WhatsApp Icon
BAZNAS Sumbar Salurkan Kurban BAZNAS RI untuk Masyarakat Bungus Timur

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban sebanyak dua ekor sapi di Masjid Raudhatul Illahi, Kalampaian, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, pada pagi hari, Kamis (28/5/2026).

 

Dua ekor sapi tersebut merupakan hewan kurban yang diterima oleh BAZNAS RI dan diamanahkan kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk disalurkan di wilayah yang tidak melaksanakan kurban atau memiliki keterbatasan hewan kurban. Berdasarkan hasil survei dan pertimbangan kebutuhan masyarakat, daerah Kalampaian, Bungus Timur dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kurban tahun ini.

 

Berdasarkan keterangan dari UPT Puskeswan Dharmasraya, kedua hewan kurban tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk disembelih. Adapun rincian hewan kurban tersebut yakni sapi pertama berjenis Sapi Bali, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 273 kilogram. Sementara sapi kedua berjenis Sapi Bali x Lim, jantan, usia di atas dua tahun, berwarna hitam dengan bobot 260 kilogram.

 

Kegiatan penyembelihan dan pendistribusian daging kurban berlangsung lancar dengan melibatkan panitia dan masyarakat setempat. Sebanyak 200 penerima manfaat menerima kantong daging kurban dari dua ekor sapi tersebut.

 

Pelaksanaan kegiatan ini dikelola langsung oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat yang dikomandoi oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Nurman Agus, selaku Person In Charge (PIC) Mitra Pelaksana KBB 1477/2026. Adapun Ketua Panitia Kurban dipercayakan kepada Muhammad Afdal selaku Kepala Pelaksana beserta staf yang turut membantu seluruh rangkaian kegiatan.

 

Melalui program kurban ini, BAZNAS berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di daerah yang minim pelaksanaan kurban, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


#KurbanBerdayakanDesa

29/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Provinsi Bengkulu Lakukan Studi Tiru ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk Penguatan Penghimpunan dan Pendistribusian Zakat

Padang — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bengkulu melakukan kunjungan kerja ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dalam rangka memperkuat pengelolaan zakat, khususnya pada aspek penghimpunan dan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman serta strategi dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di tingkat provinsi.

 

Dalam pertemuan tersebut, jajaran BAZNAS Provinsi Bengkulu menggali berbagai informasi terkait keberhasilan BAZNAS Sumatera Barat dalam meningkatkan penghimpunan zakat yang dinilai lebih tinggi dibandingkan daerahnya. Salah satu pembahasan utama adalah mengenai strategi penghimpunan yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat, mulai dari penguatan jejaring Unit Pengumpul Zakat (UPZ), intensifikasi sosialisasi zakat, hingga inovasi dalam layanan kepada muzaki. Pendekatan kolaboratif serta inovatif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan pengumpulan zakat di wilayah tersebut.

 

Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS provinsi dengan berbagai UPZ di instansi pemerintah, lembaga, dan masyarakat. Dengan banyaknya UPZ yang aktif, penghimpunan zakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan menjangkau lebih banyak muzaki.

 

Sementara itu, pihak BAZNAS Bengkulu menyampaikan bahwa meskipun di daerahnya telah terdapat regulasi berupa Peraturan Gubernur terkait pengumpulan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN), capaian penghimpunan zakat masih belum optimal. Data menunjukkan bahwa potensi zakat profesi ASN di Provinsi Bengkulu cukup besar, namun realisasi penghimpunannya masih terbatas karena belum seluruh ASN menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS.

 

Selain aspek penghimpunan, diskusi juga menyoroti perbedaan sistem pendistribusian zakat. BAZNAS Sumatera Barat telah lebih banyak menggunakan sistem transaksi non-tunai atau digital melalui perbankan untuk penyaluran bantuan kepada mustahik. Pendekatan ini dinilai lebih transparan, akuntabel, serta memudahkan proses pencatatan dan pelaporan keuangan.

 

Sebaliknya, BAZNAS Bengkulu masih banyak menggunakan sistem penyaluran secara tunai kepada para mustahik. Oleh karena itu, melalui kunjungan ini BAZNAS Bengkulu juga mempelajari berbagai mekanisme digitalisasi penyaluran yang diterapkan oleh BAZNAS Sumatera Barat agar ke depan pengelolaan dana zakat dapat dilakukan secara lebih modern dan efisien.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar BAZNAS provinsi serta menjadi sarana pertukaran pengalaman dalam mengoptimalkan potensi zakat daerah. Dengan berbagai strategi penghimpunan yang efektif serta penguatan sistem digital dalam pendistribusian, pengelolaan zakat diharapkan semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

19/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Mahasiswa Penerima Beasiswa Cendekia Menjadi Pemimpin Adaptif dan Berjiwa Sosial

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengajak para mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang adaptif serta mampu merespons berbagai perubahan dan tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

 

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS yang diselenggarakan bersama ParagonCorp di Universitas Andalas, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Distribusi dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS merupakan salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi pemimpin yang adaptif dan berdaya saing.

 

Ia turut menyampaikan apresiasi terhadap upaya perluasan pemanfaatan zakat produktif, termasuk dalam bentuk beasiswa pendidikan. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya dukungan dari sisi pengumpulan zakat untuk menjaga keberlanjutan program tersebut.

 

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif tidak hanya berfokus pada pencapaian hasil dan karier pribadi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dari setiap keputusan yang diambil.

 

Menurut Buchari, seorang pemimpin perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan perannya. Ia menyebutkan tiga nilai utama yang harus dimiliki seorang pemimpin, yaitu empati, solidaritas, dan keadilan sosial.

 

Ketiga nilai tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Meski kerap dianggap sebagai hambatan dalam proses pengambilan keputusan, Buchari menilai nilai-nilai tersebut justru menjadi kekuatan dalam kepemimpinan modern.

 

“Pemimpin yang memiliki kepedulian sosial biasanya lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

 

Buchari juga menambahkan bahwa pemimpin ideal adalah mereka yang mampu meraih keberhasilan tanpa meninggalkan nurani, serta tetap menjadikan nilai kemanusiaan sebagai dasar dalam setiap langkah.

 

Ia menilai pengalaman hidup, termasuk menghadapi berbagai kesulitan, dapat membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan penuh empati.

 

“Orang terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Terlebih bagi penerima beasiswa yang pernah mengalami kesulitan atau terdampak bencana. Ketika seseorang yang dahulu membutuhkan bantuan kemudian mendapat dukungan, misalnya dari ParagonCorp melalui BAZNAS, lalu tumbuh menjadi seorang pemimpin, maka ia akan memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai sosial tersebut,” jelasnya.

 

Buchari berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial yang terus terjaga ketika seseorang berada pada posisi kepemimpinan, sehingga keberhasilan yang diraih tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi BAZNAS dan ParagonCorp Perkuat Akses Pendidikan Mahasiswa di Sumatra

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama ParagonCorp memperkuat upaya peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan pembinaan yang digelar di Auditorium Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat, Kamis (30/4/2026).

