata Kelola Zakat yang Akuntabel dan Profesional
Padang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengendalian dan Audit BAZNAS se-Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di Whiz Prime Hotel Padang. Kegiatan ini dibuka secara resmi pada hari Senin, 26 Mei 2025 bertepatan dengan 28 Dzulqa’dah 1446 H, dan akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 28 Mei 2025 atau bertepaan dengan 1 Dzulhijjah 1446 H yang diikuti oleh 54 perwakilan BAZNAS di Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, S.E., MIDEc., Ak., CA., CPA., CWM., menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) amil zakat yang saat ini masih terbatas. Ia menyoroti bahwa proses sertifikasi amil belum merata dan belum adanya sistem pengembangan karir yang terstruktur. Selain itu, Wakil Ketua BAZNAS juga menyinggung rendahnya kepercayaan publik dan minimnya penghimpunan zakat sebagai tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Dalam sesi tersebut, beliau juga meminta perwakilan dari beberapa BAZNAS daerah seperti Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman, Kota Solok, Padang Panjang, dan Sawahlunto untuk menyampaikan output dan outcome program zakat yang telah dijalankan. Ia menekankan bahwa kontribusi zakat harus berdampak nyata, dan pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola yang baik melalui sikap ikhlas, terbuka, dan penuh semangat. Selain itu, ia mendorong agar kisah-kisah inspiratif dari program zakat terus dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi dan akuntabilitas kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Irwan Ginda Harahap dari Direktorat Kepatuhan dan Audit Internal BAZNAS RI. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan berbagai materi teknis dan strategis, di antaranya mengenai kedudukan Direktur Audit, Kepatuhan, dan Manajemen berdasarkan SK Ketua BAZNAS Nomor 98 tentang Piagam Audit Internal dan SK Nomor 99 tentang Tata Kelola Audit Internal BAZNAS. Ia juga menjelaskan peran Koordinator Jabatan Fungsional Auditor, tahapan dalam proses audit, kaidah-kaidah pengendalian internal serta softskill yang diperlukan dalam pelaksanaan audit. Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai teknik dan alat audit (Audit Techniques and Tools), serta konsep penanganan kasus di lingkungan BAZNAS. Dengan materi yang komprehensif ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di masing-masing BAZNAS daerah sehingga pengelolaan zakat semakin profesional dan transparan. Editor: RQKontributor: Humas BAZNAS
BERITA27/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dari Talang Semut, Ibu Fitri Bangkit Lewat Program ZChicken BAZNAS
Dari Talang Semut, Ibu Fitri Bangkit Lewat Program ZChicken BAZNAS
Kehidupan Ibu Fitri, warga Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, berubah berkat program ZChicken dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sebagai ibu tunggal yang membesarkan tiga anak, Ibu Fitri sempat mengalami masa-masa sulit. Namun, titik terang hadir ketika ia menerima bantuan gerobak ayam krispi siap saji dari program pemberdayaan mustahik BAZNAS. Program ZChicken merupakan upaya konkret BAZNAS dalam memberdayakan para mustahik melalui usaha mikro berbasis kuliner. Dengan modal awal dan pendampingan, Ibu Fitri kini mampu menjalankan usahanya sendiri. Hasil penjualan ayam krispi tidak hanya menopang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi sumber semangat baru bagi keluarganya. Dari dapur sederhana di Talang Semut, aroma ayam krispi yang menggugah selera kini menjadi simbol perjuangan dan harapan. BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga membekali mustahik dengan keterampilan dan semangat kewirausahaan. Lewat ZChicken, Ibu Fitri tidak lagi bergantung pada bantuan, melainkan berdiri dengan usaha sendiri. Kisah Ibu Fitri membuktikan bahwa zakat dapat menjadi alat pemberdayaan yang nyata. BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan terus berkomitmen memperluas jangkauan program-program seperti ZChicken, agar semakin banyak mustahik yang mampu mengubah takdir hidup mereka menjadi lebih baik dan mandiri. Kontributor: Raeihan Ramadhan Editor: YMK
BERITA24/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Bantuan Modal BAZNAS, Mustainah Naikkan Omzet Warung Angkringan Hingga Dua Kali Lipat
Bantuan Modal BAZNAS, Mustainah Naikkan Omzet Warung Angkringan Hingga Dua Kali Lipat
