WhatsApp Icon
Sumbar Berzakat: Teladan Pimpinan, Kuatkan Kepedulian Umat

Padang – Gerakan Sumbar Berzakat kembali digelorakan oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat sebagai upaya memperkuat kesadaran berzakat di kalangan aparatur pemerintah, instansi vertikal, perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pengumpulan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara optimal di Provinsi Sumatera Barat.

 

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki 10 program prioritas, yang terdiri dari 5 program utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Kemanusiaan, Ekonomi, serta Dakwah dan Advokasi. Kelima program tersebut menjadi fokus utama dalam penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

Selain program utama tersebut, BAZNAS juga menjalankan berbagai program unggulan dari pusat yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi umat. Program-program tersebut di antaranya Z-Mart, Z-Corner, Z-Chicken, Z-Auto, dan berbagai program pemberdayaan lainnya yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi para mustahik agar dapat bertransformasi menjadi muzakki di masa depan.

 

Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat juga menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan Sumbar Berzakat ini melibatkan pemerintah provinsi, instansi vertikal, serta perguruan tinggi yang hadir sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan zakat di daerah. Menurutnya, pengelolaan zakat akan berjalan dengan baik apabila pengumpulan ZIS dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh stakeholder yang ada di Sumatera Barat.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa BAZNAS merupakan badan non-struktural yang bersifat mandiri, namun tetap bertanggung jawab kepada BAZNAS secara nasional serta kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Gubernur Sumatera Barat, dalam menjalankan tugas pengelolaan zakat di daerah.

 

Dalam paparannya, Ketua BAZNAS juga mengungkapkan capaian pengumpulan zakat di Sumatera Barat. Pada tahun 2025, total pengumpulan ZIS oleh seluruh BAZNAS kabupaten dan kota se-Sumatera Barat mencapai sekitar Rp475 miliar. Sementara itu, target pengumpulan khusus untuk BAZNAS Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp38,5 miliar. Alhamdulillah, dari periode kepemimpinan tahun 2021 hingga 2026, capaian pengumpulan zakat setiap tahunnya selalu melampaui target yang ditetapkan. Bahkan pada tahun 2025, pengumpulan zakat berhasil mencapai Rp43,5 miliar.

 

Dana ZIS yang terkumpul tersebut kemudian disalurkan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariat. Dalam pengelolaannya, zakat diperuntukkan bagi dua kelompok besar penerima, yaitu as-sail (??????) dan al-ma?rum (???????). As-s?’il adalah mereka yang secara langsung meminta bantuan karena kondisi ekonomi yang sulit, sedangkan al-ma?r?m adalah mereka yang hidup dalam kekurangan namun menjaga kehormatan diri sehingga tidak meminta-minta. Kedua kelompok ini menjadi bagian dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian melalui program-program penyaluran zakat.

 

Selain agenda penyaluran bantuan kepada para mustahik, pada kegiatan Sumbar Berzakat ini juga dilakukan pengumpulan zakat dari para pimpinan daerah dan pejabat yang hadir. Untuk memudahkan proses tersebut, panitia menyediakan lima meja konter layanan zakat, sehingga para peserta dapat langsung menunaikan zakatnya melalui BAZNAS.

 

Sementara itu, sambutan Gubernur Mahyeldi Ansharullah yang pada kesempatan ini diwakili oleh Asisten III Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Medi Iswandi, menyampaikan apresiasi atas upaya BAZNAS dalam menggerakkan kesadaran berzakat di Sumatera Barat. Pemerintah Provinsi menilai bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membantu pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Ia juga mengajak seluruh unsur pemerintahan, lembaga, dan masyarakat untuk terus mendukung program-program BAZNAS dengan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang profesional dan transparan, zakat diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesejahteraan umat serta pembangunan sosial di Sumatera Barat.

 

Melalui gerakan Sumbar Berzakat, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat, sehingga potensi zakat yang besar di Sumatera Barat dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

10/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan,  transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi.

 

"BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

 

Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi.

 

"Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ," jelas Kiai Noor.

 

Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan.

 

"Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI)," tegasnya.

 

Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan.

 

"Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa," ujarnya.

27/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI Tegaskan Zakat Tidak Digunakan untuk Program MBG

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki dan masyarakat tidak digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., mengatakan, pemanfaatan ZIS memiliki aturan penggunaan yang jelas dan tidak dapat dialihkan di luar peruntukan yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/2/2026). 

Ia menegaskan, ZIS hanya dapat diperuntukkan bagi delapan golongan penerima (asnaf) sebagaimana diatur dalam syariat Islam, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab atau hamba sahaya, gharimin atau orang yang terlilit utang untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.

Menurut Rizaludin, ketentuan tersebut menjadi rambu atau dasar utama dalam tata kelola zakat di BAZNAS sehingga seluruh proses penghimpunan hingga pendistribusian harus tetap berada dalam koridor syariah dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.

Lebih lanjut, Rizaludin menjelaskan, secara kelembagaan maupun sumber pendanaan, program MBG dan pengelolaan zakat berada pada sistem yang berbeda. Program MBG merupakan program pemerintah yang dibiayai melalui anggaran negara, sedangkan dana ZIS berasal dari amanah masyarakat yang penggunaannya diatur secara ketat dalam syariat Islam.

"Karena itu, penggunaan dana zakat tidak dapat dialihkan untuk program yang tidak masuk dalam kategori asnaf, termasuk program MBG," ujarnya. 

Ia menambahkan, pengelolaan zakat di BAZNAS juga berpedoman pada prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Prinsip tersebut menjadi dasar agar pengelolaan zakat tidak hanya sesuai ajaran agama, tetapi juga taat hukum dan mendukung kepentingan bangsa.

Dalam implementasinya, Rizaludin menyampaikan, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan bagi kelompok rentan yang termasuk dalam kategori delapan asnaf.

Sejalan dengan itu, Rizaludin juga mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat.

Ia menegaskan, amanah para muzaki tetap terjaga dan seluruh dana zakat disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin serta kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami (BAZNAS) menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan serta audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Masyarakat bisa melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id,” ujar Rizaludin.

24/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Komitmen Lima Tahun, BAZNAS Sumbar dan Pemprov Perkuat Akuntabilitas Zakat di Ramadhan

Memasuki hari ketiga Ramadhan 1447 H, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadhan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kali ini, agenda dipusatkan di Kabupaten Agam dengan mengikuti lawatan Safari Ramadhan yang dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat.

 

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M., M.Ag., hadir langsung dan didampingi oleh jajaran Amil Pelaksana. Kehadiran pimpinan BAZNAS ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam memastikan bahwa setiap agenda Safari Ramadhan tidak hanya menjadi ruang silaturahim, tetapi juga momentum penguatan program pemberdayaan mustahik.

 

Seperti pada rangkaian sebelumnya, BAZNAS Sumbar mengemban misi khusus dalam Safari Ramadhan tahun ini, yakni menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah direkomendasikan oleh tim Pemerintah Provinsi. Fokus utama yang ditinjau di Kabupaten Agam adalah bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui program pendayagunaan zakat.

 

Di sela-sela agenda kunjungan ke masjid dan pertemuan bersama masyarakat, rombongan Gubernur bersama Ketua BAZNAS Sumbar menyempatkan diri meninjau langsung kondisi rumah calon penerima manfaat. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian penting dari proses asesmen faktual, guna memastikan kesesuaian data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.

 

Dr. H. Buchari menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS merupakan langkah strategis dalam mempercepat penanganan persoalan sosial masyarakat. Pemerintah berperan dalam mengidentifikasi dan merekomendasikan warga yang membutuhkan, sementara BAZNAS menjalankan proses verifikasi, penetapan, hingga realisasi bantuan sesuai dengan ketentuan pengelolaan zakat yang berlaku.

 

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik sebagai bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi mustahik. Meski demikian, proses pencairan tetap menunggu kelengkapan administrasi dan hasil verifikasi akhir sesuai prosedur resmi BAZNAS Provinsi Sumatera Barat.

 

Melalui Safari Ramadhan di Kabupaten Agam ini, diharapkan kolaborasi yang terjalin mampu menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan. Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah spiritual, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial dan memastikan zakat benar-benar menjadi instrumen keadilan serta kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan.