 

Dalam kegiatan tersebut, ParagonCorp menyalurkan zakat perusahaan sebesar Rp1,5 miliar yang diperuntukkan bagi berbagai program pendidikan dan sosial, termasuk dukungan beasiswa bagi 214 mahasiswa dari Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana.

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumatra Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag., Ketua BAZNAS Kota Padang, Muhammad Mufti Syarfie, Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri, Mentor Universitas Andalas, Herlambang, serta sekitar 1.000 mahasiswa yang mengikuti kegiatan secara hybrid.

 

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menyampaikan bahwa program Beasiswa Cendekia BAZNAS menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Ia menilai dukungan dari sektor swasta memiliki peran penting dalam memperkuat dampak program tersebut.

 

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Oleh karena itu, BAZNAS mengapresiasi komitmen ParagonCorp yang menyalurkan zakat perusahaan sekaligus turut mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana.

 

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS terus memperluas cakupan program BCB dengan menjalin kerja sama bersama 223 lembaga pendidikan di dalam negeri serta mengembangkan jaringan pendidikan hingga ke luar negeri, seperti Rusia dan kawasan Timur Tengah. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Langkah tersebut juga sejalan dengan misi Asta Cita poin empat dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Idy menambahkan, pemanfaatan zakat secara produktif terbukti dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal ini terlihat dari sejumlah alumni BCB yang telah berkontribusi di berbagai sektor, baik di bidang publik, swasta, maupun sosial.

 

Bahkan, sebagian alumni telah bertransformasi menjadi muzaki dan kembali menyalurkan zakatnya untuk membantu masyarakat. Ia menilai hal tersebut sebagai siklus kebaikan yang terus dibangun melalui jalur pendidikan, dari mustahik menjadi muzaki.

 

BAZNAS berharap kerja sama antara BAZNAS dan ParagonCorp dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

 

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.P.P.M., Akt., CA., CRGP., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS dan ParagonCorp atas komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

 

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara BAZNAS, perguruan tinggi, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

 

“Tidak boleh ada lagi alasan untuk tidak melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.

 

Sementara itu, Human Resource Business Partner Lead DC Padang dan Bukittinggi ParagonCorp, Elsa Mayori, menyampaikan bahwa pihaknya kembali mempercayakan penyaluran zakat perusahaan melalui BAZNAS dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar pada tahun ini.

 

Dana tersebut disalurkan melalui berbagai program, di antaranya Musala Berseri, Beasiswa Cendekia BAZNAS, serta bantuan paket logistik keluarga yang difokuskan untuk wilayah Sumatra.

 

Elsa berharap program Beasiswa Cendekia BAZNAS dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kapasitas, serta meraih berbagai prestasi di masa depan.

30/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Salurkan Santunan kepada 15 Keluarga Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan santunan kepada 15 keluarga korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud kepedulian dan upaya untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

 

Sebelumnya, BAZNAS RI juga telah menurunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) bersama tim Rumah Sehat BAZNAS (RSB) sejak awal kejadian untuk membantu proses evakuasi korban serta memberikan pertolongan medis awal sebelum para korban dirujuk ke rumah sakit terdekat. Selain itu, berbagai dukungan lain turut disalurkan, mulai dari layanan kesehatan, mobil ambulans, hingga bantuan logistik berupa makanan ringan dan air minum bagi para korban kecelakaan.

 

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam situasi darurat melalui unit tanggap bencana yang dimiliki BAZNAS.

 

“Untuk korban yang meninggal dunia berjumlah 15 orang, kami memberikan santunan kepada masing-masing keluarga sebesar Rp3 juta,” ujar Sodik saat menghadiri prosesi pemakaman korban kecelakaan di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

 

Ia menambahkan, BAZNAS sebagai lembaga yang memiliki misi kemanusiaan telah membentuk unit tanggap bencana yang siap bergerak setiap saat. Tahun ini, BAZNAS juga memperkuat layanan tersebut dengan menambah unit tanggap duafa guna memberikan respons yang lebih cepat dan komprehensif terhadap berbagai kondisi darurat.

 

“Dalam setiap peristiwa bencana, begitu kejadian terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai bentuk dukungan yang diperlukan di lapangan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Sodik menyampaikan bahwa selain santunan bagi keluarga korban meninggal dunia, BAZNAS juga menyalurkan bantuan kepada korban lain yang terdampak oleh peristiwa tersebut.

 

Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada tahap awal penanganan. BAZNAS membuka peluang untuk memberikan dukungan lanjutan, terutama bagi anak-anak yatim yang terdampak dan membutuhkan perhatian lebih.

 

Menurutnya, BAZNAS memiliki beragam program yang dapat disinergikan sesuai kebutuhan di lapangan, mulai dari bantuan tanggap bencana, layanan kesehatan terpadu, perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), bantuan perumahan, pendidikan, hingga program pemberdayaan usaha kecil bagi keluarga terdampak.

 

“Apabila terdapat anak yatim dan kondisi tempat tinggalnya tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh,” ujar Sodik.

 

Ia juga memastikan bahwa tim BAZNAS telah berada di lokasi sejak awal kejadian dan akan terus memberikan dukungan hingga seluruh proses penanganan selesai. “Sebagai tambahan, sebelumnya kami hanya memiliki tim tanggap bencana, namun kini telah diperkuat dengan tim tanggap duafa,” tambahnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan berbagai unsur untuk membantu penanganan dampak kecelakaan di Bekasi, di antaranya BAZNAS, Damkar, BNPB Jakarta, serta PMI.

 

“Sejak malam kejadian saya langsung memerintahkan jajaran di Jakarta untuk membantu Bekasi. Terkait kompensasi atau bantuan kepada keluarga korban, Insya Allah sudah berjalan, khususnya bagi warga DKI Jakarta. BAZNAS juga telah memberikan bantuan. Dalam kondisi seperti ini, kita tentu hadir memberikan dukungan, termasuk hingga proses pemakaman,” ujar Rano.

 

Sementara itu, Halimah, anak dari salah satu korban kecelakaan yang juga merupakan istri dari amil BAZNAS RI, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS kepada keluarganya.

 

Dalam peristiwa tersebut, salah satu korban bernama Nuryati (65) diketahui meninggalkan delapan orang anak dan enam orang cucu.

 

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, mulai dari penyediaan ambulans hingga santunan uang duka. Terima kasih juga atas kunjungan serta perhatian yang diberikan kepada keluarga kami,” ungkap Halimah.

 

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para korban, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat turut mendoakan agar para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Selain itu, BAZNAS Sumatera Barat juga menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang dilakukan BAZNAS RI dalam membantu para korban dan keluarga terdampak.