Mustainah, seorang ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha kecil asal Kalicilik, Demak, berhasil membuktikan bahwa ketekunan dan semangat berwirausaha mampu membuka peluang penghasilan mandiri. Selama lebih dari tiga tahun, Mustainah mengelola sebuah warung sederhana yang dikenal warga sebagai warung angkringan. Warung ini menawarkan nasi bungkus porsi kecil dengan beragam pilihan lauk pauk, gorengan, serta aneka minuman panas dan dingin. Berbeda dengan warung angkringan pada umumnya yang buka sore hingga malam, Mustainah justru mulai membuka warungnya sejak pukul 08.00 pagi. Lokasi warung yang berada tepat di depan rumah dan di tengah perkampungan membuatnya leluasa melayani pelanggan sejak pagi hingga malam hari. Usaha Mustainah semakin berkembang setelah menerima bantuan permodalan dari Baznas Microfinance Desa (BMD) Demak sebesar Rp3 juta. Bantuan tersebut digunakannya untuk menambah stok bahan makanan, memperlengkap peralatan warung, serta meningkatkan variasi menu yang dijual. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan pendampingan dalam pengelolaan keuangan usaha agar usahanya dapat berjalan lebih tertata dan berkelanjutan. Program pembiayaan mikro yang dijalankan BAZNAS Microfinance Desa ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan tepat sasaran kepada pelaku usaha mikro dapat memberikan dampak ekonomi yang positif di tingkat masyarakat. BAZNAS berharap, ke depan semakin banyak pelaku UMKM kecil yang terbantu dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga melalui usaha mandiri. Kontributor: Marir Muhammad Wildan Editor: MAS
BERITA16/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Program BAZNAS Dorong Keberhasilan Pengembangbiakan Ternak di Magelang
Program BAZNAS Dorong Keberhasilan Pengembangbiakan Ternak di Magelang
Kelompok Ternak Berkah Barokah Farm di Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan perawatan khusus pejantan sebagai bagian dari persiapan program pengembangbiakan ternak. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan produktivitas ternak untuk menjamin keberlanjutan usaha peternakan di wilayah tersebut. Dengan pendampingan dari Balai Ternak BAZNAS, sejumlah langkah dilakukan mulai dari memandikan pejantan, pemberian vitamin ADE, hingga penjemuran rutin. Langkah-langkah ini ditujukan untuk merangsang hormon reproduksi, menjaga kebersihan tubuh ternak, serta mencegah serangan parasit yang bisa mengganggu kesehatan. Program ini dirancang sebagai strategi preventif dan kuratif untuk memastikan kondisi reproduksi pejantan tetap optimal menjelang musim kawin. Selain itu, penerapan treatment rutin ini diharapkan dapat meningkatkan angka keberhasilan inseminasi alami di lapangan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS dan Kelompok Ternak Berkah Barokah Farm berkomitmen mendukung penguatan ketahanan pangan lokal serta meningkatkan kesejahteraan peternak melalui ternak yang sehat dan produktif. Kontributor: Muhammad Oktayansyah Editor: MAS
BERITA09/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Bengkel Pak Hasan di Sulsel Kian Ramai Berkat Z-Auto BAZNAS
Bengkel Pak Hasan di Sulsel Kian Ramai Berkat Z-Auto BAZNAS
Bengkel motor milik Bapak Hasan yang berlokasi di Jalan Sejati, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami perkembangan pesat. Bukan hanya karena keahliannya dalam menangani sepeda motor, tetapi juga karena dukungan dari program Z-Auto yang diluncurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Melalui program Z-Auto, Bapak Hasan mendapatkan bantuan permodalan serta pendampingan usaha yang berkelanjutan. Fasilitas dan layanan bengkel pun menjadi lebih baik, termasuk pelayanan yang ramah dan sistem kerja yang lebih teratur, sehingga pelanggan merasa nyaman dan terus kembali menggunakan jasanya. Program ini terbukti mampu membuka peluang usaha sekaligus jalan menuju kemandirian ekonomi bagi masyarakat. Bapak Hasan yang semula mengelola bengkel kecil dengan keterbatasan alat kini mampu memberikan pelayanan maksimal, meningkatkan jumlah pelanggan, dan memperluas usahanya secara bertahap. Upaya BAZNAS dalam memberdayakan mustahik melalui program seperti Z-Auto menunjukkan hasil nyata dalam mendorong kesejahteraan dan kemandirian. Dari bengkel sederhana ini, harapan dan cita-cita tumbuh bersama semangat berdaya. Kontributor: Ilham Aidil Fitrah Editor: YMK
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Hasilkan 1 Ton Gabah, Petani Cilapar Buktikan Dampak Program BAZNAS
Hasilkan 1 Ton Gabah, Petani Cilapar Buktikan Dampak Program BAZNAS