Catatan Redaksi:
Kegiatan Safari Ramadhan yang melibatkan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini telah berlangsung secara konsisten selama lima tahun terakhir. Sinergi berkelanjutan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Melalui pola verifikasi lapangan, pendampingan administrasi, serta koordinasi lintas sektor, BAZNAS Sumbar terus berupaya memastikan bahwa setiap dana zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak nyata dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

22/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar
Kolaborasi Zakat dan Pemerintah, BAZNAS Sumbar Bangun Asa Lewat Program RTLH

BAZNAS Provinsi Sumatera Barat memulai rangkaian agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 20 Februari 2026. Kegiatan diawali dengan mengikuti rombongan Wakil Gubernur Sumatera Barat di Kabupaten Lima Puluh Kota pada Ramadhan ke-2, dan akan terus berlanjut hingga menjelang akhir bulan suci.

 

Kehadiran BAZNAS dalam Safari Ramadhan tahun ini tidak sekadar mendampingi agenda silaturahim dan ibadah bersama masyarakat. Lebih dari itu, terdapat misi khusus yang diemban, yakni mendukung pemerintah daerah dalam menindaklanjuti usulan calon mustahik yang telah diverifikasi oleh tim Pemprov Sumbar. Fokus utama program ini adalah percepatan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH/RuTiLaHu) melalui skema pendayagunaan zakat.

 

Dalam setiap kunjungan Safari Ramadhan, rombongan tidak hanya menghadiri kegiatan seremonial di masjid dan pertemuan dengan masyarakat, tetapi juga menyempatkan diri meninjau langsung rumah-rumah calon penerima manfaat. Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dari proses verifikasi lapangan guna memastikan kondisi riil calon mustahik sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang berlaku.

 

Ketua dan pimpinan BAZNAS Sumbar bersama jajaran pemerintah daerah menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat. Pemerintah berperan dalam mengusulkan dan merekomendasikan calon penerima, sementara BAZNAS menjalankan fungsi asesmen, penetapan, hingga eksekusi bantuan sesuai regulasi pengelolaan zakat.

 

Pada beberapa titik kunjungan, turut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolik kepada calon mustahik sebagai bentuk komitmen bersama. Meski demikian, proses pencairan bantuan tetap menunggu penyelesaian administrasi dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan sesuai prosedur yang berlaku di BAZNAS Provinsi Sumatera Barat.

 

Program rehabilitasi RTLH ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan tempat tinggal layak. Dengan pendekatan verifikasi langsung ke lapangan, diharapkan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas hidup para mustahik secara berkelanjutan.

 

Safari Ramadhan 1447 H ini pun menjadi momentum penguatan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Melalui kolaborasi yang terencana dan terukur, BAZNAS Sumbar dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis dapat menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial, sekaligus meneguhkan nilai-nilai kepedulian dan gotong royong yang menjadi ruh Ramadhan.