29/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

Sosialisasi Pengendalian dan Audit BAZNAS se-Sumatera Barat: Meningkatkan Tata Kelola Zakat yang Akuntabel dan Profesional
Sosialisasi Pengendalian dan Audit BAZNAS se-Sumatera Barat: Meningkatkan Tata Kelola Zakat yang Akuntabel dan Profesional
Padang – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengendalian dan Audit BAZNAS se-Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di Whiz Prime Hotel Padang. Kegiatan ini dibuka secara resmi pada hari Senin, 26 Mei 2025 bertepatan dengan 28 Dzulqa’dah 1446 H, dan akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 28 Mei 2025 atau bertepaan dengan 1 Dzulhijjah 1446 H yang diikuti oleh 54 perwakilan BAZNAS di Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, S.E., MIDEc., Ak., CA., CPA., CWM., menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) amil zakat yang saat ini masih terbatas. Ia menyoroti bahwa proses sertifikasi amil belum merata dan belum adanya sistem pengembangan karir yang terstruktur. Selain itu, Wakil Ketua BAZNAS juga menyinggung rendahnya kepercayaan publik dan minimnya penghimpunan zakat sebagai tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Dalam sesi tersebut, beliau juga meminta perwakilan dari beberapa BAZNAS daerah seperti Kabupaten Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman, Kota Solok, Padang Panjang, dan Sawahlunto untuk menyampaikan output dan outcome program zakat yang telah dijalankan. Ia menekankan bahwa kontribusi zakat harus berdampak nyata, dan pelatihan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola yang baik melalui sikap ikhlas, terbuka, dan penuh semangat. Selain itu, ia mendorong agar kisah-kisah inspiratif dari program zakat terus dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi dan akuntabilitas kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Irwan Ginda Harahap dari Direktorat Kepatuhan dan Audit Internal BAZNAS RI. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan berbagai materi teknis dan strategis, di antaranya mengenai kedudukan Direktur Audit, Kepatuhan, dan Manajemen berdasarkan SK Ketua BAZNAS Nomor 98 tentang Piagam Audit Internal dan SK Nomor 99 tentang Tata Kelola Audit Internal BAZNAS. Ia juga menjelaskan peran Koordinator Jabatan Fungsional Auditor, tahapan dalam proses audit, kaidah-kaidah pengendalian internal serta softskill yang diperlukan dalam pelaksanaan audit. Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai teknik dan alat audit (Audit Techniques and Tools), serta konsep penanganan kasus di lingkungan BAZNAS. Dengan materi yang komprehensif ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperkuat sistem pengawasan dan pengendalian internal di masing-masing BAZNAS daerah sehingga pengelolaan zakat semakin profesional dan transparan. Editor: RQKontributor: Humas BAZNAS
BERITA27/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dari Talang Semut, Ibu Fitri Bangkit Lewat Program ZChicken BAZNAS
Dari Talang Semut, Ibu Fitri Bangkit Lewat Program ZChicken BAZNAS
Kehidupan Ibu Fitri, warga Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, berubah berkat program ZChicken dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Sebagai ibu tunggal yang membesarkan tiga anak, Ibu Fitri sempat mengalami masa-masa sulit. Namun, titik terang hadir ketika ia menerima bantuan gerobak ayam krispi siap saji dari program pemberdayaan mustahik BAZNAS. Program ZChicken merupakan upaya konkret BAZNAS dalam memberdayakan para mustahik melalui usaha mikro berbasis kuliner. Dengan modal awal dan pendampingan, Ibu Fitri kini mampu menjalankan usahanya sendiri. Hasil penjualan ayam krispi tidak hanya menopang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi sumber semangat baru bagi keluarganya. Dari dapur sederhana di Talang Semut, aroma ayam krispi yang menggugah selera kini menjadi simbol perjuangan dan harapan. BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga membekali mustahik dengan keterampilan dan semangat kewirausahaan. Lewat ZChicken, Ibu Fitri tidak lagi bergantung pada bantuan, melainkan berdiri dengan usaha sendiri. Kisah Ibu Fitri membuktikan bahwa zakat dapat menjadi alat pemberdayaan yang nyata. BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan terus berkomitmen memperluas jangkauan program-program seperti ZChicken, agar semakin banyak mustahik yang mampu mengubah takdir hidup mereka menjadi lebih baik dan mandiri. Kontributor: Raeihan Ramadhan Editor: YMK
BERITA24/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Bantuan Modal BAZNAS, Mustainah Naikkan Omzet Warung Angkringan Hingga Dua Kali Lipat
Bantuan Modal BAZNAS, Mustainah Naikkan Omzet Warung Angkringan Hingga Dua Kali Lipat
Mustainah, seorang ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha kecil asal Kalicilik, Demak, berhasil membuktikan bahwa ketekunan dan semangat berwirausaha mampu membuka peluang penghasilan mandiri. Selama lebih dari tiga tahun, Mustainah mengelola sebuah warung sederhana yang dikenal warga sebagai warung angkringan. Warung ini menawarkan nasi bungkus porsi kecil dengan beragam pilihan lauk pauk, gorengan, serta aneka minuman panas dan dingin. Berbeda dengan warung angkringan pada umumnya yang buka sore hingga malam, Mustainah justru mulai membuka warungnya sejak pukul 08.00 pagi. Lokasi warung yang berada tepat di depan rumah dan di tengah perkampungan membuatnya leluasa melayani pelanggan sejak pagi hingga malam hari. Usaha Mustainah semakin berkembang setelah menerima bantuan permodalan dari Baznas Microfinance Desa (BMD) Demak sebesar Rp3 juta. Bantuan tersebut digunakannya untuk menambah stok bahan makanan, memperlengkap peralatan warung, serta meningkatkan variasi menu yang dijual. Tidak hanya itu, BAZNAS juga memberikan pendampingan dalam pengelolaan keuangan usaha agar usahanya dapat berjalan lebih tertata dan berkelanjutan. Program pembiayaan mikro yang dijalankan BAZNAS Microfinance Desa ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan tepat sasaran kepada pelaku usaha mikro dapat memberikan dampak ekonomi yang positif di tingkat masyarakat. BAZNAS berharap, ke depan semakin banyak pelaku UMKM kecil yang terbantu dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga melalui usaha mandiri. Kontributor: Marir Muhammad Wildan Editor: MAS
BERITA16/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Program BAZNAS Dorong Keberhasilan Pengembangbiakan Ternak di Magelang
Program BAZNAS Dorong Keberhasilan Pengembangbiakan Ternak di Magelang
Kelompok Ternak Berkah Barokah Farm di Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melaksanakan kegiatan perawatan khusus pejantan sebagai bagian dari persiapan program pengembangbiakan ternak. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan produktivitas ternak untuk menjamin keberlanjutan usaha peternakan di wilayah tersebut. Dengan pendampingan dari Balai Ternak BAZNAS, sejumlah langkah dilakukan mulai dari memandikan pejantan, pemberian vitamin ADE, hingga penjemuran rutin. Langkah-langkah ini ditujukan untuk merangsang hormon reproduksi, menjaga kebersihan tubuh ternak, serta mencegah serangan parasit yang bisa mengganggu kesehatan. Program ini dirancang sebagai strategi preventif dan kuratif untuk memastikan kondisi reproduksi pejantan tetap optimal menjelang musim kawin. Selain itu, penerapan treatment rutin ini diharapkan dapat meningkatkan angka keberhasilan inseminasi alami di lapangan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS dan Kelompok Ternak Berkah Barokah Farm berkomitmen mendukung penguatan ketahanan pangan lokal serta meningkatkan kesejahteraan peternak melalui ternak yang sehat dan produktif. Kontributor: Muhammad Oktayansyah Editor: MAS