Para petani binaan BAZNAS di bawah Gapoktan Citra, Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, menyambut musim panen dengan semangat yang membara. Mereka berhasil memanen padi varietas Inpari 32 dari lahan seluas 1.400 meter persegi. Inpari 32 dikenal sebagai varietas unggul yang tahan terhadap hama dan memiliki potensi hasil tinggi, sehingga menjadi pilihan tepat bagi petani setempat. Dalam proses panen kali ini, petani memanfaatkan alat bantu power thresher yang mampu mempercepat waktu pengolahan sekaligus menghasilkan gabah yang lebih bersih. Hasil panen mencapai 1 ton Gabah Kering Panen (GKP), sebuah pencapaian yang menunjukkan peningkatan produktivitas dan efisiensi berkat pemanfaatan teknologi sederhana. Penggunaan alat ini juga mengurangi beban tenaga kerja manual dan mempersingkat waktu kerja di lapangan. Program pendampingan yang dilakukan oleh BAZNAS tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga mencakup edukasi pertanian, peningkatan kapasitas kelompok tani, dan dukungan peralatan. Melalui pendekatan ini, para petani tidak hanya memperoleh hasil panen yang maksimal, tetapi juga lebih percaya diri dalam mengelola usaha tani secara mandiri dan berkelanjutan. Keberadaan BAZNAS dirasakan langsung manfaatnya oleh petani sebagai mitra dalam peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. Panen ini menjadi bukti nyata bahwa intervensi tepat sasaran dari BAZNAS dapat mendorong ketahanan pangan di tingkat lokal sekaligus membangkitkan semangat para petani untuk terus produktif. Sinergi antara teknologi, pendampingan, dan kerja keras masyarakat menciptakan hasil yang menggembirakan, sekaligus memperkuat peran sektor pertanian sebagai tumpuan ekonomi di pedesaan. Kontributor: Pudji Mardiriani Editor: YMK
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Grooming dan Vitamin Produktifkan Domba di Balai Ternak BAZNAS 
Grooming dan Vitamin Produktifkan Domba di Balai Ternak BAZNAS 
Balai Ternak BAZNAS di Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, berhasil memulihkan domba pejantan yang sempat lemas dan mengalami kerontokan bulu. Perawatan intensif dilakukan peternak binaan, Pak?Sartono, dengan pendekatan isolasi, grooming, pemberian vitamin, dan pola makan seimbang. Langkah terintegrasi tersebut mempercepat pemulihan kondisi fisik domba sekaligus menekan risiko penularan penyakit ke ternak lain. Pemantauan harian memastikan setiap tahap perawatan berjalan sesuai standar kesehatan hewan. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas program Balai?Ternak BAZNAS dalam meningkatkan kualitas kesehatan ternak mustahik secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta mendukung produktivitas peternak di wilayah Sleman. Kontributor: Azra Salsabila Editor: YKM
BERITA03/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Audiensi BAZNAS Pariaman: Serahkan Laporan, Perkuat Kolaborasi
Audiensi BAZNAS Pariaman: Serahkan Laporan, Perkuat Kolaborasi
Padang, 30 April 2025 – Dalam semangat tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”, BAZNAS Kota Pariaman melakukan kunjungan audiensi ke Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, bertempat di Kompleks Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Jl. Khatib Sulaiman, Padang Utara, Kota Padang. Dua orang perwakilan dari unsur Pimpinan BAZNAS Kota Pariaman hadir secara langsung dalam kunjungan tersebut. Dalam kesempatan ini, mereka menyerahkan Laporan Pengelolaan Kinerja BAZNAS Kota Pariaman Tahun 2024, yang mencerminkan transparansi dan komitmen kuat dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) demi kemaslahatan mustahik di wilayahnya. Selain menyerahkan laporan, pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi yang penuh semangat untuk membahas berbagai hal strategis terkait penguatan kelembagaan, peningkatan sinergi program, serta upaya optimalisasi peran zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi umat, khususnya di Kota Pariaman. Kunjungan ini sejalan dengan semangat kolaboratif yang diusung dalam tema “Cahaya Zakat,” di mana zakat tak hanya menjadi alat bantu sosial, tapi juga menjadi jembatan keajaiban yang menghubungkan niat baik para muzaki dengan kebutuhan dan harapan para mustahik. Harapannya, melalui sinergi antar BAZNAS kabupaten/kota dan provinsi, pengelolaan zakat di Sumatera Barat semakin berdampak nyata, terukur, dan menyentuh kebutuhan umat secara luas. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan kesiapan untuk terus mendukung serta memperkuat sinergi dengan seluruh BAZNAS di daerah, demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan. Kontributor: Farel Mau Editor: RuQa
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik, Usaha Pecel Lele Berkembang
BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik, Usaha Pecel Lele Berkembang