#Kontributor: Humas BAZNAS
#Editor: RQ

20/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Sumbar

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi BAZNAS dengan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Bahas Evaluasi 2024 dan arget 2025
Rapat Koordinasi BAZNAS dengan UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Bahas Evaluasi 2024 dan arget 2025
Padang - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat koordinasi dengan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Sumatera Barat untuk membahas evaluasi 2024 dan target 2025. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Buchari di Padang, Rabu mengatakan rapat koordinasi itu diikuti oleh UPZ yang berada di bawah koordinasi BAZNAS Sumbar diantaranya UPZ di instansi vertikal, OPD, Perusahaan Daerah, perguruan tinggi, SMA/SMK, Madrasah, yayasan dan Masjid Raya. Ia menyebut pertemuan itu dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama khusus untuk UPZ yang diberikan tugas pengumpulan dan sesi kedua untuk UPZ yang diberikan tugas pembantuan pendistribusian dan pendayagunaan zakat. "Jadi agendanya itu ada dua. Satu rapat koordinasi, satu lagi rapat kerja," katanya. Buchari mengatakan dalam pertemuan itu akan dibahas tentang evaluasi kinerja 2024 dan rencana, fokus serta target tahun 2025. Ia menyampaikan untuk tahun 2024, BAZNAS Sumbar berhasil mengumpulkan zakat sesuai dengan target. Untuk zakat on balance sheet (yang masuk neraca) terkumpul sebanyak Rp39,5 miliar, jauh melebihi target sebanyak Rp36,5 miliar. "Ini semua berkat dukungan dan kerjakeras dari semua UPZ di bawah koordinasi BAZNAS Sumbar," ujarnya. Sementara untuk of balance sheet terkumpul sebanyak Rp885 miliar. "Zakat off balance sheet ini jauh lebih banyak. Zakatnya tidak disetorkan ke kas Baznas, tetapi berputar di tengah masyarakat," katanya. Sementara untuk tahun 2025, zakat on balance sheet ditargetkan bisa terkumpul sebanyak Rp38,5 miliar sementara untuk off balance sheet sebanyak Rp875 miliar. "Target off itu untuk lingkup seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat sementara target on, itu khusus Pemprov Sumbar," ujarnya.Sumber: sumbar.antaranews.comEditor: RuQa
BERITA26/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dorong Edukasi Zakat, Pj Bupati Majalengka Apresiasi Sinergi BAZNAS
Dorong Edukasi Zakat, Pj Bupati Majalengka Apresiasi Sinergi BAZNAS
Penjabat (Pj) Bupati Majalengka, Dr. H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si, mengapresiasi terhadap kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Majalengka dalam upaya meningkatkan penghimpunan serta pendistribusian dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayahnya. "Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Majalengka yang telah bekerja sama dengan Pemda. Ini menjadi kesempatan penting untuk mengingatkan masyarakat tentang peran zakat," ujar Dedi dalam keterangannya beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, literasi zakat dalam dunia pendidikan sangatlah penting. Hal ini merupakan upaya agar pemahaman tentang berbagi dapat ditanamkan sejak dini. "Edukasi mengenai zakat harus terus diperkuat. Kita ingin membentuk generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Anak-anak harus diberi kesempatan untuk berkontribusi, baik dengan membantu teman yang kurang mampu maupun berpartisipasi dalam pembangunan fasilitas umum," tambahnya. Senada dengan hal tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, menegaskan bahwa sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS. "Potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun, tetapi realisasi pengumpulannya masih jauh dari angka tersebut. Oleh karena itu, kolaborasi yang lebih erat dibutuhkan agar dana ZIS dapat dihimpun dan disalurkan dengan lebih baik," jelasnya. Menurut Rizaludin, skor literasi zakat nasional pada tahun 2024 mencapai 74,83, mengalami sedikit penurunan dari tahun 2022 yang berada di angka 75,26. Oleh sebab itu, ia menilai bahwa edukasi zakat harus lebih digalakkan, khususnya dengan melibatkan institusi pendidikan. "Pendidikan zakat sejak dini harus mendapat perhatian lebih. Dinas pendidikan, kepala sekolah, dan guru harus dilibatkan dalam membangun pemahaman kuat di kalangan generasi muda," tambahnya. Selain itu, Rizaludin menyoroti strategi optimalisasi dana ZIS di sektor pendidikan untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan di Indonesia. "Pemanfaatan ZIS untuk pendidikan bisa dilakukan melalui beberapa langkah strategis, seperti memperkuat regulasi, memanfaatkan teknologi digital, berkolaborasi dengan lembaga pendidikan, menciptakan program yang berkelanjutan, serta menerapkan sistem monitoring dan evaluasi yang ketat," ungkapnya. Sementara itu, Plt Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Moh Ridwan, M.Pd, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2024, penghimpunan ZIS mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai lebih dari Rp17 miliar atau naik 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Sepanjang tahun 2024, BAZNAS Majalengka berhasil menghimpun zakat fitrah sebesar Rp2,8 miliar, zakat profesi Rp13,4 miliar, infak dan sedekah masyarakat Rp239 juta, serta dana hibah dari Pemda sebesar Rp750 juta," jelas Ridwan. Ia menambahkan bahwa meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat, diharapkan optimalisasi zakat di Majalengka dapat terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama dalam pengembangan sektor pendidikan dan kesejahteraan mustahik. "Meski begitu, tantangan utama kami adalah bagaimana meningkatkan kesadaran dan memastikan distribusi zakat tepat sasaran," ungkapnya. Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, KH. Maman Imanulhaq, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Ir. Rachmat Ari Kusumanto, ST, serta jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Majalengka, seperti Wakil Ketua II, H. Badruzzaman, M.Pd, Wakil Ketua III, Embed Humed, S.Pd.I, dan Wakil Ketua IV, Drs. H. Idi Purnama, M.M. kontributor : meisa editor : ayu
BERITA25/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dari Hasil Budidaya Ayam, Peternak Dadang Rosid Bisa Merenovasi Rumah
Dari Hasil Budidaya Ayam, Peternak Dadang Rosid Bisa Merenovasi Rumah
Ketekunan dan perencanaan yang matang dalam beternak telah membawa perubahan besar bagi kehidupan Bapak Dadang A Rosid, seorang peternak ayam asal Dusun Cisadap, Desa Bunter, Kecamatan Sukadana Berkat hasil usahanya dalam budidaya ayam, kini ia dapat mewujudkan impian untuk merenovasi rumahnya, sebuah pencapaian yang menjadi bukti nyata bahwa sektor peternakan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam perjalanan usahanya, Bapak Dadang telah melakukan pemeliharaan ayam dari berbagai sumber, termasuk PT Berdikari sebanyak satu kali dan dari PS lokal sebanyak empat kali. Sebelum mengikuti program pemberdayaan, pendapatan rata-rata yang diperoleh berkisar Rp2.100.000 per periode pemeliharaan. Namun, setelah bergabung dengan kelompok peternak binaan BAZNAS, pendapatannya meningkat menjadi Rp2.297.676 per periode. Saat ini, Bapak Dadang tengah memelihara 3.700 ekor ayam jantan dari PS lokal dengan usia pemeliharaan 59 hari. Strategi dan pengelolaan yang lebih baik membuat hasil ternaknya semakin optimal, sehingga ia bisa menyisihkan sebagian keuntungannya untuk keperluan renovasi rumah. Bergabung dengan kelompok peternak binaan BAZNAS memberikan perubahan signifikan bagi usaha ternaknya. Selain mendapatkan bimbingan dalam manajemen peternakan, Bapak Dadang juga semakin yakin dalam mengembangkan usaha budidaya ayamnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat dan pendampingan yang baik, usaha peternakan rakyat dapat menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Peningkatan pendapatan yang dialami oleh Bapak Dadang membuktikan bahwa program pemberdayaan peternak yang dilakukan BAZNAS membawa dampak positif bagi kehidupan para anggotanya. Dengan adanya dukungan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak peternak yang dapat merasakan manfaat dari program ini. Kesuksesan Bapak Dadang menjadi inspirasi bahwa beternak bukan hanya sekadar mencari nafkah, tetapi juga dapat meningkatkan taraf hidup dan mewujudkan impian yang lebih besar bagi keluarga. Kontributor: Amat Setiawan Editor: ayu
BERITA24/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra Gelar Program Pembersihan AC di 1.000 Masjid
BAZNAS RI dan UPZ Yayasan Amaliah Astra Gelar Program Pembersihan AC di 1.000 Masjid