BERITA09/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Bengkel Pak Hasan di Sulsel Kian Ramai Berkat Z-Auto BAZNAS
Bengkel Pak Hasan di Sulsel Kian Ramai Berkat Z-Auto BAZNAS
Bengkel motor milik Bapak Hasan yang berlokasi di Jalan Sejati, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami perkembangan pesat. Bukan hanya karena keahliannya dalam menangani sepeda motor, tetapi juga karena dukungan dari program Z-Auto yang diluncurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Melalui program Z-Auto, Bapak Hasan mendapatkan bantuan permodalan serta pendampingan usaha yang berkelanjutan. Fasilitas dan layanan bengkel pun menjadi lebih baik, termasuk pelayanan yang ramah dan sistem kerja yang lebih teratur, sehingga pelanggan merasa nyaman dan terus kembali menggunakan jasanya. Program ini terbukti mampu membuka peluang usaha sekaligus jalan menuju kemandirian ekonomi bagi masyarakat. Bapak Hasan yang semula mengelola bengkel kecil dengan keterbatasan alat kini mampu memberikan pelayanan maksimal, meningkatkan jumlah pelanggan, dan memperluas usahanya secara bertahap. Upaya BAZNAS dalam memberdayakan mustahik melalui program seperti Z-Auto menunjukkan hasil nyata dalam mendorong kesejahteraan dan kemandirian. Dari bengkel sederhana ini, harapan dan cita-cita tumbuh bersama semangat berdaya. Kontributor: Ilham Aidil Fitrah Editor: YMK
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Hasilkan 1 Ton Gabah, Petani Cilapar Buktikan Dampak Program BAZNAS
Hasilkan 1 Ton Gabah, Petani Cilapar Buktikan Dampak Program BAZNAS
Para petani binaan BAZNAS di bawah Gapoktan Citra, Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, menyambut musim panen dengan semangat yang membara. Mereka berhasil memanen padi varietas Inpari 32 dari lahan seluas 1.400 meter persegi. Inpari 32 dikenal sebagai varietas unggul yang tahan terhadap hama dan memiliki potensi hasil tinggi, sehingga menjadi pilihan tepat bagi petani setempat. Dalam proses panen kali ini, petani memanfaatkan alat bantu power thresher yang mampu mempercepat waktu pengolahan sekaligus menghasilkan gabah yang lebih bersih. Hasil panen mencapai 1 ton Gabah Kering Panen (GKP), sebuah pencapaian yang menunjukkan peningkatan produktivitas dan efisiensi berkat pemanfaatan teknologi sederhana. Penggunaan alat ini juga mengurangi beban tenaga kerja manual dan mempersingkat waktu kerja di lapangan. Program pendampingan yang dilakukan oleh BAZNAS tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga mencakup edukasi pertanian, peningkatan kapasitas kelompok tani, dan dukungan peralatan. Melalui pendekatan ini, para petani tidak hanya memperoleh hasil panen yang maksimal, tetapi juga lebih percaya diri dalam mengelola usaha tani secara mandiri dan berkelanjutan. Keberadaan BAZNAS dirasakan langsung manfaatnya oleh petani sebagai mitra dalam peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. Panen ini menjadi bukti nyata bahwa intervensi tepat sasaran dari BAZNAS dapat mendorong ketahanan pangan di tingkat lokal sekaligus membangkitkan semangat para petani untuk terus produktif. Sinergi antara teknologi, pendampingan, dan kerja keras masyarakat menciptakan hasil yang menggembirakan, sekaligus memperkuat peran sektor pertanian sebagai tumpuan ekonomi di pedesaan. Kontributor: Pudji Mardiriani Editor: YMK
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Grooming dan Vitamin Produktifkan Domba di Balai Ternak BAZNAS 
Grooming dan Vitamin Produktifkan Domba di Balai Ternak BAZNAS 
Balai Ternak BAZNAS di Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, berhasil memulihkan domba pejantan yang sempat lemas dan mengalami kerontokan bulu. Perawatan intensif dilakukan peternak binaan, Pak?Sartono, dengan pendekatan isolasi, grooming, pemberian vitamin, dan pola makan seimbang. Langkah terintegrasi tersebut mempercepat pemulihan kondisi fisik domba sekaligus menekan risiko penularan penyakit ke ternak lain. Pemantauan harian memastikan setiap tahap perawatan berjalan sesuai standar kesehatan hewan. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas program Balai?Ternak BAZNAS dalam meningkatkan kualitas kesehatan ternak mustahik secara menyeluruh dan berkelanjutan, serta mendukung produktivitas peternak di wilayah Sleman. Kontributor: Azra Salsabila Editor: YKM
BERITA03/05/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Audiensi BAZNAS Pariaman: Serahkan Laporan, Perkuat Kolaborasi
Audiensi BAZNAS Pariaman: Serahkan Laporan, Perkuat Kolaborasi
Padang, 30 April 2025 – Dalam semangat tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”, BAZNAS Kota Pariaman melakukan kunjungan audiensi ke Kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, bertempat di Kompleks Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Jl. Khatib Sulaiman, Padang Utara, Kota Padang. Dua orang perwakilan dari unsur Pimpinan BAZNAS Kota Pariaman hadir secara langsung dalam kunjungan tersebut. Dalam kesempatan ini, mereka menyerahkan Laporan Pengelolaan Kinerja BAZNAS Kota Pariaman Tahun 2024, yang mencerminkan transparansi dan komitmen kuat dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) demi kemaslahatan mustahik di wilayahnya. Selain menyerahkan laporan, pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi yang penuh semangat untuk membahas berbagai hal strategis terkait penguatan kelembagaan, peningkatan sinergi program, serta upaya optimalisasi peran zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi umat, khususnya di Kota Pariaman. Kunjungan ini sejalan dengan semangat kolaboratif yang diusung dalam tema “Cahaya Zakat,” di mana zakat tak hanya menjadi alat bantu sosial, tapi juga menjadi jembatan keajaiban yang menghubungkan niat baik para muzaki dengan kebutuhan dan harapan para mustahik. Harapannya, melalui sinergi antar BAZNAS kabupaten/kota dan provinsi, pengelolaan zakat di Sumatera Barat semakin berdampak nyata, terukur, dan menyentuh kebutuhan umat secara luas. BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyambut baik kunjungan ini dan menyatakan kesiapan untuk terus mendukung serta memperkuat sinergi dengan seluruh BAZNAS di daerah, demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan. Kontributor: Farel Mau Editor: RuQa
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik, Usaha Pecel Lele Berkembang
BAZNAS Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik, Usaha Pecel Lele Berkembang