Program permodalan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membawa perubahan besar bagi Kosir, seorang pedagang pecel lele di Desa Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Berkat bantuan tersebut, usahanya yang semula hanya beroperasi dengan satu gerobak kecil kini berkembang menjadi dua lokasi usaha yang melayani pelanggan dari waktu berbuka hingga sahur. Kosir mengakui bahwa sebelum mendapat bantuan dari BAZNAS, usahanya berjalan dengan keterbatasan modal sehingga sulit berkembang. Namun, setelah menerima dukungan permodalan, ia mampu memperluas usahanya dan meningkatkan pendapatan secara signifikan. Kini, omzet hariannya mencapai Rp1,4 juta, yang memungkinkan dirinya untuk lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Program permodalan BAZNAS ini bertujuan untuk membantu para mustahik dalam meningkatkan taraf hidup mereka melalui usaha mandiri. Keberhasilan Kosir menjadi bukti nyata bagaimana dukungan yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi keluarga dan membuka peluang kerja di lingkungan sekitar. Semakin berkembangnya usahanya, kini ia mendapat melayani lebih banyak pelanggan dan memperluas cakupan bisnisnya. Program ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya sekadar bantuan sesaat, tetapi juga dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Kontributor: Azra Salsabila Editor: ayu
BERITA24/04/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi Strategis BAZNAS RI dan UNICEF Demi Masa Depan Anak Indonesia
Kolaborasi Strategis BAZNAS RI dan UNICEF Demi Masa Depan Anak Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkokoh sinergi dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kerja sama ini mencakup isu-isu penting seperti pendidikan, perlindungan anak, akses sanitasi air bersih, serta kesehatan. Diskusi kolaboratif ini berlangsung di Gedung BAZNAS, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Maret 2025, menandai langkah baru pasca berakhirnya Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung sejak 2017 hingga 2021. Diskusi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.si, CFRM., Direktur Pengumpulan Fitriyansyah Agus Setiawan, Kepala Biro Koordinasi Kerja Sama Khuzaifah Hanum, dan Kepala Divisi Muzaki Prioritas Hafizah Elvira N. Dari UNICEF hadir Chief of Social Policy Yoshimi Nishino beserta tim, seperti Ali Mochtar, Sakti Herliyansah, dan Zezen Zaenal Mutaqin selaku konsultan kemitraan. Rizaludin Kurniawan menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi fokus kerja sama, seperti pendidikan untuk anak dari keluarga kurang mampu, penanganan stunting, serta upaya meningkatkan sanitasi air bersih. Ia menjelaskan, “BAZNAS mengupayakan program terkait perempuan dan anak-anak terus berjalan. Kita fokuskan pula untuk anak-anak penyandang disabilitas. Dengan itu kita mendorongnya melalui pengadaan Sekolah Cendikia BAZNAS dan Rumah Layak Huni.” Kolaborasi ini juga akan memanfaatkan data dan riset guna memperluas distribusi hak anak melalui zakat dan sedekah. “Kita selalu berupayakan untuk memanfaatkan segala bentuk aspek pengumpulan, baik Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui berbagai support baik secara langsung ataupun digital,” ujarnya. Dari pihak UNICEF, Yoshimi Nishino menegaskan pentingnya keberlanjutan hubungan ini untuk menemukan inovasi dalam pengelolaan zakat, terutama untuk mengatasi isu kemiskinan anak dan stunting. “Saya rasa akan sangat bagus jika kolaborasi ini tetap berjalan dan misi untuk mengatasi stunting dan kemiskinan pada anak dapat teratasi,” tuturnya. Diskusi ini juga membahas keberhasilan kerja sama di sejumlah daerah melalui kebijakan BAZNAS. Upaya ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang yang signifikan terhadap masa depan anak-anak Indonesia, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. BAZNAS dan UNICEF berkomitmen melanjutkan kolaborasi demi kemaslahatan generasi mendatang. Kontributor: Nikita Editor: YMK
BERITA30/03/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Pesanan Meningkat, ZChicken Barombong Berdayakan Ekonomi Lokal
Pesanan Meningkat, ZChicken Barombong Berdayakan Ekonomi Lokal
Pelaku usaha ayam krispi di Desa Biring Balang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, merasakan berkah Ramadhan dengan meningkatnya pesanan. Berkat bantuan modal, peralatan, dan pendampingan dari BAZNAS, pemilik gerai ZChicken mendapatkan pesanan 100 paket ayam krispi untuk berbuka puasa di Masjid Agung Syekh Yusuf. Program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro agar lebih berkembang. Dengan adanya bantuan ini, usaha ayam krispi ZChicken semakin dikenal dan mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. BAZNAS terus berkomitmen dalam mendukung pengusaha kecil melalui berbagai program berbasis ekonomi produktif. Diharapkan, bantuan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat. Kontributor : NIkita Earlene Salsabila Editor : NOV
BERITA24/03/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Optimalisasi Usaha ZChicken Binaan di Bulan Ramadhan
BAZNAS Dorong Optimalisasi Usaha ZChicken Binaan di Bulan Ramadhan