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Amaliah Astra, mengadakan program yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah saat beribadah. Program ini melibatkan pembersihan ribuan unit pendingin ruangan (AC) di berbagai masjid dan mushola yang tersebar di sembilan wilayah di Indonesia. Melalui inisiatif ini, BAZNAS RI tidak hanya memastikan fasilitas ibadah tetap nyaman, tetapi juga memberikan peluang ekonomi bagi para teknisi AC binaan. Peluncuran program berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, Deputi II BAZNAS RI, Dr. Imdadun Rahmat, M.Si, serta perwakilan dari Yayasan Amaliah Astra. Saidah Sakwan, M.A., selaku Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menekankan urgensi program ini dalam mendukung persiapan masjid menjelang Ramadhan. "Kami ingin memastikan bahwa jemaah dapat beribadah dengan nyaman, sekaligus memberdayakan para teknisi AC binaan agar mereka dapat memperoleh manfaat ekonomi dari program ini," ujar dia. Senada dengan itu, Kepala Pemberdayaan Layanan Amal Yayasan Amaliah Astra, Diah Suran Febrianti, mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja sama dengan BAZNAS RI yang telah memperluas cakupan program ini. "Dulu program ini hanya mencakup ratusan masjid, tetapi kini bisa menjangkau lebih banyak tempat ibadah berkat kolaborasi yang terjalin," kata dia. Ia juga berharap program ini tidak hanya berhenti pada pembersihan AC, tetapi juga menjadi wadah pelatihan bagi teknisi, sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran di masyarakat. Kolaborasi antara BAZNAS RI dan Yayasan Amaliah Astra ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas bagi umat. Kontributor: Fikri Editor: YMK
BERITA22/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Sinergi BAZNAS Sumbar dan Kemenag: Menggerakkan Pemberdayaan Berbasis KUA
Sinergi BAZNAS Sumbar dan Kemenag: Menggerakkan Pemberdayaan Berbasis KUA
Kantor Urusan Agama (KUA) selama ini dikenal sebagai pusat layanan administrasi keagamaan. Namun, kini perannya semakin berkembang dengan adanya program pemberdayaan yang menggandeng berbagai pihak. Salah satunya adalah Program Kolaborasi Pemberdayaan KUA yang diinisiasi oleh BAZNAS Provinsi Sumatera Barat bersama Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran KUA dalam memberdayakan masyarakat di berbagai aspek kehidupan. Pada Tanggal 6 Februari 2025 Tim terbagi 2 (dua) untuk melakukan kunjungan ke beberapa daerah di Sumatera Barat. Tim 1 bergerak menuju Kabupaten Tanah Datar, Sijunjung, dan Kota Solok. Tim ini dipimpin oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Sumbar, Drs. H. Nurman Agus, didampingi oleh Kabag Pendistribusian BAZNAS Sumbar, Darius, A. Md., S.T., serta amil pelaksana dan driver. Mereka bertugas melakukan sosialisasi, memberikan pendampingan, serta memperkuat program pemberdayaan di wilayah tersebut. Sementara itu, Tim 2 mengunjungi Kabupaten Agam dan Lima Puluh Kota. Tim ini dipimpin oleh Wakil Ketua II Dr. Busral, S. Ag., M.A., Wakil Ketua I BAZNAS Sumbar, Afrianto Korga, S. Pd.I., M. Pd., didampingi oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Sumbar, Muhammad Afdal, S. Psi., serta satu amil pelaksana. Mereka turut didampingi oleh rombongan dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat serta perwakilan dari BAZNAS Kabupaten/Kota yang dikunjungi. Dalam kunjungan ini, para tim berupaya memberikan pemahaman dan strategi bagaimana KUA dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis keumatan. Selain itu, diskusi dengan para kepala KUA juga dilakukan untuk menggali potensi daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar dapat mandiri dan berkembang secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa program pemberdayaan ini bisa benar-benar menyentuh masyarakat. Dengan menggandeng KUA, harapannya program ini dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi umat,” ungkap Busral, Wakil Ketua II BAZNAS Sumbar. Sementara itu, perwakilan dari Kanwil Kemenag Sumbar menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS merupakan langkah positif dalam memperluas peran KUA. Selain sebagai penyedia layanan administrasi keagamaan, KUA juga bisa menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid dan zakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan peran KUA dalam pemberdayaan masyarakat semakin kuat. BAZNAS Sumatera Barat berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai pihak guna memperkuat program pemberdayaan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Dukungan dari Kanwil Kemenag Sumbar serta BAZNAS Kabupaten/Kota menjadi kunci utama keberhasilan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di Sumatera Barat. BAZNAS Sumbar - Berkhidmat untuk UmatKontributor: MAF dan MIEditor: RuQa
BERITA06/02/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
Dari Indonesia Untuk Palestina, 45 Truk Bantuan BAZNAS Berhasil Masuki Gaza
Dari Indonesia Untuk Palestina, 45 Truk Bantuan BAZNAS Berhasil Masuki Gaza
Sebanyak 45 truk kontainer yang membawa bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah berhasil memasuki Gaza. Pengiriman bantuan ini dilakukan melalui perbatasan Rafah dengan dukungan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian umat Islam Indonesia terhadap rakyat Palestina yang tengah mengalami situasi darurat. “Alhamdulillah, atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari BAZNAS telah berhasil masuk ke Gaza. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Kiai Noor baru-baru ini. Bantuan yang dikirim melalui pintu Rafah ini terdiri dari lebih dari 50.000 karton paket berisi bahan makanan pokok, termasuk mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Meskipun gencatan senjata telah berlangsung, kebutuhan akan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat masih sangat mendesak. Menurut Noor, pengiriman 45 truk ini hanyalah tahap awal, karena masih ada ratusan truk lainnya yang akan menyusul melalui mitra BAZNAS di Mesir. "Target kami sebelum dan di Bulan Ramadhan semua bantuan sudah bisa masuk semua. Bahkan jika memungkinkan BAZNAS akan bikin dapur umum dan layanan kesehatan di Gaza," jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kepercayaan para muzaki kepada BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi yang bertanggung jawab dalam menyalurkan donasi. “Setiap paket bantuan ini adalah bukti nyata dari kebaikan dan kepedulian rakyat Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Gaza tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” tambahnya. Tak hanya bantuan makanan, BAZNAS RI juga berencana untuk membantu pembangunan kembali fasilitas umum yang rusak akibat perang, seperti rumah sakit dan sekolah. “Baru-baru ini BAZNAS RI sudah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF. Kami berharap dengan memperluas jaringan kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” lanjut Kiai Noor. Hingga kini, BAZNAS RI telah menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 orang dan masih terus bertambah. Ketua Satgas Program Membasuh Luka Palestina, H. Mo Mahdum, juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Palestina dengan menggandeng mitra strategis agar distribusi bantuan berjalan dengan tepat sasaran. "BAZNAS berkomitmen untuk terus menggalang bantuan kemanusiaan agar dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga pesan bahwa Indonesia selalu bersama Palestina," ujarnya. Sebagai lembaga zakat yang memiliki misi kemanusiaan, BAZNAS RI mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berpartisipasi dalam program Membasuh Luka Palestina. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap donasi yang diberikan akan menjadi cahaya harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” tutup Mahdum. Dengan tersalurkannya bantuan ini, BAZNAS RI berharap dapat meringankan penderitaan warga Palestina dan semakin mempererat solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina. Editor: Nov
BERITA03/02/2025 | Rumini Fajar
BAZNAS RI Salurkan 45.000 Paket Bantuan untuk Palestina
BAZNAS RI Salurkan 45.000 Paket Bantuan untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyiapkan 41 truk kontainer berisi 45.000 di karton paket bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Langkah ini dilakukan bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bayt Zakat Wa As-Shadaqat, serta Sunnah Al Hayyah. Isi paket bantuan mencakup kebutuhan pokok seperti mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Dari total 41 truk, 30 disalurkan melalui Bayt Zakat Wa As-Shadaqat dan 11 lainnya melalui Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan respons cepat pasca gencatan senjata antara pejuang Palestina dan Israel. “Alhamdulillah kita sedang menyiapkan paket bantuan untuk rakyat Palestina. Kita menyadari bahwa ujian yang mereka hadapi sangatlah berat, namun kita juga meyakini bahwa dengan kebersamaan, doa, dan ikhtiar, kita dapat meringankan penderitaan mereka,” ujar di di Jakarta, baru-baru ini. Selain kebutuhan pokok, BAZNAS RI berencana membangun kembali fasilitas umum seperti rumah sakit dan sekolah yang rusak akibat konflik. Baru-baru ini, BAZNAS RI telah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF untuk memperkuat distribusi bantuan. Hingga kini, bantuan sebesar Rp120 miliar telah disalurkan kepada 407.350 warga Palestina. Kiai Noor berharap, dukungan ini memberikan manfaat besar serta menunjukkan solidaritas bangsa Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan kepedulian yang telah diberikan. Semoga Allah Swt membalas kebaikan ini dengan keberkahan yang berlipat ganda, serta menjadikan amal ini sebagai penolong kita di dunia dan akhirat,” ucap dia menambahkan. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, menegaskan bahwa proses distribusi telah dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Mesir. “BAZNAS RI juga masih tetap membuka Infak Kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan keprihatinannya kepada Palestina, apa lagi saat ini juga kita akan segera memasuki bulan Ramadhan,” ujar Mo Mahdum. Editor: YMK