Program permodalan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membawa perubahan besar bagi Kosir, seorang pedagang pecel lele di Desa Bojong Sempu, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Berkat bantuan tersebut, usahanya yang semula hanya beroperasi dengan satu gerobak kecil kini berkembang menjadi dua lokasi usaha yang melayani pelanggan dari waktu berbuka hingga sahur. Kosir mengakui bahwa sebelum mendapat bantuan dari BAZNAS, usahanya berjalan dengan keterbatasan modal sehingga sulit berkembang. Namun, setelah menerima dukungan permodalan, ia mampu memperluas usahanya dan meningkatkan pendapatan secara signifikan. Kini, omzet hariannya mencapai Rp1,4 juta, yang memungkinkan dirinya untuk lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Program permodalan BAZNAS ini bertujuan untuk membantu para mustahik dalam meningkatkan taraf hidup mereka melalui usaha mandiri. Keberhasilan Kosir menjadi bukti nyata bagaimana dukungan yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi keluarga dan membuka peluang kerja di lingkungan sekitar. Semakin berkembangnya usahanya, kini ia mendapat melayani lebih banyak pelanggan dan memperluas cakupan bisnisnya. Program ini menunjukkan bahwa zakat tidak hanya sekadar bantuan sesaat, tetapi juga dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk kemandirian ekonomi para penerima manfaat. Kontributor: Azra Salsabila Editor: ayu
BERITA24/04/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi Strategis BAZNAS RI dan UNICEF Demi Masa Depan Anak Indonesia
Kolaborasi Strategis BAZNAS RI dan UNICEF Demi Masa Depan Anak Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkokoh sinergi dengan United Nations Children’s Fund (UNICEF) guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kerja sama ini mencakup isu-isu penting seperti pendidikan, perlindungan anak, akses sanitasi air bersih, serta kesehatan. Diskusi kolaboratif ini berlangsung di Gedung BAZNAS, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Maret 2025, menandai langkah baru pasca berakhirnya Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung sejak 2017 hingga 2021. Diskusi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.si, CFRM., Direktur Pengumpulan Fitriyansyah Agus Setiawan, Kepala Biro Koordinasi Kerja Sama Khuzaifah Hanum, dan Kepala Divisi Muzaki Prioritas Hafizah Elvira N. Dari UNICEF hadir Chief of Social Policy Yoshimi Nishino beserta tim, seperti Ali Mochtar, Sakti Herliyansah, dan Zezen Zaenal Mutaqin selaku konsultan kemitraan. Rizaludin Kurniawan menyampaikan beberapa hal penting yang menjadi fokus kerja sama, seperti pendidikan untuk anak dari keluarga kurang mampu, penanganan stunting, serta upaya meningkatkan sanitasi air bersih. Ia menjelaskan, “BAZNAS mengupayakan program terkait perempuan dan anak-anak terus berjalan. Kita fokuskan pula untuk anak-anak penyandang disabilitas. Dengan itu kita mendorongnya melalui pengadaan Sekolah Cendikia BAZNAS dan Rumah Layak Huni.” Kolaborasi ini juga akan memanfaatkan data dan riset guna memperluas distribusi hak anak melalui zakat dan sedekah. “Kita selalu berupayakan untuk memanfaatkan segala bentuk aspek pengumpulan, baik Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui berbagai support baik secara langsung ataupun digital,” ujarnya. Dari pihak UNICEF, Yoshimi Nishino menegaskan pentingnya keberlanjutan hubungan ini untuk menemukan inovasi dalam pengelolaan zakat, terutama untuk mengatasi isu kemiskinan anak dan stunting. “Saya rasa akan sangat bagus jika kolaborasi ini tetap berjalan dan misi untuk mengatasi stunting dan kemiskinan pada anak dapat teratasi,” tuturnya. Diskusi ini juga membahas keberhasilan kerja sama di sejumlah daerah melalui kebijakan BAZNAS. Upaya ini diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang yang signifikan terhadap masa depan anak-anak Indonesia, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. BAZNAS dan UNICEF berkomitmen melanjutkan kolaborasi demi kemaslahatan generasi mendatang. Kontributor: Nikita Editor: YMK
BERITA30/03/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Pesanan Meningkat, ZChicken Barombong Berdayakan Ekonomi Lokal
Pesanan Meningkat, ZChicken Barombong Berdayakan Ekonomi Lokal
Pelaku usaha ayam krispi di Desa Biring Balang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, merasakan berkah Ramadhan dengan meningkatnya pesanan. Berkat bantuan modal, peralatan, dan pendampingan dari BAZNAS, pemilik gerai ZChicken mendapatkan pesanan 100 paket ayam krispi untuk berbuka puasa di Masjid Agung Syekh Yusuf. Program pemberdayaan ekonomi dari BAZNAS bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro agar lebih berkembang. Dengan adanya bantuan ini, usaha ayam krispi ZChicken semakin dikenal dan mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. BAZNAS terus berkomitmen dalam mendukung pengusaha kecil melalui berbagai program berbasis ekonomi produktif. Diharapkan, bantuan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat. Kontributor : NIkita Earlene Salsabila Editor : NOV
BERITA24/03/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Dorong Optimalisasi Usaha ZChicken Binaan di Bulan Ramadhan
BAZNAS Dorong Optimalisasi Usaha ZChicken Binaan di Bulan Ramadhan
Bulan Suci Ramadhan menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk meraih keuntungan dari penjualan produk makanan dan minuman. Meski demikian, Ramadhan juga memunculkan banyak pedagang musiman, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi ini memperketat persaingan bagi para pedagang makanan yang telah lebih dulu berjualan sebelum Ramadhan. Di sisi lain, Ramadhan juga menjadi bulan penuh berkah, di mana banyak orang berlomba-lomba bersedekah, termasuk membagikan makanan berbuka, membuka peluang bagi pedagang untuk meningkatkan omzet mereka. Tantangan dan peluang tersebut turut dirasakan para pelaku usaha ZChicken binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di berbagai wilayah. Fatmawati, salah satu penerima manfaat ZChicken di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, mengungkapkan adanya penurunan omzet akibat banyaknya penjual musiman selama Ramadhan. "Penjualan ZChicken di bulan Ramadhan ini agak merosot, mengingat target dari penjualan itu bekal anak-anak sekolah. Selain itu di bulan puasa ini banyak orang berjualan musiman sehingga penjualan saya yang sebelumnya bisa 60 hingga 80 potong ,sekarang di bulan puasa hanya 20 potong," ujar Fatmawati. Berbeda halnya dengan Hafida, mustahik ZChicken di Kabupaten Maros, yang justru mengalami peningkatan pendapatan berkat pesanan dalam jumlah besar selama Ramadhan. "Alhamdulillah, ZChicken yang saya kelola kembali dipercaya pelanggan. Saya mendapatkan pesanan 100 box Paket Nasi ZChicken dari pelanggan setia saya," tutur Hafida penuh syukur. Pesanan tersebut rencananya akan dibawa ke Masjid Nurul Qolbi, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, untuk hidangan buka puasa bagi jamaah. BAZNAS melalui para pendamping program secara intensif memberikan bimbingan kepada mustahik agar mampu mengoptimalkan penjualan mereka. Aldi, Pendamping ZChicken Kota Pekanbaru, menyebutkan bahwa promosi digital menjadi salah satu strategi yang didorong agar para mustahik bisa menjangkau lebih banyak konsumen. "Kami mendorong dan memfasilitasi promosi dan penjualan secara digital atau online sehingga memudahkan konsumen untuk memesan ZChicken. Sehingga walaupun penjualan di outlet menurun, mustahik masih memiliki peluang tambahan omzet dari pesanan," ujar Aldi. BAZNAS terus berkomitmen memberdayakan para pelaku usaha ZChicken agar mampu bertahan dan berkembang, terutama dalam menghadapi dinamika pasar selama Ramadhan. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi mustahik dan semakin memperluas manfaat yang dirasakan oleh masyarakat luas. Kontributor : Laila Edotor : Ayu