Bulan Suci Ramadhan menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk meraih keuntungan dari penjualan produk makanan dan minuman. Meski demikian, Ramadhan juga memunculkan banyak pedagang musiman, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi ini memperketat persaingan bagi para pedagang makanan yang telah lebih dulu berjualan sebelum Ramadhan. Di sisi lain, Ramadhan juga menjadi bulan penuh berkah, di mana banyak orang berlomba-lomba bersedekah, termasuk membagikan makanan berbuka, membuka peluang bagi pedagang untuk meningkatkan omzet mereka. Tantangan dan peluang tersebut turut dirasakan para pelaku usaha ZChicken binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di berbagai wilayah. Fatmawati, salah satu penerima manfaat ZChicken di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, mengungkapkan adanya penurunan omzet akibat banyaknya penjual musiman selama Ramadhan. "Penjualan ZChicken di bulan Ramadhan ini agak merosot, mengingat target dari penjualan itu bekal anak-anak sekolah. Selain itu di bulan puasa ini banyak orang berjualan musiman sehingga penjualan saya yang sebelumnya bisa 60 hingga 80 potong ,sekarang di bulan puasa hanya 20 potong," ujar Fatmawati. Berbeda halnya dengan Hafida, mustahik ZChicken di Kabupaten Maros, yang justru mengalami peningkatan pendapatan berkat pesanan dalam jumlah besar selama Ramadhan. "Alhamdulillah, ZChicken yang saya kelola kembali dipercaya pelanggan. Saya mendapatkan pesanan 100 box Paket Nasi ZChicken dari pelanggan setia saya," tutur Hafida penuh syukur. Pesanan tersebut rencananya akan dibawa ke Masjid Nurul Qolbi, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, untuk hidangan buka puasa bagi jamaah. BAZNAS melalui para pendamping program secara intensif memberikan bimbingan kepada mustahik agar mampu mengoptimalkan penjualan mereka. Aldi, Pendamping ZChicken Kota Pekanbaru, menyebutkan bahwa promosi digital menjadi salah satu strategi yang didorong agar para mustahik bisa menjangkau lebih banyak konsumen. "Kami mendorong dan memfasilitasi promosi dan penjualan secara digital atau online sehingga memudahkan konsumen untuk memesan ZChicken. Sehingga walaupun penjualan di outlet menurun, mustahik masih memiliki peluang tambahan omzet dari pesanan," ujar Aldi. BAZNAS terus berkomitmen memberdayakan para pelaku usaha ZChicken agar mampu bertahan dan berkembang, terutama dalam menghadapi dinamika pasar selama Ramadhan. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi mustahik dan semakin memperluas manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas. Kontributor : Laila Edotor : Ayu
BERITA16/03/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Salurkan Bantuan Zmart untuk Ponpes, Dukung Kemandirian Ekonomi
BAZNAS Salurkan Bantuan Zmart untuk Ponpes, Dukung Kemandirian Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani menyerahkan bantuan program Zmart kepada Pondok Pesantren Modern Tazakka, Jawa Tengah, dalam upaya memperkuat ekonomi pesantren dan mempermudah akses kebutuhan bagi santri serta warga sekitar. Program Zmart ini merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi yang ditargetkan menyasar 50 pondok pesantren di Indonesia, dengan nilai bantuan sebesar Rp50 juta per pesantren. Penyerahan bantuan dilakukan dalam acara yang bertajuk "Silaturahim Akbar: Buka Puasa Ramadhan dan Sholat Tarawih Bersama Ketua MPR RI dan Penyerahan Bantuan Program Zmart" di Pondok Pesantren Modern Tazakka, Jawa Tengah, baru-baru ini. Dalam acara tersebut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan Pondok Pesantren Modern Tazakka KH. Anang Rizka Masyhadi, MA., Ph.D. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa program Zmart dirancang untuk mendukung kesejahteraan umat melalui penguatan ekonomi pesantren. "Kami berharap bantuan ini dapat menjadi pemicu berkembangnya usaha ekonomi di pesantren, sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi santri dan masyarakat sekitar," ujarnya. Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan menjadikan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga pusat ekonomi yang mendukung kemandirian santri. "Kami ingin agar pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat ekonomi yang dapat membantu santri memahami pentingnya kemandirian ekonomi. Santri tidak hanya dididik untuk memahami ilmu agama, tetapi juga dibekali dengan wawasan kewirausahaan yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka," tambahnya. BAZNAS juga mengapresiasi dukungan MPR RI dalam keberlanjutan program ini. "Kami mengapresiasi dukungan penuh dari MPR RI dalam kegiatan penyerahan program Zmart ini. Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen bersama dapat membawa manfaat yang luas bagi pesantren, santri, dan masyarakat sekitar. Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di seluruh Indonesia," ujar Kiai Noor. "Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ekosistem ekonomi berbasis zakat. Jika kita bersatu, maka dampak yang dihasilkan akan lebih besar dan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang," katanya. Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi masa depan yang lebih baik dan sejahtera. "Persiapan menuju Indonesia Emas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat, termasuk pesantren," ujar Muzani. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus bersilaturahmi dan bertukar pandangan seperti ini. Kita tidak sendirian dalam mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, lebih kuat, lebih sehat, dan lebih pintar. Dengan berbagai kekuatan yang kita miliki, Insyaallah, Indonesia akan menjadi negara yang semakin tangguh di masa depan," tegasnya. Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono B.Eng., M.M., MBA, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wahid, Bupati Batang H. M. Faiz Kurniawan, SH., MH., Kepala BPKH Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., AAK, serta beberapa pejabat daerah lainnya. Kontributor: Muhammad Oktayansyah Editor: YMK
BERITA14/03/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Rapat Koordinasi BAZNAS dengan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Bahas Evaluasi 2024 dan arget 2025
Rapat Koordinasi BAZNAS dengan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Bahas Evaluasi 2024 dan arget 2025
Padang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk membahas evaluasi 2024 dan target 2025. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Buchari di Padang, Rabu mengatakan rapat koordinasi itu diikuti oleh UPZ yang berada di bawah koordinasi BAZNAS Sumbar diantaranya UPZ di instansi vertikal, OPD, Perusahaan Daerah, perguruan tinggi, SMA/SMK, Madrasah, yayasan dan Masjid Raya. Ia menyebut pertemuan itu dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama khusus untuk UPZ yang diberikan tugas pengumpulan dan sesi kedua untuk UPZ yang diberikan tugas pembantuan pendistribusian dan pendayagunaan zakat. "Jadi agendanya itu ada dua. Satu rapat koordinasi, satu lagi rapat kerja," katanya. Buchari mengatakan dalam pertemuan itu akan dibahas tentang evaluasi kinerja 2024 dan rencana, fokus serta target tahun 2025. Ia menyampaikan untuk tahun 2024, BAZNAS Sumbar berhasil mengumpulkan zakat sesuai dengan target. Untuk zakat on balance sheet (yang masuk neraca) terkumpul sebanyak Rp39,5 miliar, jauh melebihi target sebanyak Rp36,5 miliar. "Ini semua berkat dukungan dan kerjakeras dari semua UPZ di bawah koordinasi BAZNAS Sumbar," ujarnya. Sementara untuk of balance sheet terkumpul sebanyak Rp885 miliar. "Zakat off balance sheet ini jauh lebih banyak. Zakatnya tidak disetorkan ke kas Baznas, tetapi berputar di tengah masyarakat," katanya. Sementara untuk tahun 2025, zakat on balance sheet ditargetkan bisa terkumpul sebanyak Rp38,5 miliar sementara untuk off balance sheet sebanyak Rp875 miliar. "Target off itu untuk lingkup seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat sementara target on, itu khusus Pemprov Sumbar," ujarnya.Sumber: sumbar.antaranews.comEditor: RuQa
BERITA26/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dorong Edukasi Zakat, Pj Bupati Majalengka Apresiasi Sinergi BAZNAS
Dorong Edukasi Zakat, Pj Bupati Majalengka Apresiasi Sinergi BAZNAS
Penjabat (Pj) Bupati Majalengka, Dr. H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si, mengapresiasi terhadap kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam upaya meningkatkan penghimpunan serta pendistribusian dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayahnya. "Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Majalengka yang telah bekerja sama dengan Pemda. Ini menjadi kesempatan penting untuk mengingatkan masyarakat tentang peran zakat," ujar Dedi dalam keterangannya beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, literasi zakat dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Hal ini merupakan upaya agar pemahaman tentang berbagi dapat ditanamkan sejak dini. "Edukasi mengenai zakat harus terus diperkuat. Kita ingin membentuk generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berkontribusi, baik dengan membantu teman yang kurang mampu maupun berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas umum," tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, menegaskan bahwa sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS. "Potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun, tetapi realisasi pengumpulannya masih jauh dari angka tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi yang lebih erat dibutuhkan agar dana ZIS dapat dihimpun dan disalurkan dengan lebih baik," jelasnya. Menurut Rizaludin, skor