BERITA30/01/2025 | Amalia Vilistin
Alwi Padly Harahap dari UIN Sumatera Utara Raih Juara 4 dalam Kompetisi Nasional
Alwi Padly Harahap dari UIN Sumatera Utara Raih Juara 4 dalam Kompetisi Nasional
Alwi Padly Harahap, Peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) angkatan 2021 asal UIN Sumatera Utara Medan, berhasil meraih juara 4 dalam Kompetisi Penulisan Artikel Ilmiah Nasional yang diadakan dalam rangka Refleksi Akhir Tahun 2021, Haul Pendiri dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-76. Acara bergengsi ini digelar oleh Lembaga Pondok Mahasiswa Universitas Nurul Jadid Paiton dari tanggal 10 hingga 29 Desember 2024. Dalam kompetisi tersebut, Alwi merasa mendapatkan kesempatan yang sangat berharga untuk mengasah kemampuan menulis dan mengekspresikan gagasan ilmiah. "Kompetisi ini menjadi ajang yang sangat berharga bagi saya untuk mengasah kemampuan menulis dan mengekspresikan gagasan ilmiah. Dengan membawa nama baik UIN Sumatera Utara, saya berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui tulisan yang bermanfaat," ujar dia. Selain itu, Alwi ingin memotivasi pembaca dengan menyampaikan sebuah kalimat bijak yang sekaligus melestarikan budaya Batak Mandailing yang dahulunya miskin akan pendidikan. Alwi mengutip kalimat bijak, "Busuk Songon Ulok, Marroha Songon Marpati" yang artinya "Cerdik Seperti Ular, Bijak Seperti Merpati." Prestasi yang diraih Alwi tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama keluarga, dosen dan teman-teman yang selalu memberikan semangat dan motivasi. Alwi juga berterima kasih kepada Lembaga Pondok Mahasiswa Universitas Nurul Jadid Paiton yang telah memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berkompetisi dan mengembangkan diri melalui kegiatan yang bermanfaat seperti ini. Alwi berharap prestasi ini dapat menjadi batu loncatan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Ia juga mendoakan teman-teman mahasiswa lainnya dapat terinspirasi untuk terus berkarya dan berkontribusi melalui tulisan-tulisan yang bermanfaat. "Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi semua mahasiswa untuk berkarya dan mengharumkan nama kampus," kata dia sambil mengajar masyarakat terus berzakat ke BAZNAS. Editor: YMK
BERITA16/01/2025 | Nikita
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, BAZNAS RI Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS Sumbar
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, BAZNAS RI Dukung Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS Sumbar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung penuh upaya yang dilakukan BAZNAS Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS Sumbar melakukan penguatan tentang konsep pemberdayaan dan membuat desain pemberdayaan bersama masyarakat penerima manfaat (mustahik) untuk seluruh wakil ketua II dan amil pelaksana dari 19 kabupaten/kota. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D menyampaikan, program pemberdayaan ekonomi yang diterapkan BAZNAS Provinsi Sumbar sangat menarik, namun satu hal yang perlu diperhatikan adalah wajib adanya para pendamping. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa yang sukses melakukan pemberdayaan ekonomi Z-Auto, ZMart, Z-Chicken, itu harus ada pendamping. Karena pendamping ini yang memberikan motivasi untuk terus berusaha, sebab biasanya orang kalau sudah gagal ingin cepat-cepat ganti usaha yang lain,” ujar Prof Nadra dalam Pengajian Selasa Pagi bertema Pembinaan Usaha Ultra Mikro BAZNAS Sumbar yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui BAZNAS TV, Selasa (14/1/2025). Menurutnya, para pendamping selain memberikan motivasi kepada masyarakat peneriman manfaat, juga bisa memberikan arahan terkait pengelolaan keuangan usaha mikronya. Katanya, pengusaha yang gagal biasanya karena tidak memiliki pembukuan keuangan yang jelas. “Karena biasanya kalau tidak ada pembukuan keuangan, modalnya akan dipakai. Jika diajarkan pembukuan keuangan, tidak akan dipakai itu modal usahanya. Jadi pendamping juga penting untuk mengajarkan bagaimana cara melakukan pembukuan keuangan,” ucap Prof Nadra. Selain itu, lanjut Prof Nadra, kehadiran pendamping juga penting untuk mengajarkan cara memasarkan produk-produk yang dihasilkan. Kreativitas para pendamping sangat diperlukan agar para penerima manfaat dapat memaksimalkan penjualan hasil produksinya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Sumbar, Ir. H. Firdaus, M.Si., menyampaikan, BAZNAS Sumbar memberikan bimbingan teknis pemberdayaan terhadap wakil ketua II dan amil pelaksana di 19 kabupaten/kota dengan tujuan agar mereka dapat memberikan pelatihan di wilayahnya masing-masing. “Sejak dua tahun lalu kami memberikan bimbingan teknis pemberdayaan ekonomi terhadap wakil ketua II yang membidangi pendistribusian dan amil pelaksana, sehingga diharapkan setelah pelatihan secara konseptual kawan-kawan di kabupaten/kota memahami bagaimana mendesain program pemberdayaan yang partisipatif atau melibatkan calon penerima manfaat,” paparnya. Lebih lanjut, Firdaus menambahkan, BAZNAS Sumbar juga melakukan kerja sama dengan BAZNAS Padang Panjang untuk menyukseskan program pemberdayaan kelompok Z-Auto dengan 11 orang mustahik yang dibantu dengan total nilai bantuan Rp154.050.000. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan dari bengkel-bengkel kecil yang ada di sepanjang jalan di Padang Panjang. Jadi kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan apakah mereka memenuhi syarat sebelum diberikan bantuan,” katanya.
BERITA14/01/2025 | Humas BAZNAS Sumbar
BAZNAS dan KHCC Yordania Salurkan Bantuan Rp2 M untuk Palestina
BAZNAS dan KHCC Yordania Salurkan Bantuan Rp2 M untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan King Hussein Cancer Center (KHCC) di Yordania. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp2 miliar kepada warga Palestina yang berada di Yordania. Kerja sama ini merupakan lanjutan dari BAZNAS International Forum (BIF) yang diadakan November lalu. Bantuan Rp2 miliar tersebut berasal dari mitra BAZNAS, seperti Tempo Scan Group, Tokopedia, PT Adev Natural Indonesia, Kitabisa, LAZ IZI, DT Peduli, LAZ Rabbani, LAZ Syarikat Islam, dan Jamkrindo Syariah. Penandatanganan MoU berlangsung di Amman, Yordania, dan dihadiri oleh beberapa tokoh, termasuk Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, Deputi 2 BAZNAS RI Dr. H.M. Imdadun Rahmat, serta Head Local Corporate KHCC Yordania, Madeleine El Sallag. "Kerja sama ini akan berlangsung selama tiga tahun, difokuskan untuk membantu pasien asal Gaza yang dirawat di KHCC Yordania," ujar H. Rizaludin Kurniawan di Amman, Yordania, baru-baru ini. Rizaludin menambahkan bahwa KHCC, sebagai rumah sakit yang berada di bawah yayasan kerajaan Yordania, telah memberikan layanan yang luar biasa untuk pasien dari Gaza, meskipun mereka juga membutuhkan dukungan pendanaan dari donatur internasional, termasuk Indonesia. Sebagian dana dari masyarakat Indonesia akan disalurkan melalui KHCC untuk mendukung pasien asal Gaza. Langkah ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat Palestina. Rizaludin juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayakan BAZNAS untuk menyalurkan bantuan tersebut. Sementara itu, Madeleine El Sallag, perwakilan KHCC Yordania, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyampaikan bahwa KHCC telah menangani sekitar 300 pasien kanker asal Gaza bersama keluarganya dengan dukungan militer dan kerajaan Yordania. Madeleine mengajak lebih banyak donatur untuk mendukung program ini. Selain MoU, BAZNAS juga memberikan bantuan berupa alat tulis, mainan, dan uang saku kepada pasien dan keluarga dari Gaza. Sebanyak 114 paket bantuan diserahkan, didampingi oleh perwakilan KBRI Yordania, seperti Alamsyah (minister counsellor) dan Muhammad Hartantyo (first secretary), serta tim dari KHCC. Editor : Ymk
BERITA02/01/2025 | Azzam
Apresiasi Kinerja BAZNAS, Plt Gubernur Sumbar Dorong Optimalisasi Pengumpulan ZIS
Apresiasi Kinerja BAZNAS, Plt Gubernur Sumbar Dorong Optimalisasi Pengumpulan ZIS