BERITA16/03/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS Salurkan Bantuan Zmart untuk Ponpes, Dukung Kemandirian Ekonomi
BAZNAS Salurkan Bantuan Zmart untuk Ponpes, Dukung Kemandirian Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI H. Ahmad Muzani menyerahkan bantuan program Zmart kepada Pondok Pesantren Modern Tazakka, Jawa Tengah, dalam upaya memperkuat ekonomi pesantren dan mempermudah akses kebutuhan bagi santri serta warga sekitar. Program Zmart ini merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi yang ditargetkan menyasar 50 pondok pesantren di Indonesia, dengan nilai bantuan sebesar Rp50 juta per pesantren. Penyerahan bantuan dilakukan dalam acara yang bertajuk "Silaturahim Akbar: Buka Puasa Ramadhan dan Sholat Tarawih Bersama Ketua MPR RI dan Penyerahan Bantuan Program Zmart" di Pondok Pesantren Modern Tazakka, Jawa Tengah, baru-baru ini. Dalam acara tersebut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., serta Pimpinan Pondok Pesantren Modern Tazakka KH. Anang Rizka Masyhadi, MA., Ph.D. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa program Zmart dirancang untuk mendukung kesejahteraan umat melalui penguatan ekonomi pesantren. "Kami berharap bantuan ini dapat menjadi pemicu berkembangnya usaha ekonomi di pesantren, sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi santri dan masyarakat sekitar," ujarnya. Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan menjadikan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga pusat ekonomi yang mendukung kemandirian santri. "Kami ingin agar pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat ekonomi yang dapat membantu santri memahami pentingnya kemandirian ekonomi. Santri tidak hanya dididik untuk memahami ilmu agama, tetapi juga dibekali dengan wawasan kewirausahaan yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka," tambahnya. BAZNAS juga mengapresiasi dukungan MPR RI dalam keberlanjutan program ini. "Kami mengapresiasi dukungan penuh dari MPR RI dalam kegiatan penyerahan program Zmart ini. Dukungan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen bersama dapat membawa manfaat yang luas bagi pesantren, santri, dan masyarakat sekitar. Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di seluruh Indonesia," ujar Kiai Noor. "Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ekosistem ekonomi berbasis zakat. Jika kita bersatu, maka dampak yang dihasilkan akan lebih besar dan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang," katanya. Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi masa depan yang lebih baik dan sejahtera. "Persiapan menuju Indonesia Emas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat, termasuk pesantren," ujar Muzani. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun bangsa. "Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus bersilaturahmi dan bertukar pandangan seperti ini. Kita tidak sendirian dalam mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, lebih kuat, lebih sehat, dan lebih pintar. Dengan berbagai kekuatan yang kita miliki, Insyaallah, Indonesia akan menjadi negara yang semakin tangguh di masa depan," tegasnya. Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh, di antaranya Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono B.Eng., M.M., MBA, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wahid, Bupati Batang H. M. Faiz Kurniawan, SH., MH., Kepala BPKH Dr. Fadlul Imansyah, S.E., M.M., CIFP., AAK, serta beberapa pejabat daerah lainnya. Kontributor: Muhammad Oktayansyah Editor: YMK
BERITA14/03/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Rapat Koordinasi BAZNAS dengan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Bahas Evaluasi 2024 dan arget 2025
Rapat Koordinasi BAZNAS dengan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Bahas Evaluasi 2024 dan arget 2025
Padang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk membahas evaluasi 2024 dan target 2025. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Buchari di Padang, Rabu mengatakan rapat koordinasi itu diikuti oleh UPZ yang berada di bawah koordinasi BAZNAS Sumbar diantaranya UPZ di instansi vertikal, OPD, Perusahaan Daerah, perguruan tinggi, SMA/SMK, Madrasah, yayasan dan Masjid Raya. Ia menyebut pertemuan itu dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama khusus untuk UPZ yang diberikan tugas pengumpulan dan sesi kedua untuk UPZ yang diberikan tugas pembantuan pendistribusian dan pendayagunaan zakat. "Jadi agendanya itu ada dua. Satu rapat koordinasi, satu lagi rapat kerja," katanya. Buchari mengatakan dalam pertemuan itu akan dibahas tentang evaluasi kinerja 2024 dan rencana, fokus serta target tahun 2025. Ia menyampaikan untuk tahun 2024, BAZNAS Sumbar berhasil mengumpulkan zakat sesuai dengan target. Untuk zakat on balance sheet (yang masuk neraca) terkumpul sebanyak Rp39,5 miliar, jauh melebihi target sebanyak Rp36,5 miliar. "Ini semua berkat dukungan dan kerjakeras dari semua UPZ di bawah koordinasi BAZNAS Sumbar," ujarnya. Sementara untuk of balance sheet terkumpul sebanyak Rp885 miliar. "Zakat off balance sheet ini jauh lebih banyak. Zakatnya tidak disetorkan ke kas Baznas, tetapi berputar di tengah masyarakat," katanya. Sementara untuk tahun 2025, zakat on balance sheet ditargetkan bisa terkumpul sebanyak Rp38,5 miliar sementara untuk off balance sheet sebanyak Rp875 miliar. "Target off itu untuk lingkup seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat sementara target on, itu khusus Pemprov Sumbar," ujarnya.Sumber: sumbar.antaranews.comEditor: RuQa
BERITA26/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dorong Edukasi Zakat, Pj Bupati Majalengka Apresiasi Sinergi BAZNAS
Dorong Edukasi Zakat, Pj Bupati Majalengka Apresiasi Sinergi BAZNAS
Penjabat (Pj) Bupati Majalengka, Dr. H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si, mengapresiasi terhadap kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam upaya meningkatkan penghimpunan serta pendistribusian dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayahnya. "Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Majalengka yang telah bekerja sama dengan Pemda. Ini menjadi kesempatan penting untuk mengingatkan masyarakat tentang peran zakat," ujar Dedi dalam keterangannya beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, literasi zakat dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Hal ini merupakan upaya agar pemahaman tentang berbagi dapat ditanamkan sejak dini. "Edukasi mengenai zakat harus terus diperkuat. Kita ingin membentuk generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berkontribusi, baik dengan membantu teman yang kurang mampu maupun berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas umum," tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, menegaskan bahwa sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS. "Potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun, tetapi realisasi pengumpulannya masih jauh dari angka tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi yang lebih erat dibutuhkan agar dana ZIS dapat dihimpun dan disalurkan dengan lebih baik," jelasnya. Menurut Rizaludin, skor literasi zakat nasional pada tahun 2024 mencapai 74,83, mengalami sedikit penurunan dari tahun 2022 yang berada di angka 75,26. Oleh sebab