literasi zakat nasional pada tahun 2024 mencapai 74,83, mengalami sedikit penurunan dari tahun 2022 yang berada di angka 75,26. Oleh sebab itu, ia menilai bahwa edukasi zakat harus lebih digalakkan, khususnya dengan melibatkan institusi pendidikan. "Pendidikan zakat sejak dini harus mendapat perhatian lebih. Dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru harus dilibatkan dalam membangun pemahaman kuat di kalangan generasi muda," tambahnya. Selain itu, Rizaludin menyoroti strategi optimalisasi dana ZIS di sektor pendidikan untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan di Indonesia. "Pemanfaatan ZIS untuk pendidikan bisa dilakukan melalui beberapa langkah strategis, seperti memperkuat regulasi, memanfaatkan teknologi digital, berkolaborasi dengan lembaga pendidikan, menciptakan program yang berkelanjutan, serta menerapkan sistem monitoring dan evaluasi yang ketat," ungkapnya. Sementara itu, Plt Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Moh Ridwan, M.Pd, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2024, penghimpunan ZIS mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai lebih dari Rp17 miliar atau naik 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Sepanjang tahun 2024, BAZNAS Majalengka berhasil menghimpun zakat fitrah sebesar Rp2,8 miliar, zakat profesi Rp13,4 miliar, infak dan sedekah masyarakat Rp239 juta, serta dana hibah dari Pemda sebesar Rp750 juta," jelas Ridwan. Ia menambahkan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan optimalisasi zakat di Majalengka dapat terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama dalam pengembangan sektor pendidikan dan kesejahteraan mustahik. "Meski begitu, tantangan utama kami adalah bagaimana meningkatkan kesadaran dan memastikan distribusi zakat tepat sasaran," ungkapnya. Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, KH. Maman Imanulhaq, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Ir. Rachmat Ari Kusumanto, ST, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, seperti Wakil Ketua II, H. Badruzzaman, M.Pd, Wakil Ketua III, Embed Humed, S.Pd.I, dan Wakil Ketua IV, Drs. H. Idi Purnama, M.M. kontributor : meisa editor : ayu
BERITA25/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dari Hasil Budidaya Ayam, Peternak Dadang Rosid Bisa Merenovasi Rumah
Dari Hasil Budidaya Ayam, Peternak Dadang Rosid Bisa Merenovasi Rumah
Ketekunan dan perencanaan yang matang dalam beternak telah membawa perubahan besar bagi kehidupan Bapak Dadang A Rosid, seorang peternak ayam asal Dusun Cisadap, Desa Bunter, Kecamatan Sukadana Berkat hasil usahanya dalam budidaya ayam, kini ia dapat mewujudkan impian untuk merenovasi rumahnya, sebuah pencapaian yang menjadi bukti nyata bahwa sektor peternakan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam perjalanan usahanya, Bapak Dadang telah melakukan pemeliharaan ayam dari berbagai sumber, termasuk PT Berdikari sebanyak satu kali dan dari PS lokal sebanyak empat kali. Sebelum mengikuti program pemberdayaan, pendapatan rata-rata yang diperoleh berkisar Rp2.100.000 per periode pemeliharaan. Namun, setelah bergabung dengan kelompok peternak binaan BAZNAS, pendapatannya meningkat menjadi Rp2.297.676 per periode. Saat ini, Bapak Dadang tengah memelihara 3.700 ekor ayam jantan dari PS lokal dengan usia pemeliharaan 59 hari. Strategi dan pengelolaan yang lebih baik membuat hasil ternaknya semakin optimal, sehingga ia bisa menyisihkan sebagian keuntungannya untuk keperluan renovasi rumah. Bergabung dengan kelompok peternak binaan BAZNAS memberikan perubahan signifikan bagi usaha ternaknya. Selain mendapatkan bimbingan dalam manajemen peternakan, Bapak Dadang juga semakin yakin dalam mengembangkan usaha budidaya ayamnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat dan pendampingan yang baik, usaha peternakan rakyat dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Peningkatan pendapatan yang dialami oleh Bapak Dadang membuktikan bahwa program pemberdayaan peternak yang dilakukan BAZNAS membawa dampak positif bagi kehidupan para anggotanya. Dengan adanya dukungan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak peternak yang dapat merasakan manfaat dari program ini. Kesuksesan Bapak Dadang menjadi inspirasi bahwa beternak bukan hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga dapat meningkatkan taraf hidup dan mewujudkan impian yang lebih besar bagi keluarga. Kontributor: Amat Setiawan Editor: ayu
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra Gelar Program Pembersihan AC di 1.000 Masjid
BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra Gelar Program Pembersihan AC di 1.000 Masjid