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy mengapresiasi peran besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan upaya penanggulangan bencana di Sumatera Barat (Sumbar), serta mendorong optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayah tersebut. Pernyataaan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Barat, di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (8/11/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Bukhari, serta para perwakilan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Barat. Audy Joinaldy mengatakan, peran BAZNAS Sumbar dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan sosial telah banyak membantu masyarakat Sumbar, terutama pada masa-masa bencana yang kerap terjadi di Sumbar. "Ke depannya kami berharap BAZNAS bisa berperan lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat bawah dengan program-program yang dihadirkan," ucap Audy Joinaldy. Lebih lanjut, Audy Joinaldy mengatakan, BAZNAS Sumbar merupakan salah satu lembaga pengelola zakat terbaik di Indonesia karena dinilai mampu mengumpulkan dana zakat dalam jumlah besar. "BAZNAS Sumbar menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia karena secara persentase dana zakat yang terkumpul dari 5,7 juta masyarakat Sumbar cukuplah besar," katanya. Menurutnya, capaian ini merupakan bukti kepercayaan masyarakat Sumbar yang besar kepada BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah. Audy Joinaldy juga berharap, BAZNAS dapat memperluas peran strategisnya dalam mendukung Pemprov Sumbar untuk mengatasi kemiskinan dan mencapai kesejahteraan merata, tidak hanya lewat bantuan sosial dan penanggulangan bencana, tetapi juga melalui program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Menurut Audy Joinaldy, dengan lebih banyak program yang diarahkan pada sektor ekonomi, BAZNAS dapat berkontribusi lebih besar dalam pengentasan kemiskinan di Sumatera Barat, sehingga capaian kesejahteraan di Provinsi Sumbar dapat meningkat lebih signifikan. "Untuk itu kita mengimbau masyarakat Sumbar yang ingin menyalurkan zakat bisa melalui BAZNAS baik di provinsi maupun kabupaten dan kota," ujarnya. Sementara itu,Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., turut memberikan apresiasi terhadap BAZNAS Sumbar, yang menurutnya memiliki kelembagaan yang sangat baik. Kiai Noor mengatakan, BAZNAS Sumbar memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal, jaringan yang kuat, serta infrastruktur digital yang sudah berkembang pesat. "Dengan potensi ini, BAZNAS Sumbar diharapkan bisa mengelola zakat dengan maksimal," ujar Kiai Noor. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor mendorong seluruh BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk bersinergi , memaksimalkan potensi yang ada agar pengelolaan zakat semakin optimal. "Oleh karena itu Rakorda ini sangat penting untuk memperkuat ke dalam secara organisasi dan keluar untuk penyaluran sehingga bantuan pada mustahik bisa lebih bermanfaat," katanya Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumbar Bukhari menyampaikan, meskipun pengumpulan zakat di Sumbar menunjukkan tren positif, potensi zakat di wilayah ini masih dapat ditingkatkan. Berdasarkan data yang disampaikan, Bukhari mengungkapkan, potensi zakat di Sumatera Barat mencapai Rp4,3 triliun per tahun. "Dari potensi itu, yang terkelola saat ini baru sekitar Rp475 miliar per tahun," katanya. Bukhari menyebutkan, hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang yang luas untuk meningkatkan penerimaan zakat di Sumatera Barat. Menurutnya, zakat yang telah berhasil dikumpulkan saat ini cukup besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sumbar. Hal ini menjadi bukti kuatnya kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS dalam pengelolaan dana sosial yang transparan dan akuntabel. Bukhari berharap, melalui Rakorda ini, berbagai upaya untuk memaksimalkan potensi zakat di Sumbar dapat dibahas dan dirumuskan bersama.
BERITA08/11/2024 | RQ
Rakornas LAZ Se-Indonesia, BAZNAS Dorong Penguatan Tiga Pilar Utama Pengelolaan Zakat
Rakornas LAZ Se-Indonesia, BAZNAS Dorong Penguatan Tiga Pilar Utama Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong tiga pilar utama dalam penguatan pengelolaan zakat di tanah air. Ketiga hal tersebut yaitu sumber daya manusia (SDM) profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid. Hal itu disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia di Jakarta, pada Selasa (15/10/2024). Menurut Rizaludin, tanpa dukungan SDM berkualitas, teknologi yang kuat, serta infrastruktur yang solid, Lembaga Amil Zakat (LAZ) akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini. "Lembaga zakat harus memiliki tim yang kompeten, memiliki integritas, serta mampu mengikuti perkembangan tren dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Selain itu, SDM juga perlu dibekali dengan pelatihan berkelanjutan untuk menjaga kualitas pelayanan," ujarnya. Dalam sambutannya, Rizaludin menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, LAZ harus fokus pada inovasi layanan dan penggunaan teknologi agar bisa mengelola zakat secara efisien tanpa “menjual air mata mustahik”. Hal ini akan menciptakan kenyamanan dan kepuasan bagi para muzaki (pemberi zakat) sehingga semakin banyak yang percaya pada lembaga zakat di Indonesia. “Organisasi pengelola zakat bukan sekadar menghimpun dana, melainkan menawarkan jasa pengelolaan amal yang profesional,” katanya. Rizaludin juga menyoroti pentingnya SDM yang profesional, teknologi informasi, dan infrastruktur yang solid dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, tanpa dukungan SDM berkualitas dan teknologi yang kuat, LAZ akan kesulitan untuk memenuhi harapan masyarakat dalam hal pengelolaan dana zakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dalam hal ini. Rizaludin menekankan bahwa ada beberapa isu strategis yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah literasi zakat, kinerja fundraising, layanan pasca donasi, kualitas SDM fundraising, digitalisasi, dan branding kelembagaan. Hal ini dianggap penting agar zakat dapat dihimpun dengan lebih efektif dan efisien. Sementara itu, Perwakilan LAZ Rabbani, Muhammad Faried, menyoroti tantangan literasi zakat di Indonesia. Menurutnya, minat baca masyarakat Indonesia yang rendah menjadi salah satu hambatan utama dalam meningkatkan kesadaran akan zakat. Faried menjelaskan bahwa di era media sosial, masyarakat lebih suka konten visual yang singkat dan padat, sehingga edukasi zakat harus disesuaikan dengan tren ini. Sebagai solusi, Faried menyampaikan bahwa LAZ Rabbani telah mulai membuat konten-konten edukatif yang ringkas dan menarik untuk diunggah di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Namun, ia mengakui bahwa dampaknya masih kecil karena konten tersebut belum didukung dengan promosi berbayar (ads) yang lebih luas. “Kami berusaha untuk terus meningkatkan literasi zakat di masyarakat,” ujarnya. Senada dengan Faried, pimpinan LAZ Al-Hilal, Iwan Setiawan, membahas tantangan dalam fundraising. Menurutnya, strategi penggalangan dana melalui WhatsApp (WA) yang telah digunakan selama beberapa tahun kini mulai menunjukkan kejenuhan. Selain itu, ia menambahkan bahwa pelemahan ekonomi nasional juga berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk berdonasi melalui lembaga zakat. "Penurunan fundraising Lembaga pengelolaan zakat terjadi karena beberapa hal yaitu kejenuhan strategi WA fundraising (internal), masyarakat memilih donasi di kegiatan lembaga terdekat, bahkan tetangga/keluarganya, pelemahan ekonomi nasional, menurunnya berdonasi ke lembaga. Hal itu tentu harus kita carikan solusi bersama," paparnya. Jajang Nurjaman, pimpinan LAZ Daarut Tauhid, menyoroti pentingnya kepedulian yang didasarkan pada tauhid dalam pengelolaan zakat. Ia menyampaikan bahwa semakin kuat keimanan seseorang, semakin besar kepeduliannya terhadap sesama. “Sebagaimana disebutkan dalam hadits, ‘Tidaklah beriman seseorang yang kenyang semalaman, sementara tetangganya kelaparan,’ kepedulian yang kita tanamkan harus berasal dari iman,” ungkap Jajang. Jajang menambahkan bahwa kepedulian tidak diukur dari banyaknya donasi yang diberikan, melainkan dari pemahaman bahwa di dalam harta seseorang terdapat hak bagi mustahik. Dengan memahami ini, para muzaki akan lebih terdorong untuk memberikan zakat mereka dan memperkuat tauhid mereka dalam prosesnya. Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Indonesia berlangsung pada Selasa, 15 Oktober 2024, di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh pimpinan LAZ dari seluruh Indonesia dengan agenda utama membahas strategi pengelolaan zakat untuk mencapai target nasional dan mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam penghimpunan zakat. Rakornas juga membahas pentingnya inovasi dalam layanan zakat. Dalam era digital, LAZ didorong untuk memanfaatkan teknologi agar pengelolaan zakat lebih cepat, transparan, dan efisien. Dengan teknologi yang tepat, penyaluran dana zakat dapat dilakukan lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan mustahik di berbagai daerah.
BERITA15/10/2024 | RQ
BAZNAS SUMBAR Mendapat Piagam Atas Capaian Optimalisasi Kantor Digital 2024 Pada Kegiatan RAKERNIS IT 2024
BAZNAS SUMBAR Mendapat Piagam Atas Capaian Optimalisasi Kantor Digital 2024 Pada Kegiatan RAKERNIS IT 2024