itu, ia menilai bahwa edukasi zakat harus lebih digalakkan, khususnya dengan melibatkan institusi pendidikan. "Pendidikan zakat sejak dini harus mendapat perhatian lebih. Dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru harus dilibatkan dalam membangun pemahaman kuat di kalangan generasi muda," tambahnya. Selain itu, Rizaludin menyoroti strategi optimalisasi dana ZIS di sektor pendidikan untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan di Indonesia. "Pemanfaatan ZIS untuk pendidikan bisa dilakukan melalui beberapa langkah strategis, seperti memperkuat regulasi, memanfaatkan teknologi digital, berkolaborasi dengan lembaga pendidikan, menciptakan program yang berkelanjutan, serta menerapkan sistem monitoring dan evaluasi yang ketat," ungkapnya. Sementara itu, Plt Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Moh Ridwan, M.Pd, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2024, penghimpunan ZIS mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai lebih dari Rp17 miliar atau naik 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Sepanjang tahun 2024, BAZNAS Majalengka berhasil menghimpun zakat fitrah sebesar Rp2,8 miliar, zakat profesi Rp13,4 miliar, infak dan sedekah masyarakat Rp239 juta, serta dana hibah dari Pemda sebesar Rp750 juta," jelas Ridwan. Ia menambahkan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan optimalisasi zakat di Majalengka dapat terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama dalam pengembangan sektor pendidikan dan kesejahteraan mustahik. "Meski begitu, tantangan utama kami adalah bagaimana meningkatkan kesadaran dan memastikan distribusi zakat tepat sasaran," ungkapnya. Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, KH. Maman Imanulhaq, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Ir. Rachmat Ari Kusumanto, ST, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, seperti Wakil Ketua II, H. Badruzzaman, M.Pd, Wakil Ketua III, Embed Humed, S.Pd.I, dan Wakil Ketua IV, Drs. H. Idi Purnama, M.M. kontributor : meisa editor : ayu
BERITA25/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dari Hasil Budidaya Ayam, Peternak Dadang Rosid Bisa Merenovasi Rumah
Dari Hasil Budidaya Ayam, Peternak Dadang Rosid Bisa Merenovasi Rumah
Ketekunan dan perencanaan yang matang dalam beternak telah membawa perubahan besar bagi kehidupan Bapak Dadang A Rosid, seorang peternak ayam asal Dusun Cisadap, Desa Bunter, Kecamatan Sukadana Berkat hasil usahanya dalam budidaya ayam, kini ia dapat mewujudkan impian untuk merenovasi rumahnya, sebuah pencapaian yang menjadi bukti nyata bahwa sektor peternakan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam perjalanan usahanya, Bapak Dadang telah melakukan pemeliharaan ayam dari berbagai sumber, termasuk PT Berdikari sebanyak satu kali dan dari PS lokal sebanyak empat kali. Sebelum mengikuti program pemberdayaan, pendapatan rata-rata yang diperoleh berkisar Rp2.100.000 per periode pemeliharaan. Namun, setelah bergabung dengan kelompok peternak binaan BAZNAS, pendapatannya meningkat menjadi Rp2.297.676 per periode. Saat ini, Bapak Dadang tengah memelihara 3.700 ekor ayam jantan dari PS lokal dengan usia pemeliharaan 59 hari. Strategi dan pengelolaan yang lebih baik membuat hasil ternaknya semakin optimal, sehingga ia bisa menyisihkan sebagian keuntungannya untuk keperluan renovasi rumah. Bergabung dengan kelompok peternak binaan BAZNAS memberikan perubahan signifikan bagi usaha ternaknya. Selain mendapatkan bimbingan dalam manajemen peternakan, Bapak Dadang juga semakin yakin dalam mengembangkan usaha budidaya ayamnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat dan pendampingan yang baik, usaha peternakan rakyat dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Peningkatan pendapatan yang dialami oleh Bapak Dadang membuktikan bahwa program pemberdayaan peternak yang dilakukan BAZNAS membawa dampak positif bagi kehidupan para anggotanya. Dengan adanya dukungan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak peternak yang dapat merasakan manfaat dari program ini. Kesuksesan Bapak Dadang menjadi inspirasi bahwa beternak bukan hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga dapat meningkatkan taraf hidup dan mewujudkan impian yang lebih besar bagi keluarga. Kontributor: Amat Setiawan Editor: ayu
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra Gelar Program Pembersihan AC di 1.000 Masjid
BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra Gelar Program Pembersihan AC di 1.000 Masjid
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Amaliah Astra, mengadakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah saat beribadah. Program ini melibatkan pembersihan ribuan unit pendingin ruangan (AC) di berbagai masjid dan mushola yang tersebar di sembilan wilayah di Indonesia. Melalui inisiatif ini, BAZNAS RI tidak hanya memastikan fasilitas ibadah tetap nyaman, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi para teknisi AC binaan. Peluncuran program berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, Deputi II BAZNAS RI, Dr. Imdadun Rahmat, M.Si, serta perwakilan dari Yayasan Amaliah Astra. Saidah Sakwan, M.A., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menekankan urgensi program ini dalam mendukung persiapan masjid menjelang Ramadhan. "Kami ingin memastikan bahwa jemaah dapat beribadah dengan nyaman, sekaligus memberdayakan para teknisi AC binaan agar mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi dari program ini," ujar dia. Senada dengan itu, Kepala Pemberdayaan Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Diah Suran Febrianti, mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama dengan BAZNAS RI yang telah memperluas cakupan program ini. "Dulu program ini hanya mencakup ratusan masjid, tetapi kini bisa menjangkau lebih banyak tempat ibadah berkat kolaborasi yang terjalin," kata dia. Ia juga berharap program ini tidak hanya berhenti pada pembersihan AC, tetapi juga menjadi wadah pelatihan bagi teknisi, sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran di masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Yayasan Amaliah Astra ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas bagi umat. Kontributor: Fikri Editor: YMK
BERITA22/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Sinergi BAZNAS Sumbar dan Kemenag: Menggerakkan Pemberdayaan Berbasis KUA
Sinergi BAZNAS Sumbar dan Kemenag: Menggerakkan Pemberdayaan Berbasis KUA