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Amaliah Astra, mengadakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah saat beribadah. Program ini melibatkan pembersihan ribuan unit pendingin ruangan (AC) di berbagai masjid dan mushola yang tersebar di sembilan wilayah di Indonesia. Melalui inisiatif ini, BAZNAS RI tidak hanya memastikan fasilitas ibadah tetap nyaman, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi para teknisi AC binaan. Peluncuran program berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, Deputi II BAZNAS RI, Dr. Imdadun Rahmat, M.Si, serta perwakilan dari Yayasan Amaliah Astra. Saidah Sakwan, M.A., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menekankan urgensi program ini dalam mendukung persiapan masjid menjelang Ramadhan. "Kami ingin memastikan bahwa jemaah dapat beribadah dengan nyaman, sekaligus memberdayakan para teknisi AC binaan agar mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi dari program ini," ujar dia. Senada dengan itu, Kepala Pemberdayaan Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Diah Suran Febrianti, mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama dengan BAZNAS RI yang telah memperluas cakupan program ini. "Dulu program ini hanya mencakup ratusan masjid, tetapi kini bisa menjangkau lebih banyak tempat ibadah berkat kolaborasi yang terjalin," kata dia. Ia juga berharap program ini tidak hanya berhenti pada pembersihan AC, tetapi juga menjadi wadah pelatihan bagi teknisi, sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran di masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Yayasan Amaliah Astra ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas bagi umat. Kontributor: Fikri Editor: YMK
BERITA22/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Sinergi BAZNAS Sumbar dan Kemenag: Menggerakkan Pemberdayaan Berbasis KUA
Sinergi BAZNAS Sumbar dan Kemenag: Menggerakkan Pemberdayaan Berbasis KUA
Kantor Urusan Agama (KUA) selama ini dikenal sebagai pusat layanan administrasi keagamaan. Namun, kini perannya semakin berkembang dengan adanya program pemberdayaan yang menggandeng berbagai pihak. Salah satunya adalah Program Kolaborasi Pemberdayaan KUA yang diinisiasi oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran KUA dalam memberdayakan masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Pada Tanggal 6 Februari 2025 Tim terbagi 2 (dua) untuk melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Sumatera Barat. Tim 1 bergerak menuju Kabupaten Tanah Datar, Sijunjung, dan Kota Solok. Tim ini dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sumbar, Drs. H. Nurman Agus, didampingi oleh Kabag Pendistribusian BAZNAS Sumbar, Darius, A. Md., S.T., serta amil pelaksana dan driver. Mereka bertugas melakukan sosialisasi, memberikan pendampingan, serta memperkuat program pemberdayaan di wilayah tersebut. Sementara itu, Tim 2 mengunjungi Kabupaten Agam dan Lima Puluh Kota. Tim ini dipimpin oleh Wakil Ketua II Dr. Busral, S. Ag., M.A., Wakil Ketua I BAZNAS Sumbar, Afrianto Korga, S. Pd.I., M. Pd., didampingi oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Sumbar, Muhammad Afdal, S. Psi., serta satu amil pelaksana. Mereka turut didampingi oleh rombongan dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat serta perwakilan dari BAZNAS Kabupaten/Kota yang dikunjungi. Dalam kunjungan ini, para tim berupaya memberikan pemahaman dan strategi bagaimana KUA dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan. Selain itu, diskusi dengan para kepala KUA juga dilakukan untuk menggali potensi daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar dapat mandiri dan berkembang secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa program pemberdayaan ini bisa benar-benar menyentuh masyarakat. Dengan menggandeng KUA, harapannya program ini dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi umat,” ungkap Busral, Wakil Ketua II BAZNAS Sumbar. Sementara itu, perwakilan dari Kanwil Kemenag Sumbar menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS merupakan langkah positif dalam memperluas peran KUA. Selain sebagai penyedia layanan administrasi keagamaan, KUA juga bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid dan zakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peran KUA dalam pemberdayaan masyarakat semakin kuat. BAZNAS Sumatera Barat berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak guna memperkuat program pemberdayaan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dukungan dari Kanwil Kemenag Sumbar serta BAZNAS Kabupaten/Kota menjadi kunci utama keberhasilan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Sumatera Barat. BAZNAS Sumbar - Berkhidmat untuk UmatKontributor: MAF dan MIEditor: RuQa
BERITA06/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Barat.

Lihat Daftar Rekening →