Jakarta, 19 September 2024 BAZNAS Provinsi Sumatera Barat mengikuti kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) IT Transformasi Digitalisasi Nasional 2024 di Jakarta, dalam agenda yang telah berjalan 2 tahun berturut-turut BAZNAS Provinsi terus mengikuti dan mengirimkan peserta untuk mengikuti kegiatan dimaksud. Pada Rakernis 2024 ini BAZNAS Provinsi Sumatera Barat diganjar apresiasi atas pencapaian optimalisasi Kantor Digital Semester I Tahun 2024, 3 dari BAZNAS yang terpilih selain Sumatera Barat yakni BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Jogjyakarta. dipillih oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian yang dilakukan terhadap rasio pengumpulan terproduktif dan teraktif selama tahun 2024. Semoga dengan diganjarnya atas apresiasi ini BAZNAS Provinsi Sumatera Barat tetap terus memberikan layanan dan dedikasi agar terus berkembang dan meningkatkan pelayanannya untuk terus mengayomi ummat. Pada Rakernis IT 2024 , Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. Kh. Noor Achmad, MA dalam kesempatan koneferensi pers mengatakan "Sebagai spirit penggunaan ilmu pengetahuan pada kisah Nabi Sulaiman, maka transformsi digital kita perkuat tak hanya untuk memudahkan pengelolaan dana ZIS, tetapi juga memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan sosisal dan pengentasan kemiskinan,". Di era industri 4.0 ini, transformasi digital telah menjadi keharusan bagi siapa saja yang ingin terus berkembang, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).Badan Amil ZakatNasioal (BAZNAS) RI menekankan pentingnya transformasi digital guna mengoptimalkan pengelolaan zakat di Indonesia,Hal itu dikemukakan oleh Pmpinan BAZNAS RI bidang Teknologi dan Informasi Pro. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec., Ph.D., saat menutup Rakernis Transformasi Digital Nasional dan Zakathon 2024, di Jakarta, Kamis (19/9/2024).Dalam kesempatan ini Prof. Nadra mendorong para amil BAZNAS se-Indonesia untuk terus berkreativitas dan berinovasi dalam menjalankan tugasnya melalui pengembangan digitalisasi dan teknologi informasi (IT) guna menjawab tantangan zaman dan meningkatkan profesionalitas pengelolaan zakat di Indonesia."Para Amil BAZNAS ini punya tanggung jawab terhadap perkembangan BAZNAS di daerah. Ke depan, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan agama atau ceramah agama. Kita sudah harus profesional dan memanfaatkan transformasi digtal," ucap Prof. Nadra.Menurutnya, transformasi digital merupakan suatu keharsan dalam mengoptimalkan kinerja pengelolaan zakat BAZNAS di seluruh Indonesia. Pemanfaatan teknologi tidak hanya sebatas pada penggunaan alat, tetpi juga melibatkan strategi digital yang komprehensif, termsuk pengembangan media sosial dan digital marketing."Dengan memanfaatkan teknologi informasi, kita dapat meningkatkan efisiensi kerja, memperluas jangkauan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada muzaki maupun mustahik," ujar Prof. Nadra. Acara yang dilangsungkan selama tiga hari, Selasa-Kamis (17-19) September di Jakarta, dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof, Dr. Kh. Noor Achmad, MA.; Wakil Ketua BAZNAS RI, MO Mahdum; Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS, M.Ec, Ph.D; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, S. Ag, M. Si. CFRM; Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM; serta Deputi I bidang Pengumpulan, M. Arifkin Purwakananta.Hadi pula, Territoy Account Manager PT Sysware Indonesia Jessy Claudia; Division Manager Google Cloud Metrodata PT Metrodata Electrnonics, Kasriani; serta Heda Department Islamic Organiization dan Socio Businss Solution BSI, Akhsin Muammar. Menurut Prof. Noor, BAZNAS RI menghadapi tantangan besar dalam mengelola zakat di tengah perkembangan zaman. BAYAR ZIS DISINI REKENING BAZNAS
BERITA19/09/2024 | RQ|FM
BAZNAS SUMBAR Apresiasi BAZNAS Sijunjung terkait Pelaporan Hasil Audit "WAJAR" Ketiga Kalinya Setiap Tahunnya
BAZNAS SUMBAR Apresiasi BAZNAS Sijunjung terkait Pelaporan Hasil Audit "WAJAR" Ketiga Kalinya Setiap Tahunnya
Padang, (4/9) bertepatan dengan 1 Rabiul Awal 1446H BAZNAS Kabupaten Sijunjung menyerahkan dan menyampaikan Laporan Audited Tahun 2023 kepada BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan menjadi satu-satunya BAZNAS daerah yang mengirimkan langsung laporan Audited 2023 ke BAZNAS Provinsi Sumatera Barat.Dalam menunjukkan komitmen, BAZNAS Kabupaten Sijunjung terhadap kewajiban atas kepatuhan yang diatur oleh regulasi serta komitmen dan tanggungjawab dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang mengatur tentang pengelolaan zakat. adapun personil yang turut hadir antara lain; BAZNAS Kabupaten Sijunjung Wakil Ketua 1 BAZNAS Kabupaten Sijunjung, Kepala Pelaksana, dan amil pelaksana bagian akuntansi; untuk pejabat yang menyertai Kabag Kesra Setda Kab. Sijunjung, Kazi Zakat dan Wakaf Kemenag Sijunjung. Agenda ini untuk mempererat hubungan silahturrahim dengan BAZNAS Provinsi, oleh karena itu BAZNAS Kabupaten Sijunjung menggandeng Kabag Kesra SetdaKab dan Kasi Zakat & Wakaf Kemenag dalam penyerahan laporan audit tahun 2023 BAZNAS Kabupaten Sijunjung dengan opini "Wajar". Menunjukkan bahwa Koordinasi BAZNAS Kabupaten Sijunjung dengan pemerintah daerah dan kementerian Agama serta stakeholder berjalan dengan baik dan lancar Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan BAZNAS Kabupaten Sijunjung atas kerjakerasnya dalam mematuhi aturan dan menjaga keharmonisan dengan pemerintah daerah dan kementerian Agama serta stakeholder dalam menjalankan pengelolaan zakat di Kabupaten Sijunjung. "Sijunjung patut dijadikan contoh oleh Kabupaten lain di Sumatera Barat, karena kepatuhan dan menjadi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang pertama kali menyampaikan laporan ke BAZNAS Provinsi".
BERITA04/09/2024 | RQ
Raker UPZ BAZNAS Tingkat Nasional 2024 Dorong Peningkatan Kemanfaatan Umat
Raker UPZ BAZNAS Tingkat Nasional 2024 Dorong Peningkatan Kemanfaatan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Rapat Kerja (Raker) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tingkat Nasional 2024 dengan tema “Membangun Profesionalisme Pengelolaan Zakat di UPZ dengan Keselarasan Gerak Langkah dan Tujuan Untuk Meningkatkan Kemanfaatan Umat”. UPZ sebagai mitra BAZNAS, bertujuan untuk memfasilitasi layanan zakat pada pegawai di Kementerian/Lembaga Negara/BUMN, BUMS yang zakatnya selama ini belum optimal dan belum dikelola dengan baik. Raker UPZ BAZNAS Tingkat Nasional 2024 ini dibuka oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA, di Bogor, Senin (2/9/2024). Turut hadir Menteri Agama RI yang diwakili Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., serta peserta Raker UPZ BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA. menyampaikan, kehadiran UPZ di setiap instansi memiliki dampak yang sangat besar bagi pengelolaan zakat di Indonesia. “Saat ini, ada sebanyak 142 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah melaksanakan pengumpulannya, dengan total pengumpulan sebesar Rp229 miliar pada tahun 2023 dan akan terus bertambah seiring meningkatnya jumlah UPZ dan optimalnya pengumpulan UPZ yang telah terbentuk dimasing-masing instansi yang ada,” jelas Kiai Noor. Oleh karena itu, dalam rangka mendorong optimalisasi tata kelola ZIS, Kiai Noor menekankan, agar seluruh UPZ dapat mengimplementasikan prinsip 3A (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Menurutnya, potensi penghimpunan UPZ juga sangat besar karena masih banyak institusi pemerintah dan perusahaan swasta yang akan dibentuk UPZ, sehingga diharapkan dapat terus mengoptimalkan perannya agar semakin banyak umat terlayani dalam melaksanakan zakat dan semakin banyak mustahik yang menjadi lebih sejahtera secara materi dan spiritual. “Maka dari itu, Raker UPZ Tingkat Nasional ini merupakan upaya bersama dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi para amil/amilat UPZ, menguatkan struktur UPZ, meningkatkan layanan UPZ terhadap muzaki ataupun mustahik, memunculkan berbagai inovasi pengelolaan zakat, serta menyelaraskan program pemberdayaan UPZ BAZNAS,” jelasnya. Kiai Noor berharap, dengan adanya Raker ini, seluruh UPZ dapat meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat, sehingga dapat memberikan kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat. BAZNAS memiliki kewenangan membentuk UPZ sesuai dengan UU No. 23 tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat pasal 16 dan PP 14 tahun 2014 tentang pelaksanaan UU No. 23 tahun 2011 pasal 53. Selain itu juga respons atas Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di Kementerian atau Lembaga, Sekretariat Jenderal Lembaga Negara, Sekretariat Jenderal Komisi Negara, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah Melalui Badan Amil Zakat Nasional. Raker UPZ BAZNAS 2024 ini terdiri dari atas 142 UPZ BAZNAS, yang di antaranya, 12 UPZ Kementerian, 32 UPZ Lembaga Negara, 44 UPZ BUMN, dan 54 UPZ Swasta. Raker UPZ itu juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M. Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Keuangan dan Umum Kolonel Purnawirawan Nur Chamdani, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta, Deputi Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., serta Direktur Pengumpulan Badan BAZNAS RI Ustaz Faisal Qosim.
BERITA02/09/2024 | RQ
BAZNAS RI Dukung BAZNAS Se-SUMBAR Kembangkan Program Unggulan
BAZNAS RI Dukung BAZNAS Se-SUMBAR Kembangkan Program Unggulan