Kantor Urusan Agama (KUA) selama ini dikenal sebagai pusat layanan administrasi keagamaan. Namun, kini perannya semakin berkembang dengan adanya program pemberdayaan yang menggandeng berbagai pihak. Salah satunya adalah Program Kolaborasi Pemberdayaan KUA yang diinisiasi oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran KUA dalam memberdayakan masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Pada Tanggal 6 Februari 2025 Tim terbagi 2 (dua) untuk melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Sumatera Barat. Tim 1 bergerak menuju Kabupaten Tanah Datar, Sijunjung, dan Kota Solok. Tim ini dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sumbar, Drs. H. Nurman Agus, didampingi oleh Kabag Pendistribusian BAZNAS Sumbar, Darius, A. Md., S.T., serta amil pelaksana dan driver. Mereka bertugas melakukan sosialisasi, memberikan pendampingan, serta memperkuat program pemberdayaan di wilayah tersebut. Sementara itu, Tim 2 mengunjungi Kabupaten Agam dan Lima Puluh Kota. Tim ini dipimpin oleh Wakil Ketua II Dr. Busral, S. Ag., M.A., Wakil Ketua I BAZNAS Sumbar, Afrianto Korga, S. Pd.I., M. Pd., didampingi oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Sumbar, Muhammad Afdal, S. Psi., serta satu amil pelaksana. Mereka turut didampingi oleh rombongan dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat serta perwakilan dari BAZNAS Kabupaten/Kota yang dikunjungi. Dalam kunjungan ini, para tim berupaya memberikan pemahaman dan strategi bagaimana KUA dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan. Selain itu, diskusi dengan para kepala KUA juga dilakukan untuk menggali potensi daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar dapat mandiri dan berkembang secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa program pemberdayaan ini bisa benar-benar menyentuh masyarakat. Dengan menggandeng KUA, harapannya program ini dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi umat,” ungkap Busral, Wakil Ketua II BAZNAS Sumbar. Sementara itu, perwakilan dari Kanwil Kemenag Sumbar menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS merupakan langkah positif dalam memperluas peran KUA. Selain sebagai penyedia layanan administrasi keagamaan, KUA juga bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid dan zakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peran KUA dalam pemberdayaan masyarakat semakin kuat. BAZNAS Sumatera Barat berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak guna memperkuat program pemberdayaan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dukungan dari Kanwil Kemenag Sumbar serta BAZNAS Kabupaten/Kota menjadi kunci utama keberhasilan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Sumatera Barat. BAZNAS Sumbar - Berkhidmat untuk UmatKontributor: MAF dan MIEditor: RuQa
BERITA06/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dari Indonesia Untuk Palestina, 45 Truk Bantuan BAZNAS Berhasil Masuki Gaza
Dari Indonesia Untuk Palestina, 45 Truk Bantuan BAZNAS Berhasil Masuki Gaza
Sebanyak 45 truk kontainer yang membawa bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah berhasil memasuki Gaza. Pengiriman bantuan ini dilakukan melalui perbatasan Rafah dengan dukungan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian umat Islam Indonesia terhadap rakyat Palestina yang tengah mengalami situasi darurat. “Alhamdulillah, atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari BAZNAS telah berhasil masuk ke Gaza. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Kiai Noor baru-baru ini. Bantuan yang dikirim melalui pintu Rafah ini terdiri dari lebih dari 50.000 karton paket berisi bahan makanan pokok, termasuk mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Meskipun gencatan senjata telah berlangsung, kebutuhan akan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat masih sangat mendesak. Menurut Noor, pengiriman 45 truk ini hanyalah tahap awal, karena masih ada ratusan truk lainnya yang akan menyusul melalui mitra BAZNAS di Mesir. "Target kami sebelum dan di Bulan Ramadhan semua bantuan sudah bisa masuk semua. Bahkan jika memungkinkan BAZNAS akan bikin dapur umum dan layanan kesehatan di Gaza," jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kepercayaan para muzaki kepada BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi yang bertanggung jawab dalam menyalurkan donasi. “Setiap paket bantuan ini adalah bukti nyata dari kebaikan dan kepedulian rakyat Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Gaza tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” tambahnya. Tak hanya bantuan makanan, BAZNAS RI juga berencana untuk membantu pembangunan kembali fasilitas umum yang rusak akibat perang, seperti rumah sakit dan sekolah. “Baru-baru ini BAZNAS RI sudah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF. Kami berharap dengan memperluas jaringan kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” lanjut Kiai Noor. Hingga kini, BAZNAS RI telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 orang dan masih terus bertambah. Ketua Satgas Program Membasuh Luka Palestina, H. Mo Mahdum, juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina dengan menggandeng mitra strategis agar distribusi bantuan berjalan dengan tepat sasaran. "BAZNAS berkomitmen untuk terus menggalang bantuan kemanusiaan agar dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga pesan bahwa Indonesia selalu bersama Palestina," ujarnya. Sebagai lembaga zakat yang memiliki misi kemanusiaan, BAZNAS RI mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam program Membasuh Luka Palestina. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap donasi yang diberikan akan menjadi cahaya harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” tutup Mahdum. Dengan tersalurkannya bantuan ini, BAZNAS RI berharap dapat meringankan penderitaan warga Palestina dan semakin mempererat solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina. Editor: Nov
BERITA03/02/2025 | Rumini Fajar
BAZNAS RI Salurkan 45.000 Paket Bantuan untuk Palestina
BAZNAS RI Salurkan 45.000 Paket Bantuan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyiapkan 41 truk kontainer berisi 45.000 di karton paket bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Langkah ini dilakukan bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat, serta Sunnah Al Hayyah. Isi paket bantuan mencakup kebutuhan pokok seperti mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Dari total 41 truk, 30 disalurkan melalui Bayt Zakat Wa As-Shadaqat dan 11 lainnya melalui Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan respons cepat pasca gencatan senjata antara pejuang Palestina dan Israel. “Alhamdulillah kita sedang menyiapkan paket bantuan untuk rakyat Palestina. Kita menyadari bahwa ujian yang mereka hadapi sangatlah berat, namun kita juga meyakini bahwa dengan kebersamaan, doa, dan ikhtiar, kita dapat meringankan penderitaan mereka,” ujar di di Jakarta, baru-baru ini. Selain kebutuhan pokok, BAZNAS RI berencana membangun kembali fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah yang rusak akibat konflik. Baru-baru ini, BAZNAS RI telah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF untuk memperkuat distribusi bantuan. Hingga kini, bantuan sebesar Rp120 miliar telah disalurkan kepada 407.350 warga Palestina. Kiai Noor berharap, dukungan ini memberikan manfaat besar serta menunjukkan solidaritas bangsa Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan kepedulian yang telah diberikan. Semoga Allah Swt membalas kebaikan ini dengan keberkahan yang berlipat ganda, serta menjadikan amal ini sebagai penolong kita di dunia dan akhirat,” ucap dia menambahkan. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, menegaskan bahwa proses distribusi telah dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Mesir. “BAZNAS RI juga masih tetap membuka Infak Kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan keprihatinannya kepada Palestina, apa lagi saat ini juga kita akan segera memasuki bulan Ramadhan,” ujar Mo Mahdum. Editor: YMK
BERITA30/01/2025 | Amalia Vilistin
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Sumatera Barat.

Lihat Daftar Rekening →