SIARAN PERS|Nomor: 417/HUM-BAZ/VIII/2024 Jumat, 30 Agustus 2024 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota Se-Sumatera Barat untuk mengembangkan program-program unggulan. Seperti program Beasiswa, Rumah Layak Huni, Rumah Sehat BAZNAS, Penguatan BAZNAS Tanggap Bencana, BAZNAS Microfinance/Bank Zakat Mikro, ZMart, ZChicken, ZAuto dan Santripreneur. "Program unggulan BAZNAS yang sudah lama dicanangkan lama ini harus dikembangkan secara luas oleh BAZNAS se-Sumatera Barat," kata Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Hukum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani melalui keterangan tertulis, Jumat (30/8/2024). Nur Chamdani yang juga Pembina BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat ini juga mengapresiasi Media Visit BAZNAS Media Center (BMC) 2024 yang digelar Sekretariat BAZNAS RI untuk meliput kinerja BAZNAS di sejumlah daerah, seperti Sumatera Barat dan Maluku. Seperti diketahui, para jurnalis senior dari Radio Republik Indonesia (RRI), Harian Singgalang, dan wartawan media lokal, menyimak paparan para pelaksana BAZNAS di beberapa daerah yang masing-masing berlangsung selama beberapa hari. Melalui fasilitasi dari Sestama BAZNAS RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, wartawan yang tergabung dalam BAZNAS Media Center (BMC), mendapat kesempatan meliput program BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Tim terdiri atas humas dan sekretariat BAZNAS RI, serta wartawan media massa nasional dan lokal. Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan, ini merupakan bagian dari kegiatan Media Visit BMC 2024, untuk wilayah Indonesia barat, dalam hal ini Provinsi Sumbar, yang berlangsung Kamis-Sabtu (22-24/8/2024). Kemudian, untuk Indonesia timur adalah Provinsi Maluku pada Senin-Rabu (26-28/8/2024). Dalam media visit ke Sumatera Barat, tim diterima secara terpisah oleh Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr H Buchari, Plt Ketua BAZNAS Kota Bukittinggi Edi Syahmian Angku Mahmud, Wakil Ketua I Jhoni Aswan, Wakil Ketua II Yasril, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Bukittinggi, Asrial Gindo, Ketua BAZNAS Kota Padang Panjang Syamsuarni, S. Ag beserta jajaran. Selain mengajak serta partisipasi publikasi media oleh BAZNAS setempat, kunjungan para pewarta ini, mereportase sejumlah program BAZNAS di Provinsi Sumatera Barat, Kota Bukitinggi dan BAZNAS Kota Padang Panjang. Seperti program Rumah Singgah BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, UMKM Binaan Keripik Tempe BAZNAS Kota Bukittinggi, Layanan ZIS di Mal Layanan Publik Kota Bukittinggi, ZMart dan ZAuto program binaan koloborasi BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Sumbar dan BAZNAS Kota Padang Panjang yang ada di Kota Padang Panjang, dan sebagainya. Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari, M., M. Ag. mengatakan, pihaknya menyambut baik tim BAZNAS RI dan akan terus berkolaborasi dengan media untuk mengoptimalkan dakwah zakat dan meningkatkan literasi ZIS di Sumatera Barat. Secara terpisah, Plt Pimpinan BAZNAS Kota Bukittinggi, Edi Syahmian Angku Mahmud dan BAZNAS Kota Padang Panjang Syamsuarni, S. Ag juga ikut menggelorakan publikasi program zakat di wilayahnya. Dia pun mengajak awak media berkeliling Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang menyaksikan realisasi program koloborasi BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi dan BAZNAS setempat. Seperti bantuan ZMart, ZAuto dan sejumlah program unggulan lainnya. source:Humas BAZNAS RI
BERITA30/08/2024 | RQ|HMS BAZNAS RI
Saudagar Z-Mart Kota Padang Panjang Sukses Kuliahkan Anak Berkat Bantuan BAZNAS
Saudagar Z-Mart Kota Padang Panjang Sukses Kuliahkan Anak Berkat Bantuan BAZNAS
Kisah sukses Epi Yulinda, seorang ibu rumah tangga asal Kota Padang Panjang, menginspirasi banyak orang. Berkat kegigihan dan dukungan dari program Z-Mart BAZNAS, impiannya untuk menguliahkan anak di Universitas Mohammad Natsir Yarsi Bukittinggi kini terwujud. Awalnya, Epi hanya memiliki kios kecil dengan omzet yang sangat minim. Namun, setelah mengikuti program pendampingan dari BAZNAS, ia berhasil mengembangkan usahanya menjadi warung ZMart yang ramai dikunjungi, terutama oleh mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Padang Panjang. "Dulu, saya hanya bisa berjualan sedikit barang dengan omzet yang pas-pasan. Tapi setelah ikut program ZMart, saya jadi lebih berani mengembangkan usaha. Alhamdulillah, sekarang omzet warung saya bisa mencapai Rp2 juta per hari," ujar Epi dengan penuh syukur. Keberhasilan Epi ini membuktikan bahwa program ZMart tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sangat bermanfaat bagi para penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kota Padang Panjang, Syamsuarni, S.Ag, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan program ZMart. "Kami sangat senang melihat para mustahik, seperti Ibu Epi, dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui program ini. ZMart merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat," ungkapnya.Program ZMart yang digagas oleh BAZNAS bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Permata Syariah ini telah berjalan selama dua tahun dan terbukti efektif dalam mengatasi kemiskinan di Kota Padang Panjang. Dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan usaha, ZMart diharapkan dapat membantu lebih banyak lagi masyarakat untuk mencapai kemandirian ekonomi. Tentang Program ZMart ZMart adalah program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warung atau toko milik mustahik agar dapat bersaing di pasar modern. Melalui program ini, diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ***source: Saudagar ZMart Kota Padang Panjang Sukses Kuliahkan Anak Berkat Bantuan BAZNAS - Harian HaluanBAYAR ZAKAT DISINIINFO REKENING BAZNAS
BERITA25/08/2024 | RQ
BAZNAS SUMBAR Dampingi Tim BAZNAS Media Center (BMC) Meliput Program Pemberdayaan DI Bukittinggi Dan Padang Panjang
BAZNAS SUMBAR Dampingi Tim BAZNAS Media Center (BMC) Meliput Program Pemberdayaan DI Bukittinggi Dan Padang Panjang
Padang, Tim BAZNAS Provinsi Sumatera Barat mendapat kesempatan untuk mendampingi tim BMC dalam meliput program unggulan di 2 daerah di Sumatera Barat yakni Kota Bukittinggi dan Padang Panjang. Agenda BAZNAS RI, menggencarkan kegiatan kunjungan pers atau media visit ke lokasi program unggulan. (23/8)"Hal ini untuk meningkatkan literasi dan dakwah zakat agar masyarakat semakin yakin dan percaya untuk menunaikan zakat, infak, sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) melalui BAZNAS,". Tim yang terlibat 2 (dua) orang: Kepala Pelaksana dan Amil Pelaksana. Adapun agenda tim dalam kegiatan dimaksud:1. Mendampingi Tim BAZNAS RI (BMC) dalam meliput program pemberdayaan dan program unggulan BAZNAS Kota Bukittinggi dan BAZNAS Kota Padang Panjang2. Melihat dan mengunjungi Kantor BAZNAS Kota Bukittinggi dan beberapa program unggulan BAZNAS Kota Bukittinggi diantaranya Pemberdayaan usaha Keripik Tempe.3.Melihat dan mengunjungi Kantor BAZNAS Kota Padang Panjang dan beberapa program unggulan BAZNAS Kota Padang Panjang diantaranya Program Z-Auto dan Z-Mart yang berada di Kota Padang Panjang. Dari hasil kegiatan yang telah dijalankan diperlukan selalu pendampingan terhadap program-program unggulan, seperti pelatihan, sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih maksimal dan terus berlanjut.
BERITA23/08/2024 | RQ|FM
MONEV Program Pemberdayaan di Kabupaten Lima Puluh Kota - "Maju Bersama FARM"
MONEV Program Pemberdayaan di Kabupaten Lima Puluh Kota - "Maju Bersama FARM"
Mungka-Lima Puluh Kota, hari kamis tim beranggotakan 2 amil pelaksana dan 1 pimpinan (Wakil Ketua II) dan sopir melakukan perjalanan menuju Kabupaten Lima Puluh Kota, tepatnya ke Jorong Talang Nagari Talang Maur Kecamatan Mungka. Lokasi monev kali ini bertujuan terkait program pemberdayaan usaha perikanan kelompok “Maju Bersama Farm” dan Proposal Bantuan Ekonomi a.n Muhammad Andriko (budidaya ternak puyuh). Tim bersama dengan BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota yang didampingi oleh Wakil Ketua II & III melakukan assesment ke lokasi tujuan untuk melihat perkembangan dari kelompok "Maju Bersama Farm" dan meninjau sejauh mana kelompok tersebut dapat mengembangkan dan memajukan usaha kelompok tersebut dengan dana bantuan dari BAZNAS, tim melanjutkan perjalanan dan diskusi bersama untuk tujuan berikutnya terkait permohonan bantuan yang diajukan oleh sdr. Muhammad Andriko untuk budidaya ternak puyuh di mungka.Harapan BAZNAS semoga dengan dilakukannya monev ini dapat berdampak positif terhadap usaha yang sudah dikerjakan dan mendapatkan hasil positif terkait kemajuan dan keberhasilan, dan penerima manfaat dalam menggunakan dana zakat untuk kemaslahatannya.Mari wujudkan lebih banyak mustahik mencapai kemandirian ekonomi dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS Provinsi Sumatera BaratBAYAR ZAKAT DISINIINFO REKENING BAZNAS
BERITA22/08/2024 | RQ | DRS
UPZ UNAND Audiensi Untuk Penguatan Pengelolaan Zakat di lingkungan UPZ
UPZ UNAND Audiensi Untuk Penguatan Pengelolaan Zakat di lingkungan UPZ
Padang, Sosialisasi SIMBA dan Penguatan Pengumpulan Zakat UPZ Unand.Perwakilan dari UPZ Unand yang hadir terdiri dari 3 orang, BAZNAS Provinsi Sumatera Barat menyambut dengan 4 orang Wakil Ketua (I-IV) hadir dan didampingi Kepala Pelaksana, dan 4 Amil Pelaksana berdiskusi terkait hal diatas. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait SiMBA dan membahas teknis penguatan pengumpulan zakat di UPZ Unand. Pertemuan ini dilaksanakan di kantor BAZNAS Provinsi Sumatera Barat.
BERITA27/06/2024 | RQ
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat